Saling Cinta?

Saya terus terang heran , beberapa kali bertemu dengan orang bisa langsung jadi tempat buang sampah, mungkin karena pembawaan saya seperti tempat sampah kali, jadi orang langsung sreg buat numpahin unek-uneknya.

Seperti seminggu lewat ini, saya bertemu dengan adik teman saya, awalnya ditawarkan kartu kredit tapi saya tolak, tapi setelah itu bertemu kembali dia merasa akrab dan langsung nyerocos segala macam mulai dari pekerjaannya, anaknya hingga suaminya.
Jadi dia dilarang bekerja oleh suaminya, dan ditugaskan untuk mengurus rumah tangga saja –bukan rumah tetangga ya, kalau rumah tetangga ikutan diurus bisa jadi perkara nantinya- mengurus anaknya saja, karena pekerjaan suaminya di laut (off shore).

Makanya saya bilang ngapain cape-cape kerja jadi marketing kartu kredit kalau suaminya

bisa mencukupi, tapi dia bilang bosan ga betah cuma dirumah aja, memang sih saya lihat adik teman saya itu tipe yang aktif dan ga bisa diam, jadi apapun dilakukan.
Saya bilang kan udah punya anak, ngurus anak aja kan juga kan bisa menyalurkan energi yang berlebih, tapi dia sanggah lagi kalau dia juga telah menyediakan waktu yang cukup untuk anaknya, dan pekerjaan sebagai marketing kartu kredit waktunya fleksibel, sehingga anaknya ga bakal ditinggalkan kalau sedang butuh, dan sisanya ya tentu saja diserahkan ke mbak asisten.

Tanpa saya minta, cerita berlanjut hingga bagaimana dia bertemu dengan suaminya yang orang Semarang,
adat pernikahan yang menggunakan pakaian adat Semarang dan Minang hingga kelahiran anaknya yang terlilit usus, saya pikir akan berhenti, ternyata cerita masih berlanjut bahwa sejak awal dia menikah hingga sekarang telah mempunya anak berusia dua tahun dia sama sekali tidak mencintai suaminya.

Saya mendelik kaget dan bertanya : lha, kalo ga cinta kenapa bisa nikah.. ada hasilnya pula.
Dia bilang kalau suaminya sangat mencintai dirinya, jadi dia bersedia menikah karena yakin suaminya akan mampu membimbingnya dan memenuhi kebutuhannya baik materil maupun moril.
saya tanya lagi.. itu anaknya bagaimana? itu kan buah cinta kalian berdua?
lagi-lagi dia bilang kalau itu hanya efek samping… gubrak.
saya bilang kasihan si abang, dia cinta mati ama elo tapi elo nya jangankan cinta setengah mati, rasa cinta aja juga ga ada…
Dia mengakui merasa bersalah karena hingga saat ini tidak bisa mencintai suaminya tersebut, tapi dia mengakui memang lebih memilih menikah dengan orang yang mencintai dirinya daripada menikah menikah dengan orang yang dia cintai tapi orang tersebut tidak mencintai dirinya, kalau mau yang pas sih sama-sama saling cinta.

Entahlah saya jadi bingung sekalinya dengar curhatan topiknya sampai ke rumah tangga..

Selamat bekerja temanz, saya yakin anda dengan pasangan anda saling mencintai, tapi kalau anda kurang yakin, bisa ditanyakan langsung lho pada pasangan anda jangan tanya sama saya :p

Advertisements

59 comments on “Saling Cinta?

  1. srisariningdiyah said: CINTAHHH, AWAS KAMU KALO SELINGKUHHH!!!

    Tenang Sayangkuh…. kalau aku selingkuh pasti aku bilang dulu… biar kamu dengar dulu dari akuh..akuh ga mau kamu dengar dari orang lain… :ptapi kan ada gunanya juga.. kalau akuh pergi kamu ada yg nemanin buat cuci piring, buat cuci baju n buat belanja2 :))

  2. mbonk said: semoga semua berakhir bahagia.. terutama utk mas Wib dan mbak Ari.. *lhoo* hehehe :p :p :p

    amin.. do’a kan saja ya dik Sigit…moga-moga dik Sigit ga patah hati lalu bunuh diri setelah mbak Ari menolak kelima kalinya :p :p

  3. intan0812 said: wong baru kenal kok bisa2nya langsung nyerocos ibaratnya ngeluarin isi ma jeroan……..

    mungkin dianggap karena aku akrab sama kakak nya kali mbak…

  4. wib711 said: Saya terus terang heran , beberapa kali bertemu dengan orang bisa langsung jadi tempat buang sampah, mungkin karena pembawaan saya seperti tempat sampah kali, jadi orang langsung sreg buat numpahin unek-uneknya.Seperti seminggu lewat ini, saya bertemu dengan adik teman saya, awalnya ditawarkan kartu kredit tapi saya tolak, tapi setelah itu bertemu kembali dia merasa akrab dan langsung nyerocos segala macam mulai dari pekerjaannya, anaknya hingga suaminya.Jadi dia dilarang bekerja oleh suaminya, dan ditugaskan untuk mengurus rumah tangga saja -bukan rumah tetangga ya, kalau rumah tetangga ikutan diurus bisa jadi perkara nantinya- mengurus anaknya saja, karena pekerjaan suaminya di laut (off shore).Makanya saya bilang ngapain cape-cape kerja jadi marketing kartu kredit kalau suaminya bisa mencukupi, tapi dia bilang bosan ga betah cuma dirumah aja, memang sih saya lihat adik teman saya itu tipe yang aktif dan ga bisa diam, jadi apapun dilakukan.Saya bilang kan udah punya anak, ngurus anak aja kan juga kan bisa menyalurkan energi yang berlebih, tapi dia sanggah lagi kalau dia juga telah menyediakan waktu yang cukup untuk anaknya, dan pekerjaan sebagai marketing kartu kredit waktunya fleksibel, sehingga anaknya ga bakal ditinggalkan kalau sedang butuh, dan sisanya ya tentu saja diserahkan ke mbak asisten.Tanpa saya minta, cerita berlanjut hingga bagaimana dia bertemu dengan suaminya yang orang Semarang, adat pernikahan yang menggunakan pakaian adat Semarang dan Minang hingga kelahiran anaknya yang terlilit usus, saya pikir akan berhenti, ternyata cerita masih berlanjut bahwa sejak awal dia menikah hingga sekarang telah mempunya anak berusia dua tahun dia sama sekali tidak mencintai suaminya.Saya mendelik kaget dan bertanya : lha, kalo ga cinta kenapa bisa nikah.. ada hasilnya pula.Dia bilang kalau suaminya sangat mencintai dirinya, jadi dia bersedia menikah karena yakin suaminya akan mampu membimbingnya dan memenuhi kebutuhannya baik materil maupun moril.saya tanya lagi.. itu anaknya bagaimana? itu kan buah cinta kalian berdua?lagi-lagi dia bilang kalau itu hanya efek samping… gubrak.saya bilang kasihan si abang, dia cinta mati ama elo tapi elo nya jangankan cinta setengah mati, rasa cinta aja juga ga ada…Dia mengakui merasa bersalah karena hingga saat ini tidak bisa mencintai suaminya tersebut, tapi dia mengakui memang lebih memilih menikah dengan orang yang mencintai dirinya daripada menikah menikah dengan orang yang dia cintai tapi orang tersebut tidak mencintai dirinya, kalau mau yang pas sih sama-sama saling cinta.Entahlah saya jadi bingung sekalinya dengar curhatan topiknya sampai ke rumah tangga..Selamat bekerja temanz, saya yakin anda dengan pasangan anda saling mencintai, tapi kalau anda kurang yakin, bisa ditanyakan langsung lho pada pasangan anda jangan tanya sama saya :p

    enak ajaaa,.. aku udah ga cacingan tauuu,…

  5. mbot said: halaaah si wib sok lugu ah, itu dia lagi mancing, nunggu sang tempat sampah berkomentar, “sini dik, aku dapat membuatmu merasakan indahnya jatuh cinta”

    ah… saiyah memang lugu….apa kata dunia kalau nanti wib selingkuh sama bini orang :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s