Bukan Mafia Wars

Biasanya kalau belum mengalami hal secara langsung, yang ada hanya dugaan dan dugaan, tapi kalau akhirnya mengalami secara langsung akhirnya malah bisa membuat sumpah serapah.
Seperti berita tentang Mafia mulai dari Mafia Peradilan, Mafia Kepolisian, Mafia Tanah…
Pokoknya semuanya yang berbau Mafia dan sifatnya mengambil keuntungan dan kesempatan dari pihak yang ga beruntung tentu saja.

Terus terang saja awalnya saja saya hanya tahu tentang Mafia Peradilan dari berita-berita di Tipi, Koran dan tentu saja Inet.
tapi setelah bersentuhan langsung dan mengalami sendiri, barulah bisa berucap “O (titik) ini yang namanya Mafia Peradilan (Mingkem)”

Gini ceritanya, jadi ada barang dari BUMN yang akan kami salurkan ke suatu wilayah didaerah jawa, ternyata digelapkan oleh anak buah tiga layer dibawah saya yang berkerjasama dengan pihak aparat kelurahan.
Singkatnya, saya dipanggil oleh pihak kejaksaan untuk dimintai keterangan, sebagai warganegara yang baik tentu saja saya datang.
Pemeriksaan awal saya sih fine-fine saja.. dibutuhkan waktu sampai 4 jam.. lumayan bikin cape.
Pada pemanggilan kedua saya dan boss saya dipanggil, dan saya dituduh yang menyuruh anak buah saya untuk menggelapkan, tentu saja saya menolak dan bersedia jika dikonfrontasikan dengan semua pihak.
Dan pihak kejaksaan ternyata kesulitan untuk mempertemukan semuanya, padahal saya dan boss menunggu.
Yang bikin repot, dua orang dibawah saya tidak menceritakan hal ini, mereka takut dan inilah yang membuat saya dan boss akhirnya repot.

Ternyata langkah kami dengan kooperatif dan bekerjasama adalah langkah yang salah, jadi justru kami yang menjadi sasaran tembak dengan alasan rentang tanggungjawab.
Pihak BUMN yang di panggil sebagai pemilik barang untungnya tidak memberatkan kami, bahkan membela bahwa kami pun dirugikan karena ulah oknum anak buah dan aparat kelurahan tersebut, dan mereka juga tidak menuntut kami karena dalam klausul kami
berkewajiban mengganti barang tersebut, dan jika telah diganti maka persoalan dianggap selesai.

Disini pihak kejaksaan rada kendor, dalam arti tuduhan kami merugikan negara tidak terbukti, tapi mereka tetap mencari celah disisi rentang tanggung jawab, jadi materi dibelokan kearah sana.
Boss saya marah, dan bertanya mau dibawa kemana sebenarnya kasus ini, dan akhirnya mereka malah cerita tentang mengurus masalah yang termasuk kecil tapi menguras energi sedangkan biaya perkara tidak sebanding.
Disini kami mula menangkap arah pembicaraan tersebut lalu lalu bersiap pulang setelah menerima permintaan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Boss dan saya bertemu dengan pihak BUMN yang berkontrak dengan kami lalu disitu buka-bukaan saja, sang key account pun bercerita kalau dia menyerahkan uang 10.000K agar tidak direpotkan lagi untuk pemanggilan-pemanggilan sebagai saksi yang begitu membuang waktu padahal semua dokumen yang diminta telah diserahkan.
Ya saya akui, kadang pemanggilan cuma untuk menanyakan nilai kontrak kami.. lalu setelah itu selesai.. capedeeee

Boss saya mengerti dan kami ke Kejaksaan kembali membawa dokumen yang diminta, lalu kami diminta kedalam sebuah ruangan
kearah belakang, ruangan khusus kalau menurut saya berukuran 3mX4m.
Disitu kami diminta mematikan hape, serta alat-alat elektronik
yang serupa dengan ipod. bahkan pulpen kamera yang saya taruh dikantung kemeja juga diteliti oleh mereka dan akhirnya boss tidak ingin merusak suasana meminta saya keluar saya ruangan. Damn…. padahal saya ingin merekam momen bersejarah itu.

Satu jam kemudian boss keluar dari ruangan, dan dalam perjalanan pulang boss bercerita bahwa terjadi “negosiasi” jadi uang yang diberikan boss sebagai “membantu biaya perkara”sebesar 15.000k masih tidak cukup, mereka beralasan untuk kepala penyidik saja biasanya segitu lalu untuk mereka berapa?….
Dan keluarlah nilai 4 kali lipat dengan perasaan ga rela tentu saja.

Tapi setelah itu masih saja ada ini dan itu, Boss yang sudah kadung sewot mengontak rekannya yang mempunyai kakak di bagian
pengawasan internal kejagung.
Dan dari situ mereka menyerah dan sudah terlanjur malu serta mau mengembalikan, akhirnya kami diminta membuat pengaduan bahwa kami adalah pihak yang dirugikan, dan menuntut pihak yang menghilangkan barang tersebut dalam hal ini ya anak buah saya yang menggelapkan barang tersebut, sedangkan pihak kejaksaan membidik aparat kelurahan yang bekerjasama dengan anak buah kami yang kurangajar tersebut.
Kami pun mengganti nilai barang ke BUMN 100.000k, dan buat “bancakan” kami keluar nyaris 80.000k

Begitulah temanz, hukum bisa belok kiri kanan yang ga salah bisa jadi salah, yang salah bisa melenggang sambil senyum-senyum.
Jadi ga salah memang kalau Indonesia ini sebenarnya adalah sarang para Mafia, siapa yang punya uang adalah pemilik hukum.
dan para penegak hukum yang mengerti hukum adalah pembelok hukum yang paling lihai.
Saya mengerti tidak semuanya aparat penegak hukum seperti itu, masih banyak yang berjalan dengan lurus pada jalurnya.

Daripada sumpah serapah lebih baik kita nyanyikan “lagu yang terpuji” dari Kungpow Chickens πŸ™‚

*Selamat hari kamis…. selamat bekerja… dan beginilah indonesia, Oh iya dengar-dengar bank century akan segera dipindahkan ke Porong setelah ibu Sri Hijrah ke DC

Advertisements

21 comments on “Bukan Mafia Wars

  1. yiihhhaaa…..macaronI again.pake bayam lg ga mbak?hiihi*berasa ‘drumh sendiri,mumpung yg punya rumah lg ga ada* mau bagi resepnya dunkkk mbak,dah lama jg ga bikin makaroni.

  2. hihihii…..inna juga pernah bikin pake jagung mba. kemaren risol aja niatnya pake jagung juga, cuma pas dah makan satu baru ingettt. :D*kabur ahhh..*mas wib, sms inna ga dibaleeeess. 😦

  3. jiah mba ari ma vocinna malah ngerumpi di mari… *clingak clinguk cari yang punya rumah*mafia peradilan memang begitu adanya…… someday i will share my story… sekarang belum waktunya πŸ˜€

  4. ini dia rayap di dunia nyata spt yg digambarkan mas Tian.aku mudik kmrn baca intisari mei punya bapakku, ada cukilan buku tentang hotel(penjara) kerobokan di bali. oalah …jadi makin gak percaya sama hukum di indo, yg penting ada duit, yg salah bisa jadi benar, yg harusnya dihukum seumur hidup, bisa dalam waktu 10thn bahkan 5thn keluar dari penjara, tergantung berapa banyak duit yg disetor. ya ampuuuuuunnnn…..pokoknya sebisa mungkin jangan berurusan sama what so called “para penegak hukum” itu deh. hari gini, duiiiiiitttt aja yg berbicara …makanya konglomerat tenang2 aja mau korupsi, ntar kalau diadili, udah punya duit untuk ngurus *gemess*

  5. nambahin daftar mafia nih…mafia proyek (tergantung instansinya siy)tapi dari pengalaman yg sering ‘berurusan’ dgn beliau beliau di instansi pekerjaan umum…tender proyek dimenangkan oleh siapa itu bisa diatur kok..tergantung ‘negosiasinya’.info dari temen yg pernah berurusan, dari 100% nilai proyek, 40% sendiri adalah alokasi ‘biaya negoisasi’-nya…

  6. boss ikut diperkarakan, mungkin karena anak buah ga tau diri itu uangnya ga ‘memadai’ untuk bisa dibagi-bagi seperti jatah biasanya kali ya? HEBAT BANGET LAH ‘LINTAH-LINTAH’ ITU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s