A Few Good “Kondektur”

Banyak keluhan mengenai Trans Jakarta mulai dari keterlambatan bis, antrian yang puanjang, pengemudi ugal-ugalan, kondektur yang ga profesional sampe kecopetan.
Saya kebetulan hari ini naik Busway dari Cawang menuju Grogol (Koridor 09), kebetulan sekali kondukturnya saya perhatikan ramah dan tegas.
Ketika akan masuk bis, agar tidak terjeblos ke lubang selalu diingatkan “Perhatikan langkah anda” itu mungkin sudah standar prosedur kerja, tapi bahasa yang disampaikan bukan hanya sekedar “bahasa kaku, B. Prihandono kondektur yang ber-ID 104460 juga membantu seorang ibu untuk melangkah.

Didalam bis, dia memperhatikan penumpang wanita, dan saat itu ada seorang wanita berkacamata dengan muka sedikit pucat berpegangan pada tiang, B. Prihandono bertanya kepada wanita tersebut “Ibu lagi hamil ya?” matanya jeli menangkap hal yang luput dari pandangan orang lain. Sang wanita tersebut mengiyakan.
Seperti biasa, para pria gagah perkasa yang duduk didalam busway matanya diganduli setan mulai dari dapat duduk hingga tujuan (anehnya pas sampai tujuan tiba-tiba setannya beterbangan dari pelupuk mata)
Nah, Kondektur ini menghampiri Pria yang matanya diganduli setan tersebut, mencoleknya lalu bilang dengan nada tegas “Pak… tolong berikan bangkunya untuk ibu hamil ini”
Sang pria tersebut akhirnya berdiri dan bergeser arahnya makin kedepan.

Hal lain lagi yang menurut saya menjadi poin adalah ketika di Halte Tegal Parang, oranng berebut masuk, padahal sudah diminta untuk menunggu bus berikutnya tapi tidak diindahkan, sehingga sang kondektur sendiri tidak kebagian tempat, dengan halus meminta seorang laki-laki yang baru masuk untuk keluar.. laki laki tersebut tidak mau, dan diminta ulang dengan kalimat lebih tegas dan karena desakan para penumpang lain yang akhirnya turut meminta laki-laki tersebut keluar, akhirnya sang kondektur tersebut bisa masuk.


Mungkin keluhan atas pelayanan publik tetap selalu ada… tapi saya yakin akan tetap ada juga B. Prihandono lain ditengah masih kurang bagusnya layanan dari Trans Jakarta.

jika ada yang yang mempunyai alamat email pengelola trans Jakarta dan berniat untuk menuliskan disana saya persilakan 🙂

**
Have a nice weekend temanz, Mari kita ber-Dancing Queen

Advertisements

Orang Kampung Ya?

Kemarin ketemu teman lama dan dia ngajak pacarnya, tadinya sih interest bisa nambah kawan siapa tahu bisa ada kesempatan buat dijalankan. Teman lama saya cerita ke pacarnya kalau saya ini dari bengkulu dan Aceh keluar masuk kabupaten.

Pacar Teman : “Di Aceh kerja dimana mas? keluar masuk hutan dong.. coba kalau disini mas, bisa gaul kemana-mana”
Saya : “di perusahaan pemerintah mas.. jadi kurir… maklum kuli dilapangan, emang mas kerja di wilayah mana?
Pacar Teman : “di Gatot Subroto, tau kan mas Gatsu itu dimana?
Saya : *menggelengkan kepala*
Pacar Teman : “Itu lho mas, Termasuk kawasan Elit segitiga bisnis di Jakarta
Saya : “Ooooooo” *sambil mangut-manggut*
Pacar Teman : “makanya mas, tinggal di sini aja, ntar saya ajak muter-muter Jakarta deh… biar bisa tau Jakarta itu kayak gimana, ga cuma ngeliat hutan terus *tertawa*
Saya : “iya mas, makasih tawarannya, duh saya kepengen banget muter-muter Jakarta”

Teman saya datang dari Toilet
Teman Saya : Jadi bakal tinggal di Jakarta lagi kan mas?
Saya : “kalau dapat kerja di wilayah jalan Gatot Subroto kayaknya enggak deh, biarpun banyak gedung tinggi tapi jalannya itu banyak tambelannya n macet luar biasa ya? kalah dong ama di Aceh biarpun banyak hutan, tapi jalanan mulus n ga ada macet
Pacar Teman : kok mas kayaknya tau ya wilayah Jakarta *nada ragu*
Saya : “Anu mas.. saya googling 😀
Teman Saya : “lho, aku belum cerita ya say.. mas W ini orang Jakarta, tadinya kerja di Kuningan, tapi pindah ke Medan nah lanjut ke Aceh dan Bengkulu sekitar 2 taunan
Pacar Teman : *Mingkem*

*Selamat menikmati Coffe break sebelum melanjutkan aktifitas temanz… sampai jumpa di hutan beton berikutnya 😀

Otak Kotor

Waktu SMA, saya dan teman-teman ikutan Rohis, nah disitulah kami dikenalkan oleh seorang teman dengan seorang Mahasiswa dari PTN didaerah Depok yang mengusulkan untuk mengadakan kajian di rumah karena kalau di sekolah waktunya terbatas hanya minggu. kami pun ok-ok saja, toh mikirnya positif ada mentor yang akan mengajari kami yang badung-badung ini.

kajian pertama dirumah teman saya, disini masih biasa saja, dalam artian ga ada hal yang aneh.kajian kedua diusulkan agar tempatnya berputar, alasannya biar ga bosan, kami pun ok-ok saja. Tapi saat mau pulang, kami minta mengisi biodata, saya mulai merasa aneh karena salah satu poin yang harus diisi itu adalah pekerjaan orangtua..
Saya ga mengisi dengan alasan nanti aja kalau pas dirumah saya kajiannya.

Setelah itu mulai deh diceritain kalau kita ini masih belum merdeka, masih dijajah ama pemerintah jadi kita diharusin hijrah, terus kita juga harus membayar iuran untuk hijrah tersebut.
Sampai disini saya akhirnya dengan beberapa teman memutuskan untuk keluar, tapi ditahan bahkan mentor tersebut membawa salah sorang temannya yang dia bilang sebagai atasanya, kami sempat bersitegang, karena kami semuanya ngeyelan, akhirnya kami tantang mereka untuk berkelahi, lumayan lah 2 orang kita keroyok 7 orang, teman kami yang lain pada diam saja, dan akhirnya mereka mengalah dengan pergi meninggalkan kami.
Dari situlah setiap kami berkumpul hingga sekarang salah satunya bercerita tentang hal tersebut.

Sabtu lalu saya bertemu dengan 2 orang teman yang sama-sama ikut Rohis dan ikut kajian, salah satu teman saya mengaku bahwa dia pernah terlibat hingga dalam dan itu tanpa kami ketahui, dia memang ga pernah mengajak kami karena dia tetap menjaga pertemanan dengan yang lain walau dia bilang batinnya memberontak.
Dia bilang sadarnya karena masalah sepele saja, jadi ketika akan merekrut teman kerjanya, temannya cuma bilang :
“percuma ente ngomong berbusa pakai ayat-ayat Qur’an segala.. Ane ini Atheis, segala macam konsep ente ga bakal bisa ane terima, mendingan ente balik lagi belajar ngaji yang bener daripada nipu orang”
padahal teman saya yang hendak merekrut itu tahu benar temannya itu adalah orang yang pintar dalam agama, tapi karena ga ingin berdebat maka keluar kalimat tersebut.

*Selamat makan siang teman, jangan lupa cuci otak anda dengan rehat sejenak dari pekerjaan yang menumpuk.

[wuswuw] Jangan berisik!

Saya masuk lift di LG, sendirian, pencet Lt 3, tiba-tiba 2 orang masuk, laki-laki dan perempuan bergandengan tangan, kalau dilihat penampilannya sepertinya masih kuliah.

Cowok : Mudah-mudahan kita ga telat ya Cin *sambil mengayun2kan tangan cewek*
Cewek : Lho kok ke atas.. lho kok… kamu ga pencet B1 ya? *cemberut*
Cowok : kan biasanya orang kalo jam segini pada turun
Cewek : tuh kan kita jadi telat.. kamu gitu sih
Cowok : abis kalau udah bareng kamu aku kan jadi lupa
Cewek : iya aku tau.. tapi kalo gini kan kita jadi telat..
Saya : *mencet tombol lantai 4, 5, 6 dan 7*
Cewek *makin cemberut, sambil ngasih tahu pake bibirnya ke Cowoknya kalau saya pencetin semua tombol
Cowok : Ngeliat saya sambil melotot
Saya : Pssstttt *nempelin jari telunjuk dibibir, terus keluar di LT 3

*Selamat bekerja teman… selamat mencet-mencet keyboard, karena setidaknya itu ga bakal bikin jengkel orang lain, tapi jangan mencet kayak ngetik 11 jari di mesin tik kelurahan…. bisa menganggu ketenangan :p :p

Sampah Masa Lalu

Selain Foto, Sampah juga ternyata merupakan bagian dari rangkaian hidup yang harus dijalani, contohnya adalah kertas bekas tiket, seteelah membeli dipergunakan lalu dibuang, tapi saya terkadang mengumpulkan secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Setelah sekian tahun lewat menemukan kembali sampah tersebut memaksa mengingat kembali bagian-bagian yang telah lewat.

Sampah tiket yang paling tua berumur dalam rentang 9-10 tahun, entah itu tiket kereta api mulai drai pramex, parahiyangan hingga argo dwipangga, pesawat, travel serta damri

Tiket Kereta Mulai dari Pramex masih seharga 3000 perak, Parahiyangan 60 ribu perak sampai Argo Dwipangga 140 ribu perak

Kalau Damri mulai dari 8000, 12.000 sampai 15.000 sedangkan sekarang harganya sekitar 28.000 – 30.000
Kalau tiket pesawat mah dulu mahal.. tapi sekarang makin murah, tapi untuk Airport Tax nya, dulu taun 2002 kalau ga salah ya senilai 15.000 perak untuk bandara Juanda, sekarang mah udah 40ribu perak

Nah, kalau yang terakhir ini adalah Travel, mulai dari Bis besar jarak hingga jenis L300.. kalau harga sekarang saya ga tahu :p


Masih banyak lagi sampah-sampah yang lain, yang terkadang bikin senyum sendiri ataupun bisa membuat mood langsung berubah menjadi bete… :p :p

*Selamat bekerja teman, jangan lupa membuang sampah pada tempatnya, termasuk “sampah” masa lalu… 🙂

**Link : sampah yang lain

Emang Punya Nenek Moyang Lo?

Naik Pakuan ke dan dari Bogor masih ada aja yang suka nembak, kalau naik ekonomi mah banyak yang keselip ga kena periksa, tapi ini naik pakuan yang relatif ga terlalu ramai saat hari minggu lalu.

Perjalanan dari Tebet menuju bogor saat pemeriksaan karcis, ada seorang ibu dengan dua anaknya yang lumayan sudah besar, sang ibu hanya memberikan satu karcis, sempat berdebat dengan sang pemeriksa dan akhirnya pemeriksa karcis mengalah untuk tidak menagih.

Perjalanan pulang dari Bogor menuju Tebet, saat pemeriksaan ada dua orang anak muda, laki-laki dan perempuan, saat diperiksa tidak bisa menunjukan karcis, dan akhirnya membeli tiket diatas, diliatin orang-orang cuex aja, bahkan tertawa-tawa dengan temannya.
ga tau malu banget, malu ama Iphone yang dibawa.

Yang ketiga ini bikin senep, duduknya persis disamping saya, saat kereta mulai berjalan, langsung menutup mata, saat pemeriksaan karcis dibangunkan sambil melotot dia bilang “Tentara”
yang meriksa langsung jiper dan pergi. saya liatin dia balik liatin sambil melotot, saya liatin aja terus, akhirnya pura-pura merem. Huuuh bener-bener dah… ga ada urat malunya sama sekali…Dipikir itu kereta nenek moyangnya kali…..

*Selamat bekerja kembali teman…. jangan lupa kalau ketemu saya siapkan tiket/karcis ya, biar ga bikin malu :))

Keluarga Besarmu dan Hatiku

Co : Kakek kamu kerja di Perusahaan minyak negara ya?
Ce : Kok kamu tau
Co : Sebab kamu membuat hatiku meledak-ledak bagai tabung gas 3kg

Co : Nenek kamu dokter ya?
Ce : Kok kamu tau?
Co : sebab kamu membuat hatiku masuk ruang ICU

Co : Papa kamu Anggota Dewan ya?
Ce : Kok kamu tau?
Co : Sebab setiap ketemu kamu hatiku bertingkat-tingkat bagai dibangun gedung baru

Co : Ibu kamu punya salon kecantikan ya?
Ce : Kok kamu tahu?
Co : Sebab hatiku bagai di make up setiap ketemu kamu

Co : Om kamu Debt collector ya?
Ce : Kok kamu tau?
Co : Sebab kamu telah membuat babak belur hatiku

Co : Tante kamu kerja di Bank yang menyalurkan Kartu Kredit ya?
Ce : Kok kamu tau?
Co : Sebab kamu selalu menggesek-gesek hatiku

Co : Pengawal papa kamu anggota pasukan khusus ya?
Ce : Kok kamu tau?
Co : Sebab kamu selalu membuat hatiku bergoyang caiyya caiyya

Co : Kakak kamu pegawai pemerintah ya?
Ce : kok kamu tau?
Co : Sebab setiap dekat kamu hatiku dibuat mutar-mutar ga jelas kayak birokrasi

Co : Adek perempuan kamu suka tom yum ya?
Ce : Kok kamu tau?
Co : Iyalah, kan minggu lalu aku janjian makan tom yum di secret recipe tanpa setahu kamu


*baiklah teman, selamat bekerja dan silakan berada di Te Ka Peee (Tempat kerjaan pribadi alias kubikel masing-masing)

Namanya Juga Peraturan

Sayah pernah cerita disini *Tas Kresek & Uang Logam*
Sebenarnya ini bukan menggeneralisir, dilihat dari sudut pandang pekerjaan memang pekerjaan pak security adalah untuk mengamankan dan memperhatikan sesuatu hal yang bikin curiga, feelingnya kudu kuat.
Saya suka perhatikan, kalau ke mol kayak ke plasa Semanggi, pintu mobil dibuka cuma ngelongok aja terus ditutup lagi, itu untuk mobil pribadi, Di Plaza Senayan kalau mobil box yang saya liat pintu box nya dibuka juga cuma dilongok-longok, kalau sesuatu yang berbahaya itu ada dipojokan tertumpuk di belakang apa bisa kedeteksi?
Nah, kalau motor masuk Plasa Senayan tas yang kita bawa, misalnya ransel juga dibuka tapi dengan setengah hati. Tapi sekali lagi pasti berhubungan dengan job desk nya.

Kalau di STC lain lagi, saya kalau mau masuk lewat basement memakai jaket, membawa ransel, memakai topi, sepatu kets pasti ditanya kemana tujuannya, hal ini berlangsung beberapakali walaupun jaket saya ganti-ganti.
tapi kalau saya lepas jaket dan memakai kemeja, sepatu pantofel dan tanpa memakai topi, securitynya kadang senyum sambil mengangguk, bahkan kadang memembantu memncet tombol lift., ini terjadi dengan security yang sama, polanya sudah terbaca.

Saya jadi mikir, kok kayaknya penampilan yang lebih dihormati ya…

jadi inget cerita tentang abunawas, waktu diundang raja pakai pakaian biasa dilarang masuk ama pengawal, ketika abunawas berganti pakaian, dipersilakan masuk, lantas saat jamuan makan abunawas mengambil makanan dan memasukan kedaam kantong pakaian tersebut sambil berkata “hai baju.. terimalah makanan ini”…

Adakah yang mau berksperimen ke mal/plaza besar memakai sendal jepit, kaus yang udah buluk sambil bawa tas kresek n belagak kayak orang kebingungan? jika iya, saya bersedia menemani.. 🙂

*Biarpun sudah akhir minggu, tetap selamat bekerja… Met week end temanz…

Garuda Siapa?

Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku
Kuyakin hari ini pasti MAKAN
Kobarkan semangatmu, tunjukkan sportivitasmu,
Kuyakin hari ini pasti MAKAN







===================================================================

Sementara itu di rumah “WAKIL RAKYAT” koor yang sama juga berkumandang

Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku
Kuyakin AKAN BANGUN GEDUNG BARU
Kobarkan semangatmu, tunjukkan sportivitasmu,
Kuyakin KITA PUNYA GEDUNG BARU

Dan ibu pertiwi hanya bisa tersenyum sambil mengeluarkan airmata darah…….

kamu Cantik hari ini

Sebuah pesan di YM masuk, rupanya dari Asisten yang bantuin saya ditempat lama dulu. Saya menganggapnya seperti adik sendiri.
Akhirnya tukeran no telp lagi *halah* karena nomor dan hape sama-sama hilang :))
Tiba-tiba si adek mengajak saya ketemuan setelah pulang kerja, saya tadinya ga mau, tapi karena dipaksa, dan saya tahu kalau jsudah memaksa begitu berarti ada hal yang penting, maka saya berjanji akan bertemu setelah pulang kerja.
Mengalirlah cerita mulai dari resign nya dia setelah saya tidak ada hingga cerita yang membuat saya tidak mampu berkata apa-apa.

Jadi si Adek ini akan menikah, sayapun ketika di Bengkulu mendapat kabar melalui FB, tapi saat hari H saya memang tidak bisa datang, ternyata si adek cerita kalau pernikahannya batal *saya tidak bertanya kenapa batal, hanya mendengarkan saja*
dan ceritanya berlanjut, rupanya calon suaminya ketika akan menikah itu karena dua faktor yaitu ditanya oleh orang tua si adek dan karena tidak ingin kehilangan si adek, Untuk hal mengurus pernikahan mereka bagi-bagi tugas, tapi rupanya si laki-laki ini tidak banyak terlibat, mulai dari membeli cincin si adek sendiri yang melakukan bahkan untuk mengurus surat numpang nikah juga dilakukan oleh si adek,
karena lelah si adek bertanya apakah memang serius mau nikah dengan dia? dijawab serius mau nikah, tapi belum siap, si adek bilang kalau belum siap lebih baik rundingan lagi antar keluarga seandainya ditunda atau bagaimana, rupanya si laki-laki tersinggung dan bilang pilihannnya cuma ada dua Nikah sekarang atau tidak..

akhirnya diputuskan mau melanjutkan, tapi mendekati hari H rupanya sang laki-laki mengaku belum siap jadi meminta dibatalkan, akhirnya mereka berdua membatalkan pernikahan tersebut, undangan sudah terlanjur dikirim, katering sudah dipesan dan akhirnya tidak jadi.
*si adek menceritakan hal ini sambil menangis*

Saya hanya mendengarkan tanpa mau komentar apapun, cuma mengambil tissue, menyerahkan dan mendengarkan lagi sambil nyowel-nyowel sundae n ngaduk-ngaduk es coklat pakai sedotan.
saya lihat ada beban yang bisa keluar setelah adek saya menceritakan semua..
saya ga mau bilang yang sabar ya.. yang tabah ya.. moga-moga mendapat yang lebih baik.. karena saya yakin adek saya hanya ingin didengarkan, tanpa mau dikomentari atau diberikan nasihat.

Pas mau pulang pun saya cuma bilang, “kamu cantik dan sangat feminim hari ini”
lumayanlah bisa membuat dia tertawa…

* itu foto asisten sayah.. pilih yang mana? :p :p
** cerita ini ditulis juga setelah mendapat izin..