Loser or Winner?

Kalau buka QS 75 : 37, disitu disebutkan bahwa manusia itu tercipta dari mani (sperma)
“Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)”

Saat sperma dikeluarkan itu jumlahnya jutaan, mereka berkompetisi untuk mencapai ovum sehingga terjadi pembuahan, singkatnya seperti itu.
Tapi yang berhasil mencapai ovum itu hanya satu, dan itu adalah yang akhirnya menjadi anda yang membaca jurnal dan saya tentunya.
Coba klik ini http://www.youtube.com/watch?v=gAnMymnJiLM
itu hanyalah gambaran apa yang saya tuliskan diatas.



Dilihat lebih jauh, anda dan saya ini sejak awal adalah pemenang dengan semua keunikan, kelebihan dan kekurangannya, jika mau memahami hal tersebut, tentu tidak ada alasan untuk membuat diri merasa menjadi pecundang.
Dari setiap kelebihan yang dimiliki bisa jadi menjadi kekurangan, tapi dari setiap kekurangan justru bisa juga menjadi sebuah kelebihan.

Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk bersikap pesimis menghadapi semuanya, karena Awalnya kita terlahir sebagai Winner, pertanyaannya adalah : are you finish as a loser or a winner?
saya rasa semua jawaban tergantung anda bagaimana menyikapi akan hal tersebut.

Selamat menjalankan sisa ibadah puasa, selamat menikmati weekend, selamat mudik dan yang paling utama Selamat Hari Raya Idul Fitri, Maaf Lahir Batin.

Advertisements

[Melatipelayu] Akhir dari sebuah konspirasi

Berdasarkan bukti surat yang ada akhirnya mulai ditelaah bagian mana saja yang menjadi sumbernya, jadi mau tidak mau, kulit luar konspirasi yang berduri tajam segera dibelah… untuk pertama kalinya belah duren dilakukan malam hari ternyata inilah hasil konspirasi yang tampak, ada yang memang wangi


dan ada yang cuma indah dipandang dan ada tidak wangi, tidak indah tapi enak rasanya.


Setelah dipilah berdasarkan telepati dengan mbak Kusminah dan mbak Suminten serta beberapa pendekar lulusan AMI, diputuskan untuk segera membawa isi dalam durian tadi ke Gubernuran di Kota Gandariang.. Semua bersemangat… tingal selangkah didepan mata hasil konspirasi akan ketahuan.
Hingga menunggu hari H.. tiba-tiba datanglah Gatotngece berkata “kon iku kawulo alit, aja sok-sok an dadi jago, aku iki ngandani kowe biar kowe ra keblinger dadi penguasa”
*sorry google translet bahasa jawa saya mati.. artikan saja sendiri*
Bagai durian runtuh… maaf salah, bagai tertimpa langit runtuh, wib langsung mingkem… clep…seperti tertancap bambu runcing di uluhatinya… cessss.
demi menghormati gatotngece, akhirnya wib berkata : “ampun ndorogusti gatotngece, kulo niki mahluk sing ra tau diri, mboten kepikiran arep dadi jago… semisalnipun ngelakahi ndoro gusti.. kulo nyuwun pangaksami, tapi sing kadung mlaku yo harus diteruske, iku tanggungjawab kulo sebagai kawulo alit”

Bumi gonjang ganjing langit kelap kelip saat hal itu terjadi… tapi yang harus berjalan harus diteruskan dan setelah menimbang sangat dalam sambil konsultasi, diputuskan bahwa wib tetap akan support, walau bambu runcing yang menancap dihatinya sudah bisa dicabut, tapi rasa sakitnya sangat luar biasa.

Dalam perjalanan pulang ke kampung melatipelayu, wib mampir ke tempat bang jampang meminta maaf karena ngebut hingga tidak mengenali bang jampang, untunglah bang jampang maklum, saat akan pamit, bang jampang berbisik kepada wib “mas wib, tolong saya ya, saya mau cari bini lagi nih… mas wib pasti ngerti lah.. syaikhan senang ama kupu-kupu mas…”
wib langsung mengerti apa yang dimaksud bang jampang, dan berjanji akan menghubungi sang kupu-kupu, untungnya saat buka puasa bersama di wilayah pinggiran kampung melatipelayu, wib berjumpa dengan kupu-kupu dan menyampaikan maksud bang jampang., sang kupu-kupu tersipu malu saat mendengarnya.



Saat hari H tiba, akhirnya wib yang berjanji untuk support menemani para charlie angels sambil membawa durian yang telah dibelah ke kantor gubernuran.


di kantor gubernuran ternyata sekali lagi wib mengakui ketajaman analisa awal kang tampah dengan filosofi isuk dele, sore tempe, mbengi ngelambe..
walau bagaimanapun, akhirnya didapat hal yang diinginkan walau tidak 1000%, karena memang selama ini ada perbedaan yang disampaikan pihak asisten gubernuran dengan informasi yang didapat dari pihak pemerintahan melatipelayu. tapi setidaknya itu menjadi catatan untuk diri pribadi.
Rasa lega ada, walau perjuangan belum berakhir, saatnya bergembira karena baru saja mendapat kabar dari bang jampang yang akan segera menbawa sang kupu-kupu pulang. Alhamduuuulillahh.

Memang benar bahwa setiap hal yang dilakukan jika belum dicoba akan kelihatan lebih berat dari apa yang dibayangkan, tapi jika dijalankan akan diketemukan hal-hal yang bisa menjadi penguat.
Pada nanti saatnya para Charlie Angels yang akan memaparkan semua hasil belah duren, sebagai kawulo alit wib hanya bisa support.

Saat ini, di kampung melatipelayu, wib sedang membereskan rumahnya tapi tidak akan meninggalkannya, jika kangen masih bisa datang dan bertemu dengan para tetangganya di kampung melatipelayu, wib berniat membangun rumah sendiri, saat ini baru saja membeli kavling.. tinggal menghubungi kembali Mas Ohtrie sebagai kontraktor yang sedang sibuk mempersiapkan lamarannya ke enif lugusekali.
jadi untuk sementara wib mengontrak di kota besar dengan alamat @wibonbee. cu frenz 🙂

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan agar tidak ada kata menyesal atas apa yang telah ditulis dan semoga ada m
anfaatnya untuk orang lain dan menjaga keguyuban di kampung Melatipelayu, Republik Multinesia maka postingan ini saya tutup kolom reply nya
.

[Melatipelayu] Konspirasi mulai terkuak

Suasana resah masih menyelimuti kampung Melatipelayu akibat surat cinta tersebut, wib yang baru ingin memulai interaksi dan ingin turut bergaul dengan warga kampung akhirnya berusaha mencari tahu kesemua akses yang dianggap mampu memberikan informasi, tujuan pertama adalah Nana Penyuka warna biru, Nana dianggap mumpuni karena pendengerannya sangat tajam sekali, setiap informasi yang didapatkan dari menguping selalu diarsipkan dengan rapi, jadi gampang memilihnya.
Wib : “Nana, saya minta bantuan jikakalau Nana mempunyai Informasi tentang hal yang membuat resah akhir-akhir ini dikampung melatipelayu”
Nana : “Oh kalau itu mah gampang mas wib, Pendengaran Nana sangat tajam tidak ada yang terlewatkan, mas Wib ga salah datang bertanya kepada Nana, mas Wib harus mencari kata kuncinya yaitu “Nguping Depok”, kalau di Depok harus mencari tahu kepada mbak Niez di Red House yang bergambar cabe, dan bisa diteruskan hingga kedaerah Bogor coret bertemu dengan bu Dosen Arni yang sedang cuti karena kakinya terkilir akibat hak sepatunya patah yang dikerjai oleh mahasiswanya, lalu bisa diteruskan kedaerah Bogor untuk menemui sesepuh disana yaitu mbak winni zaffara serta mbak eva syamsudin, mereka sangat pendiam tapi merupakan gudangnya informasi, jangan lupa kalau mau kesana kontak mbak Agnellia dahulu untuk memesan pia-pia yang bisa sebagai bekal dalam perjalanan”
Wib : ok Nana… terimakasih banyak atas informasinya… kamu sangat membantu, coba kita bertemu dari dulu ya
Nana : “biasa aja kali mas, kalaupun kita bertemu dari dulu belum tentu saya menikah dengan uda Ivan mas, Sahut Nana sambil mengerjap-ngerjapkan matanya
Wib : *bingung* lho, maksud saya, kalau saya ketemu dari dulu informasi yang saya dapatkan tentu bisa digunakan lebih awal”
Nana : *mukanya memerah* “eh… saya salah sangka…” untunglah Farrel datang ingin eek dan berhasil menyelamatkan Nana yang salah tingkah dan malu.

Wib melanjutkan perjalanan menuju Bogor, kebetulan sekali ditempat Dosen Arni ada mbak Eva dan mbak Winni Zaffara yang sedang ngerumpi mengenai Asix.
Dosen Arni : Wah tepat sekali mas Wib datang kemari kalau mau bertanya tentang asix, kebetulan kami sedang membahas bagaimana cara breastfeeding, jadi mas Wib bisa sekaligus mempelajarinya
Wib : *bengong* wah.. wah, maksud kedatangan saya kemari untuk bertanya tentang al yang meresahkan akhir-akhir ini, kalau untuk kursus breastfeeding nya nanti-nanti aja deh mbak
Dosen Arni : ooh.. maaf ya mas, saya salah sangka… jadi keresahan itu bermula dari isengnya anak-anak muda di Akademi Melatipelayu Indonesia, maklum mereka mengikuti contoh iseng para seniornya yaitu mbak Kusminah, mbak Suminten & mbak Rengginang, tapi hal ini sangat jauh berbeda, para anak muda ini iseng tanpa memikirkan akibatnya tidak seperti yang tua, nah biang keladinya adalah Ihwan Cullun yang menemukan kembali mantra Lacintrah… betul begitu jamaah?? eh mbak Eva dan mbak Winni?
Mbak Eva dan mbak Winni yang sedang menikmati Pia-piaku tersentak kaget..
“iya.. iya.. betul.. “sahut mbak Eva”
“iya, betul itu.. bahkan sampai Prof Bambang datang ke Bogor untuk menelusuri mantra lacintra itu, karena mantra tersebut digunakan juga oleh sadakonita untuk menggaet prof Bambang, hasil yang paling dahsyat adalah berhasilnya Ihwan mempergunakan mantra tersebut untuk menaklukan mbak Febbie -cerita mbak Winni sambil tetap mengunyah Pia- dan Ihwan berhasil menikahi Febbie lho mas…

“Baiklah mbak Eva, Mbak Winni dan Bu dosen arni, terimakasih atas penjelasannya, Wib mohon pamit dahulu.. oh iya jangan lupa nanti Pia-piaku nya dibayar ke mbak Amel yaa… saya hanya membawa tapi belum membayar
Mbak Eva, Mbak Winni dan bu Dosen Arni saling pandang dan melihat 10 buah bungkus Pia-piaku yang telah mereka habiskan dan rupanya belum dibayar oleh wib.

Wib memutuskan mencari literatur tentang mantra Lacintra di Bandung tapi rupanya Teh Setia sedang ada pendidikan di Lembang selama 666 hari, akhirnya daripada membuang-buang waktu diputuskan untuk kembali ke kampung melatipelayu, dalam perjalanan wib bertemu dengan omali yang memakai jubah dari handuk sedang membujuk dedy yang sedang menangis
Omali : Sudahlah ded, kau relakan sajalah febbie itu…. macam tak ada wanita lain di melatipelayu ini bah!
*kok omali logatnya jadi dari tanah sumatera gini ya?*
Dedy : *nangis makin kenceng, sambil menghentak-hentakan kaki, tapi ga lupa tetep sambil ngaca* omali ga tau perasaanku.. hatiku sangat sakit…. Febbie memang bukanlah yang paling cantik, tapi ada dua alasan yang aku tidak rela kehilangan dirinya… hikz hikz… alasan kedua adalah Febbie itu juru kampanye dan pasangan saya yang paling gila tapi… alasan pertama yang bikin sakiiiiitttt hati… whoaaaaaa whoaaaaaa *nangis kayak bayi*
Omali : *sibuk ngelapin aer mata dedy campur ingus pakai jubah handuk warna biru kebanggannya*
Dedy : “alasan pertama dan sangat utama adalah…. Febbie kabur dengan Ihwan membawa seluruh persediaan logam mulia aku, yang ditinggalkan hanya cermin kecil warna pink ini saja….
Omali : “waduh,…. kacau kalau begini… berarti nasib kita sama…. Raya juga kabur ke Kendari membawa semua pakaian dalam saya.. dia ninggalin SURAT kalo kangen sama omali tinggal dibakar satu-satu itu pakaian dalam,.. hiks hiks… tapi raya ga berpikir, kalau omali kan jadi kedinginan ga pakai pakaian dalam.. huaaa rayaaaaaa… rayaaaaaa” *omali meratapi nasibnya sambil memanggil Raya dan menutupi bagian tertentu agar tidak kedinginan*
Wib yang ingin bertanya panjang lebar akhirnya hanya mengajukan satu pertanyaan kurang dari 140 karakter karena tidak tega melihat kedua orang tersebut menangis saling berpelukan..

Wib : “Omali dan Om dedy, boleh saya lihat suratnya?
Omali dan om Dedy menyerahkan suratnya, ada satu kesamaan.. dibawah surat tersebut ada tulisan ISTI, setealh mencari dalam kamus, ini sih hanya persoalan rumah tangga, istri2 mereka rupanya sudah tahu bagaimana kelakuan mereka berdua di kampung melatipelayu, sehingga membuat surat tersebut seolah-olah dari febbie dan Raya
*ISTI : Ikatan Suami Takut Istri*


Setelah mendapatkan clue.. wib akhirnya meneruskan perjalanannya untuk makan sate domba di casablanca.. kalau ada yang mau gabung ntar sore kontak-kontak aja yaa
nantikan Endingnya sebelum tengah malam, karena itu syarat lomba untuk menghapus mantra lacintra

**Klik aja yang warna merah… nanti akan menuju kisah atau tokoh yang dimaksud yang saling berhubungan

[Melatipelayu] Konspirasi Tingkat Tinggi

Dua tahun di Medan, Aceh dan Bengkulu seakan begitu jauh merindukan sebuah kampung bersama yang bernama kampung Multipelayu, dulu saat pertamakali babat alas, nama kampungnya pun belum ada, yang ada hanya ketua kelas, itu pun masih saling tunjuk siapa yang pantas menjadi ketua kelas, seiring perjalanan waktu, terbentuklah kampung Multipelayu, saya sendiri tidak paham mengapa dinamakan demikian.

Yang saya tahu saat pulang dari aceh mencari dedek maniezt di kampung multipelayu itu saat ini ada Lurah saru yang bernama Cakmarto dan ada pula sadakonita yang bertugas mengawasi kampung dengan membawa pentungan serta tidak ketinggalan membawa semua Etika dalam bermasyarakat, jadi jika ada yang melanggar etika dengan sigapnya sadakonita membuka ponsel dan membacakan rule yang sebaiknya dijalankan.
Ketua kelas yang dulu saat babat alas ternyata sekarang sudah menjadi presiden, saat saya tinggalkan kampung dulu memang jabatannya baru sampai level bupati, tapi memang saya tahu ketua kelas kami dahulu orang yang mempunyai energi lebih untuk kegiatan membangun kampung dan kegiatan sosial, jadi wajar saja sekarang kalau menjadi presiden.

Hari pertama saya di kampung Multipelayu saya tergagap-gagap, banyak sekali warga baru yang saya tidak kenal, bahkan oleh sang banpol saya dikirimi kulsms agar tahu caranya berinteraksi dengan yang lain.
Tapi ternyata kampung Multipelayu tidak jauh beda saat babat alas, dahulu ada kelompok yang selalu merusuh dengan nama kelompoknya Aliasi Perusak Jurnal (APJ) ketuanya Diah Ramli, tapi setelah insyaf Diah pindah ke UK mencari tambatan hatinya.
Sekarang, rupanya masih tumbuh subur generasi perusuh yang diketuai oleh Mbak Engkoos dan Mbak Febbie, tapi kalau ini tingkat kerusuhannya sepuluh kali lipat dibanding APJ, maklum mereka itu selain punya energi lebih untuk unsur yang berbau gosip juga mempunyai power sebagai ibu rumah tangga yang butuh disalurkan tentu saja melalui kerusuhan, bisa terbayang kan kegiatan sehari-hari mereka harus ada yang dirusuhi, bahkan suami mereka karena sering dirusuhi sampai ngambek dan sering pergi melarikan diri.

Karena rule yang diberikan sadakonita sangat rumit, saya akhirnya memtuskan bertemu dengan profesor Bambang Snape untuk berdiskusi, prof dengan sangat piawai menerangkan rule yang dibuat oleh sadakonita, ternyata saat bertemu bertiga di halte buswe, sadakonita kelihatan berbeda, rada kemayu gitu.. rupanya ada udang di balik slurpe, sadakonita menaruh hati pada prof. Bambang, jadi rupanya pelampaiasan kegalakan atas nama rule itu karena cinta yang menepuk sebelah tangan.

Pengamatan dilakukan oleh wib terhadap warga kampung multipelayu agar tidak salah berinteraksi, sembari mencari jejak dek maniezt yang dikabarkan kabur ke Jogja karena ditaksir playboy cap kura-kura yaitu omali.
Omali dengan kemampuan intelektualnya yang tinggi berfatwa, bahwa membuat senang orang lain dan dirinya sendiri itu adalah mendapatkan pahala, jadi dengan rencana menikahi dek maniezt, omali nya senang dan dek maniezt akan terlindungi dari mahluk gaib yang ber marga Sumitro.
Sementara itu debapirez alias dedy adalah sekutu omali dalam hal menggaet wanita di kampung multipelayu, kalau omali khusus hunting pada wanita lajang seperti Dek Maniezt, Raya, Nina & April, sedangkan dedy khusus berburu wanita yang sudah berumah tangga seperti mbak Febbie, Mbak Uwi maniapasta, mbak Ida22, mbak Intan serta mbak Pink.

Rupanya sepak terjang omali dan dedy tidak disukai oleh ihwan culun, ihwan merasa tersaingi dan merasa masanya Dedy dan Omali sudah tamat, karena mereka berdua termasuk angkatan westlife, sedangkan Ihwan termasuk angkatan The New Srimulat.
Akhirnya Ihwan membujuk Raya dan Nina berkoalisi menghadapi Dedy dan Omali, tapi karena masih muda dan belum pengalaman, Trio koalisi tersebut tidak memperhitungkan faktor X, dimana Febbie yang menjadi salah satu gebetan Dedy tidak rela jika hal tersebut terjadi, dengan segala daya upaya Febbie menjalankan kampanye agar dedy sang pujaan hati berhasil menjadi yang ternarsis pada ajang MPID Awards.
Febbie : “Ayang, Trio koalisi mau mencuri gelar ternarsis dari kamuh, aku ga rela yang… “*sambil ngemil*
Dedy : “aku pun tak rela yang” *sambil ngaca dan menyisir*
Omali : “Sayapun tak rela kalau Raya dan Nina jatuh ketangan si Culun itu.. kita harus bersatu” seru omali sambil mengelus-ngelus foto Raya
Febbie : “baiklah… aku akan berkampanye mati-matian demi Dedy belahan jiwaku, untu Raya dan Nina serahkan saja pada team sukses kita, agar mereka terpilih menjadi yang terdudul dan tercerewet, agar si Culun itu ditinggalkan”
Begitulah kesepakatan yang dibuat Trio Angkatan Westlife yaitu Febbie, Omali dan Dedy.

Sementara itu, di salah satu sudut kampung, trio kriwil yaitu Rengganiez pengemar cabe, Wewet yang selalu grasak grusuk serta cak Marto selaku lurah kampung multipelayu sedang saling tatap, dihadapan mereka terserak kertas-kertas, secangkir kopi cak marto, sekilo cabe kering rengganiez dan segelas jamu galian singset wewet.
Rupanya pembicaraan mereka sudah sangat serius.
Cak Marto : zadi, afakah kalian akan mendukung gue?
Aniez : Tentu saja cak… kamu adalah abangku satu-satunya, jadi harus didukung
wewet : Saya siap mendukung cak Marto sepenuh jiwa raga saya
Cak Marto : baiklah, Aniez.. paparkan Strategimu
Aniez : jadi begini cak, dilini atas kita sudah tanam Febbie untuk melakukan kerusuhan sekaligus menggalang masa, untuk para wanita lajang omali sudah bisa diandalkan dan untuk para wanita yang sudah berkeluarga, kharismatik Dedy sudah tidak perlu diragukan lagi.
Cak Marto : baiklah. Gue mengerti, nah elo wewet.. sekarang paparkan strategimu
Wewet : “dalam hal menggalang masa dari kaum muda, saya sudah menempatkan ibu Arnia dan prof Bambang di Akademi Multipelayu Indonesia, sebagai penetralisir, saya juga sudah bekerjasama dengan bang Jampang agar ada yang bisa dituruti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Prof Bambang juga sudah dikirim ke Jakarta melihat acara kebudayaan jakarta, festival palang pintu, padahal maksud sebenarnya agar bertemu dengan sadakonita karena diantara mereka berdua memang saling ada rasa… hik hiks…. *wewet memaparkan hal tersebut dengan berderai airmata, terbayang pujaan hatinya Prof Bambang berjalan-jalan dengan sadkonita berduaan*
Aniez : sudahlah Wet.. ini demi perjuangan kita bersama, jika nanti kamu memang tidak berjodoh, saya akan jodohkan kamu dengan bang Jampang, dia itu pintar, baik dan penyayang terhadap anak kecil kayak kamu lho wet.. *aniez membujuk wewet sambi mengunyah cabe*
Cak Marto : Okelah.. kalian jangan pada melow gitu, intinya gue setuju… Ini Gotrex yang ga bisa dihubungi.. kemana dia Niez?
Aniez : Gotrex lagi mempersiapkan untuk melamar fine si lugusekali cak, maklum.. gotrex itu kan pinter, jadi kalo cari istri harus yang lugu biar bisa di bohongi.
cak Marto : Ya udah gpp, yang penting kita semua bersatu untuk melakukan kudeta, sudah bosan kita dipimpin oleh Presiden Ari, saatnya kita yang memimpin.. Merdekaaaa
Aniez dan Wewet : Merdekaaaaa

Hari demi hari berganti, rencana terus berjalan hingga datangnya Land Lord dari Amerika yang membuka pusat pemerintahan di Kota Gandariang, mereka mengundang Presiden Arie, yang mengajak Lurah Marto, Febbie sang ratu kerusuhan, mbak Intan dan Wib yang newbie untuk berdiskusi bagaimana tentang keadaan dikampung multipelayu saat ini, di Le Seminyak pulau Bali.
Captain Daniel, sang Gubernur Jenderal Kota Gandariang banyak memberikan janji, yang dicatat oleh mbak intan yang memang senang orat-oret, karena masih dirasa kurang cukup, maka pertemuan kedua dilanjutkan di Marche, GI, Perancis.

Disitu dibahas juga tentang akan dibangunnya pusat pemerintahan Gubernur Jenderal dengan nama rumah yang menyolong dari nama rumah warga multipelayu yang sudah ditinggalkan, dibuat perkumpulan tersendiri untuk para pedagang dan untuk warga non pedagang.

Tapi rupanya komunikasi yang berjalan antara pemerintahan dibawah gubernur jenderal dengan warga kampung multipelayu tidak berjalan dengan baik, jangankan menagih janji-janji yang telah di ucapkan Gubernur Jenderal, untuk berkomunikasi saja dengan aparat mereka sangat sulit, benarlah apa yang salah satu sesepuh bilang yaitu kang Tampah : Isuk Dele, Sore Tempe, Wengi ngelambe…
kalau dalam bahasa hanacaraka artinya : “Jadi pagi ini ngomong apa, siangnya bilang apa.. malamnya dadah dadah ke warga kampung yang bertanya sambil meletin lidah dengan nada ngenyek.
Akibat dari buntunya komunikasi itu, para warga sering bertanya tapi rupanya warga kampung yang suka bertanya kena batunya, mereka mendapat surat cinta dari Asisten Gubernuran.

Akhirnya warga kampung multipelayu galau dengan keadaan tersebut, kenapa ada surat cinta? alasan apa dikirim surat cinta? siapakah pengirimnya?
semua hanya mereka-reka bagaimana itu bisa terjadi…..

bagaimanakah kisah selanjutnya dari warga kampung multipelayu? Penasaran??
klik aja disini lombanya

Cerita ini hanya fiktif belaka bahkan bisa kisah nyata, jika ada kesamaan memang pasti disengaja… Toh ga ada yang tahu bahwa ini realita atau cuma hura-hara, namanya juga konspirasi buat tertawa

Umpama berkonspirasi….

Teori konspirasi itu seperti gambar dibawah ini


dilihatnya ga enak,

baunya sampai kemana-mana


yang ngerencanain malah enak-enakan seperti didalamnya

dan bisa ketawa-ketawa
karena berhasil mempermainkan

Antara Integritas dan Kreatifitas

Perbincangan seminggu lalu dengan teman-teman lama mpers 2004-2005 yang sudah lama tidak berjumpa mengerucut menjadi satu titik, dimana pembicaraan awal tentang sebuah proses pertemanan yang berubah menjadi persahabatan yang awalnya hanya untuk saling bercerita atau berjalan-jalan membunuh waktu mulai dari nongkrong di Soto Ceker ceker pak Gendut di sabang, hingga mencari SGPC bu Wiryo ke Jogja.
dari sebuah proses itu ternyata banyak hal yang bisa didapat, selain silaturahim dan saling bercerita tentang kegiatan masing-masing hingga rembukan mencari solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi.

Semakin lama durasi bertemu semakin jarang karena memang selain jarak berjauhan saat saya ada Aceh, ada yang di Jakarta dan di Bandung, komunikasi tetap berjalan walau cuma sekedar untuk say hallo, bahkan kadang kalau sedang konyol dan merasa jenuh, foto-foto perjalanan bersama kadang di kirimkan kembali, semua itu tujuannya agar tidak terputus komunikasi yang telah terjalin.
Tapi paling tidak setahun sekali kami walaupun tidak lengkap selalu berkumpul.

Kembali ke pertemuan minggu lalu, disana kami sepakat bahwa silaturahim akan tetap terjaga dengan komunikasi yang baik tanpa ego dari masing-masing orang dan kami tidak ada yang menjadi pemimpin bagi yang lain, yang ada setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, selain itu poin yang kami sepakati adalah walau pertemuan hampir setahun sekali, paling tidak ada progress yang didapatkan, ide-ide kreatif yang muncul sebisa mungkin dijalankan, seperti para wanita yang membuat ide-ide untuk memasak dan terkadang mencoba resep-resep baru mulai dari bolu bantet hingga bolu gosong, bagi para pria walau matanya menatap MU yang sedang berlaga, tapi pembicaraanya kearah otomotif hingga investasi.

Dan satu hal yang paling penting rasa nyaman harus tetap dijaga tanpa ada ke-aku-an yang timbul dan harus bisa memberi manfaat untuk orang lain jikapun tidak semoga bisa untuk diri kami.
Satu pesan mereka kepada saya jika mengikuti kegiatan dimanapun lantas tidak merasa nyaman dan panggilan hati dilakukan dengan terpaksa serta tidak ada manfaat positif yang didapat maka lebih baik mencari kegiatan positif lain yang bisa diikuti dengan nyaman dan tanpa rasa was-was.

Salam, saatnya undur diri 🙂

Antara Aku, Gue dan Saya

Penggunaan kata ganti untuk diri sendiri begitu banyak, mulai dari bahasa Indonesia baku, bahasa gaul hingga bahasa daerah, walaupun berbeda-beda tapi tujuannya sama menunjukan sebagai “person” terhadap orang lain.
Jika dilihat ada perbedaan makna untuk setiap kata ganti tersebut, tapi kadang tidak terlalu diperhatikan karena biasanya sudah pada tahap saling kenal atau akrab.

Awal-awal nge-blog, saya mempergunakan aku untuk berkomunikasi, hal itu bertahan lumayan lama, karena saya menganggap “aku” itu adalah bentuk yang pas dalam berkomunikasi dengan sesama kontak, semakin lama aku mendapat tambahan “gue” jika untuk orang yang sudah akrab dan ketika lawan bicara mempergunakan kata gue sebagai pengganti diri.
Walau bagaimanapun, Aku masih saya pergunakan ketika untuk berbicara dengan orang yang sudah sangat akrab.

Semua itu akhirnya berbalik setelah saya bertemu dengan teman-teman baik yang lebih tua ataupun lebih muda mereka mempergunakan “saya” sebagai kata ganti untuk dirinya sendiri, saya sendiri tidak terlalu peduli, , tapi lama kelamaan setiap berinteraksi dengan mereka saya memperhatikan kalimat yang keluar itu menunjukan suatu bentuk kesantunan sekaligus menjaga interaksi melalui intonasi dan ritme dengan lawan bicara.

Hingga akhirnya saya mencari tahu bentuk interaksi dengan aku, dan ternyata aku tersebut selain menunjukan tingkat keakraban yang sudah tinggi, tapi juga menunjukan tingkat ke-aku-an yang lebih tinggi dengan kata lain ego yang lebih tinggi terhadap diri sendiri.
Ternyata setelah membaca kembali jurnal-jurnal terdahulu, tingkat ke-aku-an saya cukup tinggi, dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan saya sebagai kata pengganti.

Mungkin hal diatas bagi setiap orang tidak ada bedanya, dalam hal sebagai ganti ganti saya setuju bahwa itu tidak ada bedanya karena merupakan ganti orang pertama, tapi dalam makna saya pribadi berpendapat lain bahwa itu memang ada bedanya.
Jadi jika ada aku, gue dan saya berkeliaran pada jurnal saya atau reply di jurnal orang lain, itu tidak lain adalah hanya sebagai bentuk kata diri yang mewakili saya, jika untuk maknanya silakan ditafsirkan sendiri.

Not Being Talked About

There is only one thing in the world worse than being talked about and…. that is not being talked about *The Power of WOMM*

Bagaimana jika anggota suatu jejaring sosial bercerita tentang hal tidak bagus tentang jejaring sosial yang diikutinya? kalau hanya satu atau dua orang hanya menulis dengan cara misuh-misuh mungkin hanya segelintir orang yang akan bertanya, Tapi bagaimana jika ada beberapa orang anggota komunitas jejaring sosial seperti bloggernya Super Garing berbicara tentang hal tidak bagus?

Mari kembali ke awal, sejak tahun Juli 2004 Super Garing mulai hadir di Indonesia, dan digunakan oleh para user yang sebagian besar saat itu untuk mencari lagu gratisan, tapi sejak ada kebijakan menutup hal tersebut, lambat laun user pemburu lagu mulai bertumbangan, dan akhirnya yang tetap eksis adalah para blogger nya yang lebih dikenal dengan sebutan Mpers dan akhirnya menjadi komunitas Blogger MPID, hingga sekarang, berarti usia komunitas blogger MPID sudah 7 tahun.
Ini tentu hal yang positif bagi Super Garing, bahkan menjadi Positive Word Of Mouth Marketing, karena banyak user yang mengenal Super Garing ternyata dari user yang
telah bergabung sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, para blogger itu semakin akrab satu sama lain, hal yang tidak serius bisa menjadi serius, hal yang serius bisa juga menjadi candaan, satu hal yang pasti walau terlihat saling canda dengan fitur komen yang tersedia, para blogger komunitas MPID banyak yang kritis dalam hal menyikapi sesuatu, sehingga orang luar atau dari komunitas lain bisa menilai bahwa itu adalah arogan atau bahkan kasar, tapi sebenarnya tidaklah demikian, karena hal itu merupakan sikap keterbukaan dan tanpa tedeng aling-aling yang dimiliki sebagian besar blogger.

Saat ada blogger yang mengadakan acara, misalnya lomba menulis *banyak sekali lomba menulis yang dilakukan oleh para blogger MPID* mulai dari yang serius hingga yang bersifat hanya untuk kesenangan bergulir, dan pasti akan ada pertanyaan mengenai kejelasan dan persyaratan tentang hal tersebut, hal itu terjadi karena memang pada dasarnya para blogger ingin keterbukaan.
Jadi, jika ada katakanlah usernewbie mengadakan lomba mengarang bebas, tentu saja para blogger akan bertanya tentang semua hal, dan celakanya usernewbie menganggap hal tersebut sebagai kerusuhan, berkomentar secara negatif.
Padahal jika usernewbie mau meluangkan sedikit waktu untuk melihat karakteristik para blooger komunitas MPID yang memang sedikit unik, maka justru akan terjadi interaksi dan kerjasama yang bagus.

Alih-alih mau melakukan pendekatan, yang ada mencari tahu latar belakang para pemberi komen lalu melaporkan ke pihak berwenang bahwa banyak yang membuat rusuh.
Lalu apakah yang dilakukan oleh pihak berwenang?
Apakah pihak berwenang mengadakan pendekatan kepada pembuat komen di tempat usernewbie? ternyata tidak, yang ada malah membuat surat cinta.
Sungguh efektif, surat cinta yang akhirnya menyelusup kemana-mana, apalagi dalam sebuah komunitas blogger yang solid dan sangat akrab untuk berbagi.
Dan berhasilah dengan sukses NEGATIVE WORD OF MOUTH MARKETING yang dijalankan terhadap para user yaitu Blogger Komunitas MPID.

Di era sosial media yang sedang “in” saat ini, segala sesuatunya bisa berubah dengan dinamis, banyak sudah yang menjadi contoh salah satunya seperti kisah Prita Vs Rs. Omni, word of mouth nya berjalan begitu cepat dan tidak bisa dihentikan.

if people talk negative about you, it shows that they still care & they still love you, because they want you to improve!! not to suspend account!!

Jadi ??? itu pertanyaan retoris, hanya anda dan Tuhan yang bisa menjawabnya.


WIB
Blogger & Researcher Pecinta Hitam

#Tulisan ini bukan bertujuan untuk memprovokasi, hanya sebuah bentuk keprihatinan terhadap kondisi saat ini

Mau kalian apa sih??????

Saya pernah baca tentang bahagiannya mbak Niez mendapat surat cinta dari Pez
dan begitu juga cak Nono yang bikin QN disini karena dibalas PM nya.

Nah bagaimana jika tiba-tiba tanpa ada angin, hujan, halilintar tiba-tiba mendapat surat cinta dari salah satu pengelola jejaring pertemanan dan berjualan disini

Hi,

Kami menerima keluhan dari salah satu user kami, karena dia merasa terganggu dengan comment-comment yang tidak ada hubungannya dengan user tersebut.

Dengan ini kami memberikan peringatan kepada anda agar tidak memberikan komentar-komentar yang negatif dan tidak perlu di halaman orang lain.

Kami berhak dan akan melakukan suspend atau tindakan apapun yang kami rasa perlu jika anda masih melakukan hal tersebut.

Terimakasih,

on behalf of SUPERGARING


Tapi anehnya yang mengirim adalah ID personal.. jika ini dala jejaring seperti itu, tentu yang mengirim adalah langsung dari ID/ADMIN SUPERGARING…..

Jadi gampang aja kalo kita ga suka ama ID orang lain, misalnya dia komen ditempat kita, kita aduin aja ke SUPERGARING dengan alasan komen nya NEGATIF…. biar di suspend tuh ID yang komen di tempat kita.

Persoalan lain belum diselesaikan, udah bikin hal kayak gini.
Ga lucu aja nih jadinya……. jadi perlu diselesaikan secara beradab, secara adat, secara jantan atau jalan belakang?

Berbagi Ala Mbah Darno

Hari minggu kemarin saya bertemu dengan seorang bapak yang menjadi loper koran, mungkin bagi orang lain ga ada istmewanya, tapi bagi saya itu adalah salah satu hal yang istimewa, betapa tidak, saya mengenal bapak tersebut ketika masih kelas 6 SD, saat itu kami berlangganan koran dan majalah donal bebek, yang menjadi loper koran adalah anaknya yang seusia saya, tapi ketika masuk SMP, bapaknya yang menggantikan anaknya untuk mengantarkan koran, awalnya memakai sepeda BMX anaknya, tapi akhirnya berganti dengan sepeda mini, lalu berganti lagi dengan sepeda jengki.

Itu cerita awalnya, tapi ada sisi menarik dari mbah Darno sang loper koran ini, di usianya yang sudah menginjak 69 tahun, mbah Darno diminta berhenti menjadi loper oleh anak-anaknya, tetapi beliau menolak dengan alasan kalau tidak bekerja badannya sakit semua. akhirnya anaknya mengalah dan membelikan Betrix (sepeda listrik) agar beliau tidak perlu ngegowes kembali.
Seminggu sebelum puasa, koran yang diantarkan lebih pagi, saya penasaran karena biasanya mbah Darno mengantarkan koran ketempat saya sekitar pukul 7 pagi, tapi jam 6 koran sudah diantarkan, dan saya lihat anaknya yang mengantarkan sebelum berangkat kerja. rupanya mbah darno sedang pulang kampung, dan agar pelanggan korannya tidak kecewa anaknya lah yang menggantikan.
tanggungjawabnya terhanggap pelanggan cukup tinggi, tidak heran banyak orang yang tetap bertahan berlangganan terhadap beliau.

Saat bulan puasa seperti ini jadwalnya juga tidak berubah sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan menjelang Hari raya, mbah Darno memberikan kue buatan istrinya untuk pelanggan-pelanggan lama yang sudah dikenal secara akrab, dan bisa dipastikan tas untuk membawa koran akan berganti dengan kue-kue dari pelanggannya sebagai ucapan terimakasih, ada pula pelanggan yang tidak memberikan kue, tapi memberikan uang sebagai tanda terimakasih.
kalau membayangkan, jika mbah Darno mempunyai 15 orang pelanggan saja, bisa dipastikan ada 10 toples kue yang akan dibawa pulang tapi tidak begitu dengan mbah Darno, beliau setelah dapat kue dari pelanggannya hanya beberapa yang diambil dan sebagian besar dibagikan kepada teman-teman loper lainnya, begitu juga uang “THR” dari pelanggannya jika ada loper lain yang tidak mendapat apapun dari pelanggan, akan diberikan bagian oleh mbah Darno.

Begitu banyak pelajaran dari Mbah Darno sebagai loper… beliau bukan hanya mengajarkan nilai tanggungjawab terhadap Sang Pemberi Hidup dengan bekerja sesuai kodratnya, tetapi juga mengajarkan tanggungjawab kepada oorang lain serta tidak lupa dengan berbagi terhadap sesama.


Selamat berpuasa…. semoga kita tetap ingat ada “tanggungjawab2” yang harus dilakukan dan tanpa lupa berbagi kepada sesama..