Silakan Merokok Tapi……

Minggu lalu saya sempat bersitegang dengan teman saya yang berasal dari Semarang, kebetulan be;liau menginap dirumah sambil menunggu kapal yang akan berangkat ke Singapura selesai “docking”.
Inap dirumah sih ga masalah, karena sejak jaman SMA, Kuliah hingga saat ini (kecuali saat saya sedang ngamen di kota) masih ada saja yang main dan inap dirumah.

Tapi buat yang pernah main kerumah sudah tahu peraturannya, ga boleh merokok didalam area rumah, batas maksimal adalah teras rumah itu kalau satu orang, kalau yang merokok banyak, peraturan lebih ekstrem, ga boleh merokok mulai masuk halaman, kalau mau merokok harus diluar pagar atau dikebun seberang rumah.

Nah, teman saya ini sudah saya beritahu dari awal tentang hal tersebut awalnya iya, tapi hari ketiga teman saya merokok dihalaman belakang yang memang terbuka dengan alasan asapnya ga masuk rumah dan terbawa angin, tapi saya ga mau tahu, karena keponakan saya si Lulu juga protes .
Justru bapak dan ibu saya yang memarahi saya agar menghormati tamu, saya yang akhirnya mengalah terhadap ibu dan bapak.
Karena dahulu, ketika smp saya sering bertengkar dengan bapak tentang masalah merokok dan akhirnya memang bapak berhenti merokok karena kami memboikot 🙂 jadi area rumah memang steril dari yang namanya asap rokok.

Akhirnya kamis malam, ketika bapak dan ibu sedang mengaji, saya tegur teman saya dan jika memang tidak suka dengan ketentuan yang berlaku dirumah, saya persilakan angkat ransel.
Ya, akhirnya teman saya hari jumat sore angkat ransel untuk pindah inap ke tempat kawan yang lain.
Sorry jack.. sebelum kita berteman peraturan itu sudah ada dirumah, kalau untuk masalah yang satu ini saya tidak bisa toleransi, jangankan kita yang hanya berteman, yang masih ada hubungan kerabat saja saya sikat.

Alhamdulillah dikeluarga kami tidak ada yang merokok, seperti yang tadi saya tulis, ayah saya berhenti merokok sejak saya masih smp, adik ipar saya berhenti merokok setelah adik saya hamil dan kakak ipar saya justru anti dengan rokok karena memang waktu kuliah mengambil jurusan olahraga.
Jadi, jika ada yang main kerumah silakan keluarkan rokok anda tapi jangan nyalakan kalau dinyalakan saya sudah siapkan seember air untuk memadamkan 🙂

*sudah setengah tiga, ngantuk-ngantuk gini saatnya untuk break, bikin kopi dan merokok :p :p

Advertisements

19 comments on “Silakan Merokok Tapi……

  1. inna suka protes jg sama uni mengenai tamu2 yg ‘tua’ tp pada merokok. kalo uni katanya ngormatin tamu. lah tamunya ga hormat sama orang rumah gituuu…mending dalam kamar aja deh.

  2. vocinna said: inna suka protes jg sama uni mengenai tamu2 yg ‘tua’ tp pada merokok. kalo uni katanya ngormatin tamu. lah tamunya ga hormat sama orang rumah gituuu…mending dalam kamar aja deh.

    ngamuk dunk mbak Inna… marah… keluarkan semua yang terpendam dalam hati.. *halah*

  3. ianaja said: ada tips utk yg di angkot? kalo sesama penumpang, masih bisa minta tolong mereka memadamkan rokoknya. tapi kalo sopirnya sendiri gmn, tuh?

    kalau slama naik angkot n supirnya udah merokok, saya ga mau negur.. karena itu ruang depan area privacy supir. kalau saya biasanya dengan belagak batuk2… terus minta tolong supirnya buat matiin rokok, abis itu ngeluarin permen n tawarin…Selama ini sih cara itu berhasil 😀

  4. iya, musti “diredefinisi” lagi arti kata “menghormati”. selama ini, non perokok suka permisif terhadap perokok dengan alasan “menghormati”. seharusnya, yang patut dihormati itu, yang tidak mendzalimi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s