Dibayar Tunai….

Waktu masih kuliah n jadi freelancer di perusahaan riset, saya dapat tugas memperbaiki mapping, karena mapping yang sebelumnya sudah saya buat sudah tidak sesuai lagi dengan kenyataan yang ada dilapangan akibat kerusuhan tahun 1998.
Saya dapat bagian ke Wilayah kota, mulai dari Sekneg hingga kota, lumayan luas juga area yang saya cover, rata-rata yang lain menghindari wilayah kota, karena kondisi masih belum kondusif.

Seperti biasa, mapping dilakukan dengan berjalan kaki, karena kalau naik motor/sepeda yang ada malah cape markir atau nuntunnya.

karena kejar tayang, hari minggu saya juga jalan, parahnya saya lupa membawa uang untuk makan, yang ada hanya cukup untuk transport pulang, tapi kalau untuk minum saya ga takut karena selalu bawa Aqua.
habis Dzuhur, saya istirahat diwilayah Pecenongan, ngobrol dengan tukang parkir dan seorang supir yang nunggu majikannya.
ga jauh dari tempat kami ngobrol ada yang jualan ketoprak, pengen banget beli tapi masa nanti pulangnya jalan kaki, akhirnya cuma bisa nelan air ludah aja πŸ˜€

Tapi ga lama abang ketoprak mengantarkan 3 buah piring berisi ketoprak kepada kami, tentu saja kami menolak karena merasa tidak ada yang memesan, tapi abang ketoprak memaksa kami untuk menerima. tukang parkir akhirnya menerima dan meminta saya untuk menerima juga sambil bilang kalau dia yang akan membayari, saya bilang akan membayarnya hari senin, karena masih akanmapping di area tersebut, tapi tukang parkirnya ngotot bahwa dia membayari saya.. ya udah saya terima tanpa lupa mengucapkan terimakasih.

Setelah selesai piring diambil tukang ketoprak, dan saat tukang parkir akan membayar ditolak oleh tukang ketoprak, Saya dan tukang parkir bingung, ternyata tukang ketoprak memang berniat memberikan ketopraknya kepada kami, ga lupa saya dan tukang parkir mengucapkan terimakasih dan berniat akan mencuci piring bekas kami makan, tapi dilarang oleh tukang ketoprak, saat itu turunlah seorang ibu dari dalam mobil yang diparkir disamping gerobak ketoprak mengembalikan piring rupanya ibu tersebut dan suaminya makan didalam mobil, dan setelah membayar, tukang ketoprak akan memberikan kembalian ditolak oleh ibu tersebut, dan bilang bahwa beliau membayari makan kami bertiga.
Saya cuma terdiam, tergetar…. semua niat baik tukang parkir, tukang ketoprak langsung digantikan.

Buat para lalaki, sudah waktunya shalat jum’at dan berdo’a agar semua kebaikan dan kepedulian terhadap orang lain tetap ada pada diri kita…

Advertisements

24 comments on “Dibayar Tunai….

  1. wib711 said: Buat para lalaki, sudah waktunya shalat jum’at dan berdo’a agar semua kebaikan dan kepedulian terhadap orang lain tetap ada pada diri kita…

    amiin….so para perempuan ga wajib ya om? :p

  2. Pingback: Pay It Forward | Blackaholic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s