Andai aku……

Nyaris 4 bulan ga menyalakan tv didalam kamar, kalau pun nonton tv paling cuma sekilas diruang keluarga saat balik ke bekasi.
tapi hari jumat tengah malam baru balik dari purwakarta naik motor, sabtu itu kerjanya cuma bikin report bahkan ga bisa ke nikahannya Tyo brownhieeze & Kiki di Jogja (maaf ya Tyo, Kiki)
Sorenya iseng nonton tv yang disetel keponakan dan malah ditinggal pergi.

Pas saya lihat acaranya Andai aku menjadi….
Kebetulan saat itu, ada mahasiswa yang ikutan tinggal dan ikutan aktivitas target yaitu seorang buruh tani dan pengembala domba milik tetangganya.
Jadi mahasiswa tersebut ikutan ke ladang berada yang dibukit, memandikan kambing, mengambil pupuk yang berasal dari sisa makanan dan kotoran kambing serta mengangkut pasir dari sungai ke pemesan, yang berada didesa dan mendapat bayaran
Rp 30.000 untuk berkarung-karung pasir tersebut.
Diakhir cerita, si target diberi sebidang tanah garapan serta dua ekor kambing untuk kelangsungan hidup masa depannya.
Menguras air mata? ya terserah yang menonton sih.
Pelajaran yang diambil juga banyak, salah satunya mengajarkan untuk berbagi.

Tapi yang terpikir oleh saya, berani ga kalau pembuat acara tersebut mengambil target ya, katakanlah salah seorang istri koruptor yang ditangkap.
Jadi si mahasiswa/i mengikuti kemana nyonya tersebut beraktivitas menggantikan pekerjaan suaminya.
Mengurus perusahaan yang mulai kolaps, mengajukan kredit ke bank dan akhirnya ditolak sehingga sang nyonya menangis,
anaknya yang bersekolah di Amrik akhirnya harus pindah sekolah di singapura.
Roll Royce nya dijual dan diganti Mercy seri 3, Alpard nya diganti dengan Hyunday H1.
tabungannya yang berkurang drastis dari sekian T hanya tinggal beberapa ratus M saja.
Sang nyonya menceritakan itu sambil berderai air mata..

*ah.. hayalan yang terlalu tinggi… tapi siapa tahu kalau pembuat acara tersebut berani, walaupun saya pikir ga bakal berani :))
**Trus mendingan ga nonton tv lagi deh, inpotainment ngubek2 ruang pribadi orang, iklan ngajak berantas korupsi (atau tebar pesona ya?), reality show yaaa… gitu dehhh
sinetron ibu ama anak umurnya sepantar, anak kecil udah punya ide-ide jahat ke temannya lebih baik tidur aja….

Korupsi berjamaah? ternyata betulan ada

Setelah keluar bekerja sebagai koki dari tempat lama, saya diajak boss untuk membantu project-nya didaerah pinggiran Jakarta, dua jam perjalanan kalau dari Jakarta naik kendaraan umum.

Project yang saya dan team kerjakan bersama dengan boss salah satunya berhubungan dengan pemerintahan dearah.
Didaerah ini team kami berbagi area pekerjaan dengan dua konsultan lain yang sama-sama berasal dari jakarta.

Minta Kue
Sebelum berjalan, kami diajak meeting oleh bumn yang memberi pekerjaan tentang gambaran area yang akan kami jalani, karena area yang akan kami jalankan itu terkenal sebagai daerah (kabupaten) terkorup No.2
(ditempat sebelumnya menghadapi kasus korup, disini akan menghadapi kasus serupa J)

Disitu kami bertiga sepakat akan bersatu menghadapi pemerintahan daerah, karena tanpa tedeng aling-aling mereka minta bagian dari setiap data yang didapat untuk dibagikan ke setiap level pemerintahan dari pemda hingga ke pemerintahan terkecil yaitu RT. Sedangkan data dari salah satu konsultan saja bisa berkisar 70 ribu data, kisaran bagian itu mereka minta cuma 2750perak/data.. yaaaa… totalnya diitung sendiri deh, lumayan juga kalo dibeliin kerupuk dan dibagiin ke orang satu jakarta.

Menguliti
Ketika kami melakukan pencarian data ke masing-masing area , ternyata semua pihak pemerintahan hingga yang terkecil telah mendapat ”petunjuk” akan ada pendataan dan masing-masing akan mendapat bagian sekian rupiah dikalikan jumlah data yang didapat.
Minggu kemarin pihak bumn dan konsultan dipanggil oleh pemda dan dewan setempat untuk mengadakan ”dengar pendapat” dimana didalam forum tersebut pihak pemda yang terkait urusan ”perekonomian” menyebutkan nilai kontrak antara bumn dengan konsultan dan tentu saja disambut baik oleh anggota dewan dengan meminta perincian nilai kontrak, untung saja pihak bumn tidak bersedia memberikan data tersebut, karena itu bersifat rahasia antara konsultan dan bumn kalau dewan meminta perinciannya dipersilakan dengan membuat permintaan secara tertulis (bagi saya jika itu dilakukan oleh anggiota dewan adalah suatu kebodohan, karena yang bisa meminta kontrak tersebut hanya kpk)

Akhirnya forum macet, karena pihak pemda tetap berkeras meminta bagian kue (mereka bilang : ada orang dari Jakarta bawa-bawa kue, masa kami ga kebagian kuenya)
Sungguh suatu ”keterbukaan”.

Sing goblok iku sopo?
Saya penasaran kenapa orang pemda bisa menyebutkan nilai kontrak, saya tanya ke boss katanya pihak konsultan yang baru masuk yang membocorkan, tetapi terus terang saya ga percaya begitu saja, saya mencari informasi bersama para teman-teman, dan ternyata memang ada salah satu konsultan yang memberikan fotokopi kontrak itu kepada pihak pemda, team kami dibeberapa area ditunjukan fotokopi kontrak yang beredar tersebut (jelas aja itu salah masa perjanjian antara konsultan dengan bumn diberikan secara sukarela kepada pihak ketiga, orang kok ga tau etika berbisnis –saya juga ga tau etika sebenernya tapi sedikitnya mengerti tentang hal yang patu atau tidak patut dikerjakan dalam pekerjaan-)

Ketika dikonfirmasi ke konsultan tersebut, pihak yang mewakili mengelak bahkan menuduh pihak konsultan yang baru yang melakukan, untungnya wakil dari pihak bumn telah melakukan investigasi dan mendapatkan bukti kalau bukan konsultan baru yang melakukannya, dan diminta mengaku saja daripada bikin malu.

Akhirnya meluncurlah pengakuan tersebut dari pihak yang memberikan kopian tersebut, gamblesi.. ternyata yang membocorkan itu dari pihak dimana aku pernah bekerja sebelumnya (bikin malu aja dan bikin susah yang lain)

Hari gini kok masih mau jadi goblok dan mangan sandal pula.

*daerah jawabarat, awal desember 08