Antara Harapan Dan Kenyataan

Doa Saya
Tuhan, semoga delay ini tidak terlalu lama, Saya ga ingin jika sampai rumah tengah malam malah membangunkan ibu saya yang sedang sakit.

*00.30, saat sampai rumah dan ibu saya terbangun saat dengar saya mengobrol dengan bapak…

Doa Pemilik Rumah Makan di Bandara
Tuhan, terimakasih pesawat banyak yang delay, semoga banyak penumpang yang kelaparan dan berkunjung ketempat saya..

*senyum sumringah pemilik karena masih banyak pembeli yang antri di kasir

Doa Pekerja di Rumah Makan
Tuhan, semoga makanannya cepat habis biar kami para kuli-kuli ini segera membereskan
karena besok pagi-pagi sekali kami harus berbelanja dan memasak

*para asisten membawa masakan dari luar dan menggantikannya dengan yang telah kosong

Doa mbak-mbak Staff Lion Air yang delay
Tuhan, semoga pesawat pengganti segera datang karena saya sudah tidak tahan dimaki-maki oleh penumpang (air matanya tertahan matanya memerah)

*kawannya yang mendapat panggilan melalui Walkie Talkie baru saja membisikan bahwa pesawat pengganti masih di Solo dan akan ke Soeta 45 menit lagi

Advertisements

12 comments on “Antara Harapan Dan Kenyataan

  1. evanda2 said: ibu sakit mas ? syafakillah ..jd skrg di Jakarta kah

    iya mbak…. makasih mbak…ini minggu lalu… cuma sehari saya di Bekasi nengok ibu… trus lanjut ke bengkulu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s