Nostalgia Para Pria

Siapa yang ga pernah lihat tipi? kalau anda bilang bilang ga pernah saya pastikan bahwa anda bohong πŸ™‚
tapi kalo bilang ga pernah liat acara tipi baru saya percaya :p

waktu istirahat dalam perjalanan menemani klien nya kenalan saya di Medan menuju Aceh, salah satu yang menjadi pembicaraannya adalah mengenai tipi.
Mereka prihatin dengan acara tipi sekarang, bahkan ada dua orang bapak yang hanya memberikan akses anaknya untuk menonton tipi hanya acara kartun dan discovery chanel.
selain itu ga boleh.
Satu orang bapak bapak bahkan dirumahnya hanya ada satu tipi dan hanya dinyalakan jika
untuk menonton film dan hanya film pilihan dan itu harus bersama-sama.
Ketika anaknya protes bapak itu bilang kalau
kebanyakan nonton tipi acaranya infotainment tentang gosip jadi ghibah dan bikin dosa, selain itu kalau kebanyakan nonton tipi acaranya ga jelas malah buang-buang waktu dan bisa bikin bodoh,
kami tertawa mendengar ucapan bapak tersebut, tapi dengan nada serius dia bilang
emang disekolah bakal ada pertanyaan “Siapakah vokalis band terkenal saat ini?”
atau ada pertanyaan “apakah Susno berteman akrab dengan gayus?”
ga bakal ada pertanyaan seperti itu kan? makin tertawa kami mendengarnya.

Obrolan berlanjut mengenai bagaimana jaman dulu ketika belum ada tipi, mereka berjalan 2-3 km untuk menonton tipi di desa, lalu ketika ada tetangga yang mempunyai tipi, mereka ikut menonton, tapi jam 8 malam sudah di usir sama yang punya rumah dengan cara tutup pintu dan jendela.
Nah, cerita berlanjut hingga ke tahun 72an, saat mereka mempunyai tipi yang layarnya bisa dibuka kayak buka jendela model roling door tapi yang kiri kanan, disebutkan lah merek-mereknya yang saya denger hanya Fuji.. National.. entah apa lagi.

Cerita berlanjut, dari mulai tipi hitam putih itu, setelah itu muncul screen berwarna biru…
lumayan mereka bilang bisa nambah satu warna lagi dari hitam, putih dan biru.
Saya hanya terbengong-bengong mendengar cerita mereka tentang tipi pada masa lalu,
ya dulu juga pernah mengalami masa tipi hitam putih dan cuma sebentar karena rusak :p

Dan satu lagi, untuk menyalakan tipi dengan baterai/aki, jadi saat aki nyamulai habis
gambarnya mulai aneh.. suaranya seperti pak Haji Rhoma kalau awal menyanyi
helo loo loow looooww….. makin lama makin ngedrop habis itu pet… langsung matee.

untunglah kopi sudah habis, dan saya pun sudah mengantuk ingin segera tidur di perjalanan, didalam mobil disetel lah lagu-lagu perjuangan mereka, yaitu mulai dari panbers, the mercys hingga godbless.
Sebenarnya gpp sih karena saya yakin tetap bisa tidur, ketika baru mulai memejamkan mata ternyata lagu kisah seorang pramuria baru mulai, dan secara serempak mereka berempat turut bernyanyi.
Tinggal saya yang hanya diam sambil berdo’a semoga lagunya cepet habis.. atau minimal mereka juga tertidur,tapi ternyata doa saya tidak terkabul.. karena kombinasi setelah minum kopi aceh dan lagu judul mampu bikin mereka melek sampai Medan. πŸ™‚

Semuanya itu tiada arti bagiku
Kuanggap sebagai penguji imanku
Kiranya Tuhan jadi saksi hidupku

Betapa sucinya jalinan cintaku


Advertisements

13 comments on “Nostalgia Para Pria

  1. Om Wib….aku ngalamin lho tipi hitam putih yg ada jendela bisa digeser ke kanan dan ke kiri itutipinya pake’ kaki pula, gak perlu ditaruh di rak tipitrus nyalainnya masih pake’ accu, belum ada listrik waktu itu (thn 84-an deh)ngerasain juga nonton tipi di rumah tetangga kalau accu di rumah habis dan belum dichargengerasain tipi berwarna tuh udah thn 91, ..huehehehetapi mending gitu, nonton tipinya jadi gak kelamaan, gak kek anak jaman skrg yg tinggal pencet remote πŸ™‚

  2. myshant said: tipinya pake’ kaki pula, gak perlu ditaruh di rak tipitrus nyalainnya masih pake’ accu, belum ada listrik waktu itu (thn 84-an deh)

    hehehe… sepertinya dirumah tahun 84an keluarga saiyah belum punya tipi..coba jangan dijual bu.. kan bisa jadi barang antik πŸ˜€

  3. kalo sekarang dah jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnngggggggggggggggggggggggg banget nonton tipi.. jadi nggak perlu manyun, malah bersorak kalo barang yang satu itu dimusnahkan masal dari muka bumi… *haiyah.. ngareeepp

  4. iya, tipi yg kaya rumah itu tiap kresek2 harus dipukul atapnya baru gambar jernih kembali.trus beralih ke jaman suksesnya decoder buat Rcti pd wkt itu harus numpang ke tetangga. Susahnya jaman dulu, kalo ada petugas iuran tvri, siap2 menyembunyikan tipi di mana saja. Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s