Obrolan ibu-ibu muda

Kalau para cowok kumpul pasti yang jauh dari cewek, itu anggapan para cewek
dan bisa aja kalau cewek kumpul ga bakal jauh dari ngerumpiin mode mulai dari pakaian, perhiasan, salon dan sekitar situlah (ini bukan generalisasi yaaa… :))

Tapi, kalau ibu-ibu muda kumpul apa sih yang biasa di omongin? pasti tentang anak, tentang keluarga dan ada satu hal yang paling membuat saya heran.. tentang suami.

Jadi gini, sabtu kemarin saya ke Plered, karena naik motor saya beristirahat sambil menunggu teman di Masjid kawasan Plered, dan memberitahu teman yang lain disitulah tikum (titik kumpul), tadinya mau di tempat jualan es buah, tapi sepanjang masuk ke Plered, ada beberapa yang berjualan es buah. Ga lucu aja kalau
saya bilang “kita kumpulnya di tukang yang jualan es buah no.4 dari awal masuk kecamatan dipinggir jalan sebelah kiri yang abangnya pakai kaos hijau ada tulisanya -kumaha aing lah-“
bisa-bisa nanti kalau teman saya ga ketemu sama saya malah bisa alesan “kumaha aing lah” malah repot urusannya.

Di mesjid sambil istirahat, saya bersender pada pilar. Ga lama datang ibu-ibu muda yang sedang nunggu anak-anaknya sekolah di TPA mereka pada ngobrol, ternyata topik yang diobrolin ga jauh dari urusan rumah tangga (ya pastilah.. masa urusan rumah tetangga sih)
Yang bikin saya tersenyum, ketika seorang ibu bertanya pada ibu-ibu yang lain
aduh gimana yaaa… suami saya susah bangunnya, padahal saya lagi pengen” (contoh emansipasi kah ini? :p)
dan seperti yang bisa diduga, topik yang lumayan panas itu membuat ibu-ibu yang lain begitu bersemangat untuk membuka forum diskusi sekaligus memberikan pengalaman masing-masing sambil memberikan advis.
“kalau gitu mah bawa aja ke abah (saya lupa namanya) biar bangun lagi.. suami saya aja udah ga loyo”
(nggilani…. urusan sangat-sangat dalam dirumah tangga dibeberkan, coba kalau ada yang kenal terus tanya ama suami itu ibu “pak… pak, emang bener yah bapak berobat ke abah biar gagah lagi?” ya bakal malu lah itu suami tuh ibu)
Ibu yang lain bilang, “berarti saya masih mending, kalau suami saya mau.. langsung deh saya ditubruk (sambil memeragakan gayanya .. kacau kacau)
saya belum panas tau-tau udah selesai.. saya mah pasrah aja kalo gitu”

Wah…. jadi malu saya mendengarnya sekaligus penasaran pastinya….
saya yang berada dibalik pilar akhirnya bergeser, mau pergi saja tapi ternyata sepatu saya berada diantara mereka….
Ternyata ada yang melihat saya, lalu bilang… “eh ada orang laki…. tapi gpp kan pak, kalau gini kan jadi tau ya”
Saya cuma senyum-senyum aja…
Lalu si ibu yang bilang itu melanjutkan, “makanya kayak saya… saya punya resep sendiri”. Ibu-ibu yang lain mulai terlihat antusias
“Saya pakai STMJ” yang lain bilang “ga ada pengaruhnya, saya juga pakai STMJ, telornya aja malah dua”
langsung dibalas oleh ibu yang pakai stmj pertama, “bukan itu atuh maksudnya, STMJ saya mah”.……………….
-disebutin deh singkatannya oleh ibu itu, dan ibu-ibu yang lain langsung tertawa”
Terus terang saya ga ngerti, karena itu bahasa sunda, tapi ketika teman saya datang, dan saya menanyakan artinya, teman saya ga mau bilang tapi setelah saya desak-desak dan diberitahu artinya, akhirnya saya tertawa… ternyata bisa juga tuh ibu-ibu bcandaan jorok
*geleng2 kepala*
Pantesan ketika saya akan pergi diteriaki oleh ibu tersebut “pak, jangan lupa STMJ yaaaa”

Advertisements

25 comments on “Obrolan ibu-ibu muda

  1. myshant said: hadyuh …hadyuh…pasti bukan obrolan ibu spt sayasaya siy kalau ketemu ibu muda di sekolahan, obrolannya oriflame ..hahahaha

    aduuh, shanti, dikau memang calon directornya oriflame.. huihihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s