Bolu Meranti

Ketika akan membeli tiket tujuan Medan di Travel langganan, saya bertanya pada mbak nya, jam keberangkatan dan tentu saja rate nya (maklum, sekarang jadi price sensitive)
Waktu keberangkatan dan nama pesawat sudah didapat serta info harga tiket.
Ketika saya menyetujui, mbak nya memanggil seorang temannya (yang saya ketahui akhirnya adalah kasir) dan mengetikan sesuatu di komputernya, lalu bertanya sambil berbisik.. kamu ngerti kan maksudnya? sambil memajukan (tepatnya sih memonyongkan) bibirnya menunjuk tulisan di komputer yang tentu saja tidak bisa saya lihat.
(Ternyata bibir pun bisa berfungsi sebagai alat tunjuk, majukan saja bibir anda.. bisa berubah fungsi seketika) teman yang ditanya meng-iya kan.
Saya merasa ada yang aneh… ada sesuatu yang janggal. tapi cuma bertanya-tanya dalam hati saja. (karena saya ga berani menyatakan perasaan saya terhadap mbaknya :p :p)

Lalu invoice sebesar Rp 477.000 diberikan pada saya untuk dibayar ke kasir, ketika sudah mengeluarkan uang dan mengulurkan uang tersebut ke loket kasir perasaan saya ga enak, lalu saya tarik kembali uangnya dan sempat dipertahankan oleh mbaknya dan saya bilang akan membayar dengan kartu kredit, dan biaya yang 3% akan saya bayar cash dan ga usah dimasukan dalam perhitungan invoice.

Si mbak nya kelihatan bingung, lalu membawa invoice ke mbak pertama yang melayani pembelian tiket saya, mereka berbisik-bisik.
lalu invoice dibawa kembali dan harganya sudah berubah…
Ajaib… sekarang harga tiketnya jadi Rp 427.000 belum ada dua menit langsung turun Rp 50.000,

Saya jadi berpikir apakah dalam waktu secepat itu harga tiket bisa turun, dan penurunan angkanya hanya ditulis dengan pulpen.
Tapi biarlah, saya ga mau duga yang jelek-jelek, yang penting saya bisa dapat harga tiket lebih murah.. lumayan selisih Rp 50.000 bisa beli bolu meranti. Eh meranti rasa apa ya kmarin? kok lali aku.

Advertisements

29 comments on “Bolu Meranti

  1. haaaayahhh….mas wi..mas wib.btw…mang bisa bikin invoice “dikerjain” seperti itu, bukannya invoice tercetak otomatis dari sistem?*ga ngerti juga sihh….cuma mikirnya kalo travel sistemnya online kan yah*

  2. Iya tercetak…. tp ada tulisan tangannya, dan aku bayar sesuai harga yang di revisi itu mbak..sedangkan saat mau bayar cash ga dibilang ada penurunan harga

  3. Oh gitu.. kalau kartu kredit pasti akan ada reconcilliation dan settlement antara merchant dan pihak bank. Jadi akan kelihatan laporannya ke mana-mana. Hahaha.. wah wah wah…Suka maen golf gak, kang Wib?

  4. iniaku said: oi oi keponakan…. jangan lupa kerjain PR SLFhihihihihi

    Tante… saya undur diri dulu dari SLF… maklum diuber tenggat*gantung kamera*

  5. myshant said: skrg jadi price sensitive=================kalau dulu harga berapa aja dibayar ya Om ? πŸ˜€

    Dulu waktu masih di persh. kan saiyah ga pernah mesen, yang mesen dari kantor…kalau sekarang kan ya mengatur semuanya… jadi kudu bener2 price sensitive :p

  6. wishknew said: Jadi akan kelihatan laporannya ke mana-mana. Hahaha.. wah wah wah…Suka maen golf gak, kang Wib?

    iya ya mas…. bener juga… :))ndak mas.. olahraganya yg murah meriah.. main catur πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s