Sepandai-pandai Tupai…..

Kalau dalam dunia bisnis masalah lobi melobi udah menjadi salah satu hal yang ga bisa dihilangkan.
untuk mendapatkan suatu project biasanya denga mendekati orang yang memegang project tersebut atau pengambil keputusan terhadap project.
Di jurnal ini saya pernah mendapatkan pelajaran secara ga langsung bagaimana menghindari hal-hal yang ga kita inginkan
dari vendor. Penolakan demi penolakan yang akhiernya membuat Vendor bosan.

Nah, saat ini saya justru mendapat pelajaran dari seorang teman vendor, salah seorang pimpinan cabang yang ditugasi untuk mendapatkan sebuah project.
kebetulan saya diajak menemani menemui key account calon klien, ternyata susahnya setengah mati, minta no hp nya ga dikasih,
minta ke sekretarisnya juga ga dikasih.Menemui langsung harus bikin janji terlebih dahulu, karena sibuk.
Jadi benar-benar sulit untuk menembus, teman saya kelabakan dan meminta bantuan saya.
Akhirnya intip sana sini, lihat jadwalnya yang untung saja bisa didapat.

akhirnya bagi tugas, teman saya menghubungi sekretarisnya, kepala operasionalnya.
Sedangkan saya menghubungi supirnya.
Biasalah, nongkrong bareng mereka, ngobrol-ngobrol, keluar rokok sebungkus dua bungkus pun atas biaya teman saya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
dari situ justru mendapatkan banyak info tak terduga, ya seperti tujuan berlibur, hobbynya, ibadahnya rajin, dan satu hal lagi
yang membuat saya tersenyum yaitu takut sama istrinya.
Istrinya bilang A ya A.. bilang B ya B…
Tapi memang bapak key account ini benar-benar lurus, kalu jalan lurus kayak banteng, ga kayak kuda yg miring-miring.
jadi kemungkinan untuk melobi rada sulit, akhirnya saya hanya bisa memperoleh no hp nya, itupun dengan memohon dan membawa-bawa atas nama persaudaraan satu daerah, akhirnya dapat dan saya berikan pada teman saya.

Rupanya teman saya langsung menelpon dan berhasil meyakinkan untuk membuat janji, saya cuma memberitahu akan sulit menembus bapak tersebut. tapi teman saya bilang “gampanglah itu Lay.. bisa diatur”
ya sudah, yang penting saya sudah membantu dengan memberikan no hp, diluar itu bukan urusan saya.

Setelah hari H bertemu dengan bapak key account, teman saya mengajak saya bertemu, ketika saya datang mukanya terlihat kusut
“kenapa bang?”
“malu aku lay, pas ketemu langsung disuruh presentasi.. okelah itu selesai, aku dekati bapaknya.. aku tanya dia hobby nya apa, kali aja kita bisa jalan bareng”
“apa dia ada cakap bang?
“Dia bilang hobby nya renang,…… mati kutu lah awak, masa dua orang bapak-bapak deket-deketan di kolam renang, apa kata dunia kalau tau gitu, kalau sesama cewek mungkin gpp..ah.. susah kali bapak itu hobbynya, awak kira tenis atau golf.. itu kan lebih enak”

Ternyata.. sepandai-pandai tupai melobi, ada saatnya juga takut berenang

Selamat Pagi Teman, selamat berpuasa bagi yang mengerjakan puasa senin kamis
Selamat bekerja dan jika melobi-lobi, hati-hati jangan lupa membawa pelampung.

Advertisements

14 comments on “Sepandai-pandai Tupai…..

  1. @ mbak Inna : ada mbak.. pelampung yg ada di lengan.. :)@ mbak Novi : s14p4 b1l4n9 s4y4 4l4y :))@ om Hanif : ga mempan om… lurus deh@ Tity : itu rangkumannya kan 3 baris paling bawah…@ mbak Eva : belum mbak.. belum jadi melobi.. takut tenggelam@ OR : pasti pas acara ini monopoli ddepan tivi…@ kang Bondan : aku ra iso renang boss :D@ Mona : project laaaa@ uni Yelli : pake pelampung laa kayak mbak Inna@ Rita : ah.. aku ga bisa renang bu…@ mbak Eti : tenis, golf.. udah ga ada.. kalo dibilang debus nanti malah gawat 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s