Lain Kali Jangan Hitung

Dua minggu lalu saya ke bank BCA cabang Kemang Pratama untuk melakukan penyetoran, kalo dibilang ga antri itu mah pasti bohong, karena memang Bank itu terkenal dengan antriannya. kecuali anda mau datang setelah subuh bantu-bantu Cleaning service bebersih pastilah anda dapat no 1 tidak perlu antri.

Sampai didepan mbak Teller, sebut saja namanya Nova, saya melihat si mbak masih membereskan pekerjaan mengikat uang
bukan mengikat rambut ya apalagi mengikat tali kasih- untuk dimasukan kedalam laci, saya akhirnya coba menghitung ulang
uang yang akan disetorkan.
Mbak Teller rupanya sudah selesai dan menegur saya “lain kali kalau menghitung uang jangan didepan sini pak”
Saya sedang malas berdebat karena antrian dibelakang saya juga masih cukup panjang, saya hanya menjawab “ok mbak” dengan nada datar dan tanpa ekspressi.
Saya mengerti memang lebih baik untuk mengitung uang sebelum maju ke Teller, tapi saya melakukan itu karena melihat mbak nya sedang membereskan uang di mejanya. toh itu juga ga makan waktu sampai 1 menit

Si mbak Teller sepertinya kesal dengan jawaban saya, sehingga “prosedur standar” yang biasa dilaksanakan jadi terlupa
.
Prosedur standar dalam arti “menanyakan jumlahnya kembali, menanyakan nama penerima dan mengucapkan Say Thank You, tapi mungkin terhadap saya mengucapkan Say Goodbye :p

Saya ndak ambil pusing, mungkin si mbak lagi cape karena antrian ga kunjung putus, maklum itu sekitar jam dua siang, kalo anak bayi kan lagi lucu2nya bobo..
atau mungkin dia lagi senep ngeliat orang seperti saya yang ndablek ini.

Nah, kmarin saya dari Senen mau ke Cikarang kebetulan lewat Kalimalang, disini saya mampir menuju Kantor Cabang Utama BCA ada yang titip untuk disetorkan.
Mo pakai mesin, ga bawa ATM nya, jadilah saya menyetor lagi ke mbak Teller.
Saya lihat jam dua, saya hanya bisa berharap antrian tidak terlalu panjang agar tidak telat sampai Cikarang.

Antrian ga jauh beda dengan kantor cabang pembantu di Kemang Pratama ketika dua orang lagi didepan belum dipanggil, terpikir untuk melakukan hal yang saya lakukan

di bank BCA dua minggu lalu, toh ga ada ruginya, saya hanya ingin memperbandingankan kinerjanya, toh mereka dalam satu induk yang sama.

Yup. giliran saya tiba, sambil berjalan menuju mbak nya saya hitung ulang uang yg akan disetor, padahal sudah dihitung berkali-kali,
maklum uang titipan kalo kurang kan ya harus nombok… kalo lebih.. yaaaa rezeki maksudnya rezeki bagi yang nitip karena harus dibalikin.

Si Mbak Teller sebut saja Yuni dengan prosedur standar menyapa saya,
Mrngucapkan selamat siang, tersenyum dan bertanya.. “sudah selesai menghitungnya pak” (ini poin lebih, si mbak Yuni mau menunggu sebentar)
saya bilang sudah, lalu berjalanlah prosedur seperti biasa, mengecek jumlah uang dan mempersilakan saya untuk turut mengamati jumlah uang yang dihitung memakai
mesin. Mengecek nama penerima dan setelah selesai mengucapkan terimakasih disertai senyum.

Sebagai pegawai bank yang berhubungan langsung dengan nasabah, memang sudah seharusnya prosedur standar dilakukan, apalagi jika ada poin lebih yang diberikan terhadap nasabah.

Saya sangat menyayangkan sikap mbak Nova, karena siapa tahu dari para antrian Nasabah itu salah seorangnya adalah “mistery shopper” yang sengaja dikirim untuk mengecek kinerja para karyawannya. Untung saja saya bukan mistery shopper, tapi hanya seorang nasabah rese yang senang melakukan eksperimen untuk kemudian dituliskan di blog :p :p

Advertisements

17 comments on “Lain Kali Jangan Hitung

  1. @ cak Bam”botax”bang : ga usah tekajuik…. biaso sajalaaaa :p@ mbak Inna : saya cerita ama Iparku yang rupanya kenal sama managernya n diajak ketemu.. ya ga mau lah mbak.. @ Rita : PMS…. itu faktor yag saya ga perhitungkan mbak :p :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s