Cara lain untuk melempar

Banyak cara lain atau jalan samping digunakan oleh orang untuk tetap bertahan, cara yang paling umum dan biasa dilakukan adalah dengan mempergunakan birokrasi atau jabatan sebagai jalan.
Contoh kecilnya gampang, ketika mau membuat KaTePe, pasti ada biaya ini itu dengan dalih biaya administrasi sampai biaya cetak.
Itu kalau dalam yang berhubungan dengan sipil, ternyata dalam hal yang berhubungan dengan militer juga ada, ini secara tidak sengaja ketika saya bincang-bincang dengan abdi negara berseragam tersebut, yang pada intinya adalah berhubungan dengan alusista.

Semua kendaraan tentu ada masa usia pakainya, makin tua usia nya semakin banyak biaya perawatannya. Konsumsi bahan bakarpun makin boros.
seperti yang sudah diketahui, banyak alusista yang sudah kurang layak, tapi tetap dipertahankan.
Karena minimnya “budget” yang ada sedangkan perawatan harus tetap jalan, dan dengan kalimat sakti “harus serta tidak mau tahu dan terserah bagaimana caranya” maka yang ada peninglah kepala dibuatnya.

Cara yang paling mudah adalah dengan cara lain atau cara samping dan hal yang paling mudah adalah dengan “mengutak-atik biaya bahan bakar”, jadi permintaan akan bahan bakar dinaikan, lalu setelah dikurangi untuk biaya operasional, sisanya “dilempar”
dan uangnya untuk perawatan.
Bisa dibayangkan bagaimana keadaan itu berlangsung terus menerus, jika dibandingkan dengan zaman orde baru yang mengizinkan bisnis dari pasukan berseragam tersebut, maka sekarang ini adalah bagaimana cara menjalankan cara lain agar tetap bisa bertahan.

Sangat mirisnya, jika dibandingan dengan para anggota dewan yang meminta ini itu bahkan kabarnya mau membuat tempat tinggal baru karena tempat yang lama mau dijadikan tempat wisata bersaingan dengan menara pisa, tetapi memicingkan mata terhadap hal diatas.

Mungkin bisa dilihat berapa budget untuk alusista (yang pernah muncul di kompas, lalu ada surat pembaca dari pihak humas tentara bahwa itu adalah rahasia pertahanan negara)
Jika seperti itu, ga salah banyak joke yang mengatakan ga usah takut dengan peralatan tempur dari RI, karena baru jalan 10meter juga mogok, atau baru terbang juga nanti jatuh.

—————————————————————

Tau pasar Senen? pasti tahu lah selain beken dengan pusat kue subuh -maksudnya kue-kue yang dijual saat subuh diluar pembeli atau penjualnya shalat atau tidak shalat subuh- juga terkenal dengan usaha sablon, cetak serta pakaian Seragam Aparat.
Ternyata seragam yang dijual di tempat tersebut adalah seragam asli yang sama dengan seragam dipakai para aparat negara.
jadi bukan seragam tiruan, yang mengambil pola dan bahan yang mirip.

Jadi pada saat permintaan seragam oleh institusi tersebut, misalkan kebutuhan seragam adalah 1000 pasang, maka dibuat permintaan sebesar 1500 pasang, dengan alasan bawa yang 500 pasang untuk penggantian pada saat pertengahan tahun.
Padahal menurut kebiasaan, seragam yang rusak dan ganti pada pertengahan tahun kecil sekali jumlahnya.

Dan sisanya ga mungkin disimpan hingga pertengahan tahun, tapi memang sengaja untuk dilempar ke pasar, salah satu nya ya di Pasar Senen itu, ya itulah salah satu kerjasama yang baik 🙂

Sebagai orang yang bertanggungjawab atas perbekalan, aparat yang berbicara dengan saya ini juga bercerita, selain salah satunya diatas, juga biasanya ada pesanan-pesanan khusus dari para Boss nya saat pemesanan barang, saya ditunjukan sebuah sepatu lapangan dengan model seperti catterpillar, itu adalah pesanan para boss nya pada pemasok sepatu dan biasanya itu terjadi terus menerus.

Bahkan saya sempat ditawari boot, celana loreng, topi lapangan serta ransum yang biasa dibawa ke lapangan
dengan senang hati tentu saja saya menolak…

Jadi kesimpulannya? Ya beginilah indonesiakuh

*Selamat kopdar dan bekerja kembali pada hari senin, jika anda butuh seragam dan tanda pangkat silakan saja ke Pasar Senen… tapi jangan cari pangkat yang berbentuk bintang ya, ga bakal anda dapatkan sampai menunggu hingga pasar Senen bubar 🙂 *

**curhat dari salah seorang perwira berseragam loreng terhadap seorang hitam yang angel

Advertisements

19 comments on “Cara lain untuk melempar

  1. intan0812 said: ck ck ck… segitunya ya……

    sudah terbiasa dan akhirnya terpola.. bahkan mungkin sudah menjadi “kebudayaan tersendiri” mbak

  2. evanda2 said: kalo mo diterusin, makin banyak lagi tuh cerita2 di balik itu . 😦

    sebenarnya saiya juga mendapat cerita selanjutnya mbak….dan makin membuat saiya cuma bisa bilang.. Ooo gini toh ternyata…

  3. edoaprianto said: kok diceritain di sini sih mas Wib??ini kan rahasia (baca : aib) pertahanan negara juga… 😉

    cuma buat berbagi kok Do….saiyah yakin para kontak saiyah cukup bijak ga menyebarkan kemana-mana.. 🙂

  4. jadi mikir lho, kalau beneran Indo diajakin perang, punya senjata yg cukup mumpuni untuk mempertahankan negara gak siy ? kalau maintenance aja disunat sana-sini

  5. myshant said: jadi mikir lho, kalau beneran Indo diajakin perang, punya senjata yg cukup mumpuni untuk mempertahankan negara gak siy ? kalau maintenance aja disunat sana-sini

    yah nggak punya lah….palingan balik lagi melas2 ke rakyat dengan propaganda bombastis, “tanggung jawab pertahanan negara bukan cuma ada di pundak tni tapi adalah kewajiban seluruh komponen bangsa”.khan udah ada konsepnya Hankamrata (Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta), jadi nanti kalo ada perang yah rakyat lagi yang disuruh maju paling depan, kasiannya rakyat indo…..:((

  6. myshant said: jadi mikir lho, kalau beneran Indo diajakin perang, punya senjata yg cukup mumpuni untuk mempertahankan negara gak siy ? kalau maintenance aja disunat sana-sini

    hehehehe… ndak taulah kalau itu :)Disini aja pernah ngobs ama prajurit yg dikirim ke aceh.. pas naik kedarat abis nyebur sungai SS nya ga bisa digunakan… tapi katanya udah ada versi SS yang baru yang tahan air fyuhhh

  7. reipras94 said: jadi nanti kalo ada perang yah rakyat lagi yang disuruh maju paling depan

    yg paling depan itu pasukan yang mempunyai kendaraan yang disediakan oleh persh Om Rei hehehe

  8. mbak shant : tenang mbak, banyak pitung tahan benda tajam,bisa makan beling di indonesia 😀 senjata jarak jauh? santet isi paku 🙂

  9. wib711 said: Disini aja pernah ngobs ama prajurit yg dikirim ke aceh.. pas naik kedarat abis nyebur sungai SS nya ga bisa digunakan

    aslinya prajurit di Indo lebih sakti daripada army2 luar negeri sana ya ….beneran ngandelin fisik, gak gitu didukung sama senjata canggih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s