Akhir postingan maraton

Akhirnya, sampai juga pada akhir postingan maraton.
kalau lihat tanggal didepan, adalah tanggal 2 Agustus 2004, tapi aktifnya pertengahan juli 2004.
Genap lah saat ini 4 tahun wib711.multiply.com

Yang paling penting, banyak cerita yang didapat, banyak belajar, suka-duka (hihihi melow)
Sahabat, “keluarga”, teman, pokoknya banyak deh.

Terimakasih banyak buat kekeluargaannya, persahabatannya, pertemanannya,
permusuhannya (semoga cukup sampai disini) 😀 dari maya hingga nyata, bahkan ada yang tetap maya beneran 😀

Kini saatnya berjalan kembali sesuai dengan tujuan langkah awal

*Jakarta, Juli 08

The Cekerz dan kotakkue.com

Bagi sebagian orang ceker itu menjijikan, tapi kalau diolah menjadi makanan seperti keripik atau ceker… hemmmm yummi.
Kami sembilan orang adalah penggemar soto ceker, tempat yang biasa kami sambangi adalah soto ceker pak gendut di Sabang.
Sebenernya, persahabatan diantara kami sudah lama, tapi satu tahun terakhir kami kalau berkumpul ya di tempat itu tadi.
Kalau yang lain habis makan biasanya langsung pergi, tapi kami biasanya ngobrol haha hihi, mungkin pak/ibu gendut kesal
karena kami ga pergi-pergi, tapi kami memang ndablek n ga peduli.

Walau kami sudah saling dekat, tapi terus terang saja tidak pernah mencaritahu tentang kehidupan pribadi masing-masing,
yang kami saling tahu sebatas industri pekerjaan, ada yang jadi tukang telpon, tukang obat, ngitung uang, benerin komputer,
jualan anderwer, jualan gas dan tukang nanya2 belagak jadi wartawan.
Tapi kami punya persamaan, 8 orang senang di foto dan 4 orang senang memotret, persamaan yang lain kami juga senang makan 😀

Kalau jalanpun biasanya jarang direncanakan, seperti februari lalu, secara mendadak kami ingin ke jogja, dan hari itu jogja, yang
suka betulin komputer diutus membeli karcis KA, maklum.. kalau naik pesawat kami hindari, karena ada yang suka tremor
seperti BA The A Team. (halah alesannya bisa aja, bilang aja ga gablek uang buat beli karcis :p :p )
Sebenarnya, kalau mau diceritain satu demi satu, bakalan panjang. kalau mau tahu mendingan klik aja MP nya masing-masing,
siapa tahu belum jadi kontak, setelah jadi kontak siapa tahu jadi dekat, setelah dekat, siapa tahu jadi jo……
jadi joprak kebanyakan jalan n makan 😀

Bulan ini kebetulan genap satu tahun kami berkumpul di Soto Ceker, dan sebagai peringatan kami ingin sesuatu yang beda,
akhirnya pesanlah DCCC dari bunda rafi, Koki utama kotakkkue.com.
Awalnya ketika ditelpon dan diutarakan maksud untuk pesan DCCC, beliau bertanya : berbentuk apa? ceker? beneran nih
bentuknya ceker? masa mau ngasih orang gambar ceker. Setelah diyakinkan barulah sang Koki menyanggupi membuat.
Yang membuat heran ketika ditanya tentang pembayaran yang saat itu belum bisa dibayar langsung dan minimal harus memesan
satu hari sebelumnya, sang koki hanya bilang : udah, gampang. DCC besok jadi, bayarnya sekalian aja.
ah, jadi ga enak nih.. udah dadakan, minta yang aneh2 (tapi kan kotakkue selalu menerima tantangan?) n bayarnya belakangan pula :p

Tadi malam, kami berkumpul (walau ada dua sahabat kami tidak datang, yang satu lagi jualan gas di karawang, yang satu
lagi seneng2nya mainan boneka :D)
Pertanyaan yang muncul dari kami semuanya sama… apakah benar tanggal ini adalah satu tahun kita kumpul di soto ceker?
kami semua lupa, ingatnya hanya bulannya :), maklum faktor U 😀
Biasalah, setelah puas foto2 kue beserta figuran dengan kamera Hape yang settingannya salah, kami menjadi pusat perhatian,
sebenernya sih yang menjadi pusat perhatian adalah DCCC (Double Chocolate Cake Ceker) banyak yang mengira salah satu diantara
kami berulang tahun, tapi setelah diterangkan mereka hanya tersenyum dan tertawa (ga barengan ya, kalau barengan dilakukan
tentu susah). bahkan ada yan memotret dengan beberapa figuran yang sudah siap antri.

Setelah pemotonagn dccc, 1/4 bagian kami berikan pada ibu gendut, yang lainnya langsung dibagi-bagi.
Terus terang, kami semua sempat khawatir, ketika dipotong melihat lapisan coklat didalamnya, apakah DCCC ini manis sekali?
karena kami semua peduli dengan kesehatan (maksudnya dengan berat badan :D)
Si Ibu Gendut pun khawatir, karena beliau tidak boleh terlalu banyak makan manis.
Ternyata, semua itu tidak terbukti, manisnya pas. tidak terlalu manis ya creamnya, coklatnya serta cakenya.
yang tadinya cuma makan 1 potong, pada nambo cie…. (kecuali aku tentunya :D) dan rasanya seperti yang kami bilang semua “enak”.
dan yang paling mengesankan, pada saat mau pemotongan, sang koki telpon, menanyakan apakah ada kekurangan terhadap DCC?
Kami semuanya sepakat menjawab : “banyak”, sang koki sepertinya khawatir, tapi aku terangkan bahwa DCC nya kurang banyak, buat
6 orang gerombolan siberat serta 1 cowok imut (tenang, ini singkatan item mutlak, bukan imut = kiyut :p)

Ya, begitulah kombinasi antara penggemar soto ceker dengan DCC, kalau ada diantara kalian yang mau mentraktir Soto Ceker
dan mengirimi kami DCCC.. dengan senang hati kami akan terima lho 😀 😀

*Note : Jadi kapan Kita Ke Jogja? 😀

**postingan maraton dalam rangka 4 tahun wib711.multiply.com

Ini kan bukan Kamera!

Ketika mengantar emak-emak belanja di sebuah FO diseberang BIP, aku dan kang Ari memilih untuk menunggu di bangku dekat pintu masuk ngobrol ga jelas, eh.. sebenernya jelas sih, topiknya knapa emak-emak dan para wanita kalo belanja luaamaaa banget, terus udah gitu suka bikin mecing-mecing baju suami dan anaknya…
*awas kualat mas… nanti kalo nikah bisa terjadi lho :p*

Ditempat penitipan barang yang berseberangan dengan kasir,  aku melihat seorang bapak sedang mengeluarkan handycam dan mengarahkan kepada anakdan istrinya yang sedang membayar dikasir. ndak lama security menegur bapak tersebut dengan baik disertai senyum bahwa tidak boleh mengambil gambar didalam foto tersebut cuma mau mengambil gambar anak-istrinya saja.
piha security, kembali mengingatkan dengan baik-baik, sibapak makin nyolot dan
bilang ga ada larangannya serta menantang security untuk menunjukan peraturan yang melarang.
Akhirnya security menunjukan gambar kamera dipintu masuk yang diberi tanda strip merah.

si Bapak terdiam, dan karena merasa kalah set, langsung berkata dengan nada keras kepada security,
“Kamu lihat, saya mengambil film istri dan anak saya, apa itu dilarang? dan saya tidak memotret pakai kamera, tapi ngerekam gambar pakai handycam”

aku jadi pengen nimpuk itu bapak, mbok ya kalau udah ada larangan, patuhilah. kecuali memang ga ada peraturan, ya silakan berdeban mesra dengan pihak security.

pak, pak.. hari gini kok udah tahu salah, dikasih tahu, malah ngotot… masih ngeles ajah.. belajar dari para artis di kejagung yaaaa 😀

Mijon A?

Kalau ditanya tentang sukabumi, persepsi orang bermacam-macam, bisa Desi Ratnasari, bisa Moci, bisa Pelabuhan Ratu, Lido, Mega Mendung atau bahkan bisa pergaulan bebas (inget dari jurnal nya shanti yang ini :p)
Perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi biasanya butuh 3 jam kalau naik kendaraan sendiri, kalau naik kendaraan umum bisa 4-5 jam kalau kena macet, apalagi jika perjalanan bersamaan dengan bubarnya pabrik dan angkot ngetem didaerah Cibadak.

Uniknya, kalau naik bus dari Jakarta, Uki, Karawang menuju Sukabumi tidak ada bis AC, semuanya bus ekonomi, Bus AC hanya tersedia untuk rute Bogor-Pelabuhan Ratu, Depok-Sukabumi dan Bandung-Sukabumi.

Seperti KRL ekonomi, sepanjang perjalanan akan disuguhi berbagai macam pedagang dan pengamen.
Jika sedang beruntung, pengamen yang yang akan dijumpai bisa berjumlah lebih dari 4 macam.
Yang pertama, seorang wanita dengan suara serak mempunyai rute paling panjang Jakarta-Bogor, dan lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu 80an, mulai dari Pance, Panbers dan Rinto.
Kedua dari Bogor-Cisaat, ini baru lagu-lagu yang ngetop sekarang, paling jadulnya Dewa, paling baru nya De masip.
ketiga, bapak2 yang dipanggil kang Cepot, bawainnya lagu-lagu pakai bahasa sunda pakai gitar kecil senar 4.
keempat, biasanya naik dari Parung Kuda-Cibadak, dan ini yang paling enggak banget, suara kemana, musik kemana.. Kacau deh.

Belum lengkap kalau tidak ada pedagang, produk yang dijual juga ga jauh beda dengan yang dijajakan di KRL Jakarta-Bogor mulai dari minuman, makanan, buah, hingga pernak-pernik seperti senter kecil.
Tapi, ada sedikit bedanya, kalau di bus, ada yang menjual Onde-onde, comro (Oncom di jero) dan misro (kumis di jero? :p) yang masih hangat.
Ternyata mereka memang dari warga sekitar yang membuat dan langsung menjual makanan tersebut.
Untuk pedagang buah, biasanya jeruk atau salak, pada saat dari Ciawi mereka naik dan menjajakanj ualannya dipaket, misalnya 10 ribu 15 buah jeruk, nanti setelah 15 menit buanhnya bisa bertambah mulai dari 20 hingga 25, dan pada saat hendak turun (pedagangnya sih bilang mau ngabisin)
10 ribu bisa dapat 40, jadi kalau mau dapat banyak, jangan terburu nafsu u/ membeli lebih awal (prinsip ekonomi lah)

Jadi, jika anda melakukan akan ke Sukabumi dengan Bus dari Jabodekabek, nikmatilah perjalanan tersebut dan temukan pengalaman yang unik dan menggelitik

Tarahu tarahu buat yang lapar.
Akua akua, akuanya A? prutang? Mijon juga ada….

*postingan maraton dalam rangka 4 tahun wib711.multiply.com

“Life Style” pak

Witing tresno jalaran soko kulino, itu mah emang pepatah yang ampuh dari jaman
dulu.
Ada juga Witing tresno jalaran ra ono sing liyo, ini (plesetan) buat yang desperate 😀
Tapi, ada juga yang desperate tingkat tinggi, witing tresno jalaran bosen karo garwo.
Ini yang gawat, udah punya pasangan masih coba-coba selingkuh.

“Life Style pak” ucap seorang teman yang kepergok (sebenernya ga kepergok, kalau kepergok itu kan jalannya ngumpet-ngumpet takut ketemu ama orang yang kenal) sedang jalan berdua sambil bergandengan tangan.

Sebenernya sih mereka suami istri, maksudnya yang laki-laki adalah seorang suami yang udah punya istri dirumah
dan yang perempuan adalah seorang istri dari suaminya yang bukan laki-laki itu.

Tapi kan harus berpikiran positif, kali aja pada saat mereka jalan di Mal (dan ketemu aku)
suasana mal ramai lancar, jadi biar ga ketinggalan n nanti malah nyasar di Mal, terus
diumumin sama bagian informasi, itu lebih memalukan.
(Telah kehilangan seorang wanita selingkuhan yang bernama si A, dengan ciri-ciri rambut pirang acak-acakan, memakai baju warna merah ukuran S yang kancing atasnya hilang, dan memakai sendal dari hotel X)

Ok lah itu Life Style menurut mereka, tapi apa udah lupa ya ama anak dan pasangan dirumah.
kebetulan aku juga dengar curhat langsung dari salah seorang teman yang suaminya selingkuh, mending kalau biaya anak-anaknya dicukupi, ini ngasih uang kalau anaknya minta diluar itu, blass…. sehingga dia kalang kabut cari uang buat bayar sekolah anak-anaknya.

Mungkin selingkuh indah (aku ga tahu, karena belum pernah sih :p :p) tapi efek yang ditimbulkan
bisa sangat dahsyat. Bisa menghancurkan semuanya.

jadi lebih baik “Witing tresno pancene mboten pareng neko-neko”

*postingan maraton dalam rangka 4 tahun wib711.multiply.com

Pak Ogah Berseragam

Ingat pak ogah yang selalu berkata “cepek dulu dooonng”? Bagi yang jadul suka nonton si unyil pasti ingat lah,
Bahkan istilah pak ogah dipakai untuk orang yang berada dipersimpangan jalan untuk “mengatur” mobil yang akan memutar arah atau parkir atau akan berbelok.
Tentu saja itu liar, karena kalau pak ogah yang resmi biasanya diberikan seragam dan dibawah pengawasan pihak kepolisian (kalau sekitar kalimalang ada diwilayah Kapin & Curug)

Diluar itu, banyak juga ditemui para pak ogah berseragam, biasanya mereka “membantu” kendaraan yang akan keluar dari gedung. tentu keberadaanya tidak liar, karena mereka berada disuatu institusi dan terdaftar dan tentu tidak menerima “cepe” dari pengemudi kendaraan yang dibantu keluar.

Sampai disini, aku masih bisa mengerti, mereka hanya membantu keluar atau masuk kedalam gedung, dan tidak sampai menutup jalan /lalulintas agar kendaraan bisa masuk kekawasan yang mereka jaga.

Nah, hari minggu kemarin, ketika pulang dari cileduk, aku nak bis dari Blok M, jalan naik kearah semanggi macet ketika bus berhasil melewati semanggi, ternyata jalur yang berada dari arah sudirman menuju gatot subroto diberhentikan oleh petugas (pak ogah resmi dengan memakai atribut seragam) agar kendaraan yang dari arah Slipi bisa masuk kedalam pusat perbelanjaan tersebut.

Setahuku, hanya petugas resmi (Polisi) yang berhak menutup dan memberhentikan arus lalulintas.
Ternyata, ada juga yang tindakannya seperti petugas asli.
Sungguh, aku ga respek, jalan umum kok dihentikan oleh orang sipil demi kepentingan tempat dia bekerja.
kalau begitu mah sama mereka itu sama aja dengan pak ogah liar, karena caranya mirip.

Kalau gitu mah mendingan Go To Hell with Your Uniform……