Mimpi Naik Monas

Monas.., pasti udah pada pernah lihat minimal denger tentang Monas. Ingin bermain dimonas dan naik ke cawan atau puncak monas? Mungkin kalau mendengar keinginan tersebut kita tertawa,
bahkan meledek, ngapain sih pakai acara naik-naik monas segala… Tapi, terus terang aja diantara teman MPers, yang menjadi kontak aku,  atau bahkan yang membaca jurnal ini paling hanya 10% yang pernah naik.. 🙂

Sebenarnya tujuan utama jurnal ini adalah mengajak teman-teman MPers buat ke Monas, untuk mewujudkan mimpi anak lebak wangi. tentang hal ini bisa dibaca di jurnalnya pak Gawtama.

Selain itu dengan dimotori mbak Kosi di jurnal ini, kita berusaha mewujudkan mimpi tersebut.
Setelah melalui konferen dan ditindaklanjuti dengan pertemuan di UI untuk membahas rencana tersebut.
Untuk survey ke lebak wangi & Monas telah dilaksanakan oleh Edo dan bisa dilihat disini.

Untuk dana dan bantuan yang sudah masuk ada dijurnal CAB ini..
juga ada tambahan bingkisan buat adek-adek lebak wangi dari teman blogfam (bloqecimpringan)

Bagi teman-teman yang mau ikutan membantu mewujudkan mimpi anak lebakwangi,
hayo silakan bergabung..

dan siapa tahu bisa ikutan membantu acara ini dalam bentuk apapun… 🙂

Salam
Wib

Advertisements

[Iseng] Balapan di jalan umum

Enaknya kalau berangkat pagi, jalan masih lancar.. Bisa lumayan lah kecepatan, 40kpj.. kadang-kadang bisa sampai 60Kpj.
Baru sampai Belakang Universitas Dharma Persada, ada motor ngikutin terus, sambil geber-geber gas. Aku makin pelan.. tuh motor ikutan pelan.

Pas sampai lampu merah duren sawit, sengaja mepet trotoar, pengen tahu aja siapa sih.. ternyata RX King, dan disebelahnya ada Ninja….
Kita bertiga saling lihat.. Terus pada fokus ke Lampu Merah…

Kalau diperhatiin, modelnya para pembalap. Setang jepit tanpa spion…
Hemm… akhirnya aku iseng aja, ku blayer … gas aku mainin, aku geber-geber..
Pas lampu Hijau nyala.. aku pura-pura nyentak gas… padahal masih aku tahan koplingnya. Mereka kaget dan langsung respon cepet.. langsung pada ngacir…
Ternyata, memang pagi-pagii pada cari lawan..

Maaf yaaa… silakan aja duluan… kalau mau unjuk gigi mah di sirkuit… bukan dijalan umum…
belum lagi kalo disumpah serapahin ama orang..
atau minimal dibikin jurnal kayak disini.. hehehehe

Coba aja, dari 40 orang berdoa.. siapa tahu salah satunya manjur… kan gaswat… 😀

Lagi….

08.15, baru sampai kantor, langsung diberitahu Ancilla kalau Garuda Terbakar
08.30, temanku yang lain baru datang juga ngasih tahu,
Garuda terbakar men… gue denger di radio..

Tidak menjamin juga kalau itu Garuda yang lebih baik. Namanya juga musibah..
Semoga amal ibadah para korban Garuda diterima disisi Allah.

Menurut temanku, saat ini Adam air lebih baik, karena sudah lolos inspeksi, atau kalau aku takut, lebih baik naik kuda aja .. ada-ada aja 🙂

12.30 nanti harus ke Semarang pula…. bikin deg-deg an
Semoga nanti tidak terjadi apa-apa…

 

Terserah

Bilang apa saja
semau kamu

terserah kamu…..

tapi,……
Kumohon
sekali lagi kumohon
jangan bilang aku sombong


ku sudah sering bilang..
Sombong itu hanya milik Nya

Maaf jika ada salah..


5 Maret 07

[Ga Penting] Antara Tongkat, Kontak & Tongkol

Ini sebenarnya bukan perbedaan atau persamaan ketiga benda yang disebutkan pada judul tersebut.
kalau mencari perbedannya mah gampang, kalo tongkat bisa buat mentung,
kalau kontak bisa kayak di Multiply.. eh atau bisa menyalakan sesuatu..
dan Tongkol kalau masaknya rada pedes dikit, jadi makanan yang enak.. 😀Tapi ini bukan mau ngebahas masalah itu.

Kemarin pas ada acara Festival Jajanan Bango di Gasibu, aku berputar-putar mencari adek ku,
dia bilang menunggu di Tiang bendera, pas aku kesana ternyata ga ada. yang ada hanya tiang benderanya saja, tanpa bendera tentunya. Akhirnya setelah setengah jam menunggu, berputar-putar diarea tersebut. sambil menanti seseorang teman yang ngidam es Duren, aku melihat acara hiburan di panggung.

Kebetulan ada acara jaipong oleh anak SD-SMP, lupa dari sanggar mana. 
Terus, acara berlanjut, biasalah acara standar yang sering ada, bagi-bagi hadiah..  bukan bagi2 sembako atau beras bulog, kalau ada acara ini pasti lebih seru.

Nah, untuk dapat hadiah itu, Peserta ada tiga orang diminta menyebutkan kalimat judul diatas secara cepat.. Tongkat, kontak, Tongkol

Hemm.. yang dua orang berhasil, yang satu keseleo lidah.. ya, ngerti sih, namanya juga acara hiburan… biar orang pada ketawa. Tapi, apakah ga ada yang lebih kreatif gitu untuk bikin kuis bermain kata-kata selain kata-kata yang hasilnya ga genah gitu..

Acara jajanan bangonya sih ok… pas ngeliat acara hiburannya… yah… kok malah bernilai minus jadinya.

[Iseng] Peran dan Topeng

Seperti lagunya Goodbless, yang dinyanyiin ulang oleh Teh Nicky “Panggung Sandiwara”, ada peran yang kita jalankan didunia ini.
Peran sebagai orangtua, sebagai anak, sebagai pendidik, sebagai murid, sebagai boss atau pekerja, dan banyak lagi peran yang lain.

Aku menyebutnya peran, mungkin beda dalam istilah sosiologi yang lebih dikenal dengan status (CMIIW) Dalam peran yang kita jalankan ternyata tidak hanya satu peran saja, tapi berbagai macam peran bisa dimainkan.
Bisa saja pada saat dirumah seseorang berperan sebagai seorang suami bagi istri  dan sekaligus sebagai ayah bagi anaknya. Tetapi pada saat ditempat kerja, dia bisa sebagai Boss atau karyawan.

Dan kadangkalapun kita bisa berperan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada..
berperan disini dalam artian Positif, bukan negatif. nah, itu sebagian kecil tentang peran yang kita jalankan.

Dunia ini panggung sandiwara
ceritanya mudah berubah
kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani
setiap kita dapat satu peranan
yang harus kita mainkan
ada peran wajar dan ada peran berpura-pura

Adalagi satu lagi tentang “Topeng”
Kalau temanku bilang, kita semua ini adalah pemakai dan penyimpan bermacam-macam topeng..
Alasannya, pada saat seseorang berada disuatu tempat bertemu dengan orang lain, maka orang tersebut akan menggunakan topeng yang sesuai dengan situasi dan kondisi
dimana dia berada.
Okelah, itu pendapat temanku.. aku juga ga bisa menyalahkan, Toh kita bisa bebas berpikir dan mengungkapkan semuanya selama ga merugikan orang lain.

Kalau dalam versi Topeng itu, ada satu topeng yang aku anggap paling berbahaya yaitu topeng Bunglon.
Jika untuk penyamaran diri dari melindungi musuh yang hendak menyerang,  itu tidak masalah, karena untuk proteksi diri..
Tapi jika sudah dipakai untuk menyamar dan digunakan untuk menyikut sana sini itu yang paling berbahaya, bisa membuat keadaan tidak nyaman, yang penting tujuannya tercapai..
Ini yang berbahaya sekali, bisa saja dalam dunia kerja kolega atau teman kita  bermuka manis, tapi tanpa kita sadari menikam dari belakang.
dan bisa saja dalam satu komunitas ketika kita sudah percaya pada teman kita dan menceritakan sesuatu hal, ternyata hal itu menjadi bumerang bagi kita sendiri.

So, lebih baik kita berjaga-jaga dan lebih memiliki mata hati yang bersih agar dapat bisa melihat hal-hal yang luput dari pandangan kita.

*lagi iseng posting lagi dari blog di FS, setelah habis belajar sama teman tentang masalah konsekuen dan putar balik*