[Iseng] Bikin Lubang bareng, Tanggungjawab bareng

Biasalah sebagai orang yang memanfaatkan fasum buat olahraga berjalan kaki, siang n sore, Trotoar sangat membantu sekali.
kalau siang biasanya ke Ambus (Ambasador Tembus = maksudnya cuma numpang lewat dalam ambas buat cari makan dibelakangnya) buat makan siang kalau sore buat iseng cari cemilan atau DVD di ITC nya.

Tapi bulan lalu, perjalanan jadi kurang nyaman ada galian kabel dari Indosat IM2..
Galian kabelnya sih ga masalah, toh itu namanya juga proyek untuk kepentingan umum, tapi yang ajaibnya, hasil dari galian itu ditaruh di trotoar, menumpuk tergusurlah sarana buat berjalan kaki ria..

Ternyata ada papan pemberiyahuan dari IM2 ada galian untuk serat optik. dan setelah galian selesai, mereka segera membawa tanah-tanah sisa galian kedalam karung.
Lumayan lah… walau hasilnya Trotoar buat jalan dr depan kantor ke Ambassaor bentuknya makin ga karuan.
Belum lama menikmati jalan yang aman dari gangguan Galian, dan tidak harus berjalan di pinggir jalan yang selalu diklakson motor, angkot atau mobil…

Sekarang ada galian lagi… aku pikir IM2 sudah selesai, kok mulai lagi, apa ada perbaikan? tapi kok kalau ada perbaikan, lubangnya nyaris bersebelahan dengan lubang yang lama…

Akhirnya daripada menahan rasa Penasaran dengan hal itu, aku akhirnya nguber mas-mas yang sedang membawa cangkul..
bukan mengejar mas-mas pelem indonesia itu lho…
Pas aku tanya, ternyata dia bilang bahwa sedang menggali untuk serat optik dari TELKOM,....

Haiyahhhh….. Coba ya, kalau ada koordinasi kan bisa lebih enak buat bikin lubangnya.. Bikin lubang bareng…. tanggungjawab bareng… tunjuk satu bintang, eh tunjuk satu kontraktor maksudnya…Efisien, lebih murah.. dan ga menganggu.

Atau karena ada alasan lain? bagi-bagi proyek atau…. ga mau ktinggalan karena kompetitornya bikin jaringan serat optik? Berkompetisi boleh-boleh aja… tapi bekerjasama untuk berkompetisi meraih pelanggan juga ga ada salahnya kan 😀

Advertisements

9 comments on “[Iseng] Bikin Lubang bareng, Tanggungjawab bareng

  1. biasanya, kalau dituntut, perusahaan yg disebut tadi akan menyebut kontraktor pelaksana proyek sebagai penanggung jawab. *kebayang, berjalan di trotoar penuh tanah merah. belum lagi kalau hujan. sepatu langsung lengket dan berlumpur. 😦

  2. mas Pras : Itulah JakartaNera : Hemmm…. iya yamas Tian : dengan slah stau klausul bagi kontraktor : bertanggungjawab atas semua pekerjaan hingga selesai :pIan : makanya mau minjem nimbus… biar ga jalan kakiMona : Iya… gagangnya hilang… huruf d jadinya berubah jadi O :p

  3. biasa bukan di Indo… lubang galian silih berganti, kenapa juga gak sekalian gitu, menghemat biaya dan juga menghemat tenagatapi kalo gak gitu, bukan Indonesia namanya ;;)

  4. Tante Sefa : Itu dia… tapi kalo ga gitu tante.. jurnal ini ga bakal ada :pMama Iyog : yang mana nin yang mana… tempat kerja mas Alan ya yg koordinasinya semrawut ? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s