Cinta Dalam Sebungkus Mie Instan

Baca Totto Chan yang menjadi duta kemanusiaan, bisa melihat bagaimana keadaan yang terjadi diluar sana, tentang kelaparan yang menimpa anak-anak.
Sebenarnya pun di Indonesia juga ga kalah banyak, ga usah yang bener-bener kelihatan ama mata, kadang ada orang yang didekat kita bisa mengalami hal yang sama dan kita ga tahu sama sekali.

Saya pernah mengalami hal ini dua kali.
Ketika di Jakarta, saya janji hendak bertemu dengan salah seorang teman saya untuk masalah pekerjaaan, tapi pada saat hari kita hendak bertemu, teman saya itu tidak muncul.
Saya telp tidak diangkat, sms tidak dibalas, akhirnya saya menuju ke kontrakannya.
Sampai sana dia sedang bermain dengan anaknya, saya awalnya kesal tapi saya pikir istrinya sedang sibuk hingga dia menjaga anaknya, dan akhirnya saya menunggu, teman saya kelihatan bingung, tapi ga mau berkata apapun, cuma minta maaf karena saya sampai datang kerumahnya untuk mengambil kuesioner.
Tiba-tiba istrinya muncul, tangan kanan nya membawa semangkuk indomie, dan tangan kirinya membawa sepiring nasi, rada canggung ketika melihat saya.
Teman saya bilang mereka hendak makan dahulu, saya pun mengerti dan menunggu diluar, dekat motor, dari situ saya mencuri-curi lihat, mereka bertiga makan dengan satu bungkus indomie dan satu piring.
Trenyuh? saya tidak bisa berkata apa-apa lagi,hanya mampu melihat dengan gemetar.
Ketika selesai dan dia menghampiri saya untuk menyerahkan kuesioner dia juga tidak berkata apapun.
Akhirnya saya yang bertanya, dan dijawab bahwa itu adalah persediaan yang terakhir,
jadi selama seminggu mereka makan sehari dua kali dengan pola seperti itu.

Di Medan ini saya juga menemui kejadian hampir sama, jadi saya janjian dengan teman saya mengenai sewa motor yang tempat kami gunakan, dia yang menghubungkan kami dengan pemilik motor.
Saya sms, jawabannya singkat, nantilah mas awak kabari.
Hingga malam tidak ada kabar, akhirnya saya sms ada apa sebenarnya dan dia meminta saya untuk datang kerumahnya karena dia tidak bisa keluar.
Sampai dirumahnya dia hanya meminta saya untuk membicarakan masalah perpanjangan motor langsung ke orangnya, dia seperti menyembunyikan sesuatu.
Setelah saya desak barulah dia cerita, kalau hari itu mereka kehabisan gas,
Indomie yang hendak direbus pun tidak jadi.
Uang sepeser pun mereka sudah tidak punya.
Mau pinjam, hutangnya masih ada di warung jadi ga mungkin.
Anting-anting istrinya pun sudah dijual untuk menutupi kebutuhannya.
Saat itu saja mereka sudah masak nasi jadi mereka makan nasi hanya dengan indomie yang dihancurkan.
Entahlah… saya sendiri berpikir saya ini ternyata kurang peduli dengan teman-teman dekat yang saya kenal… kok mendadak jadi pusing begini.

* Selamat makan malam temanz, bersyukurlah bagi kalian yang bisa makan lebih dari dua kali sehari, apalagi dengan lauk dengan kategori lengkap…..

Advertisements

11 comments on “Cinta Dalam Sebungkus Mie Instan

  1. kalau berfikir dari sudut pandang lain boleh yaaaa :)mungkin jadi berasa romantis dan ‘merasa saling’ satu dengan yang lainnya kalau sedang begini, kadang agak sulit kalau sedang berkecukupan 🙂

  2. nangis bacanya om wib…… makasih sharenya…..insya allah saya akan waspada…. jika ada yang kesusahan di seputar lingkungan rumah… hanya itu yang bisa saya lakukan saat ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s