Alone But Lonely.. Episode Hari Raya di Samosir

Bermalam hari raya iedul fitri diiringi suara takbir itu sudah biasa, takbir dengan menggunakan pengeras suara itu juga sudah biasa.
Shalat ied di masjid dengan ratusan jamaah hingga membludak keluar masjid atau ditanah lapang juga sudah biasa, Tapi jika takbir, shalat iedul fitri dan khutbah tanpa pengeras suara adalah hal lain.
Ini saya alami ketika Shalat Iedul Fitri kemarin di Pulau Samosir, tepatnya di Tuk Tuk yang masuk dalam kecamatan Simanindo, kabupaten Samosir.

Awalnya ketika memutuskan untuk berhari raya disini dengan seorang teman, saya terus terang sedikit was-was, apakah nanti ada masjid yang mengadakan Shalat Iedul Fitri karena saya berpikiran jika jumlah jamaah sedikit, maka ada kemungkinan jamaah akan pergi ke kecamatan Pangururan masih dalam wilayah Pulau Samosir, atau bahkan bisa saja menyeberang ke Parapat.
Tapi ternyata dugaan saya itu meleset, di Masjid Al Ikhlas (nama yang tertulis pada atas Pintu Masjid) yang berada didalam lingkungan mess Pemda mengadakan pelaksanaan tersebut

Masjid Al Ikhlas letaknya tepat di sudut mess, untuk menuju kesana harus melewati teras rumah orang yang sempit, bisa terbayang jika hujan dan becek maka teras tersebut akan kotor, prihatin? tentu saja tapi bukan dengan teras yang kotor karena itu bisa dibersihan, prihatinnya dengan jamaah yang menjadi sungkan karena harus menginjak alas kakinya diteras rumah orang.

Masjid Al Ikhlas

Setelah melihat lokasi Masjid, yang saat itu dalam keadaan terkunci, saya ditunjukan rumah makan muslim untuk berbuka dihari terakhir bulan Ramadhan, disitulah saya mendapat informasi dari Pak P. Lubis -pemilik rumah makan islam- tentang kegiatan Shalat Ied esok hari yang akan dimulai tepat pukul delapan pagi.

Pak R. Tarigan Sedang membayar Zakat untuk keluarganya diserahkan ke Pak P. Lubis

Nyaris saja telat, karena kami berjalan kaki dari penginapan untung saja ada seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor bersedia memberikan tumpangan hingga ke Mesjid. Thanks Lek.
Jamaah shalat Iedul Fitri di Tuk Tuk ada sekitar 80 orang termasuk anak-anak, Imam dan pemberi Khutbah adalah Ustad Muis yang ternyata setelah berkenalan juga berasal dari Jepara.
Jamaah sejumlah itu lumayan banyak karena mendapat tambahan jamaah dari Medan sekitar 4 Mobil yaitu rombongan keluarga R. Tarigan yang memang sengaja berlebaran di Samosir sekaligus berlibur karena memang sudah tidak mempunyai orang tua lagi.





Setelah selesai Shalat Ied.. langsung bubar

Episode shalat ied sudah terlaksana walau tanpa keluarga dan hanya bisa meminta maaf melalui saluran telekomunikasi, dan saya berpikir episode selanjutnya yang biasa saya lakukan dengan keluarga setelah shalat Ied yaitu makan ketupat bersama akan terlewati.

Tapi rupanya Allah berkehendak lain, saya dan teman saya diajak untuk menikmati Lontong Batak dirumah Bapak M. Siregar Ketua Perkumpulan Perantau Muslim Kecamatan Simanindo (PPMKS) yang ternyata menjadi tempat berkumpul para Muslim di Kecamatan tersebut setelah shalat ied selesai.

Terus terang saya masih penasaran mencari soto batak seperti yang ada di serial Para Pencari Tuhan, karena sampai Samosir pun yang ada tetap Soto Medan ๐Ÿ™‚

Selamat Hari Raya Iedul Fitri temanz, Mohon Maaf atas semua salah dan khilaf yang telah saya lakukan.

Advertisements

17 comments on “Alone But Lonely.. Episode Hari Raya di Samosir

  1. maniapasta said: Kan di PPT jg Asrul pernah bilang kalo di Batak emang ngga ada soto :)) Btw, aku belum pernah makan soto medan. Kayak gimana tuh rasa dan penampilannya?

    iya mbak… asrul juga bilang… dio ppt :pmirip2 soto betawi kok mbak… ๐Ÿ™‚

  2. edoaprianto said: Mas Weeb dapet orang Samosir ya..??hihihi…Maaph lahir batin Mas…

    Sama-sama Do.. maafkeun lahir batin…hehehe,… amin, kalo itu merupakan do’a ๐Ÿ™‚

  3. evanda2 said: pengalaman yg bagus dong , menikmati lebaran dg suasana berbeda.. Skrg dah bisa koneksi dg dunia luas ya … Hehehe

    iya mbak… pengalaman baru dan seru…

  4. wisnuwidiarta said: Maaf lahir batin. Maaf, kapan pulang bang?

    sama-sama om.. maaf lahir batin jugabelum jadi bang toyib….. nanti aja kalo udah jadi bang toyib baru pulang :p

  5. ianaja said: taqabbalallah minna waminkummohon maaf lahir dan batin. jadi pengen tau rasa soto batak, eh soto medan ๐Ÿ™‚

    maaf lahir batin juga Iansama kayak soto betawi kok… ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s