Waktu yang Amburadul

Menghitung waktu
Pernah menghitung ga sih lamanya waktu yang dihabiskan dalam sehari.
Misalnya dhitung jam kerja 8 jam, tetapi, banyak yang lebih dari 8 jam untuk bekerja dalam 1 hari, bisa sampai 10 jam atau bahkan 12 jam.

sudah 50% dari waktu satu hari itu ditempat kerja.

Dengan kemacetan yang makin nggilani , waktu tempuh dari wilayah pinggiran ke tempat beraktivitas antara 1-2 jam. Kalau 1 jam sekali perjalanan, ya masih wajarlah.
kalau sudah 2 jam perjalanan, berarti PP membutuhkan waktu 4 jam, 16,7 persen ada dijalan.

Jalan Raya
Dua Tahun lebih ga berkendaraan di Jakarta, ternyata makin macet dan orang sradak sruduk naik motor, potong sembarangan tanpa memberikan sein.
Kemarin ada kejadian menimpa saya, Saya tabrak pengendara jupiter yang tiba-tiba memotong jalur didepan saya, ga mungkin saya rem, saya ga mau nanti malah dibelakang saya. terjungkal tentu saja jupiter beserta orangnya, saya cuma diam ga mau turun, cuma mengangkat kaca helm, orangnya bangkit mendirikan motor sambil cengar-cengir tahu kalo dirinya salah, terus minggir. Pengendara Vixion dibelakang saya bahkan berteriak, “mampus lo, naik motor ga pake otak”
saya tadinya mau bilang… “ya jelas pak ga pakai otak, tapi pakai bensin*

pernah juga ada kejadian kayak gini

Hiburan Fungky
Untuk menghilangkan stress kalau macet, saya kadang suka memperhatikan lady bikers, banyak yang fungky..
Motor bisa saja standar, tapi ada bagian-bagian yang menarik untuk diperhatikan :
*Helm
Sebagian besar memakai Helm yang menunjukan hal tentang wanita, mulai dari warnanya, pink, putih dan gambar-gambar mulai dari hati, bunga, kartun hingga binatang seperti kupu-kupu.
*Sarung Tangan
ini juga warnanya seru-seru,… belang antara pink-ungu-putih atau warna ngejreng -yang eye catching- lainnya.
*Masker
Buat laki-laki masker ga terlalu dipikirkan motifnya, tapi masker wanita sebagian besar bergambar lucu ada yang kartun doraemon atau bahkan lebih ekstrim mengambarkan bibir.
*Sepatu
Saya ga habis pikir para lady bikers itu tetap aja ada yang pakai sepatu hak tinggi… ribet banget ngeliatnya….


Yah… itulah resiko orang pinggiran yang mempunya tempat beraktivitas di wilayah kota Jakarta, mengalami kemacetan luar biasa, kudu sabar-sabar sambil bisa senyum melihat pasar berjalan, siapa tahu bisa menciptakan produk untuk lady bikers…. :p

Tapi satu hal yang ga bisa diabaikan begitu saja yaitu bisa memilih untuk menjadi tua dijalan atau ditempat beraktivitas.


*Selamat bekerja, tetap semangat walau ini udah weekend… jadi kapan kita ke Soto Ceker Sabang? 🙂

Advertisements

Peraturan Ga Tertulis

Bagi orang lapangan yang sering nyaba keluar kota ada peraturan ga tertulis yang kerap menjadi acuan, kalau dilihat-lihat kadang merasa lucu juga dan ga masuk akal.

Tikam Belakang
Pertama kali keluar kota, saya dapat tugas ke Palembang, disana dibilang harus hati-hati karena kalau ada yang ga suka ada yang main tikam belakang, ndilalahnya saya melihat sendiri, jadi saat itu saya sedang makan dipinggir jalan di 16 ilir, lalu ada orang menawar topi, dicoba, mengambil topi yang lain lalu dicoba lagi ujung-ujungnya tidak jadi beli lalu pergi, ga pakai lama penjualnya mengikuti dari belakang lalu menikam orang tersebut. Pengalaman pertama yang begitu berkesan buat saya.

Air Panas Dingin
Ketika akan ke Kalbar, tepatnya Pontianak, saya diwanti-wanti oleh sepupu saya agar jika diminta datang kerumah anak gadis lebih baik menolak dan jika memang kesana paling tidak harus dengan orang lain dan perlu diperhatikan saat menerima minuman. Perlu di pegang cangkir/gelas yang bagian atas kira2 90% bagian cangkir, lalu pegang bagian cangkir yang paling bawah mendekati dasar cangkir, jika ada perbedaan antara panas dan dinginnya terasa.. harus hati-hati.
Tapi dasar saya ndablek, ketika diminta main kerumah seorang wanita, saya ok saja, tapi saya ga mau masuk ketika diberikan minum saya pegang cangkirnya lalu….. saya keluarkan botol Aqua dan minum dari aqua tersebut.
dan agar tidak menyinggung tuan rumah, air yang didalam cangkir saya pindahkan ke botol Aqua yang telah kosong 🙂

Tidur Dilantai
Masih di Kalimantan, saya juga diberitahu agar tidur dilantai tidak diatas kasur/tempat tidur, katanya sih banyak yang buang ilmu hingga melayang-layang, saya sih akhirnya hanya menurunkan kasur lalu tetap tidur diatas kasur 😀

Membalik Ikan
Kalau ini didaerah sipispis, saat makan dirumah makan saya diberitahu agar jangan membalik ikan, tapi dihabiskan dulu sisi bagian atas lalu durinya diangkat baru dimakan bagian sisi ikan yang lainnya, jika ini terjadi maka ikan tersebut menjadi beracun, kalau sih cuex aja.. saya tetap bolak balik makanannya.. wong saya milih makan pakai tahu n tempe 😀

Minum Kopi
Ini masih didaerah tapsel juga, saat disana teman saya memesan kopi, ketika diantarkan baru dipegang gelasnya langsung pecah, hal ini terjadi hingga 3 kali, dan membuat pemilik kedai pucat. Ternyata didalam kopi dijentikan racun oleh orang yang berada di kedai kopi tersebut tapi langsung pergi ketika gelas yang ketiga pecah, kata si pemilik kedai sih yang ngelempar racun itu kalah ilmu sama teman saya..
Kalau saya? ya tentu saja ga minum kopi karena tetap minum aqua yang saya bawa :p

Ga Boleh kelain Hati
Kalau ini saya belum pernah mengalami atau kedaerah yang disebutkan, tapi hanya mendengar ceritanya, kalau kita makan disuatu rumah makan, maka kita dilarang makan dirumah makan yang lain, jika hal itu dilanggar, bisa-bisa kita muntah darah…..

Kalau itu adalah hal-hal yang ga masuk secara akal lah… nah kalau ini yang benar-benar masuk akal

Tidak Boleh Sendirian
saat di Aceh, saya dilarang untuk tinggal sendiri atau jalan sendiri tanpa ada orang lokal…
kalau saya sih nurut aja karena memang saya ga bisa bahasa Aceh 😀
ada kejadian menimpa anggota mitra kerja kami, jadi saat itu sudah diwanti-wanti agar jangan sendirian tapi tidak diindahkan, jadi saat makan siang temannya pergi, orang tersebut diajak tidak mau, lalu kami di telp oleh temannya bahwa kami diminta datang, dan disana ditunjukan sms bahwa anggota mitra kami tersebut di”ajak” jalan-jalan sebentar ke hutan, kalau mau kembali kami harus membayar uang “penjagaan” dan akhirnya karena uang jaga rada ga masuk akal, diserahkan lah persoalan tersebut ke “panglima” yang kami kenal dan nego dengan “panglima ” yang membawa anggota mitra kami tersebut, ujung-ujungnya keluar juga “uang rokok” bukan uang “penjagaan” yang awalnya diangka sekitar 80, menjadi 1,5juta…. rokok termahal di aceh yang saya tahu 😀

*mudah-mudahan bagi yang berasal dari daerah tersebut diatas tidak tersinggung karena itu yang saya dapat infonya dan ada juga yang saya alami sendiri
** ketika bertemu dengan suaminya Rita ( upik2806.multiply.com ) saling bercerita dan sebagian besar pengalaman kami sama… 😀

[wuswuw] Boleh Minta No Hape?

Suatu sore di travel langganan Jl. Sisingamangaraja Medan

Saya : Hallo mbak, belum tutup kan?
Mbak S. Sembiring : Belum pak, tapi tunngu sebentar ya, ada bapak ini duluan
Saya : ok mbak… santai aja
Mbak S. Sembiring : Jadi bapak tujuannya ke Jakarta tanggal 25 Februari ya?
Bapak : Iya, saya minta nanti yang dekat jendela ya
Mbak S. Sembiring : kalau itu ga bisa pak, nanti bapak minta nya saat check in
Saya : *(dalam hati) kalau deket jendela cuma dua kmungkinan, pengen liat awan atau pengen dapat angin lebih banyak*

Mbak S. Sembiring : Maaf pak bisa dibantu nomor telp yang bisa dihubungi?
Bapak : sebentar mbak, saya lupa nomor saya *mengambil hape dari dalam tas*
Mbak S. Sembiring : *Menunggu*
Saya : *Memperhatikan sambil berpikir ini sepertinya akan menarik*

Bapak : ini mbak nomernya Kosong Delapan Satu
Mbak S. Sembiring : ok..
Bapak : Tiga Satu Kosong Kosong
Mbak S. Sembiring : *mencatat*
Bapak : Delapan Enam Empat Tujuh X
Mbak S. Sembiring : Baik pak, saya ulangi Kosong Delapan Tiga Belas Seratus Delapan Enam Empat Tujuh X
Bapak : Bukan mbak, bukan Kosong delapan tiga belas seratus, tapi Kosong delapan satu tiga satu kosong kosong Delapan Enam Empat Tujuh X

Saya : *melakukan kebodohan, mengambil pulpen dan menuliskan angka yang disebut bapak tersebut dan menuliskan angka yang saya dengar tadi dari Mbak S. Sembiring*
Saya : “kok sama ya” *tepok jidat*
Mbak S. Sembiring : Sama ya pak? nah, berarti udah bener nomornya
Bapak : Bukan mbak, beda mbak…
Mbak S. Sembiring : *Memberikan pulpen dan kertas ke bapak* ditulis disini aja pak
Bapak : *menulis dan menyerahkan*

Mbak S. Sembiring : “untuk konfirmasi lagi ya pak…” *disebutkan angka yang tertulis*
Bapak : Sebentar mbak… kayaknya salah… ada yang tertukar
Saya : *haduh… sambil memilin-milin rambut*
Mbak S. Sembiring : “Begini aja pak, bapak miskol ke hape saya aja, ini nomornya saya sebutkan”
Bapak : ok mbak… *lalu miskol ke nomor Mbak S. Sembiring* sambil senyum
Saya : *curiga*
Mbak S. Sembiring : *menyerahkan tiket setelah bapak tersebut membayar*
Bapak : makasih ya mbak tiketnya dan buat nomor hapenye
Saya : *ngikik.. dasar lalaki*
Mbak S. Sembiring : *senyum kecut*

*Selamat bekerja temanz, kalau mau minta nomor hape ke orang lain jangan muter, terus terang saja… eh iya, ada yang punya nomor hape kakak maniz ga? saya mau dunk :p

[wuswuw] Mari Berhitung

#Dalam Lift hanya saya dan orang tersebut yang memakai celana selutut, rompi dan topi dibalik.
Dia : Lima… Lima.. Lima
Saya : *cuma melihat*
Dia : Empat… empat… empat
Saya : *cuma melihat*
Dia : Tiga… Tiga…Tiga
Saya : *berharap ada orang lain masuk*
Dia : Dua…Dua…Dua
Saya : *berharap diluar ga ada yang pencet lift biar cepet*
Dia : Satu… Satu…. Satuuu
Saya : *menghela nafas*
Dia : Ji… Ji…Ji….
Saya : *Berharap orang ini segera keluar*
Dia : Elji…. Elji….Elji
Saya : *berharap lift terbuka dan ada yang masuk*
Dia : B Satu.. B satu…. B satu
Saya : *udah ga bisa konsen*
Dia : B Dua… B dua… B dua….
Saya : *Alhamdulillah siksaan ini berakhir*

#Setelah Jumatan, ditukang soto ambengan depan Deplu
Saya : Mas Sotonya satu, nasi setengah jangan pakai kecap
Seorang wanita berambut cepak masuk, duduk lalu menyalakan rokok
Dia : Mas Soto satu, pedas, bawang gorengnya yang banyak, kerupuknya dipisah
-menghisap rokok sambil mainan hape-
Mas penjual soto mengantarkan pesanan saya dan dia
Mas Penjual soto : Minumnya apa pak?
Saya : Teh botol
Mas Penjual soto : Minumnya apa mbak?
Dia : Saya Aqua galon aja, jangan yang dingin
-meneruskan menghisap rokok-
Mas Penjual Soto : apa tadi minumnya mbak?
Dia : Saya udah bilang kan tadi , Aqua galon aja, jangan yang dingin!
Mas Penjual soto : *mukanya bingung*
Saya : *tersedak*

*What U See What U Write (WUSWUW)
konsep mo nulis iseng yang akan saya mulai hanya dari penglihatan dan pendengaran saja.

Meet The Black Pocong……

Tenang.. ini bukan judul pilem Indonesiah… tapi ini kejadian yang rada-rada ga masuk akal yang pernah saya alami di Bengkulu.
Persis satu bulan lalu kejadian ini berlangsung. Seperti biasa saya tidur sore-sore setelah Isya, agar bisa meneruskan pekerjaan malam hari.
Jam 11 malam saya bangun dan memulai kerja kembali, di ruang tamu dua orang rekan saya sedang menonton tipi, saya duduk bertolak belakang dengan mereka,jam 01.30 suara tipi masih terdengar, saya berpikiran kalau rekan saya masih menonton, saya tengok rupanya sudah tidak ada orang, saya pikir mungkin nontonnya sambil tidur di sofa, ketika saya tengok tidak ada ternyata sudah masuk kekamar masing-masing. Akhirnya gantian saya yang menonton tipi, itu pun tidak ada 5 menit sambil tiduran di sofa, lamat-lamat saya dengar suara seperti orang melompat mulai dari ruang tamu berarti dari belakang sofa dan hilang didekat sofa dimana saya berada.
Saya berpikiran ada orang yang sedang menggetok2 bangunan, karena kebetulan tetangga sebelah sedang membangun ruko.
Akhirnya saya shalat, matikan tipi dan membawa laptop kedalam kamar.

Saya baru sekitar 5 menit didalam kamar, rekan saya sudah tertidur saya masih dalam kondisi belum tidur, tiba-tiba terdengar 4 kali suara seperti orang melompat, kali ini mulai dari pintu kamar yang kebetulan berarti pada posisi kaki saya, dan saat lompatan yang ke empat berhenti, tepat di muka saya berdiri sesosok pocong dengan kain yang menutupi tubuhnya berwarna hitam, bukan hitam seperti kain biasa tapi seperti kain yang teglah terbakar, saya pikir saya mimpi, tapi saya masih bisa melihat dengan jelas rekan saya sedang tidur dan saya berusaha bangunkan untuk minta tolong tapi suara saya tidak keluar, semua bacaan yang saya tahu saya sudah baca dalam hati tetap saja sosok pocong itu masih berdiri lurus dengan kepala saya, mencoba makin mendekati saya tapi tidak berhasil karena secara samar saya melihat seperti tali berwarna putih bersinar kuning membatasi saya dengan sosok pocong tersebut.

Akhirnya saya pasrah dan dengan kesadaran terakhir saya mbaca shalawat lalu mengibaskan tangan kanan tiga kali kearah sosok tersebut yang lalu menghilang, barulah setelah itu saya bisa bangun. Ketika mengibaskan tangan, rasanya seperti menembus sesuatu yang lembut namun tidak terasa.
Saat mandi, saya merasakan ruas jari saya perih dan ketika saya lihat ada luka, saya berpikir itu luka karena saya mengibaskan tangan semalam dan kena tembok, tapi setelah saya coba posisi seperti saat didatangi sosok tersebut ternyata tangan saya tidak sampai ketembok diatas kepala..
Ah… ada-ada saja hal-hal aneh yang saya alami….

*Selamat merapikan pekerjaan untuk bersiap pulang, jangan lupa nanti malam jum’at dan mudah-mudahan tidak menemui hal-hal yang aneh-aneh nanti malam 🙂

Mari Mojok

Kalau dengar kata “Pojok” itu bisa menandakan sesuatu mulai dari tempat jualan busana, makanan dan minuman, pulsa hingga saham.
Pojok bisa berarti suatu tempat yang bikin orang merasa santai, tenang bahkan bisa membuat nyaman, coba aja kita mulai dari :

1. Pojok Sekolah
Yang duduk paling pojok selain mempunyai keuntungan bisa nyontek, ngantuk tapi kadang-kadang pak bu Guru juga sering menyuruh siswea yang duduk dipojok untuk maju kedepan, waktu SMA, saya dua tahun duduk di pojok karena datang telat saat pembagian kelas 😀

2. Pojok Kuburan

Ini ternyata bukan tempat yang menyeramkan lho, tapi ternyata bisa jadi tempat buat pacaran eh sorry, buat introspeksi diri

3. Pojok(an) Kamar (tempat tidur)

Ini tempat favorit hampir bagi semua orang, kalo buat cewek biasanya ada boneka segede gaban di pojokan kamar

4. Pojok(an) Mesid

Kalo Shalat Jumat, biasanya pojok belakang mesjid jadi incaran, selain bisa nyender bisa juga buat tidur2 ayam saat Khutbah.

5. Pojok(an) kubikel

Kalo ditempat kerja, yang dapet kubikel paling pojok biasanya merupakan tempat yang nyaman buat kumpul, ngerumpi bahkan buat buka inet saat jam kerja :p

6. Pojok(an) Toilet

Buat cowok kalau masuk toilet buat pipis biasanya langsung nyari tempat di Pojokan, jarang banget kalo pilihannya banyak yang diambil malah yang tengah

7. Pojok(an) yang ada Kulkas

Ini adalah tempat favoritnya ibu Presiden kalo lagi ngambek. biasanya dia langsung nangis sambil gigit selendang, entah sampai sekarang udah berapa selendang yang jadi korbannya.

*Selamat menemukan kenyamanan saat berada di Pojok(an) temanz…. tapi jangan me-mojok-an orang lain yaaa (sadar diri :D)

Dilarang Bingung

Kalau iseng memperhatikan tulisan yang ada di jendela ruang satpam atau di bagian depan gedung atau bahkan perumahan pasti paling tidak pernah melihat tulisan :
“TIDAK MENERIMA SUMBANGAN DALAM BENTUK
APAPUN
Kebetulan minggu lalu saat di Bandung, saya juga melihat tulisan ini. Pengertian saya setelah membaca tulisan ini adalah bahwa Perusahaan/Rumah yang ada tulisan itu memang benar-benar sudah sangat tercukupi sekali sehingga tidak mau menerima sumbangan. Tapi coba jka iseng datang kepada pak Satpam nya :
“Selamat Pagi Pak”
“Pagi, ada kepeluan apa ya?”
“Begini pak, ini tentang masalah sumbangan”
“Anda bisa baca atau tidak… tuh tuh disana ada tulisan besar-besar bahwa disini TIDAK MENERIMA SUMBANGAN DALAM BENTUK APAPUN, jadi percuma saja anda MEMINTA SUMBANGAN”
“Sebentar pak, bapak salah persepsi.. saya kesini justru ingin MEMBERIKAN SUMBANGAN kepada bapaak, saya punya Blekberi lebih, tapi karena bapak ga mau saya mau kasih orang lain saja yang membutuhkan”
“Jadi adik kesini tidak ingin MEMINTA SUMBANGAN?”
“tidak pak, justru ingin MEMBERI SUMBANGAN”

Jadi sebenarnya kalimat tersebut perlu diganti menjadi : TIDAK MENERIMA PEMINTA SUMBANGAN DAN TIDAK AKAN MEMBERIKAN SUMBANGAN DALAM BENTUK APAPUN
==============================================================================

Masih tentang bahasa yang bikin bingung, kalauanda urang Bandung atau sering ka bandung atau punya keluarga di Bandung atau lagi punya gebetan di Bandung, dan pernah ke Jonas Foto di Dago jika anda perhatikan anda akan menemui tulisan di Toiletnya seperti ini : “DILARANG MEMBUANG BENDA APAPUN KEDALAM CLOSET”
Saya yang berada didalam bilik toilet tersebut dengan posisi sudah membuka ikat pinggang jadi berpikir ulang mau membuang benda cair. Logikanya orang yang masuk kedalam Toilet pasti akan membuang benda cair atau benda padat. Ataukah memang closet itu cuma pajangan, hanya boleh diduduki sambil baca koran dan mainan hape.

Atau perlukah Kalimat didalam toilet tersebut diubah menjadi : DILARANG BUANG AIR KECIL, BUANG AIR BESAR DAN BUANG BENDA APAPUN KEDALAM CLOSET.
Beres kan….

*Selamat bekerja teman, jika anda kebelet pipis, bagi para pria jika tidak menemukan toilet silakan pipis dibawah pohon, tapi jangan dibawah pohon cabe… karena harga cabe masih rada mahal…. 😀

**Foto : ambil dari google