Setahun Yang Lalu….

Setahun yang lalu disana penuh warna
Mulai dari Brokoli hingga Balita
Tertawa tersedak kita
melihat berebut es cream antara Iyog dan Caca

Mentertawakan si Merah yang bersemangat berlomba
dengan si ganteng yang belum kenyang jua
semuanya datang dengan penuh warna

tanpa ada sesuatu prasangka

Semoga Foto yang akan diabadikan nanti semakin berwarna
smakin penuh dengan rasa ceria…

Sekali lagi demi kita semua…. 

CBD 01/01.2250.

Advertisements

Ode di Stasiun Tugu

Peluit terdengar bagai bel yang memanggil untuk bersiap
Sementara itu dengus Loko yang semakin keras terdengar
disoroti cahaya bagai satu mata yang ganjil

Saatnya bersiap,

menjemput rezeki yang datang
diiringi doa yang tabah…
Semoga hari ini

kami mendapat rezeki yang halal

dari para penumpang..

[Ga Penting] Nelpon sampe Bete

Pada awalnya ngeliat iklan mengenai talk time dari Esia, aku cuma berpikir,.. apa benar tuh yang diiklanin..
Setelah banyak teman yang beli Handset CDMA dalam satu paket, tertarik juga pengen nyoba ganti kartu Flexy dengan Esia…

Nah, berhubung banyak iklan dali operator lain yang juga gembar gembor dengan  tarif murah, akhirnya temanku mencari tahu seberapa tingkat keuntungannya jika memakai Esia..
Amazing… setelah dilakukan perhitungan den memperbandingan antara Fren dengan Program 1 jam 1376 perak (1 menitnya 14 perak) dan Esia dengan Talk Time 1 jam 1000 perak (1 menit 50 perak)

Maka pada titik tertentu ada keuntungan jika memakai Esia dan pada titik tertentu ada keuntungan memakai Fren.
Untuk pemakaian dengan lama waktu 1-15 menit lebih baik menggunakan esia Untuk Menit ke 16 hingga menit ke 59, lebih baik jika menggunakan Fren Dan jika lebih dari 60 menit, lebih baik mempergunakan Esia…

Dan iseng-iseng aku melakukan wawancara dengan teman2 yang menggunakan Esia Rata-rata bilang banyak penurunan pengeluaran untuk pulsa dibanding dengan gsm biasa… Dan, mereka memanfaatkan sistem itu dengan sebaik-baiknya.

Contohnya :
ada yang sedang menyetir dan melakukan panggilan ke partnernya ketika sedang belok atau memutar.. HP nya ditaruh saja dipangkuan  tanpa dimatikan… pembicaraan dilanjutkan kembali setelah posisi pegang tangan satu bisa dimulai lagi.
Hal ini berarti meminimalkan tingkat kecelakaan dengan menggunakan hp pada saat menyetir untuk memutar.

Ada lagi jika sedang berantem dengan pacarnya, kalau menggunakan gsm ya langsung ditutup.. coba aja.. berantem by phone dalam waktu satu jam…. bisa dihitung berapa pulsa yang keluar.
Nah, kalau pakai program yang ini, bisa sambil ditinggal tidur tuh pacar lagi ngomel-ngomel..bangun-bangun bisa aja pacar masih marah-marah… tanpa tahu lawan bicara tadi tidur.

Trus, bagi ibu rumah tangga yang sedang melakukan banyak aktivitas, bisa saja sambil ngobrol sembari memasak… mengasuh anak…. beberes rumah sama yang paling utama sambil ngerumpi…. dan tentu saja para suami senang karena pulsanya irit… ga membuat bobol kantong..

Terus juga, bagi yang sedang pacaran… bisa lebih irit,… bisa telepon berjam-jam dengan berbagai macam posisi.. mulai dari duduk manis, Tiduran ngadep kiri, ngadep kanan Telentang, bahkan sambil dibawa ke toilet juga no problem…

Memang.. persaingan yang ga sehat tapi menguntungkan bagi konsumen… Oh Iya, aku bukan mengiklankan., dan bukan sebagai distributor atau pihak yang berhubungan dengan dua operator yang akan dibahas..

* Hanya berlaku ke sesama operator*
** Tabel terlampir**
*** ini cuma iseng…***

[Aku Belajar] Menolong tanpa pamrih

Saat perjalanan ke Jogja & Solo ada beberapa hal yang menurut aku menarik.

Pertama,
saat di Stasiun Solo Balapan, aku hendak menuju ke Terminal,

Biasanya sih langsung keluar Stasiun naik Becak menuju Terminal.
Tetapi kmarin aku bertanya pada seorang bapak pegawai PTKA yang bertugas menjaga parkir dipintu masuk sekaligus sebagai pintu keluar..

Aku : Permisi pak, kalau ke Purwodadi naik bis darimana ya?
Bpk : ke Terminal aja dik, bisa becak atau ojek aja
Aku : Berapa ya pak kalau kesana
Bpk : Sekawan Ewu Dik (Empat ribu)
Aku : Kalau ojek pak? (berhubung waktunya mepet, makanya milih mau naik ojek)
Bpk : Sama saja, kenapa memang?
Aku : Saya perlu waktu rada cepat, sudah ditunggu teman
Bpk : Sebentar ya Dik, kalau gitu saya antar saja
Aku mengira bapak tersebut akan membantu menunjukan tukang ojek, ternyata dia mengambil motornya, yang usianya lebih tua dari aku… aku cuma tersenyum..
Aku jadi diantar ke Terminal oleh bapak tersebut..

Penasaran kenapa bapak tersebut mau repot-repot antar, aku akhirnya bertanya..
Beliau bilang kasihan melihat aku yang terburu-buru, takut nanti malah ketinggalan Bis
dan kalau naik ojek bisa saja dibohongi harganya….
Sampai disatsiun bahkan bapak tersebut mengantarkan masuk hingga ke tempat Bus…
Beliau ingin meyakinkan bahwa aku naik bus yang tepat…..
Aku ga bisa berkata apa-apa…
bahkan aku lupa menanyakan nama bapak tersebut..
Terimakasih banyak pak


Peristiwa kedua
Ketika aku kembali dari Purwodadi dan sampai Jogja,

aku belum cari tempat untuk menginap.
Aku telp adik ku, ternyata dia sedang bekerja dengan boss sekaligus temannya di Tekim UGM.
berhubung belum ketemu, akhirnya aku mampir ke rumah dimana adik ku bekerja.
sekalian ingin tahu pekerjaan apa sih yang digelutinya…
Sampai sana ternyata dia sedang berada di Lab
Sedang mengerjakan esktrak daun seledri dan kunir…

Aku pikir Boss adek ku itu sepantar dengan adek ku atau sepantar dengan aku…
Ternyata usianya kurang lebih 50tahunan, pensiun (dini) dari suatu departemen
setelah obrol sana sini, ternyata beliau ingin menemani anak-anaknya kuliah di jogja
dan alasan beliau kuliah lagi karena ingin mendapatkan ilmu sehingga bisa dimanfaatkan.
Usahanya begitu keras, sampai membuat lab sendiri.
Bahan-bahannya ternyata mengambil dari petani yang berada di wilayah Jogja
untuk membantu memilih dan mengiris bahan-bahan tersebut, para tetangganya dilibatkan…

Ketika aku tanya kenapa mau bersibuk-sibuk ria?
padahal suaminya mempunyai jabatan yang cukup tinngi di salah satu BUMN
jadi tidak perlu bekerja pun sudah cukup..
Bagi beliau, selama masih bisa dan mampu, belajar harus tetap dijalankan,
dan bisa membantu orang lain adalah suatu kewajiban, bukan paksaan.

Disini pula aku dipersilakan menginap dan browsing sesuka hati..
Terimakasih Ibu atas pelajaran berharga yang saya dapat…

Kali ini aku mendapat Pelajaran dari mereka berdua akan pentingnya belajar

serta menolong orang lain tanpa pamrih..
Padahal dengan keduanya aku baru berinteraksi pada saat kejadian, belum pernah
bertemu sebelumnya…

*gambar : Lab Tegal Melati

[Ga Penting] Tentang “Add” or “Invite” Kontak

Dengan Multiply tentu saja menambah teman semakin banyak dari berbagai macam ragam latar belakang. Ada yang unik, bahkan kadangkala tidak mengerti bidang apa yang digelutinya.

Nah, sebenernya emang ga ada peraturan khusus buat nge-add atau di-add dalam Multiply ini…
Ada yang mau punya kontak sebanyak-banyaknya tapi kurang selektif Ada yang mau punya teman banyak tapi dengan perhitungan..

Terus terang, untuk aku sendiri, penambahan jumlah kontak itu karena beberapa hal :
* Bertemu lebih dulu, entah itu dikomunitas lain atau dikenalkan baru menjadi kontak kalau ini sih kayak Noer SS (bukan Sri Sarining lho tapi SegarSelalu) Cekar, Brilli, Ndaru Ghaya, Bunda Tiara.. semua teman-teman dari Milco
* Bertemu dalam suatu kegiatan yang diikuti, kayak RCP2 kmarin..
aku dapat tambahan kontak Tyo, Trully, Neta, Bang Jonru, Punya Eli & Yayangna Aya atau setelah marriednya Mbot.. dapat tambahan kontak Kurzz, Uut dan Giok…
* Bertemu karena dikenalkan dalam MP… kayak Arie, Diah, Irma, Tei.. semuanya dikenalin sama Manyun yang emang jadi kontak aku
*Atas Referensi Teman, seperti Miranda ref : Shanty; Sonson ref : Noer..

diluar itu, jika aku interest dengan seseorang akan sesuatu yang dimiliki entah itu hobby, atau keunikan tersendiri, aku pasti minta Add.. Seperti dengan mas Tian, mbak Hari…. aku senang membaca berita-berita ringan Terus jika mempunyai hobby yang aku senangi seperti Foto, aku minta add dengan Mbong atau Tofan. dan kalau minta add, aku terus terang bilang… kulonuwun dulu.. ga langsung asal  jebret nge-invite buat jadi kontak..

Nah, yang menjadi ganjalan, jika ada yang minta add aku sebagai kontak tanpa aku mengenal orang tersebut, aku berusaha mencari informasi lebih dulu apakah kontak yang udah ada denganku mengenalnya.. jika ada referensi ya aku add.

Yang paling aku kurang respek, jika minta add tanpa basa-basi…  waduh… aku ga mau kebobolan lagi… setelah jadi kontak malah bikin sakit hati… mendingan ga deh…

Maaf jika terkesan arogan… tapi kalau menurutku ada suatu etika tidak tertulis yang harus dihormati ketika masuk dan ingin berinteraksi dengan pemilik Rumah…

*Tuh kan.. bener2 ga penting kan….*
***tidak berlaku bagi yang udah jadi kontak lho…. ***

[Ga Penting] Ngajak berdo’a ala Supir AKDP

Dalam perjalanan untuk Riset minggu kemarin, dari Jogja aku menuju Purwodadi.
Ditunggu Team Purwodadi jam 12 siang. Dari Malioboro jalan kaki ke Mangkubumi ke tempat
dimana travel banyak berjajar, pas ditelusuri satu demi satu… ternyata tidak ada jalur menuju Purwodadi..
wahh… masalah mulai muncul,

Telepon travel di Dagen yang menyediakan jasa travel perorangan (pemiliknya cuma punya satu unit kijang)
ternyata minta harga yang hanya bisa dibalas dengan ucapan terimakasih..
(masa cuma perjalanan kurang lebih tiga jam mintanya sama dengan biaya sewa satu hari dengan tarif di Jakarta)

Aku akan cari lainnya aja (tau aja kalo lagi kepepet buat jalan) Telp, adek ku nyari info lagi. malah ditawari naik motornya. Terimakasih kembali kembali,…karena selain ga begitu tahu jalan juga ga siap buat naik motor jarak jauh

Akhirnya dari Tugu dengan setengah lari menuju stasiun, dan ternyata lagi,.. jadwal Prameks udah berubah….
jadi ga bakal ketinggalan, sedikit lega…. dengan perhitungan akan telat dikiiiitt 😀

Dari Solo ke Terminal dulu, nyari bis jurusan Purwodadi ternyata lagi oh ternyata…. Bisnya masih kosong…
ambil duduk paling depan dekat pintu tapi… tanpa nunggu penuh tuh bis udah jalan.. Alhamdulillah….

Sepanjang perjalanan ternyata (lagi) bikin jantung bekerja lebih cepat, Gimana enggak, setiap kali mau nyalip mobil didepan, Klakson terompet yang bunyinya diambang batas tingkat kebisingan dipencet terus-terusan…

Kalau bertemu lawan lebih kecil ga mau ngalah sampai lawannya minggir turun dari aspal..
Kalau mau menyalip sepeda motor, Keneknya sambil bergelantungan dipintu mengebrak-gebrak body mobil sambil berteriak-teriak ditambah suara klakson terompet
Sungguh suatu harmoni yang membuat pengendara lain ciut dan terpaksa mengalah sambil sumpah serapah tentunya…. Sebeneranya harmoni itu makin indah jika kondekturnya bergelantungan sambil makan pisang, dan mengeluarkan irama Nguks.. nguks dengan keras 😀

Mungkin Pengemudi sadar akan hal ini, Jika diambil suatu Premis “dari sekian orang yang menyumpah serapahi
bisa saja salah satu akan manjur” Karena itu pengemudi sudah antisipasi sekaligus memperingatkan penumpangnya dengan tulisan :

Ingat
“Tuhan”
Beserta Kita


Yup…. Peringatan yang cukup manis sekaligus mengingatkan para penumpang akan Tuhannya masing-masing…

Dan mungkin juga salah satu alasan menempel di kaca depan agar penumpang  yang naik dari depan siap siaga, dan jika penumpang yang was-was bisa pindah kebelakang dan memberitahu penumpang lainnya ……Sungguh pesan yang cerdas jika dijalankan…

* Foto diambil dari Bis AKDP Solo-Purwodadi*

[Iseng] Damai itu Indah?

Damai Itu Indah

Indah Itu Cantik…
Indah itu anak pak Lurah
yang suka marah-marah

Kalau mau dekat dengan Indah
harus butuh pengorbanan…
Biar pak Lurah ikutan Sumringah

Jadi Damai itu Ternyata Butuh Pengorbanan