Kopi Pahit

Mbaca jurnal mbak De yang ini, jadi inget ada yang bilang

Kejujuran itu pahit kopral, tapi kamu harus mengatakannya.
dan resiko yang kamu akan terima sangat besar, mudah-mudahan kamu bisa menjalankannya.
Semoga Allah melindungimu.


Advertisements

Kecoa yang sempurna

Sejak dipindahkan ke bagian R&T (Recruitment & Training) tugas saya salah satunya adalah mewawancarai calon tenaga riset/pencari data.

Memang seperti yang Mbot tulis dibukunya kalau wawancara kerja itu banyak banget yang PD bahkan over PD
terus terang kalau yang Belagu saya belum pernah nemuin, pas baca buku itu bagian PD & Belagu saya mikir, masa iya sih ada orang yang belagu saat diwawancara?
Tapi, kemarin siang saya tertawa, apakah ini karma karena mentertawakan orang yang belagu di tulisan Mbot.

Kemarin siang seperti biasanya saya mewawancarai orang untuk partime tenaga riset.
Orangnya sudah menunggu didalam ruangan, ketika saya masuk, dia langsung berdiri sambil memperkenalkan diri dan menjabat tangan.
Dari penampilan memang ok, rapih, matching lah semua yang dipakai (sebelumnya saya mengintip dari ruangan sebelah yang memasang cermin dua arah, biasanya untuk membaca penampilan orang yang akan diwawancara)
saat wawancara dimulai orangnya sangat tenang, semua pertanyaan dijawab dengan detil, mantap dan untuk beberapa tempat kerja sebelumnya dibidang riset bisa dijelaskan dengan jelas.
Bahasa tubuhnya juga terkesan rileks, matanya ga jelalatan kekanan kiri
*emang mau cari cowok ganteng dimana,
lho wong satu2nya cowok ganteng diruaangan itu ya cuma saya :p*
terus terang saya terkesan tapi berpikir, kayaknya ini sempurna banget, jawabannya atau ceritanya selalu ideal, padahal saya sudah pancing dengan berbagai macam cara.
Lalu pada bagian akhir seperti yang pernah diajarkan para HRD kepada saya,
saya memberikan pertanyaan, apa ada yang mbak mau tanyakan kepada saya tentang pekerjaan ini?
sekali dengan pede dijawab “saya sudah mengerti pak, jadi kapan saya bisa mulai ikut project? dan tentu dengan pengalaman saya tadi, ga perlu kan saya ikut training lagi?
*haduhh.. aku akhirnya mikir, ini orang baru sampai wawancara udah tanya kapan masuk*
Saya tidak menjawab pertanyaanya, lalu saya bertanya ini personal mbak, gpp kan mbak saya tanyakan tentang personal
(saya mulai pancing lagi, dia tersenyum dan tampak mulai kikuk *gotchaaa* lalu mempersilakan saya untuk bertanya kembali mungkin dipikirnya mau tanya sesuatu yang gimanaa gitu kali ya)
apa sih kelebihan yang dimiliki oleh mbak sehingga mbak yakin bisa bergabung dengan kami?
dia menjawab, saya orangnya ulet, tidak mudah menyerah, selalu bekerja keras dan selalu ontime,
ok mbak.. itu sangat cocok dengan pekerjaan ini… oh iya mbak, kalau ada kelebihan tentu ada kekurangan,
apa sih kekurangan diri mbak?
Dan dengan PEDE dia jawab, saya merasa tidak mempunyai kekurangan pak
saya kaget dengan jawabannya, lalu dia meyakinkan lagi.. betul pak, saya tidak merasa ada kekurangan pada diri saya.
Saya sekali lagi bertanya, yakin mbak ga memiliki kekurangan?
Iya pak, saya rasa memang tidak ada (tetap mantap dengan jawabannya)
* oalah Gusti, baru kali ini saya mendapat jawaban seperti itu, dan saya melihat ini bisa jadi bumerang juga buat pekerjaan nantinya*

Akhirnya ketika akan memutuskan akan menyelesaikan wawancara, saya kepikiran suatu ide.

Pura-pura terkejut, saya langsung memundurkan kursi dan berkata dengan nada serius..
“maaf mbak, dipundak mbak ada kecoa”,
spontan si mbak terkejut sambil teriak-teriak.. untung ga sampai histeris.

Saya diamkan sesaat, si mbak mampu ga mengontrol dirinya, lalu saya bilang, kecoa nya sudah lari mbak (entah lari kemana)
Si mbak pucat, ini momen buat saya untuk melanjutkan pertanyaan, Jadi nanti saat mencari data, mudah-mudahan mbak ga bersikap panik seperti tadi ya, kalau mbak mewawancarai orang di Foodcourt terus ada kecoa lewat ga mungkin kan mbak teriak-teriak seperti tadi.
Tapi saya yakin kok mbak ini seperti yang tadi dibilang ga ada kekurangannya, kalau cuma melihat kecoa kan mungkin karena kaget saja kan.

Ada yang mau ditanyakan lagi mbak? si mbak masih dengan suara bergetar dan muka pucat bilang, nggak ada p
ak saya sudah cukup jelas
(dan terkejut juga kan?)
lalu dia masih dia, saya bukakan pintu dan si mbak langsung keluar tanpa bilang apapun lagi.

Duh, merasa bersalah juga sih, tapi ya terus terang masa sih ada orang yang ga punya kekurangan dalam dirinya? atau mungkin anda yang baca blog ini juga mempunyai seratus kelebihan dan nol kekurangan? salut kalau memang begitu.. 🙂

kalau saya sih terus terang saja banyak kekurangannya, salah satunya ya tadi itu.. ke-kurangajar-an untuk hal-hal yang…… gitu dehhhh

Pilihan Cinta

Seorang teman yang sangat dekat dan sudah lama tidak bertemu mengatakan kepadaku, -mengutip perkataan sang ustad terhadap dirinya-
kalau wanita pada saat menikah itu karena tiga hal.
1. Karena Harta (ini bisa keinginan anak, orang tua serta keinginan bersama antara anak dan orang tua)
2. Karena Permintaan Orang tua
3. Karena Cinta (pilihan si anak)

dan temanku itu menikah karena nomor dua, Dan keinginan dia sebenarnya adalah nomor Tiga Ketika aku bilang bukankah dengan ikhlas balasannya sangat indah dan cinta itu bisa timbul kemudian lalu harta akan mengikuti.

Ternyata jawabannya cuma satu.. dia menangis

Wanita memang sulit dimengerti

Mitos dan Logika

apa sih pengertian mitos? ada yang tau? atau jangan-jangan itu saingannya Citos?
ada benernya juga sih, kalau mitos itu bisa jadi bahan perbincangan yang mengasyikan disertai bumbu-bumbu yang entah berasal darimana makin ditambahkan makin penasaran buat yang denger atau bahkan mencoba.
Begitu juga dengan Citos, kalau mau berbincang-bincang yang asyik sampe pagi enakan nongkrong di Citos.


Berhubungan dengan mitos itu, ada beberapa hal yang saya sering dengar dan lihat sendiri.

1. Stupa Borobudur
Waktu pertamakali ke Jogja bareng teman-teman SMA dan kita sampai di Borobudur, tujuan utama beberapa orang temanku mencari stupa yang ramai oleh orang dan ikut memasukan tangan kedalamnya.
Saya bertanya, untuk apa sih berbuat seperti itu, mereka bilang “katanya” kalau yang berhasil memegang “sesuatu”(patung) yang ada didalam stupa, ucapkan keinginan, maka aka terkabul keinginannya.
saya ga tahu persis berapa persen yang benar-benar bisa tercapai keinginannya setelah memegang sesuatu dalam stupa tersebut.
Yang saya tahu teman saya berhasil, karena usahanya yang keras dia bolak balik mencoba dan pada percobaan yang kelima, saya diam-diam menyorongkan gagang payung yang saya arahkan ke tangannya dari sisi yang berlawanan, ketika dia berteriak yes, berhasil..
saya segera menarik kembali gagang payung. paling enggak dia berhasil memegang sesuatu, dan saya juga berhasil membuat teman saya untuk segera kembali berjalan-jalan.

2. Beringin Kembar
Ini juga masih di Jogja, ketika itu pertamakali saya aneh melihat orang-orang bersedia ditutup matanya untuk berjalan melewati pohon beringin kembar tersebut. Saya cari informasi, katanya yang berhasil melewati pohon beringin kembar tersebut adalah yang bersih hatinya. kalau ini bisa dihitung berapa persentase orang yang ga bersih hatinya, karena saya lihat banyak yang gagal melewati pohon beringin tersebut.
Mungkin untuk menjadi pejabat negara selain apa itu.. proper-properan test itu, test selanjutnya ya harus melewati beringin kembar, kalau ga bisa melewati beringin kembar ya gagal lah buat jadi pejabat negara.
Tapi saya takjub dengan teman-teman saya kenapa mereka pada berhasil melewati pohon tersebut padahal disekolah hampir semuanya ga ada yang bersih hatinya, gimana mau bersih hatinya kalau masih nyontek, bolos n tawuran
Ternyata mereka sebelum menutup mata, sudah membaca situasi.. sendal dibuka dan mulai berjalan ketika kaki menyentuh rumput, mereka mulai mencari jalan yang tidak ada rumputnya (ya iyalah. itu kan jalur sudah puluhan ribu orang yang mencoba, jadi rumput mati terinjak-injak)

3. Kebun Raya Bogor
Saya mendengar kalau anda dengan pasangan yang belum menikah bermain ke kebun raya bogor, sepulangnya dari sana maka anda akan putus dengan pacar/pasangan anda.
Ini aku ketahui sekitar 5 tahun lalu dari teman kantor yang bertempat tinggal di Bogor, saya awalnya hanya menganggap lelucon, tapi karena teman serius ceritanya, saya jadi mikir lagi.
Ternyata memang teman sayaitu tidak menikah dengan pacaranya yang dulu. Saya langsung bilang dengan teman tersebut. “Jadi cara yang paling gampang buat
mutusin pacar elo, lo ajak dia ke kebun raya ya, terus abis dari sana kalian bertengkar, terus elo ngegebet cewek lain deh”
Gimana ga bertengkar coba, jalan muter-muter didalam kebun raya bawa aqua cuma satu botol ukuran 330ml dibagi dua pula, bekelnya juga cuma asinan bogor. makan asinan pas dipertengahan kebun raya, abis makan asinan kan haus n pedes, aernya cuma dikit udah itu perut kebetulan mules lagi n kebelet kebelakang, yang jarak toiletnya sangat jauh. Ya terus terang aja kalo itu emang bakal bisa bikin berantem n bikin putus bagi orang yang pacaran.
*bagi para playboy tuh ada cara ampuh buat dicoba 😀

Sebenernya masih banyak lagi sih, karena namanya mitos dan saya juga cuma mendengar ga tahu juga sih kebenarannya atau emang udah ada yang pernah ngalamin?

Itu mah pengen jalan-jalan

Pagi ini seorang Team Leader research sedikit curhat, anaknya yang tahun ini baru masuk SMA diwajibkan mengikuti study tour ke bali.
Saya balik tanya apa sih kegunaannya mbak?
eh dia bilang.. wah iya yaaa… aku belum tanya, nanti aku tanya ama anakku dulu
Saya bilang lagi kalau emang tujuannya cuma untuk jalan-jalan
mendingan jalan ama keluarga aja mbak

Terus kemarin Saya juga sempat ikut dengan salah satu rombongan konsorsium untuk salah satu project pemerintah, dari hotel tempat dimana diinapkan,
rombongan diangkut dengan bis menuju tempat pelatihan. Didalam bis para peserta yang kebanyakan usianya diatas aku pada bernostalgia teringat masa sekolah.
Dan sebagian besar bilang jadi ingat kalau dulu naik bis ramai-ramai saat sekolah ya tujuannya untuk berdarmawisata dari sekolah.
dan ujung-ujungnya ya pada bilang, kalau darmawisata itu bagi sebagian besar mereka adalah hanya untuk jalan-jalan jarang yang benar-benar mencari pengetahuan, ngerjain tugas juga cuma syarat sampingan aja buat tambah nilai, karena para gurunya juga memang bertujuan untuk berdarmawisata.
(maaf bagi para bapak/ibu guru)

Bagi saya, ketika masih sekolah dan diadakan study tour saya lebih memilih tidak ikut, karena ujung-ujungnya ya itu tadi.. cuma jalan-jalan.
kalau ada tugas pun, sebagian besar tugasnya juga bisa kita dapat bahannya, kecuali kalau disuruh membuat tulisan tentang bagaimana jalannya study tour, dapat dipastikan saya tidak membuat.

Tapi itu duluuu ya, mungkin saja sistem pengajaran sekarang lebih baik dari sistem pengajaran jaman dulu,
siapa tahu pada saat study tour tugas-tugas yang diberikan lebih maju, kalau dulu misalnya ditanyakan : Tahun berapa perang diponegoro, siapa nama gubernur jogjakarta saat ini, tahun berapa pemisahan pakualaman dan ngajogjakarta.
kalau saat ini bisa aja pertanyaannya berubah
Siapakah nama kuda pangeran diponegoro, berapakah jumlah pedagang di malioboro yang jualan kaos dagadu tembakan?
Siapa pencipta bakpia di kota jogjakarta, siapa preman di kawasan malioboro atau sudah berapa banyak orang yang foto narsis di Tugu?

Peserta dari Jogja cuma mesem-mesem tentang perkiraan soal yang akan keluar versi diatas. Saya bilang, kalau study tour anak sekolah sekarang tiap anak mebawa laptop atau minimal pda yang sudah ada gps nya, terus dilepas di Jogjakarta, dan disuruh memetakan objek-objek wisata yang ada, membuat perhitungan biaya untuk wisata kuliner di jogja mulai dari es cream rujak sampai ayam bacem bu Tini
plus perhitungan jarak tiap tempat wisata dan jumlah makanan yang harus dikonsumsi ditiap tempat dan jumlah toliet yang harus dibangun sepanjang wilayah tersebut.
Itu semua sudah mencakup mata pelajaran disekolah.

Jadi, jika anak, keponakan, adik atau saudara anda yang masih bersekolah ada study tour, lebih baik tanya dahulu tujuannya,
kalau tujuannya seperti yang terakhir diatas, maka relakan buat study tour.. toh itu banyak manfaatnya ketimbang tujuan utamanya jalan-jalan tapi dibungkus dengan status study tour.

SJ lagi belajar

Mungkin bagi sebagian orang sendal jepit ga berarti apapun,
paling banter cuma dipakai ke kamar mandi atau kalau di Surau n Masjid buat berwudhu.
Bagiku, sendal jepit adalah teman perjalanan kemana-mana, jika naik kendaraan umum.
Kalau naik motor aku ga berani pakai sendal jepit, takut meleleh kena panas mesin
(emang coklat yang langsung meleleh kena panas :p)

Kemarin ketika akan ke jogja, aku mencari satu sendal jepit kesayangan,
karena dapatnya didaerah Sukabumi n yang paling bikin seru adalah warnanya hitam
yang sama dengan warna kulit ku 😀
Setelah muter-muter dicari ga ketemu juga, dan pas tanya dengan bapak ku,
dijawab bahwa ketika aku pergi (yang tentu saja dengan sendal jepit juga tapi lain warna)
ada tetanggaku yang bertamu tidak memakai sandal, dan akhirnya pulangnya memakai sendal ku.
Bapak minta aku memaklumi, karena tetangga tersebut daya ingatnya sudah mulai turun.

Aku langsung teringat percakapan dengan salah seorang teman, bahwa semuanya pada dasarnya itu milik Allah.
Ternyata aku langsung ditegur Allah, dan mungkin saja itu juga suatu teguran karena aku lalai dengan orang-orang disekitarku
dan terlalu menyayangi sendal jepitku.
Mungkin konsep semua hanya pinjaman dari Allah belum begitu melekat dalam hatiku, sehingga aku dipaksa belajar dari kehilangan sendal jepitku.

Tunggu aja sampai tua

Ting tong…. “attention to all officer, elevator cant be use till 13.00”
yup, pemberitahuan dari GA buat semua officer, bahwa lit ga bisa dipakai dulu sampai jam 13.00
ada perbaikan dari pihak Otis..
sebulan sekali pasti ada perawatan… kalau enggak?…
ya kayak peristiwa dulu tiba2 liftnya anjlok dan terjebak dilift tapi cuma sebentar sih 80 menit aja 😀

Akhirnya libur tlah tiba… eh bukan istirahat telah tiba…
yeah… waktunya untuk berkelahi dengan nasi, sayur asem dan tempe goreng diwarung teteh.
Buka sepatu, ganti sendal jepit trus keluar ruangan mampir ke Toilet dulu,
ga lucu aja kan pas lagi makan, tahu-tahu ingin pipis,
n pipisnya dibawah pohon dipinggir jalan Casablanca yang macet..
didepan lift, ada dua temanku yang udah antri sambil ngobrol

keluar dari toilet mereka masih ada disana masih sambil ngobrol…
ya lewatin aja.. trus ku pakai sepatu n bersiap turun.
Sebagai tema yang baik hati dan tidak sombong, aku ajak kedua temanku yang nunggu lift itu
“ayo turun…”
mereka bilang “yuk.. tunggu lift nya dulu”
aku bilang lagi “yo wes.. tunggu aja sampai jam satu nanti… itu lift baru nyala lagi, selamat nunggu ya”
trus aku turun lewat tangga,…
barulah mereka berdua berpandangan lalu berkata “sialan… ngapain ya nungguin lift yang lg dalam perbaikan”

Hehehe, makanya…. perhatikan pengumuman dari GA, jangan cuma masuk kuping kiri keluar kuping kiri lagi..
lumayan kan nunggu lift hampir sepuluh menit…. :p

Cuma mampir

Bulan lalu, lantaiku yang berada di lantai 4 dipindah ke lantai 5
*sebentar…. kayaknya ada yg aneh*
maksudku, kita penghuni lantai 4 pindah ruangan, ke lantai 5
dan penghuni lantai 5 turun tingkat….maksudnya pindah ke lantai 4

waktu masih satu dua hari kita bertukar tempat, masih banyak yang kesasar, salah lantai atau disorientasi..
(halah bahasanya) maklum lah… namanya juga kebiasaan 😀

Senin pagi, karena ga ingin kena macet dijalan, aku berangkat lebih pagi. Ternyata teuteup aja, macet nya luarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr biasa… sampai kantor jam 8 juga…
Akhirnya, bisa bernafas lega.. dan kebetulan lift kosong..
yak… setelah memencet tombol, bergeraklah lift dengan perlahan…
kalau bergeraknya terlalu cepet dikahawatirkan, pas sampai tujuan, blum sempat keluar.. udah jalan lagi lift nya..

Yup… akhirnya pintu lift terbuka, hemmm kok kayaknya beda..? (bingung)
ya ampun… ini kan lantai 4… wuahhhhh nyasar… … pas nengok kiri
disambut senyum sama librarian… “salah lantai ya?” dia bilang gitu
yah, dalam situasi dan kondisi yang seperti ini… mau tidak mau harus dalam sepersekian detik harus mampu keluar dari hal yang diindikasikan bakal bikin maluw…
langsung aja bilang… “enggak kok mbak.. ini mau ambil cangkir.. masih tertinggal disini.”..
sambil ngeloyor ke pantry di lt 4…

Dan.. untungnya aku ingat… cangkirku masih ada
ya gimana mau ga ada.. semenjak kerja disini, sudah punya sekitar 6 cangkir… hehehe
Amanlah dari ledekan si mbak….. 😀

ight, itu kan buat duduk

Barusan aku ke Toilet, rapi jali & bersih bersinar Laughing
Aku jadi teringat waktu masih di Sudirman,
pas udah kebelet pipip mau ketoilet, pas banget boss ku keluar dari toilet,
(toiletnya kebetulan yang exe, bukan toilet yang biasa digunakan oleh beramai2)

Senyum bentar langsung masuk ke Toliet deh…
Ternyata Toiletnya becek cek, ada bekas tapak sendal dimana2.
udah gitu di dudukan toilet juga ada tapak sandal, hualah..
untung aja aku cuma pipip, jadi ga perlu ngelap dudukan ituw dulu

ya udah, ku teruskan saja niat awal, sambil mengambil asas praduga ga bersalah ttg pengguna toilet sebelumnya..

(aku tahu siapa pengguna toilet sebelumnya, karena sebelum aku masuk, dia keluar)

setelah balik ke opis, iseng-iseng kutanya boss ku sambil bcanda
” Boss, tadi sandale nyebur yaa hehehe”
Boss ku langsung pucet mukanya, n bilang
“jangan bilang siapa-siapa ya, aku sebenernya maluw, aku ndak biasa pakai wc duduk. jadi kalo pakai wc duduk, ya aku tetep jongkok, dan aku juga kalau pupu juga ga bisa pakai pakai sepatau, makanya aku pakai sandal jepit, eh dasar lagi apes, tadi aku kepeleset, kaki kiriku masuk ke WC..”

Ah Boss, buat duduk kok malah buat jongkok, ya kepeleset kan…

Kalau tahu juga pasti titip laaa

Yeahhh, akhirnya balik dari kota Purwodadi menuju Solo
terus sekalian lanjut ke Jogja, sekalian mo main-main dulu,
lumayan bisa Extend…

Naik bis dari Purwodadi menuju Solo hanya satu yang
terucap.. Pasrah ama yang Maha Kuasa…..
dan semua penumpang juga sepertinya juga begitu
pada berdo’a menurut kepercaaanya masing-masing
Yah, alhamdulillah… Semoga bapak supir diberi pahala
karena secara ga langsung ngajak penumpang untuk berdo’a 😀

Sampai Solo juga, dan langsung cepet2 berlari
mencari Toilet.. hihihihi legaaaa…
langsung ke stasiun aja ah, naik Pramex ke Jogjanya,.. toh udah rada santai ini
wah, pas ashar ni di Stasiun, ke mushola dulu ah.. masih ada waktu
sebelum Pramex datang…

Yup, Mushala rada sepi, cuma ada dua orang sedang mengobrol
lalu kamipun berjam’aah..
Setelah selesai shalat, kok sepatuku ga ada,
lho kok.. lho kok… sepatu ku ga ada ya….
bolak balik cari ndak ketemu… Hehehe

Yo weslah, setelah lapor sama petugas stasiun,
malah dibilang lain kali hati-hati mas.. disini rawan…
kan udah ada tulisan didinding mushala
Ya ya ya… saya ngerti itu rawan setelah saya kehilangan sepatu sandal saya
😀
Ah bapak, saya kan hanya berprasangka baik, jadi tidak perlu membawa
sepatu masuk mushala.

Trus, sambil nyeker langsung aja lah jalan ke kios-kios yang berderet didalam Stasiun
sampai kios pertama, langsung tanya aja, jual sendal Bu?

si ibu melihat malah langsung bertanya : oh iya abis dari mushala ya Dik
iya bu.. jawabku .”waduh, kasihan, kalo tau mau ke mushala tadi titip sepatunya
disini saja… karena emang banyak yang kehilangan sepatu..

Ah ibu, kalo saya juga tahu bakal ilang, saya juga bakal titip lho Bu

si ibu hanya tertawa, lalu akhirnya karena keterbatasan waktu nguber pesawat
saat itu pertama kali naik pesawat dari jogja pakai sendal jepit..