Saya Gondrong-is bukan Teroris

Saat menuju ke Aceh tiga minggu lalu, mobil yang kami kendarai dihentikan didaerah Besitang, ternyata ada razia yang dilakukan oleh polisi dan tentara, waktunya belum terlalu malam, masih jam sembilan.
STNK, SIM dan KTP pengemudi serta penumpang diperiksa, lampu diminta untuk dinyalakan, wajah kami di sorot satu persatu dengan senter, yang memeriksa adalah anggota Brimob, dibelakangnya ada tentara dengan posisi siap menembakan senapan jika ada hal yang tidak diinginkan.

Saya adalah yang dicecar, karena rambut saya gondrong sebahu dan memakai kacamata, sedangkan di katepe rambut cepak tanpa kacamata, Barang bawaan diperiksa, tapi yang menjadi target adalah ransel dan hanya saya yang membawa ransel makin lengkaplah kecurigaan mereka, jadi saya diminta membuka ransel untuk mereka periksa, saya bilang isinya hanya pakaian tapi karena senter yang mereka gunakan sedang dipakai untuk memeriksa bagian tengah, bagian belakang sedikit gelap, ndilalahnya ransel saya ngadat, terbuka hanya setengah, brimob yang memeriksa curiga dan tangannya masuk memegang isi ransel, dan minta ransel diturunkan, padahal isinya hanya pakaian.
Brimob tersebut curiga karena pakaian saya dibungkus plastik dobel, saya pun baru ingat sebelum berangkat, saya mengambil pakaian ke laundry, jadi dalam kondisi masih plastikan saya langsung masukan dalam ransel, dan ketika dibuka barulah brimob itu melihat isinya lalu berkata “habis ga dibuka sih plastiknya, bikin curiga aja”

Pemeriksaan didaerah Besitang ini cukup ketat, terutama untuk pengendara kendaraan pribadi, sepeda motor dan bus.
Lewat daerah Besitang, masuk ke Aceh Tamiang, kali ini ada razia juga, tapi tidak seketat didaerah besitang, hanya pengemudi yang diminta menunjukan identitasnya dan ditanya dari mana serta tujuannya kemana dan hendak apa.
Kebetulan kami mengiringi truk yang membawa barang untuk keperluan pekerjaan di Medan, ajaibnya truk cuma diminta surat-surat saja lalu dibiarkan lewat.

Dari Razia tersebut saya melihat kelemahan, bisa saja teroris yang dicari naik mobil truk, bawa kantong kresek ga bawa ransel dan bisa lolos sampai Aceh.

Nah, dua minggu lalu, saya ngabur ke Medan, inap sehari lalu balik lagi ke Aceh, saya ambil perjalanan malam dengan naik bus, dan lagi lagi ada razia didaerah Aceh Tamiang, Anggota Brimob masuk ke mobil mengucapkan salam serta meminta para wanita untuk duduk tenang, dan yang pria untuk mengeluarkan identitasnya,
bapak disamping saya menyerahkan identitasnya, dilihat lalu dikembalikan, saat giliran saya, ditanya dari mana, mau kemana tujuannya dan hendak apa disana. saya jawab, dan ketika melihat ransel diminta untuk dibuka, saat melihat laptop ktp saya dikembalikan dan mengucapkan terimakasih serta mengucapkan selamat bekerja,
Dibelakang saat pemeriksaan terjadi insiden ketika dipertiksa, ada yang menjawab dengan gugup dan ketika diminta identitasnya ternyata tidak punya, jadilah kedua orang tersebut diturunkan dari bus beserta barang bawaannya untuk diperiksa, dan akhirnya bus diminta untuk berjalan kembali tanpa kedua orang tersebut.
lagi-lagi disini saya melihat kelemahan, sasaran tembak hanya orang yang mempunyai pengenal diluar daerah medan dan punya tampang yang mencurigakan tentu saja, hal ini bisa diakali, katepe palsu kan bisa dibuat secepat kilat dengan printer biasa saja bisa jadi, dan untuk wajah juga bisa diakali, ubah penampilan dikit juga beres.

Saya melihatnya razia ini kurang efektif, toh masih banyak kelemahan-kelemahan yang bisa diakali.
tapi hal ini juga bisa bikin terapi buat orang-orang yang punya niat ga baik…

Selamat bepergian teman, jangan lupa bawa identitas, tapi jangan identitas orang lain yang dibawa yaaa

Advertisements

17 comments on “Saya Gondrong-is bukan Teroris

  1. @ Arie : kayaknya arah sebaliknya rie dari aceh yang diperiksa sampe atap@ Mona : ehmm….. kayaknya familiar deh dengan kata “ngeyel” :p :p *langsung buka sms :p :p@ Romeka : yah.. kayaknya udah pada cape yang jagain di perbatasan@ mbak intan : entah lah mbak.. kalau kerjaan lanjut ke Banda, aku ga balik dulu… rencana akhir tahun baru balik@ Uni Dian : menurut Uni? :D@ Edo : ga ada do… aku udah muter-muter cari tukang cukur ga ada… yang ada tukang pangkas :D@ mbak Lolly : mbak percaya itu? :D@ Yudi : Psstttt….. bakalan betah deh…. lain cerita aja ttg meureudu nya Yud… muter Trienggading kayaknya seru nih yud…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s