Menunggu Selingkuh

Menunggu itu orang bilang adalah hal membosankan, tapi kalau menunggunya sambil melakukan aktifitas, biasanya rasa bosan itu terusir, bahkan malah bisa bikin nyengir-nyengir.
Menunggu pesawat di Soeta tujuan Medan dari Bengkulu, saya duduk bertolak belakang dengan seorang bapak yang sedang bertelepon, saya mengambil majalah lalu membaca. Sayup-sayup saya dengar bapak dibelakang saya itu bilang “celana panjang hitam aku ada ditempat kamu nggak?, coba kamu cari dulu, aku udah cari dirumah ga ada, tadi aku telpon istri aku dia bilang ga ada, katanya udah dimasukin kedalam tas, kamu kan buka tas aku pas mau ambilin baju buatku… iya cari dulu… kalau hilang nanti istriku marah… iya sayang, aku tunggu ya”
Gara-gara mendengar pembicaraan itu saya jadi kurang konsen membaca tentang “ahmadiyah tanpa negara” baru saja pikiran saya mereka-reka, terdengar lagi suara bapak tersebut, “jadi emang ada ya disitu, ya udah nanti kalau dari medan aku langsung ke tempat kamu aja baru pulang kerumah,… sebentar lagi nih pesawatnya.. iya nanti kalau sampai di Medan dikasih tau kok”
Menunggu itu ternyata tidak terlalu membosankan kan 🙂

Sabtu sore di Bandara Polonia menunggu pesawat menuju Jakarta, saya berbalik belakang dengan seorang wanita cantik berkerudung, Saya ambil majalah dan membaca nukilan “Saya Nujood, 10 tahun dan janda”
baru mulai konsen membaca, wanita tersebut berbicara dengan rada keras “iya sayang, sampai Jakarta sekitar jam enam, pokoknya kamu harus jemput ya… apa kamu ga bisa jemput… ya udah kalo gitu aku langsung ke Shangrilla aja,… (tadinya udah mau pindah, tapi karena malas angkut2 ransel lagi ya akhirnya tetap duduk manis deh) heeh, suamiku curiga, kok dinas keluar kota pas weekend, aku bilang mau ngebahas kerjaan dulu ama boss, aku kan ga bohong sama suamiku, kamu kan boss aku kalo ditempat kerja *sambil tertawa* iya, dia ga tau kamu itu dulu pacar aku waktu kuliah, kalau tau kamu pacar aku waktu dulu sampe sekarang, pasti aku udah ga boleh kerja lagi… ya udah sampai nanti ya sayang… “

Ngambil tissue, ngelap keringet… sekali lagi menunggu itu ternyata emang ga terlalu membosankan kan 🙂

Selamat bekerja temanz, jangan berpikiran jelek ttg menunggu, sambil menunggu makan siang kan bisa ngemil coklat sama ngopi 🙂

Pegawe Plus

Jadi pegawe pemerintah dibeberapa daerah yang saya kunjungi ketika ngamen adalah sesuatu hal yang sangat didambakan, saya acap bertanya dengan orang-orang yang berinteraksi mulai dari pak Wawali hingga pak Sekdes.
Buat daerah yang tidak terlalu banyak lapangan pekerjaan, menjadi pegawe pemerentah ini menjadi rebutan dan menjadi kebanggaan.
Tapi proses yang dilalui ada yang murni ada yang ga murni, yang lewat “jalur khusus” juga ga mudah, nilainya berkisar antara 60 juta sampe 140 jutaan. Saya sendiri terkejut ketika mendengar angka 140 jutaan untuk lulusan S1 dan penempatan di kantor Kabupaten, info ini saya dapatkan dari sumbernya langsung yang mengeluarkan uang (orangtuanya) sejumlah tadi.
Saya tanya kenapa bersedia mengeluarkan uang sebesar itu kalo nanti gajinya anggaplah hanya 2juta perbulannya, jadi bisa balik modal sekitar 4 tahunan (dihitung dengan angka kenaikan gaji) dia beralasan karena melihat ayahnya yang salah seorang Kadis dan dalam sekejap mata bisa mendapatkan uang serenceng tanpa menunggu tahunan.
Salah seorang anggota team saya bercerita bahwa dia ditawari menjadi pegawe pemerentahan daerah -dengan uang tentu saja- dikisaran 80juta, ketika yang menawari ngobrol dengan ayahnya, dia malah menolak dan minta agar ayahnya membelikan kentang dan cabai untuk dijual kembali, dia memilih menjadi pedagang walau ayahnya tetap berkeras memasukan menjadi pegawe di kabupaten.

Saat ngamen keliling, saya juga sering melihat para pegawe berseragam itu jalan-jalan diluar jam kerja, beda daerah beda pula habitnya. Seperti di Aceh, saya melihat para bapak-bapak pegawe pemerentah nongkrong di kedai kopi, saya berpikirnya positip aja, kalo para pejabat pemerentah biasa coffee morning di tempat dinasnya atau hotel berbintang itu kan makan biaya, nah kalau di kedai kopi kan harganya bisa lebih murah karena bayarnya masing-masing, urusanpun bisa diselesaikan di kedai kopi, didalam tas tidak lupa kop surat, stempel dan kuitansi.
Kalo
di Bengkulu lain lagi, saya pernah datang ke kantor bupati ke salah satu dinasnya, jam baru menunjukan pukul 11, tapi yang ada didalam ruangan hanya ada 2 orang, yang lainnya ternyata sedang makan siang dan saya menunggu hingga jam satu baru pada datang, saya berpikiran positip aja kali aja ada acara kedinasan hingga mereka makan siang bersama, tapi selama 3 hari pula acara pola tersebut berjalan.

Mungkin banyak lagi cerita-cerita tentang pegawe pemerintahan, tapi terus terang saja saya ga menghujat atau meledek atau ngenyek, ini hanya ingin menceritakan gambaran yang saya temui saat ngamen. Saya yakin teman-teman yang bekerja di pemerentahan tidak seperti yang saya tuliskan diatas. Jadi jika ada yang tersinggung saya rasa ga perlu minta maaf, karena inilah….. Endonesiakuh.

*selamat bekerja teman, mudah-mudahan kita ndak bertemu di warung kopi saat jam kerja yaa…

Isi Ulang

Air isi ulang merupakan salah satu alternatif untuk dikonsumsi selain air mineral yang sudah ada mereknya.
Sebenarnya saya sudah lama penasaran sekali dengan air isi ulang tersebut terutama sumbernya, waktu jalan ke Sukabumi, Brastagi hingga Aceh, saya ga bisa menemukan bagaimana pengisian air isi ulang tersebut dari sumbernya.
Kebetulan sekali di Bengkulu saat saya menuju Rejang Lebong bertemu dengan truk tangki pengisi air mineral untuk isi ulang, tujuan saya akhirnya saya perlambat, saya ikuti truk tersebut dan saat didaerah pegunungan menuju Kepahiang, trus tersebut berhenti dipinggir sebuah kolam besar dengan air yang mengalir dari pipa plastik. lantas air yang berada didalam kolam tersebut dimasukan kedalam tangki truk.
Jadi terjawablah salah satu pertanyaan saya, begitu rupanya sumber mata air pegunungan untuk air isi ulang.

Kalau sudah sampai ke tempat penjualan isi ulang tentu terdapat proses kembali untuk mensterilkan air tersebut, tapi saya pun terus terang saja masih rada kurang yakin dengan prosesnya, maklum belum pernah melihat langsung bagaimana dalamnya, selama ini kalau melihat ya hanya dari luar, dan banyak sekali air yang tumpah sepertinya tidak dipedulikan, padahal itu air dari pegunungan lho :p
Teman saya menganjurkan seandainya mengkonsumsi air isi ulang ulang lebih baik dimasak terlebih dahulu baik secara tradisional atau dengan alat yang pemurni air atau paling tidak dispenser, jadi tidak mengkonsumsi secara langsung air yang dingin.

Jika anda ada kelebihan waktu, cobalah iseng-iseng bandingkan air isi ulang dari tempat pengisian ulang dengan yang bermerek, mulai dari rasa hingga tingkat kejernihannya, dijamin akan ditemukan perbedaanya 🙂

Selamat bekerja teman, jangan lupa minum air paling tidak 2 liter setiap harinya, kalau dirasa masih kurang, minum dua galon juga ga ada yang ngelarang kok

** Masih takjub dengan harga air mineral ukuran galon punya Aqua, dua kali lipat harganya dari Medan dan Jakarta**

Bukalah Kacamatamu

Mata itu jendela jiwa, Benarkah?
tapi kalau orang pakai kacamata hitam, saya tidak bisa membaca apa yang ada dalam pikiran orang tersebut *halah*
Jadi, jika bertemu saya, tolong buka kacamata hitam mu
agar saya tahu isi hatimu melalui matamu


Akhirnya Putus

Saya terkadang suka “nyablak” kalau ngomong dengan orang, apalagi kalau orangnya juga ambil pusing dan suka bercanda. Repotnya kalau yang diajak nyablak itu menganggap serius, ini bisa jadi lain ceritanya.

Tiga hari lalu, salah seorang anggota team bertanya apakah saya pernah bertemu dengan Uya Kuya, saya bilang terus terang belum pernah dan balik bertanya kenapa, ternyata dia ingin menghipnotis pacarnya, ingin tahu sebenarnya pacarnya tersebut bagaimana.
Saya hanya tertawa mendengarnya dan bilang berarti dia ga percaya dengan pacarnya, mukanya memerah karena memang saat itu seluruh anggota team berkumpul, dan semua mentertawakannya.

Biar ga tambah malu, saya iseng bilang “Elo udah pernah buka-buka hape cewek lo?”
“Belum mas, emang kenapa?”
“Ga papa, sebelum ketemu Uya Kuya, mendingan cek dulu aja… Cewek elo itu punya cowok lain”
Ternyata tuh kalimat saya dimasukan dalam hati, setelah pulang dari basecamp bukannya langsung pulang tapi kerumah ceweknya katanya mo periksa hape ceweknya.

Besoknya pas kumpul sebelum turlap, mukanya kelihatan kusut dan ketika saya tanya kenapa, dibilang bahwa dia baru putus, jadi saat dirumah ceweknya dibukalah hape pacarnya dan terdapat sms mesra dari cowok lain. Akhirnya setelah didesak ceweknya ngaku kalau punya cowok lain, setelah 5 tahun ujung2nya ya mereka bubaran.
Saya yang akhirnya ga bisa bilang apa-apa, gara2 iseng bilang untuk periksa hape ceweknya, jadi putus lah hubungan seseorang..

*Selamat menikmati hari libur temanz, jangan terlalu emosi dan dimasukan dalam hati jika ada orang yang ngomong asal-asalan untuk memeriksa hape pasangan anda… lebih baik belikan pasangan anda hape baru, jadi anda bisa memeriksa isi hape tanpa dicurigai :p :p