Sinabung dalam Catatan

Senin lalu, kebetulan saya diajak oleh teman dari Tribun Medan untuk ke Sinabung,
tentu saja tawaran itu tidak saya tolak, setelah Isya kami berangkat.
Sebelum berangkat, beberapa teman menyarankan saya untuk memakai jaket rangkap, kaos kaki bawa 2 untuk ganti serta sarung.
Dengan pede nya saya bilang, cukup satu-satu aja, toh perjalanan cuma seharian.

Perjalanan dari Kota Medan lancar-lancar saja, setelah lewat Pancur Batu, barulah mulai sepi kendaraan bertemu dengan kendaraan lain hanya sesekali.
Tapi memang cuaca yang tidak bisa di prediksi, sampai daerah Panatapan (Puncaknya Medan) Hujan turun, kami berteduh di tempat tukang jagung bakar yang sudah tidak terpakai lagi sambi menahan lapar.
Ketika reda dan melanjutkan perjalanan, cuma beda 100meter, ternyata ada tempat yang berjualan, tapi tidak terlihat karena posisinya tepat setelah tikungan.

Perjalanan lanjut, sungguh saya kasihan dengan Supra Fit ber plat BH ini, membawa kami bertiga, saya, teman saya dan perlengkapan kameranya.
Sampai Brastagi, kami ga makan still gaya mau makan didaerah Kabanjahe dekat lokasi,
yang ternyata sampai sana susah sekali mencari tempat makan.
Untung saja di Kabanjahe kami dibuatkan peta secara detil oleh salah seorang pemuda dari salah satu desa di wilayah kaki Sinabung, Petanya sangat lengkap, mulai dari jumlah simpang, bangunan sebagai pertanda yaitu Gereja dan Mesjid beserta ciri-cirinya bahkan jumlah turunan dan tanjakannya.

Dari Simpang Loh Klawar, perjalanan dilanjutkan dan mulai terasa aroma kesunyian *halah*
kami hanya sekali berjumpa dengan pengendara motor, setelah itu cuma kami bertiga serta sesuatu yang membuat bulu kuduk merinding sepanjang perjalanan.



Sampai desa Naman, kami bertemu dengan pos Brimob, biasalah ditanya prosedur dari mana, mau kemana.
ketika dijawab mau ke Bekera yaitu desa terakhir, kami disarankan untuk menginap dan pagi-pagi saha berangkatnya karena percuma di Bekera ga ada tempat menginap kecuali masjid.
Tawaran itu kami terima dan ternyata ga salah, karena disitu kami dibuatkan kopi (dari perbekalan mereka) serta dibawakan nasi bungkus buat pengganjal perut. Bahkan ketika akan tidur diberikan pula selimut yang lumayan bisa menghangatkan badan.

Ini Foto bareng PHH dari Brimob, saiyah ngiler liat AK 2000 dan Hyosungnya

Sebelum subuh, meluncurlah ke Bekera, dan ternyata seperti memasuki kota mati, setelah Shalat subuh di Mesjid yang menjadi pos bagi para Fotografer Media, barulah menuju kaki gunung untuk berburu foto.
Debu putih tebal masih tersisa di halaman rumah penduduk, untunglah bau belerang tidak menyengat jadi tidak perlu menggunakan masker.


Sinabung dari kaki gunung di desa Bekera



Setelah sempat nebeng mobilnya Kang Boim n Binsar dari AP, kami lanjut ke Kabanjahe, melihat para pengungsi.
Dari bincang-bincang dengan mereka, kalau untuk makanan mereka tidak ada masalah kaena stok lebih dari cukup, yang mereka butuhkan ternyata bagaimana kabar keadaan Sinabung, kejelasannya, mereka sudah ingin pulang, ya seenak-enaknya di pengungsian lebih enak dirumah sendiri kan.


dua ibu ini kangen ingin pulang ke rumahnya

Semoga keadaan bisa cepat membaik ya, dan bisa segera kembali ke rumah ya bu….

Advertisements

20 comments on “Sinabung dalam Catatan

  1. Jd pengalaman seru ya mas… Liat di TV, kasian jg , mereka katanya dipindah lg pengungsiannya .. Biar gmn pastilah mrk lbh nyaman di rmh. Smg cpt membaik kondisi disana, mengingat hr ini ada letusan lg katanya

  2. evanda2 said: Jd pengalaman seru ya mas… Liat di TV, kasian jg , mereka katanya dipindah lg pengungsiannya .. Biar gmn pastilah mrk lbh nyaman di rmh. Smg cpt membaik kondisi disana, mengingat hr ini ada letusan lg katanya

    Iya mbak.. emang lebih baik dirumah…moga-moga kedaaanya makin membaik…

  3. beautterfly said: Harusny dpr ngungsi dulu ke merapi sekalian biar langsung spa di kawahnya.Amin.smg cepat pulih dan bs kembali ke rumah

    Amin…..Eh setuju ama usulnya… biar semangat tiap hari karena mandi sauna

  4. intan0812 said: sedih ya.. di sinabung, banyak pengungsi … yang jauh dari rumah karena belum ada kejelasan …sementara orang2 dpr sibuk mau habis2in duit…. :((

    denger-denger mbak Intan mo ngungsi juga ya selama lebaran? :)iya mbak… malah katanya pada menunjukan ego masing-masing merasa paling mampu menangani masalah iniDPR? ahh sudah lah.. *nyanyi bareng bondan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s