Peraturan Ga Tertulis

Bagi orang lapangan yang sering nyaba keluar kota ada peraturan ga tertulis yang kerap menjadi acuan, kalau dilihat-lihat kadang merasa lucu juga dan ga masuk akal.

Tikam Belakang
Pertama kali keluar kota, saya dapat tugas ke Palembang, disana dibilang harus hati-hati karena kalau ada yang ga suka ada yang main tikam belakang, ndilalahnya saya melihat sendiri, jadi saat itu saya sedang makan dipinggir jalan di 16 ilir, lalu ada orang menawar topi, dicoba, mengambil topi yang lain lalu dicoba lagi ujung-ujungnya tidak jadi beli lalu pergi, ga pakai lama penjualnya mengikuti dari belakang lalu menikam orang tersebut. Pengalaman pertama yang begitu berkesan buat saya.

Air Panas Dingin
Ketika akan ke Kalbar, tepatnya Pontianak, saya diwanti-wanti oleh sepupu saya agar jika diminta datang kerumah anak gadis lebih baik menolak dan jika memang kesana paling tidak harus dengan orang lain dan perlu diperhatikan saat menerima minuman. Perlu di pegang cangkir/gelas yang bagian atas kira2 90% bagian cangkir, lalu pegang bagian cangkir yang paling bawah mendekati dasar cangkir, jika ada perbedaan antara panas dan dinginnya terasa.. harus hati-hati.
Tapi dasar saya ndablek, ketika diminta main kerumah seorang wanita, saya ok saja, tapi saya ga mau masuk ketika diberikan minum saya pegang cangkirnya lalu….. saya keluarkan botol Aqua dan minum dari aqua tersebut.
dan agar tidak menyinggung tuan rumah, air yang didalam cangkir saya pindahkan ke botol Aqua yang telah kosong ๐Ÿ™‚

Tidur Dilantai
Masih di Kalimantan, saya juga diberitahu agar tidur dilantai tidak diatas kasur/tempat tidur, katanya sih banyak yang buang ilmu hingga melayang-layang, saya sih akhirnya hanya menurunkan kasur lalu tetap tidur diatas kasur ๐Ÿ˜€

Membalik Ikan
Kalau ini didaerah sipispis, saat makan dirumah makan saya diberitahu agar jangan membalik ikan, tapi dihabiskan dulu sisi bagian atas lalu durinya diangkat baru dimakan bagian sisi ikan yang lainnya, jika ini terjadi maka ikan tersebut menjadi beracun, kalau sih cuex aja.. saya tetap bolak balik makanannya.. wong saya milih makan pakai tahu n tempe ๐Ÿ˜€

Minum Kopi
Ini masih didaerah tapsel juga, saat disana teman saya memesan kopi, ketika diantarkan baru dipegang gelasnya langsung pecah, hal ini terjadi hingga 3 kali, dan membuat pemilik kedai pucat. Ternyata didalam kopi dijentikan racun oleh orang yang berada di kedai kopi tersebut tapi langsung pergi ketika gelas yang ketiga pecah, kata si pemilik kedai sih yang ngelempar racun itu kalah ilmu sama teman saya..
Kalau saya? ya tentu saja ga minum kopi karena tetap minum aqua yang saya bawa :p

Ga Boleh kelain Hati
Kalau ini saya belum pernah mengalami atau kedaerah yang disebutkan, tapi hanya mendengar ceritanya, kalau kita makan disuatu rumah makan, maka kita dilarang makan dirumah makan yang lain, jika hal itu dilanggar, bisa-bisa kita muntah darah…..

Kalau itu adalah hal-hal yang ga masuk secara akal lah… nah kalau ini yang benar-benar masuk akal

Tidak Boleh Sendirian
saat di Aceh, saya dilarang untuk tinggal sendiri atau jalan sendiri tanpa ada orang lokal…
kalau saya sih nurut aja karena memang saya ga bisa bahasa Aceh ๐Ÿ˜€
ada kejadian menimpa anggota mitra kerja kami, jadi saat itu sudah diwanti-wanti agar jangan sendirian tapi tidak diindahkan, jadi saat makan siang temannya pergi, orang tersebut diajak tidak mau, lalu kami di telp oleh temannya bahwa kami diminta datang, dan disana ditunjukan sms bahwa anggota mitra kami tersebut di”ajak” jalan-jalan sebentar ke hutan, kalau mau kembali kami harus membayar uang “penjagaan” dan akhirnya karena uang jaga rada ga masuk akal, diserahkan lah persoalan tersebut ke “panglima” yang kami kenal dan nego dengan “panglima ” yang membawa anggota mitra kami tersebut, ujung-ujungnya keluar juga “uang rokok” bukan uang “penjagaan” yang awalnya diangka sekitar 80, menjadi 1,5juta…. rokok termahal di aceh yang saya tahu ๐Ÿ˜€

*mudah-mudahan bagi yang berasal dari daerah tersebut diatas tidak tersinggung karena itu yang saya dapat infonya dan ada juga yang saya alami sendiri
** ketika bertemu dengan suaminya Rita ( upik2806.multiply.com ) saling bercerita dan sebagian besar pengalaman kami sama… ๐Ÿ˜€

Advertisements

65 comments on “Peraturan Ga Tertulis

  1. mychocolatebox said: pas gw hamil tu wib…ngeri deh…gk brani ikut ke mess…gk brani di kontrakan…akhirnya numpang t4 tantenya si mas..

    masih ga percaya Dha tiba2 berubah jadi pnakut ๐Ÿ˜€

  2. kopiradix said: kalau tidak salah di Jawa juga ada kepercayaan seperti itu, terutama buat mereka yang suka Tirakat

    kontek nya beda Bang… kalo yang di luar jawa bisa mengenai orang, kalau yang tirakatan untuk mendapatkan “ilmu”

  3. yudimuslim said: mas wib curang nih, lupa nulis peraturan atu lagi tntang aceh. Yang kalo bertamu di aceh lalu ditawarin makan jangan sampai menolak apalagi nggak makan. Alamat di usir karena yg punya hajat ngerasa g dihargain hehehe

    Oh iya.. thanks Yud udah nambahin… maklum lupaApril saya usahakan.. tapi ga janji yah.. ๐Ÿ˜€

  4. aniadami said: Jiah, aku kemarin sempat nawar krupuk di pasar 16 ilir, tp ga jd beli, untung ga knapa2.Trus kata org, orang palembang itu jahat2, buktinya baik2 aja kok, aman damai sentosa, aku jalan2 sendiri pula;-)

    memang baik-baik…. tapi ini hanya contoh kasus yang terjadi mbak… :)mbak Ania memberikan senyum manis… jadinya yang dagang ikutan senang :p :p

  5. wib711 said: Oh iya.. thanks Yud udah nambahin… maklum lupaApril saya usahakan.. tapi ga janji yah.. ๐Ÿ˜€

    kagak bisa…nggak terima..:((klo nggak bulan mei bisa mas?? bisa dong ya ya ya ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s