Tetep gaya tanpa mahal

Bersepeda yang diperkenalkan kembali oleh komunitas B2W, lambat laun mulai banyak penggemarnya. pelan tapi pasti anggotany bertambah, yang pasti awalnya melalui getok tular dari yang sudah gowes kekantor meracuni yang lain. Pembuatan website juga mendukung interaksi sesama goweser.
tanpa dapat dipungkiri, trend juga turut mempengaruhi.
Mulai dari folding bike hingga yang terakhir booming ini adalah fixie.

Saat ini bersepeda bukan hanya sekedar mengendarai sepeda tapi sudah berubah juga menjadi gaya hidup, makin keren n bagus sepedanya makin bangga memakainnya hal ini tentu saja korelasi yang sangat kuat dengan harga sepeda yang “bagus” juga.
dari pengamatan yang saya lakukan terhadap para goweser normal yaitu yang sebagian besar menggunakan sepeda untuk ber-B2W, mulai dari harganya dikisaran 1jutaan sampai diatas 12jutaan, mereka tetap menggunakan peralatan seperti lampu belakang dan depan serta atribut keselamatan yaitu helm, hal ini penting, walau naik sepeda dengan kecepatan standar antara 20-36kpj, kalau jatuh ya bisa bikin kepala babak belur.

Saya perhatikan juga ada kelompok mahasiswa yang bergowes ria ke kampus atau sekedar untuk nongkrong, tentu saja sepeda yang digunakan adalah model yang trend saat ini yaitu fixie, tapi mereka lupa bahwa ada faktor lain yang juga perlu diperhitungkan seperti diatas, jarang sekali yang memakai helm dan memasang lampu, sedangkan saya jumpai beberapa kali mereka berjalan di waktu malam hari.
Mungkin mereka percaya bahwa ada faktor “Yang Diatas” yang menentukan hidup matinya seseorang, tapi mereka juga mungkin lupa bahwa ada faktor lain yang turut mempengaruhi, salah satunya dari tingkah laku yang tidak mau memakai peralatan yang sudah banyak tersedia.
Sebenarnya apalah artinya harga lampu depan-belakang, yang terhitung murah 20-100ribu dan harga helm 200-400ribuan dibanding dengan harga sepeda yang dinaiki yang saya lihat di toko sepeda berharga lebih dari 3jutaan.

Secara pribadi saya kagum melihat fixie yang mampu membuat orang bersepeda untuk menjadi salah satu kegiatannya, tapi saya lebih kagum lagi dengan orang yang bersepeda dengan memakai atribut keselamatan bagi diri sendiri.

Pesan moralnya : saya kepengen banget beli fixie.. tapi kok ya diliat2 ama umur pilihan bakal jatuh kesepeda onthel… 😀

Advertisements

59 comments on “Tetep gaya tanpa mahal

  1. vocinna said: kamis ketemuan bisa yok mas? inna bawa beberapa foto liputan inna sendiri aja deh. 😀

    foto saya hilang mbak… tapi saya coba search lagi di external hd..sms aja t4 dan waktunya

  2. etika said: setuju wib, mending beli onthel aja, nanti kalo ada shooting film jadul bisa disewain kan ? 🙂

    hehehe.. itu kayak di jogja aja mbak.. kalo ga salah udah ada yang nyewain buat turis

  3. fendikristin said: beli aja fixie-nya Mas Wib ntar kalo nga pantes..saya aja yang pake..okeeeyy? :p

    emang mbak kristin bisa gowes sepeda? *ga yakin*

  4. tianarief said: mau mengambilkan bakso buat inna? boleh, boleh. kabari, aku bawain baksonya ke kantor. makasih wib. 😀

    kamis saya mampir mas… sekitar jam 9an… 🙂

  5. debapirez said: sistem pengereman sepeda fixie sm kyk becak hehe…

    kalo becak kan jelas ada remnya, diinjek terus remnya mencengkeram pelek belakang. lha fixie? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s