Provokatro

kalau baca jurnal saya tentang permintaan bagi-bagi kue dari aparat setempat,
Ga mungkin saya ini membagi kue, lha wong saya juga cuma menjadi kurir kue, bukan pemilik kue.
Akhirnya saya memutuskan untuk menunda pencarian data dari satu kecamatan yang rewel keukeuh sumekeuh minta bagian kue tersebut.
Terus terang berarti saya dan team mengajak perang terbuka, tapi mau gimana lagi kalau ga gitu pekerjaan akan terhambat.

Sebulan telah lewat, ternyata warga di kecamatan tersebut resah dan gelisah karena dengan begitu
daerah mereka terpinggirkan dalam project.
Saya mendapat SMS dari salah seorang pialang (anggap aja oportunis) dia menanyakan apakah kami dimintai bagian kue yang besar dari aparat? dan akan ada demo ke Kecamatan dari warga dan dia -ceritanya- berupaya meredam
Sebenarnya pialang ini juga tahu keadaanya yang sebenarnya (dia juga turut berperan dalam menyalakaan api dalam hal pembagian kue)
saya menjawab dengan diplomatis,

“silakan anda konfirmasi dengan aparat yang berwenang dalam pemerintahan, saya tidak tahu kalau mau ada demo, dan team kami tetap terbuka untuk berkomunikasi.

Sebulan sebelumnya, ketika saya memutuskan tidak membagi kue yang diminta, saya sudah tahu akibatnya.
Team saya di intimidasi dari pihak pemerintahan serta dari para aparat, pendekatan secara baik-baik tidak mereka terima.
Akhirnya saya dengan teman saya pada saat disana, kalau makan atau sekedar ngopi di warung wilayah tersebut saling ngobrol kalau pihak pemerintahan meminta bagian kue yang besar, itu saya lakukan ditempat-tempat yang berbeda, ternyata team saya mengikuti hal tersebut, saya juga baru sadar kalau dalam team terdapat warga lokal yang akhirnya justru makin efektif turut menyebarkan berita tersebut.

Dan salah satu efeknya ternyata akan ada demo, teman saya memberitahu kalau hasilnya lumayan dahsyat. Haiyah saya ini cuma menyampaikan apa adanya saja, kalau ada efek yang timbul seperti itu.yaaaa biarlah, biar mereka tahu kalau -malaikatpun- maaf maksudnya warga pun tahu.

Pertempuran belum berakhir, karena pasti kami akan berhadapan lagi dengan birokrasi yang (pastinya akan dibuat) makin rumit dan njlimet.

beginilah Endonesiah-kuh

Advertisements

19 comments on “Provokatro

  1. bagi2 kue dan jenis upeti2 yg lain buat aparat bukan barang barubeberapa hari yg lalu orang kantor entertain lunch 5 orang dari instansi tertentucoba berapa duit yg habis? Rp. 1.000.000,00 licin tandas !brarti jika dirata2 makan siang tiap orangnya seharga 200 rebu kapan maning? demikian kira2 pikiran orang2 itu 😀

  2. dbaonkagain said: jas bi karepul.kalau sudah mulai massa main, levelnya naik setingkat.permainan makin sulit kalau naik level. :-))

    justru saya menikmati pas mulai naik level ini.. kalau sudah berada di level kayaknya kurang greng kang 😀

  3. surya23 said: brarti jika dirata2 makan siang tiap orangnya seharga 200 rebukapan maning? demikian kira2 pikiran orang2 itu 😀

    itu makan siang saya selama sebulan Om 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s