Lagu Cinta Buat Amie

Januari 1999
Ami, namaku Ami…  tapi bukan Siti Nurbaya lho  
Itu kalimat pertama yang kamu ucapkan ketika kita berkenalan, selanjutnya kita membahas masalah mengenai proyek yang akan kita jalankan.
Aku banya bertanya, maklum untuk bidang farmasi aku tidak ada pengetahuan sama sekali. Selanjutnya dengan atau tanpa yang lain, kita kerap berdiskusi tentang masalah pekerjaan tersebut. Kamu menerangkan begitu enak, mudah dimengerti dan yang pasti selalu disertai dengan senyum.

Hingga suatu hari ku mendapat telepon dari kamu, mengajak bertemu, kupikir tentang penyelesaian akhir dari proyek. Ternyata bukan, kita berbicara tentang…………… kita.

19 Mei 2000
Saat kali lain kita bertemu, satu hari menjelang ulang tahunmu, kamu tersenyum ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Dan tanpa diduga, kamu bercerita kepadaku,
“Aku ga ngerti apa yang tengah berjalan pada diriku, skenario apa yang telah dibuat olehNya
untuk ku.. Disaat aku menyayangi seseorang, disaat aku merasa nyaman dengan dirinya
disaat itu pula semuanya harus terenggut. Aku sayang kamu, pasti tahu kamu itu walau kita sama-sama ga pernah mengungkapnya..”


Aku hanya terdiam… teringat kembali episode yang telah berjalan dengan dirinya, segala keresahan yang coba ditutupinya dengan selalu tersenyum seolah tidak ada apa-apa.
Teringat kembali ketika pernah kita berjalan, kita mendengarkan satu lagu yang paling kamu tidak suka, Anehnya lagu ini pada hari itu selalu terdengar kemanapun kita berjalan, hingga dalam perjalanan pulang Kamu ga tahan dan hampir menangis untuk memarahi pengamen yang menyanyikan lagu ini dan akhirnya kamu menangis.
Aku cuma bertanya kenapa, kamu bilang bahwa kamu tidak ingin kejadian seperti dilagu itu terjadi pada kita, Aku cuma tersenyum, sembari berharap tidak menjadi kenyataan.

April 2002
Ternyata, hari ini adalah dimana kita berdua merasa sama-sama sakit & terluka, tidak mungkin kita mengambil jalan pintas itu.. tidak mungkin.
Kamu sudah dikhitbah… kamu sudah menjadi milik orang lain. Tangismu akhirnya keluar juga, baru kali ini aku melihat kamu menangis, terbayang dalam benakku ketika kamu menceritakan pada saat pulang kerja, kamu sangat terkejut ketika rumahmu ramai, kamu baru saja masuk kamar dan pada saat itu pula kamu ditanya oleh ayah dan mama, kamu hanya tertegun dan diam karena kaget dan bingung.
Rupanya hal itu dianggap menyetujui rencana yang telah mereka persiapkan buat kamu.
Aku turut sedih mendengarnya dan aku tidak bisa berbuat apapun…. Dan kamu pun baru menyadari bahwa diamnya wanita itu berarti iya… kamu bukannya tidak mau menolak, aku tahu kamu kalut… terkejut…

“aku minta maaf, seharusnya aku menolak atau coba berkompromi, dan itu tidak kulakukan..”

Tidak ada yang perlu dimaafkan Amie, semuanya memang sudah jalan telah digariskanNya..
Aku mengerti, bahwa orangtua ingin yang terbaik bagi setiap anaknya, dan pilihan itu jatuh pada abang yang masih ada hubungan saudara dengan kamu.
Kita berdua sudah tidak bisa berbuat apapun, kamu sudah dikhitbah dan kamu harus patuh dengan orangtuamu. Memang, ada hal-hal yang diluar kuasa kita, walau kita telah berencana seindah apapun,
tetapi ada faktor-faktor lain yang sangat berpengaruh untuk menjalankan apa yang telah digariskanNya…

Itulah saat terakhir kali kita bertemu, kamu mencoba untuk tersenyum dan meminta maaf…..
dan sekali lagi Amie, tidak ada yang perlu dimaafkan…. Sebelum kita berpisah kamu bilang,
“Akhirnya terjadi juga hal itu terhadap kita, pokoknya Amie mau kamu tetap menjadi bintang dilangit yah…. buat Amie dan buat semuanya… “
Iya Amie, aku akan tetap menjadi Bintang dilangit… walau dengan hati yang perih.

Kita berjabatan erat, kamu menyunggingkan senyum sambil menahan tangis dan berkata
” Amie…. namaku Amie dan cuma satu Amie buat kamu”
aku cuma berkata,
“iya, kamu tetap Amie,, dan kamu bukan Siti Nurbaya….”

Mungkin kita harus sadar dan mengerti, bahwa apa yang kita inginkan belum tentu kita bisa dapat. Mungkin itu jalan terbaik dariNya bagi kita berdua..

Cibubur, April 2002

Advertisements

41 comments on “Lagu Cinta Buat Amie

  1. prajuritkecil said: REPLY PERTAMA!!!btw, ini curhat ya mas Wib..????

    Hehehe… reply yang tadi diapus ya…. :Dbeda atau enggak sih mbak antara curhat sama bikin cerita? 🙂

  2. wib711 said: pertanyaannya sama kayak mbak Ira….. jawabannya sama juga deh mbak :D*ga kreatif.. hehehe*

    Apa an wong blm dijawab kok, malah Wib bertanya apa beda curhat ma cerita… kekekkee

  3. srisariningdiyah said: Lahhh kog?????reply2 gue tadi dimaneh???curang neh… tadi kan udah reply pertama, kog jadi Ira… :pternyata jurnal nya beda…tapi sama isi… emang jurnal yg tadi kenapa Wib?

    hehehe.. ada kok….. :D*nunggu macet jadi dipindahin aja…. ga ada hubungannya kan :p*

  4. wib711 said: Hehehe… pejuang udah matirasa….. :))

    Hiks..segitunya Wib..masak sih?Masih banyak yang lain kok…jangan cari yang di Jkt ;)..ganti yang di Sumatera heheh..minta bantuan Noer…;)*heheh..Sdg ngomong apan ya kita ini ;)*

  5. adohhh merinding aku bacanya wib :(, ngenes tenan amiemu kuwi. but…. setidaknya dia masih bisa melihatmu sebagai bintang di langit :)jangan patah semangat dong… masih banyak amie lain diluar sana yg mungkin “mengincarmu” 🙂

  6. windageulis said: waaaah teiiiiiiiii…daku tanggal 3nya ke jakarta…tp tanggal 4 kudu dah ada disini lagi…aplusan aja yah jagain jakarta mweahoaherauiehoaheuiahefuia

    he??? sejak kapan jakarta perlu dijagain??? sama guwe pula??? hahahahahaha

  7. Wib.. :(( *tumben nih aku nangis di jurnalmu wib, biasanya iseng*uhm.. terlalu larut ya wib, kan masih ada …sama yang itu aja ya? yaa? 🙂 *tring-tring*

  8. tentangkami said: jangan patah semangat dong… masih banyak amie lain diluar sana yg mungkin “mengincarmu”

    mengincar untuk nge gaplok ya mbak… hehehehe

  9. trully said: Wib.. :(( *tumben nih aku nangis di jurnalmu wib, biasanya iseng*uhm.. terlalu larut ya wib, kan masih ada …sama yang itu aja ya? yaa? 🙂 *tring-tring*

    sungguh nih? Trully nangis?? hemmm…. :)*sama yang itu… ?? tring tring*

  10. oh begitu toh kenapa bisa tak semangat hunting biarpun ada magsa didepan mata….kikikikikiki ;pemang sakit yah kl ditinggal nikah ;)tp jgn ampe mati rasa gitu donks ;)biarpun jodoh gak kemana tp hrs berusaha utk mengejarnya kan ;)jgn sampe melajang ampe umur 50thn yah (kyk cerita senior karyawan disini yg ceritanya ampir mirip kyk mas wib).CHEERS UP MAS WIB 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s