Kunjungan Cinta Teater Koma Versi Akoe

Udah banyak yang nge-review, nulis, ngasih opini atau apapun namanya tentang pertunjukan Teater Koma pada ultahnya yang ke 30 ini.
kalo di multiply bisa diliat disini, kalo dimilis sastra bisa diliat disini>http://www.mail-archive.com/klub-sastra@yahoogroups.com/msg02428.html”>disini
atau kalau diblog bisa diliat disini.

Didalam jalan ceritanya sendiri, kalau dalam sudut pandangku, banyak banget terdapat kisah yang “nyata” atau setengah nyata sama dengan yang terjadi pada Republik sebelah..
walau ini cerita naskah aslinya punya om Friedrich Durrenmatt.

Kisah awal dimulai dengan datanganya Klara ke Kota Goela, disini bisa dilihat dia dengan santainya menarik Rem Darurat pada KA Global yang tidak berhenti di stasiun tersebut,
dan akhirnya sang kondektur “sesuai” dengan tugasnya harus memarahi,
so.. akhirnya seperti kisah klasik diatas kereta, bayar ditempat lebih enak daripada didamprat…

Penyambutan yang dilakukan oleh Warga Kota Goela yang udah bangkrut hingga menjual asset2 negara (Republik Sebelah juga demen jual asset negara :p) termasuk jajaran pemerintahannya, seperti menyambut dewa, eh bukan… tapi seperti menyambut anggota Dewan yang terhormat saja (yang suka-suka naikin tunjangan jabatan)

Cerita bergulir, kembali ke masa lalu ketika ada panggilan sayang buat orang yg sedang berpacaran… (Klara dan Illa) kucing liar dengan macan kumbang
Toh terjadilah seperti yang biasa terjadi disinetron Republik sebelah.. ce nya hamil,
co nya kabur dan menikah dengan dengan orang yang punya “prospek”.
Punya anak, akhirnya dikasih ke orang dan dia sendiri akhirnya jadi Psk (di Republik sebelah sepertinya dilegalkan dengan dibuat suatu lokalisasi resmi)

Show must go on… Klara “beruntung” menikah dengan orang kaya dan menikah lagi dan lagi dan lagi.
Lanjut pada sang Nyonya, yang punya “hobby” menikah. Pada saat datang kekota tersebut sang Nyonya sudah menikah 7 kali…
mungkin dia mempunyai prinsip, daripada poliandri menyalahi aturan trus nanti makin tenar masuk infotainment, lebih baik menikah berkali kali…
Suami-suami sang nyonya digambarkan begitu penurut, mereka senang sekali diberi panggilan sayang … Tanpa sadar suami merasa tersanjung… πŸ˜€
padahal mah kalo menutrutku malah dibodohi..

Sang Nyonya sendiri bilang : Suami itu seperti pembantu, jadi ya kasih nama seperti pembantu…

aku jadi inget ungkapan yang sering aku denger kalau pas aku nongkrong di PMJ… :
Suaminya Letkol… Istrinya Kolonel…..
ngeledek buat para bapak petugas yang dibawah kendali istri :p

Awalnya warga Kota Goela tidak begitu terpengaruh dengan tawaran si Nyonya…
untuk membunuh illa dan menukar dengan uang 1 Trilyun Rupiah
Mereka melihat sisi yang lain… bahwa prospek perekonomian akan cerah dengan datangnya sang nyonya.. tanpa harus membunuh.

Akhirnya karena mereka beranggapan perekonomian akan cerah, mereka berani berhutang… hampir semuanya berhutang..
jadi inget Republik sebelah lagi… yang gemar berhutang,… … πŸ˜€
Dan tanpa mereka sadari… semua yang berhutang itu, memakai sepatu berwarna kuning…..
Wahhh wah……. di Republik sebelah juga warna kuning mulai dominan lagi…. atau mungkin aku yang buta warna … :d

Lama-kelamaan warga kota Goela ga nyaman… kapan dana akan dikucurkan oleh sang nyonya.. tetapi sang nyonya tetap kukuh, hingga illa ada yg membunuh entah secara legal atau ga legal…

Akhirnya para petinggi mulai berjaga-jaga… mulai dari gubernur yang bukan jenderal mempunyai pistol, Pendeta yang akhirnya demi rasa kemanusiaan juga memilik senapan termasuk pak Polisi koleksi Senapannya makin banyak yang tahu banyak
Di Republik sebelah juga mirip-mirip lah… banyak Pistol dan senapan berkeliaran… ya, namanya juga buat jaga diri dari Harimau :p

digambarkan pula, saksi yang jaman dahulu yaitu si kobi, saksi palsu yang membuat Klara terbuang dan membuat illa senang muncul kembali.. dan mengaku bahwa pada zaman dahulu pada peradilan 45 tahun yang lalu dia disuap oleh illa…
yah…. kok sama juga ya sama di Republik sebelah… dimana suap-menyuap itu sudah merupaka suatu tradisi…. bahkan mungkin bisa menjadi kebudayaan.

Setelah (merenung) akhirnya illa mau juga (mungkin dengan perasaan terpaksa)
karena hanya itu pilihannya…dia bersedia menjadi martir…
yah… semua warga akhirnya bergembira…
hanya sang nyonya yang diam saja dengan pandangan sedih… jangan tanya kenapaaa…
Dendam dan cinta menjadi satu mengatas namakan keadilan.

Diluar jalan ceritanya, panggung bener-bener hidup.. kostum ok…. ga usah dikomentarin deh……

yang bisa aku ambil dari nonton Teater kali ini yaitu :
Hati-hati kalo ditempat ramai… paling enggak 90% bakal ketemu ama anak multiply juga tanpa janjian
*ketemu ama suami istri dan bayinya yg besar…
dan ketemu sama om senang juga…. :))

Advertisements

26 comments on “Kunjungan Cinta Teater Koma Versi Akoe

  1. lhooo? wib? kemaren juga ada di TIM toh? kok nggak ketemu ya kita..melihat kami dari kejauhan kah? hehehehesempet ngobrol bareng imansoe di teras atas..hehehe

  2. Neta : Sebesar Neta :DNera : sama2 Nera… :)ibu Ida : Ibu, kita ketemu setelah break.. ibu sibut telp Rafi… aku sempet say hallo ama Agung n Eriq trus ketemu om iman yang selalu senang di lobi pas mau pulang…

  3. wib711 said: Ibu, kita ketemu setelah break.. ibu sibut telp Rafi… aku sempet say hallo ama Agung n Eriqtrus ketemu om iman yang selalu senang di lobi pas mau pulang…

    oalaaaah, gitu tooh! hihihi..si eriq dari berangkat udah ngomong kalo, “disana pasti ada wib, soalnya statusnya di YM ‘punya tiket gratis teater koma’..” heheheheiya, aku sibuk ngecek bayi yg kecil, secara ternyata nonton teater itu lama bgt yak! 4 jam booow!!!

  4. ida22 said: oalnya statusnya di YM

    hehehe… statusnya nawarin…. siapa yg mau ikutan nonton… aku ada free tiket satu.. :Dbayi gede ama bayi kecil ternyata sama hebohnya ya buu :)lho… ndak diberitahu ya waktu pesen tiket.. kalau aku diberitahu πŸ˜€

  5. wib711 said: jadi inget Republik sebelah lagi… yang gemar berhutang,… … :DDan tanpa mereka sadari… semua yang berhutang itu, memakai sepatu berwarna kuning…..Wahhh wah……. di Republik sebelah juga warna kuning mulai dominan lagi…. atau mungkin aku yang buta warna … :d

    oo yg banayk utangnya tuh republik sebelah ya mas..ga kayak republik kita he he he

  6. sorayalannazia said: yahhh…YMku kmrn error mulu gak bisa loginhiks…pdhl kepengen liat!blm pernah nonton teater sih!

    aku juga baru pertama kali ini nonton teater, ternyata seru bgt lho, aya!harus cobain nonton!!!

  7. wah, banyak ya yg ngereview… aku malah gak sempet2, hehe, padahal dah minggu lalu nontonnya.wah, “laporan pandangan matanya” mas wib panjang deh :Dnonton kapan mas? gak ktemu yak…

  8. deeyand said: panjang deh :Dnonton kapan mas? gak ktemu yak…

    hehe… iseng mbak… cuma memperbandingan dengan yang terjadi di republik sebelah :)aku nonton kamis malam

  9. wib711 said: Sang Nyonya sendiri bilang : Suami itu seperti pembantu, jadi ya kasih nama seperti pembantu…aku jadi inget ungkapan yang sering aku denger kalau pas aku nongkrong di PMJ… :Suaminya Letkol… Istrinya Kolonel…..ngeledek buat para bapak petugas yang dibawah kendali istri :p

    1. memangnya harus wanita yang dijajah pria? :p 2. si nyonya Klara hobby nikah, bukan hobby kawin :p3. kaum pria suka “dibutakan” karena wanita… akibat wanita, kaum laki-laki sering kehilangan akal sehat-nya yang seringkali dibangga-bangga-kan sebagai hal yang “hanya” dimiliki oleh kaum laki-laki…. (walaupun ketika sudah terjadi, akhirnya kaum wanita lagi yang disalahkan karena “menggoda” padahal godaan tidak menjadi kenyataan apabila “gayung tak bersambut”. hehehe… misalnya : ada perempuan seksi dan cantik, ya tetep tergoda walaupun sudah punya pasangan… walaupun punya posisi terhormat :phuaaaaaaaaamph…kapan lagi ya ada teater lagiiiiiiiiiiii….- eh jangan lupa ama teknologi tinggi penuh kemewahan…mobil mewah ter-kini… monorail walaupun hanya tiang saja… – keadilan yang tidak benar-benar “menutup mata” kepada seluruh pihak masyarakat…- trus kegembiraan masyarakat setempat (kota goela) ketika akhirnya membunuh Illak, karena akhirnya masa depan yang lebih cerah kembali hadir…. seringkali perlu ada “tumbal” yang harus dikorbankan.- setelah “eksekusi” Illak, hanya ada “nyonya kaya hobby nikah” yang bermuram durja… hidup memang rumit, bukan hitam dan putih. tidak ada yang benar-benar setan ataupun benar-benar malaikat….

  10. ancillaysi said: hidup memang rumit, bukan hitam dan putih. tidak ada yang benar-benar setan ataupun benar-benar malaikat….

    Nyonya itu hobi nikah kok.. aku dari awal nulis gitu…. aku ga bilang hobby kawin lho :D*Hidup itu rumit dari bagaimana cara kita memandangnya, tapi hidup itu tetap hitam putih dengan warna-warna lain sebagai “penyemarak”Setan dan malaikat tetap ada… dan mereka ada didalam diri masing-masing… πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s