[Obrolan Warteg] Alur Cash Flow dalam Rumah Tangga

Ketika makan siang dia warteg langganan dengan Teman-teman satu divisi biasalah kami ngobrol tentang hal-hal halal dan ga ngomongin yang haram *baca tentang kerjaan*

Tema obrolan di warteg siang itu adalah tentang manajemen rumah tangga dalam mengatur cashflow
*gila banget temanya…. , padahal mah ga segitu-gitunya deh*

Awalnya temanku, seorang Bumil kita panggil ATM berjalan Maksudnya, dia punya uang cash dan jika kami butuh cash, tinggal mentransfernya kedalam rekening dia.Dan tinggal transfer melalui internet.. 
Jadi, kami sebagai temannya ga perlu antri di Atm yang bisa bikin bete Bisa aja pas udah antri setengah jam uangnya habis atau pas orang didepan kita melakukan transaksi rutin seperti bayar ini bayar itu dan bukan hanya untuk dia saja… tetapi juga titipan dari Bossnya atau temannya untuk membayar  segala macam melalui atm… bete banget kan

Tunggu,.. topik bahasannya kan mengenai cashflow dalam keluarga.. kok lari kesana?
itu hanya sebagai prolog, karena pada akhirnya kita bertanya kenapa teman kami tersebut kok mau sih pegang uang cash banyak-banyak jika tidak ada hal2 penting…
Ternyata setelah kita desak, dia mengatakan bahwa dia dapat uang cash dari suaminya (diperoleh dari klien sebagai bonus) dan langsung saja kami meledek apakah jangan2 gaji suaminya dipegang dia semua?
Dengan arif dia berkata, bahwa dia tidak meminta gaji suaminya, tetapi tiap bulan
suaminya sendiri yang menyerahkan seluruh gajinya untuk dikelola. Jadi temanku itu bertindak sebagai Menteri Keuangan tinggal membuat pos-pos tertentu saja..
Hemmm.. Pola yang harmonis, sisuami ga mau ribet dengan urusan segala macam hanya membuat daftar apa saja yang dia butuhkan lalu diserahkan kepada istrinya.Dan akhirnya sang istripun dengan senang hati menjalankan tugas tersebut Win Win solution lah… saling memberi dan menerima Kami menyebutnya ini Tipe YinYang

Lalu Contoh dari teman kedua lain lagi, dia bercerita bahawa dia ga setuju dengan pola pertama tersebut,.. Dia bersama istrinya sudah membuat Pos bersama maksudnya pos-pos yang memang sudah bisa diprediksi dan digunakan untuk keperluan bersama seperti : Transportasi, uang makan dan membayar kontrakan serta cicilan mobil. nah sisanya si suami juga bisa pegang… jadi jika butuh sesuatu ga perlu minta istrinya, tetapi hanya melaporkan bahwa dia beli ini, beli itu… Dan sang istripun yang juga bekerja juga seperti itu..
jadi pola berpartner yang seimbang.. suaranya sama Kami menyebutnya ini adalah Tipe Partnership

Nah, akhirnya kita ribut tentang pola ketiga..
Pola ini kita ambil sebagai contoh, karena ada teman yang sebelum menikah tetapi sekarang setelah menikah, dia sangat-sangat jarang untuk makan siang bersama kami setelah ditanya dengan berbagai cara yang canggih, tanpa diminta  keluarlah unek-uneknya..
Pada saat belum menikah, dia menargetkan bahwa dalam satu hari hanya boleh mengeluarkan uang sejumlah sekian puluh ribu rupiah untuk makan, transport bensin dan tol untuk kerja dan jalan sekian ratus ribu selama satu minggu.

Nah, ternyata setelah menikah, semuanya diatur oleh istrinya… semua gaji dan atm dipegang oleh Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan dia hanya menerima jatahnya setiap hari, yang jumlahnya dipotong 40% dari jumlah sebelum dia menikah.
Untuk bensin dan uang tol, juga demikian, sudah dihitung berapa rupiah yang harus dikeluarkan setiap harinya ditambah dengan sekian persen untuk beban kemacetan jadi suami benar-benar ga bisa jalana kemana-2 kecuali kekantor PP disini kami melihat tipe ini sang suami tidak berdaya sama sekali..
walau dia sebagai Presiden, tetapi semuanya dijalankan oleh Perdana Menteri Coba jika ada sesuatu, misalnya dia ingin membeli Jco atau ngopi sesekali, itu harus bersama dengan Perdana Menteri…  Pak Presiden harus manut… 🙂

Kami yang belum pada menikah akhirnya tersadar… ternyata memang pola seperti itu
nyata terjadi… dan pada akhirnya saling menuduh satu dengan lainya bagaimana pola yang bakal dijalankan seandainya jika kita nanti sudah menikah

*Free Talk (Jakbar-Bekasi), 02.30 – 03.30, 070606*

Advertisements

57 comments on “[Obrolan Warteg] Alur Cash Flow dalam Rumah Tangga

  1. wib711 said: perlu diperjelas ga Trully?

    yaa.. belum tau.. ntar cocoknya pake cara yg mana.. :Ptiap orang kan beda2, dicari yg paling nyaman & aman…

  2. tianarief said: bukan begitu wib, baca ujungnya. “tapi tau diri”. ya, tau diri, kalau jatah sebulan itu hanya cukup buat bensin motor doang. =))

    🙂 mas Tian bisa aja.. iya mas.. iya….

  3. utamiutami said: pertama kali nyoba aku malah jadi kecanduan….tapi ternyata tak bisa bertahan lama, hanya sanggup tiga hari… 🙂

    ga sanggup meleknya yaaa? :p

  4. almaqiute said: wah, ak yang mana yaaaa?….perpaduan yin yang dan partnership deh, kayaknya…

    Hihihi.. nanti belajar ama mbak Lily ahhhh 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s