Mudik (sekaligusTouring) dengan Motor

Mudik, itu kayaknya udah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat indonesia..
Buat sungkem ama orang tua.  Terus terang udah lama ga mudik karena memang orangtua ada di Bekasi, trus simbah dari ibu-bapak juga udah ga ada jadi ya ga pernah terlintas dengan hal tersebut.
Lebaran ini karena ada ajakan dari sepupu untuk mudik dengan motor, maka ga ada salahnya di coba, pengen tahu aja rasanya mudik seperti yang sering aku lihat.
Berangkat dari rumah jam 05.30, masih pagi dan karena hari lebaran kedua versi pemerintah
jalan tidak terlalu ramai, memang masih banyak juga pemudik yang menggunakan motor atau mobil. sampai semarang jam 17.30.

Memperhatikan pemudik yang menggunakan dengan sepeda motor, aku melihat berbagai macam tipe para pengendara tersebut :

* Gaya Alon-alon waton kelakon
ini biasanya terdiri dari satu keluarga, ayah ibu dan anak (bisa satu atau dua) jalannya ga terlalu kencang, anak didudukan ditengah dan ada juga yang ditaruh di depan.
kalo menurutku kasihan banget.. menjadi tameng dari angin bagi orangtuanya.
Sebagai perbandingan : aku coba ngikutin jalan seperti ini tapi aku ga bawa anak-anak, hanya gaya mengemudinya yg aku ikuti. ternyata lumayan repot dan butuh konsentrasi tinggi,

* Gaya Pembalap liar
ini kebanyakan dianut anak muda, bawaanya sradak-sruduk, main gas terus. sebagai perbandingan, aku juga nyoba gaya ini, gila… cape abis.. jarak luar kota bawaanya penuh dengan emosi, seperti tujannya dekat saja, jalannan milik dia aja. udah gitu hasilnya bensin lebih boros, dan bisa disumpahin orang-orang dijalanan.

* Gaya Pindahan
ini dengan membawa barang yang ditaruh dibelakang, jok dengan tambahan kayu sebagai penyangga. dan barang yang ditaruh ditengah antara jok dan setang Aku mencoba juga hal ini, aku pinjam motor sepupuku yang sudah memakai box itu pun butuh keseimbangan untuk mengendalikan kendaraan, karena berat benda yang dibelakang.
Dengan box yang sudah dirancang kapasitasnya agar tidak begitu mempengaruhi keseimbangan berkendaraaan, harus perhitungan ketika mendahului kendaraan lain  atau menghindari hempasan angin dari mobil besar. aku hanya membayangkan dengan kardus atau tas yang hanya diikat dibagian belakang ujung kayu, harus bisa lebih extra mengendailkan motornya

* Gaya naik gunung
ini terlihat dari orang yang sendiri atau berboncengan dengan membawa ransel yang berat bahkan ada yang membawa carrier. udah gitu bensin ditaruh dibelakang dengan jerigen. Amazing, karena sepanjang perjalanan pantura tidak akan kehabisan pompa bensin 🙂 aku mengikuti gaya ini dengan membawa ransel ditaruh dibelakang..  wahh… untuk perjalanan jauh lumayan bikin lengan pegal, karena mengendong ransel.

Walau ga setuju mudik dengan menggunakan kendaraan bermotor bagi orang tua yang membawa anak, aku salut dengan perjuangan mereka untuk mudik memang dibutuhkan waktu lama, pelan.. tetapi angin dari depan ke anak kecil juga berbahaya..
Terus, seandainya cara mengemudi bisa lebih tertib dan mematuhi peraturan lalulintas itu akan lebih baik.

Yah, seandainya pemerintah bisa menyediakan sarana transportasi yang terjangkau dan layak (nyaman) pada saat hari raya, mungkin tidak akan terdengar cerita ada anak yang meninggal diatas motor, angka kecelakaan lalulintas pada saat mudik bisa ditekan.
Dan jika Pemerintah tidak bisa mengatasi hal tersebut, alangkah baiknya seperti yang
dilakukan oleh beberapa pabrikan kendaraan roda dua yang mengkoordinir dan memberikan pengawalan hingga kota tertentu.. jadi keadaanya akan lebih tertib

Safety Kidding ala Bikers

Beberapa Kategori Bikers Ganteng/Cantik :

Dari segi perlengkapan :
1. Ga bawa SIM dan STNK, karena bawa KTP aja udah cukup, kan ada foto Narsis di KTP. Kalo di STNK mana bisa foto narsis..
2. Senang mengendarai kendaraan dengan lampu seadanya… kalo ada yang nyala ya syukur, kalo ga nyala ya gpp…
3.Kalo lampunya lengkap nyala, yang lampu depan, lampu jauhnya bisa nyorot ke langit, lampu deketnya sih cuma setinggi pohon kelapa
4. Sangat peduli dengan kebersihan, kalau jalan kemana-mana pakai helm gayung, jadi kalo pas pengen mandi tinggal nyari sumur atau keran..

Keadaan yang sebenarnya tentang Bikers

Bikers itu Pendekar Sakti
nih buktinya :
1. Punya indera keenam, Kalo belok dari gang kayak jalan di lapangan, ga mau nengok kiri kanan dulu
2. Seneng nakut-nakutin bikers lain, knalpotnya ngeluarin suara cempreng, dah gitu di gas-gas deket bikers lain
4. Bercita-cita jadi supir bus malam tapi ga kesampean, makanya pasang klakson kayak punya bis malam di motor
5. Lebih sakti dari supir Bajaj, kalo tukang bajaj berhentinya yang tau itu cuma penumpang, supir bajaj dan Tuhan
kalo biker, yang tau berhentinya cuma dia sendiri & Tuhan

Bikers itu Punya Bakat Terpendam
1. Berbakat jadi pembalap, lampu merah buat ajang start… lampu kuning buat tambah kecepatan
2. Berbakat nganalisa keadaan sekeliling..
kalo lagi jalan, ada sesuatu yang menarik perhatian langsung menurunkan kecepatan, dan tengak tengok kiri kanan
3. Menjadi penyusup, celah sekecil apapun bisa dijadikan manfaat buat nyempil dan menyusup

Bikers itu sebenernya adalah Fotomodel
yang ganteng/cantik dan macho kalo :
1. Naik motor pelan-pelan sambil merokok di jalur cepat
2. Boncengin pacarnya sambil ngobrol, dijalur tengah pula, ga peduli antrian dibelakangnya
udah satu km, kan dia ngerasa jadi fotomodel… jadi pusat perhatian
3. Nelpon atau nerima telpon dengan tangan yang satu megang gas, tangan kiri megang HP
padahal ga dibayar buat jadi fotomodel HP yang dia pakai.
4. Naik motor pakai helm gayung yang dibalik pula… Ganteng banget deh… jadi bener-bener full Face.. Maksudnya, orang lain bisa ngeliat mukanya yang full face gitu

Bikers itu Fashionable
1. Yang hobby dugem lampu belakangnya, diganti mika warna putih, dan seneng banget ngerem, trus biasanya masang lampu blitz tambahan untuk lampu rem nya…
2. Spionnya karena sangat trendy jadi hanya untuk ngaca buat diri sendiri, ga peduli bisa ngeliat pengendara lain dibelakangnya
3. Semua asesoris di kendaraanya lebih mahal dari harga helm gayung yang biasa dipakai.

Lets Safety Kidding :p

*Foto kenangan BA I*