bukan hanya pria

Sebagai orang yang berkantor dimana saja mulai dari pinggir jalan dibawah pohon rindang ditemani teh botol dingin, distasiun kereta, Warteg, Food Court sampai Cafe banyak cerita-cerita seru yang didapat.

Seperti waktu lagi ngantor disalah satu Cafe di Mal Ambassador (kebetulan tempatnya agak sempit dan jarak antar meja sangat dekat), saya kebetulan bersisian dengan seorang wanita dan pria yang berada dihadapannya.
Toh awalnya saya cuma duduk, pesan minum, cari colokan listrik untuk netbook, dan mulai bikin laporan.
Karena mata terlalu lelah saya break sebentar, dan tidak melakukan aktivitas apapun kecuali……….. melamun :)), otomatis telinga saya konsen dengan percakapan disekeliling.

Saya mendengarkan suara wanita di meja sebelah saya tersebut berkata dengan nada manja kepada
pria didepannya… ighhh…… ini gimana sih caranya add YM kamu, kok aku ga bisa-bisa -ingat ya.. itu nada manja… (yang membuat saya langsung teringat dengan keponakan saya kalau mau minta coklat kepada saya) -bukan nada dering-
Si Pria mengambil hp… eh salah mengambil BB dari tangan si wanita lalu di utak atik…. lalu setelah selesai diberikan pada wanita tersebut sambil bilang “Ini id aku baby satu yaaa”
Si wanita dengan nada masih manja protes.. kok “baby satu sih…. kayak perempuan aja” langsung dijawab oleh pria ya kan biar yang lain anggap kalau kamu nanti chatting dengan perempuan”
*sambil menatap monitor yang penuh dengan angka-angka, saya berpikiran jangan-jangan si lelaki menjaga privacy si perempuan agar ada yg tidak menyangka macam-macam*
Si wanita masih dengan nada manja iya… iyaaa.. kamu pinter yaaa. Si pria hanya tersenyum simpul *bangga donk… kan dapat pujian :))

Ga lama hp… upss BB si wanita berbunyi, lalu berbicaralah si wanita tersebut
“Abang, aku ga bisa pulang cepet, ada meeting. abang ga usah jemput, nanti
aku naik taksi aja… iya… iyaaa…. nanti bareng ama yang lain kok, dagh abang”

Si pria bertanya… “Suami kamu ya?”
Iya…. tau tuh tumben-tumbenan mau jemput sang wanita menjawab sambil cemberut
Si Pria lalu melanjutkan… “ya kalo gitu jalan sekarang aja, biar kamu ga kmalaman
nanti… udah pesen kan kamar yang biasa kan?”

*gubrak….. sampai disitu langsung tergambar dalam benak saya, si abang dengan setia menunggu istrinya pulang meeting, dan istrinya asyik meeting dengan pria lain di kamar yang biasa…. ahhh Duniaaaaaa*

Advertisements

55 comments on “bukan hanya pria

Leave a Reply to tiaaja Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s