Kecoa yang sempurna

Sejak dipindahkan ke bagian R&T (Recruitment & Training) tugas saya salah satunya adalah mewawancarai calon tenaga riset/pencari data.

Memang seperti yang Mbot tulis dibukunya kalau wawancara kerja itu banyak banget yang PD bahkan over PD
terus terang kalau yang Belagu saya belum pernah nemuin, pas baca buku itu bagian PD & Belagu saya mikir, masa iya sih ada orang yang belagu saat diwawancara?
Tapi, kemarin siang saya tertawa, apakah ini karma karena mentertawakan orang yang belagu di tulisan Mbot.

Kemarin siang seperti biasanya saya mewawancarai orang untuk partime tenaga riset.
Orangnya sudah menunggu didalam ruangan, ketika saya masuk, dia langsung berdiri sambil memperkenalkan diri dan menjabat tangan.
Dari penampilan memang ok, rapih, matching lah semua yang dipakai (sebelumnya saya mengintip dari ruangan sebelah yang memasang cermin dua arah, biasanya untuk membaca penampilan orang yang akan diwawancara)
saat wawancara dimulai orangnya sangat tenang, semua pertanyaan dijawab dengan detil, mantap dan untuk beberapa tempat kerja sebelumnya dibidang riset bisa dijelaskan dengan jelas.
Bahasa tubuhnya juga terkesan rileks, matanya ga jelalatan kekanan kiri
*emang mau cari cowok ganteng dimana,
lho wong satu2nya cowok ganteng diruaangan itu ya cuma saya :p*
terus terang saya terkesan tapi berpikir, kayaknya ini sempurna banget, jawabannya atau ceritanya selalu ideal, padahal saya sudah pancing dengan berbagai macam cara.
Lalu pada bagian akhir seperti yang pernah diajarkan para HRD kepada saya,
saya memberikan pertanyaan, apa ada yang mbak mau tanyakan kepada saya tentang pekerjaan ini?
sekali dengan pede dijawab “saya sudah mengerti pak, jadi kapan saya bisa mulai ikut project? dan tentu dengan pengalaman saya tadi, ga perlu kan saya ikut training lagi?
*haduhh.. aku akhirnya mikir, ini orang baru sampai wawancara udah tanya kapan masuk*
Saya tidak menjawab pertanyaanya, lalu saya bertanya ini personal mbak, gpp kan mbak saya tanyakan tentang personal
(saya mulai pancing lagi, dia tersenyum dan tampak mulai kikuk *gotchaaa* lalu mempersilakan saya untuk bertanya kembali mungkin dipikirnya mau tanya sesuatu yang gimanaa gitu kali ya)
apa sih kelebihan yang dimiliki oleh mbak sehingga mbak yakin bisa bergabung dengan kami?
dia menjawab, saya orangnya ulet, tidak mudah menyerah, selalu bekerja keras dan selalu ontime,
ok mbak.. itu sangat cocok dengan pekerjaan ini… oh iya mbak, kalau ada kelebihan tentu ada kekurangan,
apa sih kekurangan diri mbak?
Dan dengan PEDE dia jawab, saya merasa tidak mempunyai kekurangan pak
saya kaget dengan jawabannya, lalu dia meyakinkan lagi.. betul pak, saya tidak merasa ada kekurangan pada diri saya.
Saya sekali lagi bertanya, yakin mbak ga memiliki kekurangan?
Iya pak, saya rasa memang tidak ada (tetap mantap dengan jawabannya)
* oalah Gusti, baru kali ini saya mendapat jawaban seperti itu, dan saya melihat ini bisa jadi bumerang juga buat pekerjaan nantinya*

Akhirnya ketika akan memutuskan akan menyelesaikan wawancara, saya kepikiran suatu ide.

Pura-pura terkejut, saya langsung memundurkan kursi dan berkata dengan nada serius..
“maaf mbak, dipundak mbak ada kecoa”,
spontan si mbak terkejut sambil teriak-teriak.. untung ga sampai histeris.

Saya diamkan sesaat, si mbak mampu ga mengontrol dirinya, lalu saya bilang, kecoa nya sudah lari mbak (entah lari kemana)
Si mbak pucat, ini momen buat saya untuk melanjutkan pertanyaan, Jadi nanti saat mencari data, mudah-mudahan mbak ga bersikap panik seperti tadi ya, kalau mbak mewawancarai orang di Foodcourt terus ada kecoa lewat ga mungkin kan mbak teriak-teriak seperti tadi.
Tapi saya yakin kok mbak ini seperti yang tadi dibilang ga ada kekurangannya, kalau cuma melihat kecoa kan mungkin karena kaget saja kan.

Ada yang mau ditanyakan lagi mbak? si mbak masih dengan suara bergetar dan muka pucat bilang, nggak ada p
ak saya sudah cukup jelas
(dan terkejut juga kan?)
lalu dia masih dia, saya bukakan pintu dan si mbak langsung keluar tanpa bilang apapun lagi.

Duh, merasa bersalah juga sih, tapi ya terus terang masa sih ada orang yang ga punya kekurangan dalam dirinya? atau mungkin anda yang baca blog ini juga mempunyai seratus kelebihan dan nol kekurangan? salut kalau memang begitu.. πŸ™‚

kalau saya sih terus terang saja banyak kekurangannya, salah satunya ya tadi itu.. ke-kurangajar-an untuk hal-hal yang…… gitu dehhhh

Advertisements

39 comments on “Kecoa yang sempurna

  1. menhariq said: cis.. kenapa sih harus kecoa yang jadi korban..*pembenci kecoa dan cicak

    kalo mau bilang.. “maaf mbak ada menhariq nemplok dipundak mbak” jangan2 nanti dia tanya, siapa itu menhariq, kerja dimana, statusnya bagaimana dst dst

  2. menhariq said: kalo boleh tahu.. cv yang belagu kayak gimana ya?

    kirim CV nya aja dek eriq ke bu Dita, saya yakin bu Dita mengkategorikan CV dek Eriq sebagai CV belagu hehehehehe

  3. wiwieksulistyowati said: waduh, kebayang deh betapa pucat wajah si mba, anyway, keren juga ide spontannya :p

    iya mbak wiwik… untung aja ga pingsan πŸ˜€

  4. Wib, keisengan yg sempurna! Kalo gw yg diwawancara, pasti lo yg balik panik dan misuh2 – krn gw gk takut kecoa dan gw bakal ngekick, “bpk iseng niy! Jail ah! Naksir ya pak”

  5. benci kecoa!!!!!!!!!!nyawaku pernah hampir melayang gara2 kecoa. ampe sekrang trauma abis2an klo ada kecoapernah di kostan (di kamar mandinya) ada kecoa. bela2in gak mandi ke kampus gara2 kecoa tadi yang bersarang di kamar manndi./jijik

  6. Kekurangan saya adalah selalu kesulitan mencari kekurangan saya Pak.Saya bukannya tidak berusaha, tapi sulit pak menemukannya.Itulah kekurangan saya yang paling jelas Pak. No body’s perfect.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s