Bendungan Jatiluhur

Setiap kali jalan ketempat yang bisa dipergunakan untuk umum  sebagai sarana rekreasi atau pembelajaran, pasti aku suka misuh-misuh sendiri.
Kesal sendiri…  Kok bisa tempat-tempat yang harusnya dijaga, dipelihara dan dirawat
bentuknya udah ga keruan..
Kesannya kotor, Kumuh dan nngelihatnya langsung ilfil.

Tapi itu dia, kenapa ya kalau disini pasti aku melihat banyak sampah bertebaran dimana-mana.. pada sembarangan buang sampah.
Coba kalo yang bertebaran itu uang yang masih berlaku, dijamin langsung rapi dan bersih wilayah tersebut.

Jadi pas main ke waduk Jatiluhur kesannya “pengelola” cuma sebagai penarik retribusi saja
(untuk masuk ke wilayah ini, tiket operorang Rp 2.100 & mobil Rp.3.000) Untuk penginapan lumayan terawat lah, ada Bongalow2 yang kondisinya masih bagus.
Tapi ada satu hotel yang kurang terawat kesannya jadi bikin ga nyaman..

Padahal Potensinya sangat bagus, Untuk membantu peerekonomian warsa sekitar, dengan adanya tempat2 makan dengan menu utama yang nyaris mirip hidangan dengan ikan..
terus dengan adanya tukang perahu yang bisa mengantar keliling waduk atau ke pulau Jodoh dengan biaya perkepala Rp.5.000,-
Atau ada juga penduduk menyewakan rakit-rakit kecil  dengan atap seadanya buat yang hobby mancing…

Untuk yang berduait dan hobby Jetsky tempat ini juga mengasyikan buat yang senang dengan keindahan alam… menunggu matahari tenggelam pemandangannya lumayan oke…
Terus ada hal kecil yang kuperhatiin.. kalo ke Waduk itu apa identik yah  dengan orang yang berpacaran atau putus cinta… ini bukan kesimpulan, hanya penglihatanku saja dua kali ke Bendungan Walahar Karawang & Bendungan Jatiluhur… :))

Tapi dibalik itu semua jika terkoordinir dengan baik akan lebih baik lagi..
Tentang sampah, temanku selalu bawa kantong plastik kemana-mana,  jadi dia selalu misuh-misuh kalo lliat sampah… kapan yak kita sadar tentang hal ini….

Advertisements