Pengusaha Ganja

Di Medan, daerah saya tinggal, banyak sekali anak muda nya yang mengisap ganja, saya berpikir bagaimana cara barang itu bisa sampai ke Medan, apakah melalui hutan-hutan diperbatasan Aceh-Medan atau kah melalui jalur khusus.

Akhirnya pertanyaan saya terjawab, saat saya dikenalkan dengan seseorang yang mengetahui seluk beluk pengiriman barang tersebut.
Setelah yakin bahwa saya “aman” dalam arti bukan kibus atau informan, barulah dia mau bercerita.
Barang tersebut ternyata dibawa dengan cara biasa, ada yang membawa dalam bis dalam tas, dalam kardus dan biasanya ditaruh dalam bagasi, jika ada pemeriksaan semuanya pasti berkelit mulai dari supir, kernet hingga penumpang.
Cara yang lebih tinggi kelasnya dengan menyelipkan dalam bagian kendaraan baik itu kendaraan umum atau pribadi, dalam atap, dalam jok atau dalam ban cadangan.
Itu semua biasanya lolos, toh aparat ga bakal bisa memeriksa satu-satu kendaraan yang lewat, jika ada yang tertangkap saat memakai cara itu, sudah dapat dipastikan ada informan yang bernyanyi, jadi saat lewat perbatasan mobil bisa langsung dihentikan.

Satu lagi cara yang tidak terpikirkan oleh saya yaitu dikirim melalui jasa pengiriman, ini tentu saja pihak pengirim bekerjasama dengan jasa pengiriman tersebut, mainnya sih bukan dengan pemilik, tapi dengan pengemudi langsung, data dibuat palsu, sehingga tidak tercatat dan ini ternyata berjalan mulus-mulus saja.

Saya juga diceritakan bahwa ada kegiatan tersebut yang sudah berlangsung selama delapan tahun, semuanya berjalan dengan mulus, toh aparat juga ga akan periksa barang paket satu demi satu, bahkan kadang mobil jasa pengiriman tersebut juga mampir kekantor polisi untuk mengambil jasa kiriman.
Barang didepan mata.. tapi ga kelihatan, dalam satu minggu biasanya membawa dua kali, sekali bawa sekitar 2kg.
Ya kalau dihitung-hitung lumayan juga.
Memang kalau dipikir delapan tahun bisa mulus terus itu juga karena koordinasi yang baik dengan aparat, saat ada pemeriksaan, tinggal angkat tangan saja sambil bilang “bozz… lewat dulu nih… nanti kita ketemu di kedai kopi” ya akhirnya sampe juga barang itu di Sumatera..

Nah, bisa dibayangkan begitu indahnya kalimat “koordinasi” diatas.. selamat bekerja teman, silakan berkoordinasi dengan rekan-rekan dan kolega anda.. moga menghasilkan sesuatu yang positif.

*sampai sekarang kalau mencium asap daun tersebut, saya pasti mual, jangankan asap daun tersebut, asap rokok saja bikin saya batuk-batuk*

Advertisements

11 comments on “Pengusaha Ganja

  1. @ mbak Inna : tenang mbai Inna, ga bakal menyebar cepat…. karena kontak saiyah cuma 129 dan saya yakin ga bakal menyebarkan ini… hanya cuma buat dibaca saja :D@ mbak Lolly : saiyah bukan informan MP mbak.. saiyah (kalau boleh ngaku) adalah blogger :p :p@ mbak Eva : kalau dalam ruangan tertutup saiya yakin bisa mabuk mbak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s