Bukan Mafia Wars

Biasanya kalau belum mengalami hal secara langsung, yang ada hanya dugaan dan dugaan, tapi kalau akhirnya mengalami secara langsung akhirnya malah bisa membuat sumpah serapah.
Seperti berita tentang Mafia mulai dari Mafia Peradilan, Mafia Kepolisian, Mafia Tanah…
Pokoknya semuanya yang berbau Mafia dan sifatnya mengambil keuntungan dan kesempatan dari pihak yang ga beruntung tentu saja.

Terus terang saja awalnya saja saya hanya tahu tentang Mafia Peradilan dari berita-berita di Tipi, Koran dan tentu saja Inet.
tapi setelah bersentuhan langsung dan mengalami sendiri, barulah bisa berucap “O (titik) ini yang namanya Mafia Peradilan (Mingkem)”

Gini ceritanya, jadi ada barang dari BUMN yang akan kami salurkan ke suatu wilayah didaerah jawa, ternyata digelapkan oleh anak buah tiga layer dibawah saya yang berkerjasama dengan pihak aparat kelurahan.
Singkatnya, saya dipanggil oleh pihak kejaksaan untuk dimintai keterangan, sebagai warganegara yang baik tentu saja saya datang.
Pemeriksaan awal saya sih fine-fine saja.. dibutuhkan waktu sampai 4 jam.. lumayan bikin cape.
Pada pemanggilan kedua saya dan boss saya dipanggil, dan saya dituduh yang menyuruh anak buah saya untuk menggelapkan, tentu saja saya menolak dan bersedia jika dikonfrontasikan dengan semua pihak.
Dan pihak kejaksaan ternyata kesulitan untuk mempertemukan semuanya, padahal saya dan boss menunggu.
Yang bikin repot, dua orang dibawah saya tidak menceritakan hal ini, mereka takut dan inilah yang membuat saya dan boss akhirnya repot.

Ternyata langkah kami dengan kooperatif dan bekerjasama adalah langkah yang salah, jadi justru kami yang menjadi sasaran tembak dengan alasan rentang tanggungjawab.
Pihak BUMN yang di panggil sebagai pemilik barang untungnya tidak memberatkan kami, bahkan membela bahwa kami pun dirugikan karena ulah oknum anak buah dan aparat kelurahan tersebut, dan mereka juga tidak menuntut kami karena dalam klausul kami
berkewajiban mengganti barang tersebut, dan jika telah diganti maka persoalan dianggap selesai.

Disini pihak kejaksaan rada kendor, dalam arti tuduhan kami merugikan negara tidak terbukti, tapi mereka tetap mencari celah disisi rentang tanggung jawab, jadi materi dibelokan kearah sana.
Boss saya marah, dan bertanya mau dibawa kemana sebenarnya kasus ini, dan akhirnya mereka malah cerita tentang mengurus masalah yang termasuk kecil tapi menguras energi sedangkan biaya perkara tidak sebanding.
Disini kami mula menangkap arah pembicaraan tersebut lalu lalu bersiap pulang setelah menerima permintaan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Boss dan saya bertemu dengan pihak BUMN yang berkontrak dengan kami lalu disitu buka-bukaan saja, sang key account pun bercerita kalau dia menyerahkan uang 10.000K agar tidak direpotkan lagi untuk pemanggilan-pemanggilan sebagai saksi yang begitu membuang waktu padahal semua dokumen yang diminta telah diserahkan.
Ya saya akui, kadang pemanggilan cuma untuk menanyakan nilai kontrak kami.. lalu setelah itu selesai.. capedeeee

Boss saya mengerti dan kami ke Kejaksaan kembali membawa dokumen yang diminta, lalu kami diminta kedalam sebuah ruangan
kearah belakang, ruangan khusus kalau menurut saya berukuran 3mX4m.
Disitu kami diminta mematikan hape, serta alat-alat elektronik
yang serupa dengan ipod. bahkan pulpen kamera yang saya taruh dikantung kemeja juga diteliti oleh mereka dan akhirnya boss tidak ingin merusak suasana meminta saya keluar saya ruangan. Damn…. padahal saya ingin merekam momen bersejarah itu.

Satu jam kemudian boss keluar dari ruangan, dan dalam perjalanan pulang boss bercerita bahwa terjadi “negosiasi” jadi uang yang diberikan boss sebagai “membantu biaya perkara”sebesar 15.000k masih tidak cukup, mereka beralasan untuk kepala penyidik saja biasanya segitu lalu untuk mereka berapa?….
Dan keluarlah nilai 4 kali lipat dengan perasaan ga rela tentu saja.

Tapi setelah itu masih saja ada ini dan itu, Boss yang sudah kadung sewot mengontak rekannya yang mempunyai kakak di bagian
pengawasan internal kejagung.
Dan dari situ mereka menyerah dan sudah terlanjur malu serta mau mengembalikan, akhirnya kami diminta membuat pengaduan bahwa kami adalah pihak yang dirugikan, dan menuntut pihak yang menghilangkan barang tersebut dalam hal ini ya anak buah saya yang menggelapkan barang tersebut, sedangkan pihak kejaksaan membidik aparat kelurahan yang bekerjasama dengan anak buah kami yang kurangajar tersebut.
Kami pun mengganti nilai barang ke BUMN 100.000k, dan buat “bancakan” kami keluar nyaris 80.000k

Begitulah temanz, hukum bisa belok kiri kanan yang ga salah bisa jadi salah, yang salah bisa melenggang sambil senyum-senyum.
Jadi ga salah memang kalau Indonesia ini sebenarnya adalah sarang para Mafia, siapa yang punya uang adalah pemilik hukum.
dan para penegak hukum yang mengerti hukum adalah pembelok hukum yang paling lihai.
Saya mengerti tidak semuanya aparat penegak hukum seperti itu, masih banyak yang berjalan dengan lurus pada jalurnya.

Daripada sumpah serapah lebih baik kita nyanyikan “lagu yang terpuji” dari Kungpow Chickens 🙂

*Selamat hari kamis…. selamat bekerja… dan beginilah indonesia, Oh iya dengar-dengar bank century akan segera dipindahkan ke Porong setelah ibu Sri Hijrah ke DC

tak bisa kuantar kau ke ujung pelangi

tak bisa kuantar kau ke ujung pelangi


Rintik hujan disore ini
mengusik sisi hati
tidak dapat berbagi
dengan mu lagi

Rintik hujan disore ini
hanya mampu kupandangi
bayangan dirimu

tidak dapat kupayungi lagi
dengan selembar daun
menuju kaki pelangi

———————————————-
Selamat Ulang Tahun, Sekarang sudah tidak bisa kuantar kau ke ujung pelangi, karena aku sudah menyerahkan sayap untukmu

Hantu Berhitung

Kalo ada sesuatu hal bisa dijelaskan secara logika dan ada alasan yang masuk akal, biasanya hal tersebut bisa diterima, tapi kalau pikiran udah menuju suatu persepsi maka akan sulit memberi keterangan disertai argumen yang kuat.

Teman saya bercerita bahwa dirumahnya berhantu, saya bilang jin dan setan itu ada dimana-mana, jadi ga aneh rasanya jika dirumahnya ada hantu.
Teman saya bilang ” ok.. masih masuk akal”
Dia bilang terkadang tengah malam suka bau kemenyan, itu yang membuat istrinya takut.
saya tanya apa punya tetangga etnis chinese yang bisa saja membakar dupa dan ketika arah angin pas bertiup kerumahnya ya terciumlah bau itu.
Dia bilang ga tahu karena pagi kerja balik ya udah malam, jarang nenonggo lah.

saya minta dia tanya istrinya siapa tahu istrinya lebih ngerti karena namanya ibu rumah tangga, seenggak-enggaknya mengenal tetangga kiri kanan lah walau ga akrab-akrab banget.
Pas ketemu lagi dia bilang, memang tetangganya yang berjarak dua rumah adalah etnis chinese dan suka membakar dupa.

Dia melanjutkan ceritanya, ketika mandi tiba-tiba hape nya jatuh dari kantung celana,
saya bilang ketika hape ditaruh dalam celana dan celana digantungkan, bisa saja pada saaat celana dibuka, hape bergeser naik dan setelah itu celana digantung pada bagian belakang yang otomatis kantong bagian depann lebih rendah dan bisa saja miring lalu tanpa disadari hape yang saat itu sudah berada diujung kantong bisa jatuh.

Teman saya berusaha meyakinkan lagi, kalau memang rumahnya ada hantunya, listrik dirumahnya tiba-tiba padam sendiri.
ini mah penjelasannya lebih logis lagi.
Pertama bisa aja kelebihan daya sehingga listrik “njepret”, tapi disanggah itu terjadi malam hari dan ga ada kabel koslet karen baru 3 bulan diperiksa kabel2nya. Saya tanya letak meteran listrik apakah ada kotaknya serta dikunci, jawabannya tidak.
apakah mudah dijangkau dari luar/jalanan? jawabannya iya
berarti kemungkinan kedua ada orang iseng yang mematikan listrik dari luar.

Dia juga cerita kereta bayi yang ditaruh didekat aquarium tiba-tiba saja berada didepan pintu kamar tidur mereka.
jarak antara aquarium dan pintu kamar tidur sekitar 2,5m.
saya bilang mungkin saja anak-anak mereka yang bermain-main dengan kereta bayi tersebut dan meninggalkannya didepan pintu kamar tidur tanpa membereskan lalu mereka tidur.
Dibantah bahwa dia lah yang menaruh kereta bayi itu dekat aquarium, saya langsung bilang pasti dia lupa mengunci rodanya dan dibilang ga ingat.
Nah, saya bilang itu bisa saja bergeser karena namanya roda dan tidak terkunci bisa saja lama kelamaan bergerak,
-lha wong KRL dari Bogor aja bisa jalan sendiri sampe Manggarai :)) –

Terus saya bilang lagi mungkin saja lantainyaitu miring,
dibantah ga mungkin miring, lha wong yang bikin rumah pasti ngukur.

Saya bantah lagi namanya juga kerjaan manusia, ga mungkin sempurna lah.
Lalu dia bilang nanti kalau pulang akan pinjam waterpass dan akan mengukur apakah lantainya miring, saya bilang ga perlu..
ambil aja air segelas terus tumpahkan dilantai, liat kmana airnya bergerak.
karena penasaran, dia telp istrinya dan meminta untuk menumpahkan segelas air tersebut.
Saya deg-degan, kalau miringnya kearah berlawanan berarti teori saya salah :))
ga pake lama telp nya bunyi istrinya bilang kalo aernya mengalir kearah pintu kamar, walau kemiringannya kecil sekali.

Sambil mengernyitkan dahi dia bilang “jadi males cerita ama orang yang pake eksak dan logika, dibantah terus”
saya bilang “bahwa setiap yang bergerak secara mekanis itu dan terlihat nyata paling tidak ada penjelasannya”
Emang susah juga ngobrol ama orang yang udah percaya banget bahwa hal-hal yang ga keliatan ama mata adalah kerjaan hantu,
jangan-jangan kebanyakan nonton pelem indonesiah yang judulnya hantu-hantuan gitu deh.

*Selamat bekerja temanz, apakah hape anda tiba-tiba berbunyi saat tengah malam? hati-hati itu adalah hal ga kasat mata, karena anda ga bisa melihat orang yang sms atau telpon pada saat itu :))

Gegara FB

Ternyata lagi-lagi facebook bikin huru-hara dalam rumah tangga dua orang yang saya kenal.
Pasti ada yang bilang, “itu mah tergantung orangnya mas” ya.. pendapat itu saya terima, tapi kalau namanya pernah ada hubungan khusus dimasa lalu terus loss contact hingga ditemukan kembali ya salah satu jalannya melalui jejaring “pertemanan” tersebut.
Kalau jamannya Fs sih ga begitu terlalu heboh lah, selain (dulu) fitur yang ditawarkan kurang interaktif, koneksinya juga tidak semudah dan semurah sekarang cuma pakai hape berbasiskan symbian seri pertama yang dudul aja udah bisa nyambung.

Jadi teman saya di Medan ini di add oleh mantannya yang berada di Jakarta.
Mulanya biasa saja, tapi lama kelamaan menjadi luar biasa, ada yang kurang rasanya kalau ga bercakap-cakap dalam satu hari.
Kayak makan tahu goreng kudu ama cabe rawit, makan bakso kudu pake saos sambel yang banyak.
Bahkan percakapan antar kota dalam satu harinya melebihi jumlah rakaat shalat wajib.
hal ini dimungkinkan karena difasilitasi oleh salah operator yang bebas leleponan dengan hanya 1000perak perhari.
Kalau yang namanya CLBK (Cinto Lamo Basuo Kembali) mah bisa aja muncul, tapi ini terjadi pada orang yang usianya sudah mencapai kepala empat, sangat begitu serunya hingga kadang melebihi ABG yang sedang jatuh cinta, kalau saya bilang sangat dahsyat
jika dalam skala tingkat rasa jatuh cinta antara 1 sampai 7, maka saya beri nilai dalam skala 8.

Mungkin pendapat lain bilang “kasih tahu lah mas”
oh tidak, jangan katakan itu karena sampai bosan saya memberitahu, awalnya iya.. jika mau leleponan pasti menjauh dari saya tapi lama kelamaan cuek bebek dan kembali ke habit semula.
Saya ga mau ambil pusing, toh itu urusan mereka tapi belakangan ini membuat saya terganggu, awalnya kalau leleponan cuma sebentar, tapi makin lama durasinya makin panjang, baterai sering drop dan akhirnya baterai hape saya -yang ternyata satu jenis-
dipinjam. ok lah saya berikan tapi setelah baterai saya habis dipulangkan begitu saja tanpa di charge terlebih dahulu, trik saya akhirnya kalau sudah ada tanda-tanda baterai dia akan habis, saya langsung pura-pura menelpon atau menerima telp (tentu dengan mematikan ringtone terlebih dahulu biar ga terjadi hal kayak disini)
Trik lain adalah saya mengganti baterai yang memang saya ga charge (saya bawa dua baterai) jadi ketika dipinjam saya bisa menunjukan kalau memang baterainya habis.

Nah, pas hari minggu kemarin saya main kerumahnya, sang istri bilang sama saya ketika teman saya tersebut sedang dikamar mandi.
Dia cerita kalau dia mimpi yang sama dua kali yaitu seprai tempat tidur mereka hilang, dan hal itu ditanyakan kepada orangtuanya dan dikatakan agar berhati-hati dengan rumahtangganya terutama dengan suaminya.
Dan yang saya takutkan terjadi istrinya bertanya-tanya tentang suaminya dan saya akhirnya bilang ga tahu karena hubungan kami hanya dalam hal kerjaan.
Ga mungkin lah saya ceritakan, ga tega saya dengan tiga anak-anak mereka jika terjadi huru-hara.

Semalam teman saya tersebut bercerita, setelah saya pulang istrinya membuka hapenya dan diperiksa semua isinya
yang tentu saja bersih karena setelah leleponan atau sms-an pasti langsung dihapus.
Tapi istrinya ga kehilangan akal dan menyeret dia ke warnet memaksa untuk membuka FB nya, dilihat satu-satu pesan dalam inboxnya serta comment-comment nya.
sampai disitu hape dia berbunyi yang ternyata dari mantannya akhirnya saya tinggal tidur saja karena juga sudah jam 2,
ketika saya akan shalat subuh ternyata dia masih online berarti dia ga balik kerumahnya tapi menginap di tempat kami,
Saya ga mau tanya lebih lanjut… toh itu salah satu resiko yang dia hadapi.
Bisa jadi nanti lagu penutup pada opera FB kali ini adalah lagu jadulnya mbak Betha
“pulangkan saja aku pada mamak ku atau ayahku”

Jadi, hati-hati ah.. maksudnya bukan hati-hati saat selingkuh agar tidak ketahuan, tapi hati-hati bermain dengan FB karena dari situ bisa bermain Api.

*Selamat pagi, dan selamat bekerja teman sudahkah anda cek FB anda, siapa tahu ada kiriman message dari gebetan masa lalu anda atau bahkan mungkin dari saya 🙂

Kebal

IMG0220As

Alat transportasi yang sering saya gunakan disini adalah kereta, tapi jika sedang dipakai oleh teman, maka saya memilih naik Betor.
Memilih naik betor berarti harus pandai tawar menawar, bahkan kudu tega-tegaan kalau nawar daripada ketepu :))
Minggu kemarin saya dari daerah Tegal Sari menuju Medan Johor naik Betor karena kereta sedang dipakai, untuk jarak lumayan jauh itu biasanya sih sekitar 35 rebu, tapi kemaren iseng nawar 20 rebu dan jatuhnya 22 ribu.
Abang betornya masih muda, selama perjalanan mengajak ngobrol, dia memperkenalkan diri namanya Kocu yang akhirnya saya tahu itu dibalik nama nya Ucok dari Karo.
Dia langsung tanya apakah saya berasal dari (pulau) Jawa, dan saya meng-iya-kan, lalu dia bercerita bahwa dia juga punya teman namanya Ujang yang berasal dari Cirebon dan berdagang ditempat dia mangkal Betornya.
Ucok bilang salut dengan Ujang karena berani jauh-jauh datang dari Jawa dan mengadu nasib di Sumatera, dan dia juga bercerita kalau orang-orang yang datang dari Jawa biasanya mempunyai “pegangan”, kalau tidak tentu belum tentu berani untuk bertempur di tanah Sumatera.

Dan ujung-ujungnya dia menjudge saya, bahwa saya ada isinya.. saya bilang tidak, dia bilang ga percaya dan terus bertanya, akhirnya saya jawab asal saja,
“bener kan bang abang ada isinya?”
“iya, saya berat isi 60kilo udah ama daki kalo belum mandi”
“jangan gitu lah bang,… saya tahulah.. abang saya liat macam ujang, sama-sama gondrong, emang tempat kerjanya bolehin bang”
“iya, boleh kalo dilarang awak ngambek bang *sambil ketawa*”
“saya yakin rambut abang ga mempan dipotong”
“ah, enggak kok bang… kenapa abang bilang gitu?”
“memang iya, saya yakin gitu… karena orang-orang yang dari Jawa kayak ujang dan abang rambutnya gondrong ga bakal mempan dipotong”
*saya mikir, ini abang betor kayak Cinta anaknya Kuya aja, bisa melihat hal-hal ga jelas gitu*
*saya tetap menolak, tapi dia kekeuh memaksa, akhirnya saya meng-iya-kan”
“iya bang, abang hebat bisa tahu, rambut saya ini memang ga mempan dipotong kecuali ama gunting khusus dari banten”
“ada syaratnya ya bang?”
*karena sudah tanggung, saya teruskan saja sekalian*
“iya bang, puasa sebulan penuh dibulan ramadhan (sengaja saya pelankan pas bilang bulan ramadhan hehehe), terus berendam di kali”
“kali? apa itu bang?
“oh, maksudnya sungai, namanya kalimalang.. jadi berendam di kalimalang pas malam jum’at kliwon”
“terus ada lagi syaratnya bang?”
“ada, abis itu mandi air dari tujuh sumur pakai kembang tujuh rupa”
“berat juga ya bang, ada bacaan-bacaannya ga bang?”
“ada. dikasih bacaan dari kitab-kitab kuno pake bahasa arab”
“abang juga punya ilmu kebal kan”
*sumpah, ini orang terobsesi ama ilmu-ilmu kanuragan kayaknya, saya pengen ketawa sebenernya, sambil merancang jawaban
“kok abang tau”
“nampak lah bang… syaratnya ama bang?”
“lebih berat, kalo mau kebal selain syarat-syarat tadi, juga ga boleh makan daging.. untung disini makanan banyak Ikan, jadi ga masalah buat saya”
terus juga berendamnya di kalimalang 4 kali malam jumat kliwon pas bulan purnama, abang bisa itung waktunya pas bulan purnama
dimalam jumat kliwon, itu butuh waktu 2 tahun lebih bang, terakhir ga boleh tidur 3 hari 3 malam dikamar tertutup, ga ada cahaya, ga boleh makan dan minum”
“pantes abang ini nampak ga ada takutnya dengan orang Medan sini. awak pun jadi ngeri sama abang”

Untung saja ga lama sampai juga ketujuan…

Maaf ya abang Betor, rambut saya tetap bisa dipotong kok.. dan akan saya potong nanti setelah semua urusan di Medan sini beres, dan saya sebenarya juga punya ilmu kebal.. kebal malu kalo ada kerjaan wawancara ama orang, kebal angin karena harus naik kereta kemana-mana,dan kaki saya juga kebalan karena sering pake sendal jepit… eh itu mah kapalan ya.. :))

*selamat menikmati hari terjepit teman, sudahkah anda mandi air kembang tujuh rupa hari ini?

Keset

Biasanya hal yang “pertama kali” itu selalu berkesan, entah kejadiannya itu baik ataupun jelek. Kejadian ini terjadi pada saya dan leader saya ketika ada pekerjaan di Semarang.
Biasanya sih divisi ngasih budget buat hotel dengan standar “cukup” buat menginap,
Ga pernah inap di hotel bintang lima dikawasan simpang lima, berhubung bigg boss ada acara di semarang dan dapat free room dua malam, saya diminta oleh kantor Semarang untuk menempati saja 1 malam sebelum biggboss datang, lumayan kan buat kantor bisa memotong biaya hotel buat saya :))

Kamarnya ternyata gedenya tiga kali lipat dibanding kalau saya inap di hotel biasa :p
saya ga mau sendirian, saya ajak Leader Semarang yang kebetulan anak undip untuk menemani. Karena sama-sama ga betah kalo cuma bengong aja, ya muter-muter lah naik motor n kerumahnya untuk ambil pakaian ganti, dan ujung-ujungnya nemplok makan pecel Mbok Sador, barulah kami balik ke hotel bahas kuesioner untuk briefing besok.

Besok pagi pas Leader saya mau mandi, dia teriak dari kamar mandi
“mas iki anduke ono ning ngisor kok jatuh ya”
Saya yang masih ngantuk, teringat tentang handuk hotel yang diceritakan oleh mantan boss, langsung lah otak ini bekerja biar seger dikit.
“Kalo handuk yang gede buat badan mas, kalo handuk yang kecil buat ngeringin kepala”
ga dapat jawaban, saya pikir gagal menjalanlan misi penyegaran otak pagi hari.

Ndak lama ledaer saya selesai mandi, dia bilang lagi
“mas, handuk kecil cuma satu tadi aku pakai buat ngeringin kepala”
Saya cuma senyum-senyum saja.. ternyata misi saya berhasil, dan ternyata aksi saya itu akhirnya ketahuan juga karena ketika leader saya cerita ke ceweknya, malah di ketawain habis. Terus dia sms saya
“Mas, bojoku bilang kenal akeh wong ga pinter, tapi sing goblok ya cuma aku, malu aku mas,
Aku kenal akeh wong edan, sing gemblung iku cuma sampeyan mas W”

Tapi untung saja Leader saya nggak marah dan setelah kejadian itu, bahkan setelah kami sama-sama keluar dari tempat kerja lama jika bertemu hal itu menjadi salah satu bahan untuk tertawa bagi kita.

*Sudah mandi kah anda hari ini temanz?, kalau saya kemarin sudah berbarengan Hujan yang deras disini”

Cara lain untuk melempar

Banyak cara lain atau jalan samping digunakan oleh orang untuk tetap bertahan, cara yang paling umum dan biasa dilakukan adalah dengan mempergunakan birokrasi atau jabatan sebagai jalan.
Contoh kecilnya gampang, ketika mau membuat KaTePe, pasti ada biaya ini itu dengan dalih biaya administrasi sampai biaya cetak.
Itu kalau dalam yang berhubungan dengan sipil, ternyata dalam hal yang berhubungan dengan militer juga ada, ini secara tidak sengaja ketika saya bincang-bincang dengan abdi negara berseragam tersebut, yang pada intinya adalah berhubungan dengan alusista.

Semua kendaraan tentu ada masa usia pakainya, makin tua usia nya semakin banyak biaya perawatannya. Konsumsi bahan bakarpun makin boros.
seperti yang sudah diketahui, banyak alusista yang sudah kurang layak, tapi tetap dipertahankan.
Karena minimnya “budget” yang ada sedangkan perawatan harus tetap jalan, dan dengan kalimat sakti “harus serta tidak mau tahu dan terserah bagaimana caranya” maka yang ada peninglah kepala dibuatnya.

Cara yang paling mudah adalah dengan cara lain atau cara samping dan hal yang paling mudah adalah dengan “mengutak-atik biaya bahan bakar”, jadi permintaan akan bahan bakar dinaikan, lalu setelah dikurangi untuk biaya operasional, sisanya “dilempar”
dan uangnya untuk perawatan.
Bisa dibayangkan bagaimana keadaan itu berlangsung terus menerus, jika dibandingkan dengan zaman orde baru yang mengizinkan bisnis dari pasukan berseragam tersebut, maka sekarang ini adalah bagaimana cara menjalankan cara lain agar tetap bisa bertahan.

Sangat mirisnya, jika dibandingan dengan para anggota dewan yang meminta ini itu bahkan kabarnya mau membuat tempat tinggal baru karena tempat yang lama mau dijadikan tempat wisata bersaingan dengan menara pisa, tetapi memicingkan mata terhadap hal diatas.

Mungkin bisa dilihat berapa budget untuk alusista (yang pernah muncul di kompas, lalu ada surat pembaca dari pihak humas tentara bahwa itu adalah rahasia pertahanan negara)
Jika seperti itu, ga salah banyak joke yang mengatakan ga usah takut dengan peralatan tempur dari RI, karena baru jalan 10meter juga mogok, atau baru terbang juga nanti jatuh.

—————————————————————

Tau pasar Senen? pasti tahu lah selain beken dengan pusat kue subuh -maksudnya kue-kue yang dijual saat subuh diluar pembeli atau penjualnya shalat atau tidak shalat subuh- juga terkenal dengan usaha sablon, cetak serta pakaian Seragam Aparat.
Ternyata seragam yang dijual di tempat tersebut adalah seragam asli yang sama dengan seragam dipakai para aparat negara.
jadi bukan seragam tiruan, yang mengambil pola dan bahan yang mirip.

Jadi pada saat permintaan seragam oleh institusi tersebut, misalkan kebutuhan seragam adalah 1000 pasang, maka dibuat permintaan sebesar 1500 pasang, dengan alasan bawa yang 500 pasang untuk penggantian pada saat pertengahan tahun.
Padahal menurut kebiasaan, seragam yang rusak dan ganti pada pertengahan tahun kecil sekali jumlahnya.

Dan sisanya ga mungkin disimpan hingga pertengahan tahun, tapi memang sengaja untuk dilempar ke pasar, salah satu nya ya di Pasar Senen itu, ya itulah salah satu kerjasama yang baik 🙂

Sebagai orang yang bertanggungjawab atas perbekalan, aparat yang berbicara dengan saya ini juga bercerita, selain salah satunya diatas, juga biasanya ada pesanan-pesanan khusus dari para Boss nya saat pemesanan barang, saya ditunjukan sebuah sepatu lapangan dengan model seperti catterpillar, itu adalah pesanan para boss nya pada pemasok sepatu dan biasanya itu terjadi terus menerus.

Bahkan saya sempat ditawari boot, celana loreng, topi lapangan serta ransum yang biasa dibawa ke lapangan
dengan senang hati tentu saja saya menolak…

Jadi kesimpulannya? Ya beginilah indonesiakuh

*Selamat kopdar dan bekerja kembali pada hari senin, jika anda butuh seragam dan tanda pangkat silakan saja ke Pasar Senen… tapi jangan cari pangkat yang berbentuk bintang ya, ga bakal anda dapatkan sampai menunggu hingga pasar Senen bubar 🙂 *

**curhat dari salah seorang perwira berseragam loreng terhadap seorang hitam yang angel

Parbada

Kalau pas datang ke salah satu BUMN untuk mengurus kerjaan, kadang suka ngobrol ama mbak-mbak disana.
Tepatnya sih Uni-uni… karena banyak dari 5 orang, 3 orang diantaranya berasal dari Sumatera barat.
Kalau mereka bicara dengan bahasa daerah Padang, saya dan teman saya cuma terbengong-bengong karena roaming.
Biar tetap bisa ikutan nimbrung, kadang suka bertanya apa artinya, mereka malah ketawa
dan biasanya mereka malah sengaja bikin bingung saya.

Nah kemarin ketika ketemu lagi setelah tiga bulan saiyah ga muncul, bercandalah saya dengan mereka.
Saya tanya bahasa padangnya dari kalimat yang saya sebutkan.
Kak, kalau bahasa padang itu kebanyakan belakangnya pakai terngiang-ngiang ya?
langsung melototlah mereka :
“abang ini dah lama ga jumpa, sekalinya jumpa banyak cakap pula”
maksud saya pakai akhiran ang… itu kata teman saya asal Padang yang ada di Jakarta, Kalau kampung jadi kampuang ya kak?
“iya… itu tau juga bang…
kalo kucing jadi apa kak?
“Kuciang
kalo kambing?
“kambiang
kalo kuping kak?
“kupiaa….. wah abang ini cari ribut aja disini… sana pigi….
*hehehe… nyaris terjebak si kakak….*

“kalo cewek, abang ini emang Parbada…

Parbada itu apaan kak?
“itu masih sejenis ama Monyet bang
wah.. kakak ini paten kalii… mau mengakui kalau kita berdua masih bersaudara ama monyet

ga saya perhatikan lagi bagaimana raut mukanya, yang ada saya di timpuk pakai tip ex
dan saya langsung pergi diiringi tawa teman-teman yang mentertawakan si kakak tersebut.