The Reason

Kenapa harus lagu itu

Kenapa harus lagu itu

Kenapa harus lagu itu

Kenapa harus lagu itu

Kenapa harus lagu itu

Kenapa harus lagu itu

Kenapa harus lagu itu

*diwarnet disetelnya keras-keras pula…. duh… lebih baik balik hotel aja deh
*Cyber Net Kantor Pos, Manado 27 Mei 2008



Advertisements

They Luv JK

Seperti De Javu, ketika kenaikan BBM tahun 2005, aku berada di Indonesia Timur, tepatnya di Makassar, dan pada saat kenaikan Bbm kemarin, aku berada di Palu, ย dua hari kemudian lanjut ke kota Makassar.

Waktu tahun 2005 ketika aku ngobrol dengan supir taksi dari bandara menuju hotel tentang kenaikan BBM, ย dengan lantang dijawab (sebenarnya sih ga lantang, kan emang tipikal nada bicara nya seperti itu ๐Ÿ™‚

“Kami mendukung program pemerintah, karena jika tidak dinaikan, memberatkan negara. Apa yang dibilang JK adalah hal yang benar”

Kemarin, 24 Mei, ketika sampai Makassar, aku juga bertanya dengan supir taksi yang membawa ke hotel.
Dan dia bilang, “itu memang seharusnya dilakukan, karena dibanding dengan negara2 lain seperti Malaysia Harga BBM di Indonesia adalah yang paling murah.
Jadi, dorang setuju dengan pak Wapres, dia kan pengusaha tahu apa yang harus dilakukan”

Ya, sudahlah… aku ndak teruskan cakap-cakap lagi..
Toh, memang benar, They Luv JK

*Ini bukan sample yang benar, tapi hanya perbandingan dan kebetulan peristiwanya mirip.

Panic Buying

Ketika pengumuman BBM naik (namanya juga BBM ya artinya pasti Bolak Balik Munggah), kebetulan sedang berada di Palu.
Dan rumah Team disana tepat berhadapan dengan SPBU.ย Setelah selesai brief dan Maghrib, aku kedepan rumah dan memperhatikan ke SPBU.

Antrian mulai dari pukul 19 dimulai. ย Mungkin karena ada pembatasan untuk membeli Premium/Pertamax, dan bisa juga karena itu adalah hari terakhir penjualan BBM dengan harga lama.

Yang ajaib, banyak motor yang ikutan antri dengan membawa dirigen berukuran 5lt hingga 25 liter, yang rada nekat mempergunakan galon aqua.
Awalnya sebelum antrian ramai, yang memakai dirigen diperbolehkan, tetapi setelah antrian panjang, Polisi melarang pembeli yang mempergunakan dirigen.

Yah, mungkin seperti itulah tipikal penduduk di Indonesiah tercintah ini. Pikirku cuma satu… dari kmarin2 kan sudah diumumkan kalau bbm akan naik, knapa ga tiap hari mulai membeli bbm dalam jumlah besar, toh nantinya pada saat harga bbm naik, hasil penimbunan bisa dinikmati ๐Ÿ˜€
dan knapa ga ada panic praying ya hehehehe

Ga ada ruginya kan?

Waktu makan siang dengan seorang teman di lt 4 food court Mal ambasador, didepan sebuah tempat makan manado, ada seorang mbak-mbak yang memberikan brosur tempat makan.
Sambil menunggu makanan datang, aku memperhatikan mbak tersebut, sambil tersenyum sdia memberikan brosur ke orang-orang yang melewatinya. Jika ada yang mengambil, dia mengucapkan terimakasih walaupun itu ada yang mengambil dipegang dan dibuang ditempat sampah sambil ga lupa dikruwes-kruwes brosurnya, tapi kalau ada yang tidak mau menerima dia hanya tersenyum.
Mungkin bagi si mbak belia hanya mengerjakan tugasnya.
tapi tetap tersenyum yang bukan senyum palsu.. itu yang aku salut.

Sekitar 15 menit menunggu makanan, aku perhatikan orang-orang ada yang bersikap cuek (ambil untuk dibuang atau dibaca dan akhirnya dibuang) pura-pura ga melihat, atau menolak dengan mengibaskan tangan.
Tapi hanya ada satu orang ibu-ibu yang mengambil sambil tersenyum, menganggukan kepala sambil mengucapkan terimakasih.
Hanya satu orang diantara sekian puluh orang yang memberikan senyum.

Mungkin kita sering juga melakukan hal diatas, sambi lalu, cuek, mengibaskan tangan ketika ada orang yang memberikan brosur, tapi ga ada salahnya kita juga memberikan senyum, toh ga bayar ini ga rugi sedikitpun untuk menyunggingkan sedikit senyum.
Siapa tahu bagi si mbak atau mas yang bertugas memberikan brosur itu adalah salah satu semangat untuk menjalankan tugasnya.

Tapi jangan suka senyum-senyum sendirian tanpa ada sebab yang jelas… nanti bikin orang takut ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Kalau pusing, cepet-cepet pulang

Sabtu malam, saat break dengan beberapa teman yang membantu u/ membuat report dirumah, terjadilah ngobrol kesana kemari.. dan karena sebagian besar sudah berkeluarga, obrolannya ga jauh dari keluarga.

Saat break itu, kita sedag menunggu seorang teman yang belum datang, yang ternyata saat ditelp, sedang mengerjakan side job juga di tempat lain.
Ketika ditanya, knapa begitu ngotot u/ mencari tambahan, apakah dia mempunyai pasangan lain lagi yang resmi, dia bilang iya.

Fyuh… semua langsung diam dan bermunculan lah dugaan yang aneh-aneh.
Hingga salah seorang temanku menengahi dan bilang :

Masa-masa kritis pernikahan itu kalau dari faktor ekonomi ya misalnya pada saat anak-anak sudah bersekolah, ekonomi mencukupi (maksudnya ga perlu gali lobang tutup lobang buat menuhin kehidupan)
Itu yang bikin banyak orang akhirnya lupa..

Kita semua mendengarkan dengan serius. maklum diantara semua yang kumpul itu, hanya dia yang paling senior.
Ada yang nyeletuk, jangan-jangan itu pengalaman pribadi ya pak.

Lalu temanku itu melanjutkan omongannya sambil tertawa. makanya seperti saya, waktu punya anak dua, kebetulan ekonomi sedang cukup, akhirnya uang yang ada saya alihkan buat cicil rumah.

Dan kalau dalam masalah kerjaan, jangan terlalu akrab dengan rekan kerja yang berlainan jenis, itu bisa bahaya.

Apalagi pekerjaan seperti kita, yang lebih sering ada dilapangan. Kalau aku, daripada pusing, mendigan pulang… mau tau hasilnya?

hasilnya ada 5 anak ku dirumah ๐Ÿ˜€

Kita pikir akan serius.. ternyata bcandaan juga.
Tapi, bener juga apa yang dibilang.. ati-ati kalau bergaul dengan lawan jenis, jaga jarak.
kalo jaga jaraknya kayak dijalan tol, ngomongnya harus teriak2 dong ya.. kan jarak paling aman 100m :p

Masih ada ya motor kayak gitu

Rutinitas satu bulan sekali setiap hari sabtu, aku ke bengkel untuk servis motor, masa tiap hari diajak antar kota antar propinsi buat mencari sesuap nasi, masa cuma seliter oli ga dikasih.. itu namanya mendzhalimi :D.

Pas dibengkel, banyak juga yang antri, akhirnya ikutan antri juga lah.
Eh, ga lama ada tetangga RW, sebut saja pak Haji ikutan mampir buat minum oli, yang minum oli itu motornya.

Terjadilah basa-basi sesama orang-orang yang antri disambi minum kopi.
sampai pada suatu saat pak Haji tanya, itu motor ente?
iya pak haji.. itu motor ane..knapa emang? jawabku
Kaga tong, motor gituan masih ada ya,
anak-anak muda sekarang biar gawul naik MX, jupiter, lha.. ini masih naik motor gituan aja.
hehehe… senang juga dibilang muda… tapi tetep malas ngomong deh, mendingan minggir.

Minggunya, jalan lagi, ngeliatn closing kerjaan di lapangan.
Eh, ada salah satu team leader yang bilang :
Mas bikin malu aja sih, yang lain motornya keren-keren, ini masih naik motor kayak gitu.
Tuh liat, interviewer aja ada yang naik MX, Vario, paling jelek Jupiter.

Hehehe, ada lagi yang bilang gitu….
waduh… ada yang salah dengan motor tua yang masih aku pakai ya?
Ga good looking? yah biarlah, yang penting masih bisa jalan, ga mogok n ga rewel, irit pula… itu udah cukup buatku ๐Ÿ˜€

Lagipula, sekarang bensin makin mahal…. salam deh buat motor yang boros-boros ๐Ÿ˜€