Kalimat Sakti

Jika pesan makanan di tempat yang menjual makanan –bukan ditempat yang ngejual batubata, kalau itu namanya Toko Material-
pasti pernah minta hal yang diluar standar, misalnya minta rada pedes alias cabenya ditambah, minta gulanya dipisah atau es batunya dipisah.
itu sesuai dengan selera.

Kalau diperhatiin ada satu hal yang menjadi satu selera semua orang, tambahannya selalu minta “nggak pakai lama”
tapi tolok ukurnya tentu berbeda-beda bagi setiap orang untuk menunggu sebuah makanan itu siap hingga di sajikan diatas meja.
Bagi yang tingkat kesabarannya rendah dan tingkat kelaparannya sangat tinggi, menunggu 5 menit saja sudah bikin tensi naik tinggi, bahkan bisa terjadi ketika makanannya sudah terjadi, nafsu makan (lapar) nya sudah menghilang karena terlanjur bete.
bagi yang tingkat kesabarannya sangat tinggi dan tingkat kelaparannya rendah, masakan siap disajikan hingga satu jam dari pemesanan tetap nrimo.

Mungkin sebagai pembeli bisa saja beralasan, kan gwe beli… udah pasti bayar.. kok elo pake ngasih bonus lama, kan itu ga gwe minta.itu kan emang kerjaan elo, jadinya kudu ngelayanin sebaik2nya dong….
Itu dari sisi konsumen yang akan memesan makanan, tapi coba lihat atau amati jika anda makan di rumah makan yang lumayan penuh mbak atau mas pelayannya biasanya terpontang-panting, belum lagi kesibukan didapur yang antri, ya pastinya anda akan dilayani sesuai nomor antrian.

Bisa dibayangkan jika hampir semua pemesan menitipkan kata sakti itu, mungkin bagi si mbak – mas pelayan itu cuma kata yang harus
diperhatikan betul-betul, tapi lama kelamaan sudah menjadi irama yang teramat sangat biasa ditelinga mereka.
Jika ada waktu dan mengucapkan kalimat sakti itu atau ada orang lain yang mengucapkan,
coba sesekali perhatikan reaksi wajah mereka, dari pengamatan saya selama ini kebanyakan hanya diam tapi dari sorot matanya terlihat tidak berdaya, bahkan ada yang kesal.

Sebenarnya, kalau anda berlangganan makan disuatu tempat makan sudah bisa mengira waktu yang diperlukan mulai dari pesan hingga siap,
tapi jika anda baru sekali ke suatu tempat makan jika sudah mengucapkan kalimat sakti dan akhirnya kecewa, sebenarnya bisa memperhatikan keadaan di tempat tersebut, jika hampir semua meja terisi dan hanya sedikit yang sedang menyantap makanan dan masih banyak meja yang masih kosong, bisa dipastikan anda akan kecewa walaupun sampai berbusa mengucapkan kalimat tersebut.
Teman saya adalah orang yang sangat realistis maklum jurusan statistika (ga ada hubungannya sih) jika merasa lapar, biasanya saya suka meledek dia untuk memakai rumus if… then,
if gwe lapar n ga mau nunggu then pilihan bisa ke warteg atau warung padang daripada nunggu makanan di tempat makan yang waktunya luaaammma.

jangan lupa ga pakai lama buat bikin status di FB or Quicknotes MP πŸ™‚

Have a nice Monday… Selamat bekerja…. Selamat Milad juga buat bunda wirda

Advertisements

13 comments on “Kalimat Sakti

  1. setuju sama temennya, kalau emang laper, cari tempat yg prasmanan, ambil sendiri gak pake’ antrikalau gak laper banget, boleh deh coba2 tempat makan yg harus pesan, sambil menikmati suasana πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s