[Ga Penting] Memilih untuk tidak memilih

Politik…
ga bakal ada habisnya ngomongin hal itu. bakal selalu ada hal baru buat dimunculin jadi headline
selalu ada hal baru buat ngebungkam lawan, ngejatuhin lawan.

Dulu, waktu masih kuliah, terus terang aku sama teman-temanku berniat ingin tahu lebih banyak tentang partai PK, (belum ada tambahan S ny )
tapi ternyata dulu kita salah, karena kita anak-anak bandel, memakai jeans dan kaos oblong pas kesana ngerasa beda banget, ya merasa ga diterima gitu tapi emang dulu kalo ga salah PK masih kelihatan ekslusif banget… sempat diskus ama mbak Ira Prajurit kecil tentang masalah ini 😀

Trus, bersama dengan mantan boss ku, dan teman-teman yang suka ngalor ngidul di masjid kampus, kita hanya cukup sebagai simpatisan. walau akhirnya satu demi satu temanku mulai masuk, aku tetap bertahan ga ikutan.

Seiring waktu, simpatiku makin bertambah, walau aku bersama dengan sebagian temanku pada saat pemilu malah kabur ke Bandung, terus pemilu terakhir kemarin malah asyik muter-muter diseantero TPS di kampung ku.

Baru seminggu yang lalu omong-omong dengan salah seorang sahabat,  dia bilang : sebagus apapun yang namanya alat serta sistem, pada suatu saat akan bisa menjadi bumerang, tapi hal itu terjadi dari bagaimana cara menjalankan sistem tersebut,  dan siapkah orang-orang menjalankan sistem tersebut secara amanah,  kalau tidak… yang akan terjadi adalah pembusukan dari dalam. dan sayang sekali para pemimpin yang diberi amanah, jika tidak bisa berjalan pada koridor yang telah ada.

So, setelah membaca berita disini, walau hanya simpatisan ada rasa kecewa, dan kayaknya untuk pemilihan apapun, aku lebih memilih untuk tidak memilih (kembali)

si muka banyak

Ternyata aku bermuka banyak

Hemmm..

Alhamdulillah ada kalian berdua yang dulu mengingatkan

Nyaris satu setengah tahun
Tapi biarlah…..


Hari gini nyari gratisan?

Hari kamis, 19 April kemarin,
diajakin teh puji buat ke inacraft, karena bentar lagi ultah nyokap, ya sekalian aja jalan kesana, kali aja ada yang bisa dibawa. Berhubung waktu nya mepet, dan kebetulan ojek langganan ga ada,
akhirnya naik taxiku yang kebetulan lagi ngetem didepan kantor.


jalan dari Casablanca muter lewat Ratu Plasa ngangkut teh puji (kok ngangkut ya, maksudnya jemput)

ternyata, dari pintu seberang century ditutup, mau dari sebelah Sultan juga ditutup, dan diarahin masuknya lewat Gatsu.
Setelah pintu pertama masuk, aku dengan pede turun sambil mikir, kayaknya ada yang kurang..
ternyata mas-mas supir taksinya manggil2… oalah… aku belum bayar… :p
kebiasann naik taksi gratis gi nih… atau karena namanya Taxiku, jadi berasa mobil sendiri.. hehehehe.

Udah nyelesain urusan ama mas-mas supir Taksi, di pintu masuk itu, dengan pedenya pula, aku masuk.
Teh puji bilang, bahwa kita harus bayar, tapi aku ngotot ga bayar, karena pas masuk orang didepan pintu cuma ngeliat sekilas dan ga bilang apapun.

Pas kita tanya di bagian dalam (dibagian loket penukaran struk belanja) 
teh Puji tanya HTM nya dimana ya, bayarnya berapa dan mbak-mbak yang jaga bilang.. OO, ATM nya disebelah sana bu, jalan aja terus.
Haduh… iki si mbak… HTM kok melebur jadi ATM, atau teh Puji yang ngomongnya ga jelas.
Ya udah, akhirnya muter-muter, pas balik sih merhatiin ada loket-loket gitu, entah loket untuk apa, kayaknya sih buat beli tiket. akhirnya hari ini aku baru dapat penjelasan dari temanku, bahwa kalau masuk emang bayar Rp. 10.000. wuah… jadi ga enak hati.
coba bayar masuk inacraftnya 100.000, itu mungkin lebih bikin enak hati 😀
*akhirnya, aku email aja, jelasin persoalannya ke EO nya, mudah-mudahan dijawab*

Kecepatan Ekonomis

Biasalah dijalan, para sembalap (motor) menjadikan lampu merah sebagai ajang garis star.
Paling aku kalau ada digaris putih depan suka iseng menggoda dengan memainkan gas sedikit, (seperti iklan salah satu pelumas), ternyata efeknya ada juga, bukan motor disebelahku yang mengecil secara tiba-tiba, tapi biasanya ngelihat aku, minimal ngelirik, trus ikutan mainin gas (indahnya suara kebersamaan dibarengi asap seperti suasana party theme yang ngetop lagi akhir-akhir ini)

Setelah lampu hijau menyala, ya jalannya santai-santai aja. 
kalau menurut Pabrikan mungkin pemakaian secara ekonomis, perpindahan persneling tidak memaksakan rpm puncak, tetapi sesuai aturan. Kecepatan maksimal paling cuma 60kpj.

Sebenernya, aku cuma mau nikmatin aja naik motor ,alon alon sing penting tekon.
Dan yang kurasakan ada perubahan pola mengisi bensin,Dulu mah, kalau ada yang nyalip secara mendadak, ga bakali terima uber dan salip balik., sekarang mah, ya monggo… silakan lewat.
Kuningan-Pondok Kopi yang biasanya 35 menit sekarang 50-55 menit.

Dalam pengisian bensin ternyata ada perubahan, aku biasanya isi bensin selama satu minggu (6 hari) ,sebanyak Rp 50.000,-
ternyata sekarang bisa bertahan 8 hari. Ada bedanya juga euy..
lumayan lah, sisanya bisa buat beli coklat 😀

[Ga Penting] Bu guru, ini buku panduannya.

Ngebaca jurnal mas Ciput, aku jadi inget dengan keponakanku.

Waktu keponakanku (anak adikku) kelas 1 dia mendapat PR untuk mengambar kubus.
Nah, sebagai om yang baik hati.. aku ambil kotak tuperware, trus aku suruh gambar kotak itu.
karena sudut pandangnya lurus, yang ada malah gambar kotak, bukan gambar kubus.

akhirnya aku memberikan contoh, aku gambar dikertas lain dan tuperwarenya aku letakan rada miring, biar kelihatan sisi2 yang lain sebagai contoh. yup.. menurutku udah beres.. keponakanku bisa gambar sesuai yang aku contohkan.

Esoknya, aku melihat buku PRnya. Ternyata ada note di buku PR tersebut “ini bukan buatan opie, jangan minta buatkan PR oleh orangtua!” ditulis dengan huruf kapital dan pulpen merah.
Kesal juga bacanya, aku cerita ke Kakakku, untuk datang kesekolah dan berbicara dengan gurunya.

Akhirnya aku mengantar kakakku kesana, lumayan terjadi argumen dengan guru yang mengajar.
Gurunya keukeuh bahwa kalau PR itu harus dikerjakan oleh muridnya, bukan dikerjakan orang tuanya atau orang dewasa. percuma diberitahu bahwa aku hanya memberi contoh.
Kakakku akhirnya cuma bilang :
“Ibu guru yang terhormat, disekolah itu kan diajarkan untuk belajar sopan santun, nah menulispun juga harus dengan sopan santun, apakah sopan ibu menuliskan note di buku PR murid ibu kelas 1 SD dengan pulpen merah dan huruf kapital?”

Tidak.. ibu gurunya menjawab.

Kakakku melanjutkan, sekarang begini, ibu tolong buka buku panduan mengajar kelas 1, kita buka sama2 apakah disitu ada perintah untuk mengambar kubus? (kakakku membawa buku panduan mengajar kelas 1 sampai 3) tidak, ibu gurunya menjawab…
tapi saya meminta murid-murid mengambarkan bentuk kubus.


Lalu kakaku menyodorkan buku pandua mengajar kelas 3.

“coba ibu lihat disini, bukankah disini baru murid-nurid diminta untuk mengambarkan bentuk kubus.. bukan di buku panduan kelas 1 yang hanya meminta untuk memperkenalkan bentuk kubus.. ibu bisa memperkenalkannya dengan memberi tahu fisiknya, seperti kotak kapur atau tupperware. kalau menyuruh mengambar dan anaknya diberi contoh ya ibu jangan menyalahkan.. karena ibu juga memakai panduan dari buku yang kelasnya lebih tinggi”
yah.. akhirnya ibu guru tersebut mau menerima penjelasan dari kakakku, walau sepertinya dengan rasa kesal.

mungkin ada baiknya sebagai orangtua juga bisa memiliki buku panduan… jadi ga terlalu bingung n bahkan syukur bisa ikutan argumen ama gurunya 😀

[Ga Penting] Ya, Saya adalah Koruptor

Korupsi..
kalo ngedenger kalimat itu, persepsi langsung tertuju kepada para (ke)parat negara, entah penguasa atau pengusaha atau anggota yang merasa mewakili rakyat.
Kalau mau melihat definisinya ada di wikipedia. Tapi pada intinya, Korupsi adalah hal itu merugikan kepentingan yang lain.

Kalau ngomong si A Koruptor, dia nilep uang project,  si B koruptor dia terima suap dari rekanannya,
si C koruptor, buktinya dalam beberapa tahun menjabat istrinya udah 4,  selingkuhannya ada dimana… eh maksudnya rumahnya 4, simpanannya ada dimana-mana…

Gampang kan kalo ngeliat hal itu didiri orang lain, lalu tinggal kita omong,  tambah bumbu dikit.. jadi berita, di make up dikit… jadi infotainment..

Sebenernya kalau dilihat, kita ini juga adalah koruptor, eh maaf.. sekali lagi maaf bukan anda.. tetapi Saya. Ya, saya adalah Koruptor, saya mengkorupsi waktu yang diberikan oleh Nya,
pada saat seruan Nya memanggil, saya masih terpekur didepan Komputer, atau bahkan masih sibuk beraktivitas
Saya mengkorupsi nikmat penglihatan yang sudah diberikan Nya,
Pada saat ada sesuatu yang seharusnya tidak boleh saya lihat, ternyata malah saya pelototi hingga mata sepertinya mau meloncat keluar.

Saya mengkorupsi telinga dengan membiarkan suara-suara yang seharusnya tidak saya dengar tetapi saya nikmati.
Saya mengkorupsi mulut saya dengan perkataan yang seharusnya tidak saya lontarkan.
Terlalu banyak untuk, bahkan tidak bisa dihitung semua jumlah korupsi yang telah saya lakukan.
Ya, ternyata saya adalah Koruptor, mengkorupsi semua Nikmat yang telah diberikan oleh Nya

Tapi untunglah.. anda tidak seperti saya.. anda tentu orang baik, bukan koruptor 🙂

SEBP, Akhir Maret 07

Hang On

When your day is long and the night, the night is yours alone,
When you’re sure you’ve had enough of this life, well hang on
Don’t let yourself go, ’cause everybody cries n everybody hurts sometimes

Sometimes everything is wrong. Now it’s time to sing along
When your day is night alone, (hold on, hold on)
If you feel like letting go, (hold on)
If you think you’ve had too much of this life, well hang on

‘Cause everybody hurts. Take comfort in your friends
Everybody hurts. Don’t throw your hand. Oh, no. Don’t throw your hand
If you feel like you’re alone, no, no, no, you are not alone

If you’re on your own in this life, the days and nights are long,
When you think you’ve had too much of this life so hang on

Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries. And everybody hurts sometimes
And everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on, hold on
Everybody hurts. You are not alone

Lyric : REM
Pict : SCBD (Crazy “bebek”)