Siram

Untuk kota yang satu ini saya sungguh salut, angkat jempol. Semua peraturan jika bisa dipersulit kenapa harus dipermudah, itu kan merugikan yang membuat peraturan iya kan?
Ketika mengerjakan pekerjaan disalah satu kota di Jawa barat (lihat jurnal ini)
saya dan team sudah kenyang menghadapi hal-hal permintaan untuk membagi kue.
Pada akhirnya kami bahkan tidak memberikan kue sama sekali kepada pihak yang meminta.

Tapi, di kota ini,……. sungguh hebat, dari dua batch pekerjaan, kami baru bisa mengerjakan
1 batch, sedangkan yang satu lagi terganjal tandatangan dari pihak yang mengeluarkan izin.
Surat resmi dari klien yang adalah BUMN sudah dilayangkan, sowan bersama klien dengan konsultan lain sudah.. dan masih tidak bisa keluar izinnnya, alasannya minta peraturan pemerintah, dilengkapilah semuanya mulai dari keputusan menteri, surat gubernur hingga di walikota.

Akhirnya datang pula Petinggi BUMN klien dari Jakarta beserta anggota dewan yang komisinya berhubungan dengan hal ini.
Masih terganjal juga… hebat kali….. akhirnya salah satu konsultan lokal “mengkoordinir”
untuk melengkapi satu perizinan lagi, Saya secara pribadi menolak… tapi saya harus mengikuti aturan karena merupakan bagian dari team… *asem rek…
Mulailah keluar bilangan-bilangan, mulai dari bilangan prima, 2,5 X bilangan prima hingga
pada angka Tiga kali dua setengah kali bilangan prima tersebut.
Angka-angkanya saya lihat tidak rasional, saya cek berkali-kali kalkulator yang saya bawa
dari Jakarta, ternyata memang seperti hasilnya.
Bahkan hingga saat ini batch yang satu hampir selesai, batch yang satu perizinan nya belum keluar.

Untuk Batch yang sedang berjalan juga banyak hal-hal diluar nalar dan kebiasaan,
budget yang dibuat sudah direvisi dengan status “diatas standar” ternyata masih tidak sesuai.
Mulai dari yang berdasi duduk dibelakang kursi hingga yang berotot dan suka melotot merasa berkepentingan.
Asal dengar sedikit dan omong sebentar serta bermodalkan stempel dengan status mulai
dari yang resmi hingga dipaksa rada resmi semua ambil peran….
Jika tidak memutar dan mengangkat otak dari dengkul ke atas kepala serta menyingsingkan
lengan baju memperlihatkan tatto semuanya akan sulit.

Jadi saya memang sering-sering memencet kalkulator dan hasilnya selalu aneh…
tidak pernah sama, bisa dicontohkan 1 + 1 hasilnya bukan dua, tetapi bisa 3… 4…. 5…
Saya hampir mau komplain ke pembuat kalkulator, tetapi ketika berbicara dengan
salah seorang teman di kota ini, dia berkata :
Abang, kalau abang bawa kalkulator dari manapun bahkan yang memakai chip intel sekalipun
dijamin sampai sini kalkulator itu pasti rusak, Jadi abang perlu mempergunakan kalkulator yang memang dibuat disini.
*Gubrak…..(saya beneran terjatuh karena mobil yang saya senderi berjalan)

Memang disini harus pintar-pintar main otak dan main otot. Istilah yang sering saya dengar
adalah, “siram aja bang biar lancar, Siram aja boss biar ga ada masalah, Mas… team dilapangan
terhambat, kayaknya butuh di siram juga”
*kalau dengan team saya, langsung saya bilang siram gundulmu sisan le…

Ya… sepertinya saya perlu menyiram diri saya sendiri juga mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki agar semua menjadi segar… jernih… dan enak untuk dibawa istirahat malam ini.

*ngelu liat budget revisi diatas sangat standar, yang seharusnya bisa buat saya menaiki Kawasaki KLX 150, bahkan kalau yang satu batch lagi berjalan bisa dipastikan itu akan setara Kawasaki Ninja 250…. ngelu rek.. ngeluuuu

Advertisements

Status

Kemarin saya sempat chatting dengan seorang teman dari kantor lama.
Saling tanya kabar, lalu seperti biasa saling ledek, saya ledek dia karena balas YM nya dengan waktu lumayan lama bahkan saya bisa sempat menghabiskan satu buah roti dan satu teh botol.
Iseng saya bilang, kalau balasnya lama berarti load nya lagi tinggi, kalau loadnya tinggi berarti nanti hasil yang didapat juga akan tinggi, jadi imbang lah..

Dibalas bahwa ga mungkin hal seperti itu terjadi…. saya ledek lagi dengan bilang agar coba untuk cek ke bekas divisi saya dahulu, karena berita yang saya dengar langsung tingkat kesejahteraan (baca : gaji) naik dengan angka lumayan tinggi…
Dibilang lagi kalau bekas divisi saya dahulu beda dengan lainnya…

Saat ini untuk buka FB saja sudah tidak bisa lagi karena di blok, dan dia bilang kasian kita yah mas.. untuk hiburan aja udah ga ada”
Saya makin getol buat meledek agar seperti teman2 di bekas divisi saya dulu, mereka pada punya BB, jadi ga masalah kalau FB di blok.. bikin status jalan terus melalui BB.
Dan meminta dia memberikan alasan aja sama bossnya agar dapat fasilitas diberikan BB atau kalau ga berhasil minta akses FB di buka lagi, agar apdet laporan ga usah susah2 buka email…
Sekali bikin status, mulai dari teman, boss sampai Big Boss tahu sejauh mana progress nya
Contohnya gini : Horeeee…. aku udah selesaiin tugas dari boss ku 90%, sekarang lagi bantuin teman yang lain”

Saya bilang dengan membuat status seperti itu kan ada efek positifnya, diri sendiri terpacu dan membuat orang lain juga terpacu untuk melakukan hal yang bagus.
Jadi persaingan secara terbuka dan sehat akan terjadi, tidak model kick my ass.. upss,.. kiss my ass
gitu.
Dan jika sudah seperti itu bisa saja kinerja meningkat, omset meningkat dan imbasnya bagi kesejahteraan ikut meningkat.


Setelah saya jelaskan seperti itu misuh-misuh lah dia “mana mungkin itu terjadi mas…. yang ada kalau bikin status gitu.. besok-besok bakal ditambahin kerjannya…”
saya bilang ga ada yang ga mungkin (halah gaya banget deh ngomongnya)

Kalau saya sih berani aja berbuat seperti itu, saya bikin status tapi takut buat kamu malah makin misuh-misuh,
gini contohnya :
“Alhamdulillah akhirnya saya bisa menyelesaikan kerjaan tepat waktu… boss nawarin buat liburan 4 hari di bali.. uhuyyyy”

Teman saya tidak percaya, saya bilang lagi.. seperti yang saya bilang tadi ga ada hal yang ga mungkin, dan itu memang terjadi kalau saya diberikan liburan 4 hari di bali, kalau ndak percaya saya minta dia cari-cari info ke HRD sebelum saya resign,
cari absen saya dimana saya cuti 2 hari yang mepet dengan hari sabtu-minggu…
dan saya bilang lagi : Nah.. kalau saya bikin status seperti itu kan nanti kamu jengkel,…

Emang di tempat sekarang kayak gitu mas?
saya jawab : iya… kerjaan ada waktunya.. reward juga mengikuti sesuai hasil ga cuma kerja bakti :))

Sialan lo mas…. bikin sirik aja…. do’ain aja biar bisa kayak gitu….

Lumayan buat hiburan, sambil meledek teman sambil melemparkan ide, siapa tahu kalau ide itu dilaksanakan, suasana kompetitif makin terasa, dan semuanya bisa diuntungkan
tapiii itu terlaksana jika ada kejujuran dan kondisi positif… :))

*Have a nice weekend teman…. dari orang yang kangen sayur asem n ,masih diluar jawa*