Antara aku, teman-temanku dan PK(S)

Ketika zamannya masih kuliah dulu, aku bersama dengan sepuluh orang teman dalam satu kelas berteman lumayan erat, lebih tepatnya karena persamaan nasib seperjuangan, yaitu sama-sama harus bekerja untuk membayar uang kuliah.
Dari kumpul-kumpul itulah tercetus ide untuk membentuk usaha bersama yang tujuannya lebih untuk mengamankan status kuliah agar lancar.
Semua kegiatan kami lakukan mulai dari jualan buku, fotokopi jurnal hingga jualan kambing. Setelah waktu senggang biasanya kami berkumpul di Masjid untuk membahas apa yang telah dilakukan dan apa yang akan kami lakukan.

Saat itulah salah seorang temanku mengajak untuk mengikuti pengajian (saya menyebutnya demikian) dengan beberapa orang mentor.
Awalnya saya sempat ragu, karena pada waktu sma ada beberapa teman yang nyaris terjerat NII. (waktu itu akhirnya aku dan teman-teman SMA akhirnya sempat adu otot, kan lagi musim tawuran, jadi ya hayuk-hayuk aja kalau ribut)

Balik lagi ke masa kuliah, singkatnya, kita mendapat hal baru, ilmu baru dari pengajian itu. hingga pada saatnya pemilu, kita semua sepakat untuk turut dalam salah satu partai yang bernama Partai Keadilan.

Sebelum itu, sudah ada beberapa kakak kelas yang menjadi mentor, datanglah kami.. dan ketika datang, ya terus terang saja, kami seperti dipandang sebelah mata,
emosi? ya tentu saja… kami datang baik-baik, ternyata sambutannya tidak seperti yang kami harapkan. Tapi pada akhirnya kami sadar, kami yang salah.
Kami bercelana jeans bahkan ada yang robek-robek bagian dengkulnya, memakai kaos dan berambut gondrong (hal ini menjadi guyonan setiap kumpul tahunan)
Ya mana mau mereka respek, kalau kita mengharapkan orang lain respek dengan kita, tentu kita harus bisa mengatur diri sebelumnya.
Tapi terus terang saja, PK waktu itu terlihat sangat eksklusif sekali.

Akhirnya satu demi satu kawan-kawan merapat kedalam barisan yang berada didaerah tempat tinggal masing-masing.

Pada saat sebelum pemilu 1999 itu, pawai sepertinya menjadi suatu keharusan bagi semua partai, dan tujuan utamanya adalah Bundaran HI.
Ketika itu, salah satau partai yang pawai adalah PK, aku dan Boss aku melihat jalannya pawai dari Wisma Dharmala Sakti tempat aku part time, Boss ku bilang, Partai seperti ini yang akhirnya bisa jadi besar, tertib, rapi, dan santun.
tapi terus terang saja, saya takut untuk masuk Yu, karena mereka kelihatan eksklusif. ya ya, aku teringat pengalamanku dan teman-teman.
Boss ku merneruskan, jika mereka bisa konsisten dan bisa merangkul dengan cara yang lebih bagus, dan bisa memberikan pendidikan dan kesaaran politik , saya yakin mereka akan makin maju dan besar.

Hingga saat ini, Pk yang telah berubah nama menjadi PKS sudah lebih terbuka, tidak seperti dahulu, dan teman-teman kuliahku dulu tetap konsisten mengikuti kegiatan partai.
Dan hingga saat ini hanya aku seorang yang tetap menjadi simpatisan dan belum bisa melebur kedalam PKS, tapi kalau menjadi simpatisan partai lain… maaf-maaf saja pilihan saya hanya untuk menjadi simpatisan dari PKS.

Advertisements

9 comments on “Antara aku, teman-temanku dan PK(S)

  1. wib711 said: Dan hingga saat ini  hanya aku seorang yang tetap menjadi simpatisan dan belum bisa melebur kedalam PKS, tapi kalau menjadi simpatisan partai lain… maaf-maaf saja pilihan saya hanya untuk menjadi simpatisan dari PKS.

    iya mas wib… gak papa kok… kan gak ada dalil yg bilang, cuma jadi simpatisan gak bisa masuk surga..:Dyang penting amal shalih bukan…makasih yaaaaaaa

  2. semangat ya akhi, sekalipun sampai tidak jadi simpatisan pks ya gpp, karena tujuan kita satu.Tujuan kita berdakwah (meneruskan perjuangan rasulullah). jadi bukan berarti seorang simpatisan tidak punya andil yang besar. Semangat mas!!!!oia salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s