Aku#Saya dan Foto

Sebagai pemilik blog (gratisan) dan mempunyai kontak, tentu harus siap jika ada postingan yang akan dikritik atau dipuji.
Dari 4 tahun perjalanan ngempih, sudah ada beberapa sentilan yang mampir kemata (karena reply, pm, ym dan sms) dan telinga karena dititipin pesan secara langsung tapi ga tega mau bilang lansung.

Hal itu tidak menjadi masalah, justru senang karena secara ga langsung orang lain atau kontak mengingatkan akan sesuatu hal yang kurang bagus atau berakibat ga bagus buat saya dan orang lain.

Dulu, pertamakali memang saya pernah diminta untuk mendelete sebuah foto awalnya saya marah besar, knapa sih? tapi akhirnya saya delete juga foto tersebut. dengan pertimbangan persahabatan itu lebih berarti dari foto yang saya posting.
Begitu juga dengan posting journal, ketika ada yang komplain, dan minta di delete untuk hal ini terus terang saja saya tidak bersedia karena yang saya tulis hal umum dan kebetulan ada yang tersentil.

Kalau para kontak saya mengamati postingan di blog ini, banyak yang sudah mulai berubah, saya dulu sering jahil dengan memasang foto-foto dari kontak dengan pose yang ga genah atau tulisan yang bikin orang lain merah kupingnya., tapi karena masukan-masukan itulah akhirnya saya mulai merubah sebagian isi postingan jika dirasa bakal membuat kuping merah dan saya pikir tetap harus posting saya mulai mempergunakan network atau contact only.
Mungkin bagi kontak-kontak yang baru satu tahun, tidak akan melihat perubahan tersebut.

Tentang foto terakhir yang diposting, saya juga mendapat pesan dari salah seorang kontak.
Saya sangat senang dan berterimakasih atas pesan tersebut, berarti menunjukan kalau kontak tersebut sangat peduli dengan postingan saya.
Saya lihat kembali foto tersebut, revisi tetapi tidak saya hapus albumnya.

Bagi saya yang suka asal memotret apapun dan dimanapun, ketika akan memposting
saya sudah memilih foto mana yang kira-kira akan menimbulkan efek ga bagus, tidak akan saya ambil.
dan mungkin dari sebuah foto ketika dilihat seratus orang yang berbeda, makan akan timbul 101 makna.
Jadi, silakan memaknai foto yang ada dengan interprestasi masing-masing.
ketika saya mengmabil foto, saya melihat dari sisi yang mungkin tidak anda lihat, begitu pula setelah anda melihat, mungkin saya luput dari sisi yang anda lihat.
Terakhir, saya sangat senang jika ada yang memberi masukan atau mengajak diskusi tentang hal tersebut,
apalagi saat ramadhan ini, mengajak diskusinya sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Selamat menjalankan ibadah puasa, dan mengeMPih.

Advertisements

25 comments on “Aku#Saya dan Foto

  1. wib711 said: Terakhir, saya sangat senang jika ada yang memberi masukan atau mengajak diskusi tentang hal tersebut,apalagi saat ramadhan ini, mengajak diskusinya sambil menunggu waktu berbuka puasa.

    Yuk Wib.. 🙂

  2. lama2 kita (eh aku dink) jd membatasi diri begitu mulai banyak yg kenal…. hihii… demi menjaga harga pertemanan bleh… mana postingan berantaimu lg… blm dines luar kota lg ya….

  3. aku blom pernah kan Wib kritik ehheehe, tapi semalam aku barusan ngeritik –trepaksa– temanku yg aplod video…itu uga gk enak ati ngomongnya hikstapi aku mau kalo dikritik utk kebakan bersama juga insyaAllah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s