Ini buah apa

Baca kompas beberapa hari yang lalu, tentang Pohon (bukan) sahabat manusia,
aku jadi ingat, ketika hari raya iedul fitri keponakanku bertanya pada bapakku
“mbah, ini pohon apaan sih, buahnya lucu”
Bapaku, kaget dan bilang, “kamu ini gimana sih… masa ga tahu kalau itu pohon mangga”

Kebetulan pohon mangga ditempat om ku sedang mulai berbuah, masih kecil-kecil. 
jadi mungkin kepokanaku belum bisa meng identifikasi.
Di kompas, juga ada beberapa pendapat oarng-orang yang ga ngerti tentang nama jenis pohon yang ada.

Jadi inget, waktu masa kecil,, masih banyak pohon buah-buahan mulai dari rambutan, mangga, kebembem (ini juga bisa bikin kecele, karena sepintas lalu mirip mangga) nangka, nangkalanda (di kampung biasa disebut gitu), jambu monyet, kecapi, sawo itu semua ada didaerah tempat aku tinggal.

Pengenalan poho-pohon tersebut dengan sendirinya, melalui teman tanpa diajarkan disekolah.
Bahkan
aku dengan teman-teman setelah bermain bola, kalau lapar, langsung cari buah-buahan yang pohonnya tumbuh dipinggir sawah (bukan milik orang, karena berada di jalan antara sawah dengan perkampungan)

Kalau sekarang, pohon yang ada paling cuma pohon tertentu aja. Melihat keponakanku sekarang aja ga ngerti jenis pohon yang ada,  bagaimana dengan sepuluh atau duapuluh tahun mendatang,
mungkin untuk mengetahui jenis pohon, harus pergi ratusan kilometer ke wilayah
yang masih banyak pohon (mekarsari misalnya)

Salah seorang temanku, ketika ngobrol hal ga jelas seperti ini dia bilang.
Kalau sepuluh, duapuluh, limapuluh tahun lagi, anak-anak tetep bisa ngeliat pohon dan buahnya kok, toh ada yang namanya tehnologi bernama Internet
tinggal ketik.. muncul deh..

Tapi kalau menurutku, tetap aja ada yang sesuatu “pengalaman” yang ga bisa
dibayar hanya dengan sekali klik.

*foto : baduy..

Advertisements

21 comments on “Ini buah apa

  1. hmm.. dulu di rumah ada pohon jamblang, jambu klutuk, jambu air, belimbing,pisang. malah sempet ada pohon jengkol di belakang rumah. sekarang mah udah ga ada pohon jamblang di jakarta ya ;-))

  2. iya, waktu masih kecil masih suka manjat pohon jambu n kelengkeng. di blkg rmh jg ada pohon rambutan, pisang, sirsak. sesekali jg suka main ke kebon milik embah, biarpun suka nggak betah krn byk nyamuk he he..waduh, anak-anak sekarang begaulnya sama PS n komputer doang sih

  3. susah juga kalo semua ga ada yang berpikiran melestarikan alam adalah kewajiban buat semuaaku mulai rajin tanam pohon buah dan bunga di rumah….biarpun pake pot diatas teras

  4. Mbak Dee : dan pohon silsilah mbak.. biar tahu asalnya :pAri MS : Ngerujak Rie?Wiwit : Bilang aja, itu padi super mbakyu :DGhaya : aku hapalnya pohon pisang ama pohon klapa :p … Tante K cancel pas udah sore.. biasalah.. :DMas Wisnu : Pohon Do’a restu berbuah uang mas :DZaza : iya ya.. pinter si zaza….Rita : ada, didaerah buaran masih ada tuw..Mbak Hari : Betul mbak, PS, Komputer n Mal.. itu hal wajib selain sekolah sepertinya :)Charlie : kirain dipegang2 doang… terus di kiloin :pMas Eko : hehe.. jambo bangkok.. ga tau pohonnya kayak apaan ya mas :Dmas Satriyo : di Bonsai ya mas… *pernah ngebonsai sawo kecik.. ga ada buahnya*

  5. iya , fenomena yang memprihatinkan.. pernah gue baca di koran juga, ada seorang anak di singapore suatu ketika disuruh menggambar ayam sama gurunya yang digambar ma dia sih bener ayam, tapi berbentuk ayam goreng…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s