Die Harder

Setiap pulang melewati ruas casablanca pasti akan bertemu dengan para die harder, ga peduli jenis tunggangan dan jenis kelamin pokonya tancap terus. Jalan raya seperti tempat bermain bombomcar, pepet dikit, tancep gas, meliuk kiri kanan.
Kemarin malam, di kolong semanggi arah benhil, saya dipepet dari arah kiri mau ga mau minggir kekanan, tapi die harder tersebut lupa, kalau di kolong semanggi itu nyalip dari kiri didepan jalan berbelok kearah kiri juga, otomatis motornya menyeberangi seperator karena tidak bisa dikendalikan, dan ujung-ujungnya gubrak bersama dengan penumpangnya. saya hanya bisa mengerem perlahan.. itupn akhirnya masih sedikit ngepot karena jaraknya terlalu dekat.
Scoopynya babak belur, yang membonceng jatuh terduduk, ketika dihampiri polisi yang membantu membangunkan motor.. dibukalah helmya, ternyata seorang lady bikers..

Teringat peristiwa hampir dua tahun lalu, saya dalam keadaan santai 40kpj, tiba-tiba seorang Die Harder bercelana pendek melewati saya dengan jarak amat tipis, tiba-tiba tidak jauh didepan saya ada motor yang lurus dengan saya melenceng kekanan karena pengemudinya mengobrol dengan yang dibonceng, malanya die harder tidak mengantisipasi hal tersebut, mengerem mendadak lalu tergelincir, saya yang dalam keadaan santaipun tidak mungkin mengambil kekanan langsung karena pasti akan dihajar oleh mobil dari sebelah kanan.. mengurangi kecepatan sudah pasti tapi akan menabrak die harder yang tergeletak digaris tengah, pilihan terakhir engine break dan rem yang tidak mampu menolong, dan akhirnya motor jatuh berputar diflyover kp melayu, saya sendiri terlempar kearah kanan, blank sesaat, saat membuka mata, dalam jarak 30cm sebuah bemper sedan ada didepan saya, saya bangkit, lihat pengemudi sedan yang hanya diam sepertinya shock.

Motor saya dipindahkan oleh member TC125 yang kebetulan melintas, saya hampiri Die Harder tersebut, yang bisa bangun dengan jalan terpincang-pincang dan dengkulnya yang berdarah, saya ajak salaman, setelah selesai baru akan saya layangkan pukulan, ternyata saya didahului oleh biker-biker lain yang mungkin senep melihat kelakuan die harder tersebut.

Saya sebeneranya dulu tidak suka ngebut, hanya rada kencang saja :p tapi setelah dipikir-pikir ga ada gunanya, toh kalau didalam kota jakarta, perbedaan signifikan hanya 5-10 menit.
Tapi bagi para die harder tersebut 5-10 menit sangat berguna…
ya memang berguna… anda bisa lebih dulu sampai tempat tujuan, rumah sakit atau kuburan.

Advertisements

68 comments on “Die Harder

  1. srisariningdiyah said: aku tuding2 aja tuh bapaknya yang naek motor gak bisa ngajarin anaknya..

    kalo didaerah perkampungan emang gitu… apalagi ditambah ga pakai helm…..

  2. wib711 said: jangan ajak saya ya…kalau saya jadi yang ketiga berarti saya setannya… :))

    justru kami perlu setan kaya om …biar lebih rame dan jahil :p

  3. siasetia said: justru kami perlu setan kaya om …biar lebih rame dan jahil :p

    jangan…. berat.. kalian harus mendatangkan saya dari jakarta… :))

  4. fendikristin said: yang kayak gini nih yang nga mikirin keselamatan orang lain..bisa2 orang celaka gara2 ulah-nya yang sok2an gitu 😦

    sebenernya ga sok sih mbak.. mungkin cuma pengen buktiin nyawanya banyakan mana ama kucing*lho ono kucing maneh*

  5. wib711 said: Tapi bagi para die harder tersebut 5-10 menit sangat berguna…

    berguna wib, karena itu waktu yang sangat lama. coba aja tahan napas selama itu… :))die harder (istilah wib) itu pula yang sering bikin senep; saat berbelok kiri dari arah gang, tak tengok kanan lagi; sering aku nyaris bertabrakan dengan mahluk yang satu itu. 😛

  6. wib711 said: iya.. masih mending di jogja ya.. atau udah sama aja kayak jakarta kah?

    tergantung berkendaranya di jalan mana dan jam berapa :-Dbedanya sama di jkt, di sini banyak mahasiswa baru motor baru, sepertinya baru bisa juga naik motor, bawanya ngawur lebih karena kurangnya skill. bisa bawa motor di jogja belum tentu bisa bawa motor di jkt 🙂

  7. aduh…….tapi emang iya sihdulu pernah baca entah dimanakatanya penyebab kematian terbesar tiap tahunnya itu justru dari kecelakaan bukannya penyakit 😦

  8. itsmearni said: aduh…….tapi emang iya sihdulu pernah baca entah dimanakatanya penyebab kematian terbesar tiap tahunnya itu justru dari kecelakaan bukannya penyakit 😦

    memang ada penelitiannya kalo kecelakaan lalu lintas itu penyebab kematian no 3 di Indonesia setelah jantung & stroke. Jadi, memang semuanya harus hati-hati :)pesan2 dari pendukung gerakan I wanna Get Home Safely 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s