SJ lagi belajar

Mungkin bagi sebagian orang sendal jepit ga berarti apapun,
paling banter cuma dipakai ke kamar mandi atau kalau di Surau n Masjid buat berwudhu.
Bagiku, sendal jepit adalah teman perjalanan kemana-mana, jika naik kendaraan umum.
Kalau naik motor aku ga berani pakai sendal jepit, takut meleleh kena panas mesin
(emang coklat yang langsung meleleh kena panas :p)

Kemarin ketika akan ke jogja, aku mencari satu sendal jepit kesayangan,
karena dapatnya didaerah Sukabumi n yang paling bikin seru adalah warnanya hitam
yang sama dengan warna kulit ku 😀
Setelah muter-muter dicari ga ketemu juga, dan pas tanya dengan bapak ku,
dijawab bahwa ketika aku pergi (yang tentu saja dengan sendal jepit juga tapi lain warna)
ada tetanggaku yang bertamu tidak memakai sandal, dan akhirnya pulangnya memakai sendal ku.
Bapak minta aku memaklumi, karena tetangga tersebut daya ingatnya sudah mulai turun.

Aku langsung teringat percakapan dengan salah seorang teman, bahwa semuanya pada dasarnya itu milik Allah.
Ternyata aku langsung ditegur Allah, dan mungkin saja itu juga suatu teguran karena aku lalai dengan orang-orang disekitarku
dan terlalu menyayangi sendal jepitku.
Mungkin konsep semua hanya pinjaman dari Allah belum begitu melekat dalam hatiku, sehingga aku dipaksa belajar dari kehilangan sendal jepitku.

Advertisements

One comment on “SJ lagi belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s