Antara Aku, Gue dan Saya

Penggunaan kata ganti untuk diri sendiri begitu banyak, mulai dari bahasa Indonesia baku, bahasa gaul hingga bahasa daerah, walaupun berbeda-beda tapi tujuannya sama menunjukan sebagai “person” terhadap orang lain.
Jika dilihat ada perbedaan makna untuk setiap kata ganti tersebut, tapi kadang tidak terlalu diperhatikan karena biasanya sudah pada tahap saling kenal atau akrab.

Awal-awal nge-blog, saya mempergunakan aku untuk berkomunikasi, hal itu bertahan lumayan lama, karena saya menganggap “aku” itu adalah bentuk yang pas dalam berkomunikasi dengan sesama kontak, semakin lama aku mendapat tambahan “gue” jika untuk orang yang sudah akrab dan ketika lawan bicara mempergunakan kata gue sebagai pengganti diri.
Walau bagaimanapun, Aku masih saya pergunakan ketika untuk berbicara dengan orang yang sudah sangat akrab.

Semua itu akhirnya berbalik setelah saya bertemu dengan teman-teman baik yang lebih tua ataupun lebih muda mereka mempergunakan “saya” sebagai kata ganti untuk dirinya sendiri, saya sendiri tidak terlalu peduli, , tapi lama kelamaan setiap berinteraksi dengan mereka saya memperhatikan kalimat yang keluar itu menunjukan suatu bentuk kesantunan sekaligus menjaga interaksi melalui intonasi dan ritme dengan lawan bicara.

Hingga akhirnya saya mencari tahu bentuk interaksi dengan aku, dan ternyata aku tersebut selain menunjukan tingkat keakraban yang sudah tinggi, tapi juga menunjukan tingkat ke-aku-an yang lebih tinggi dengan kata lain ego yang lebih tinggi terhadap diri sendiri.
Ternyata setelah membaca kembali jurnal-jurnal terdahulu, tingkat ke-aku-an saya cukup tinggi, dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan saya sebagai kata pengganti.

Mungkin hal diatas bagi setiap orang tidak ada bedanya, dalam hal sebagai ganti ganti saya setuju bahwa itu tidak ada bedanya karena merupakan ganti orang pertama, tapi dalam makna saya pribadi berpendapat lain bahwa itu memang ada bedanya.
Jadi jika ada aku, gue dan saya berkeliaran pada jurnal saya atau reply di jurnal orang lain, itu tidak lain adalah hanya sebagai bentuk kata diri yang mewakili saya, jika untuk maknanya silakan ditafsirkan sendiri.

Advertisements

77 comments on “Antara Aku, Gue dan Saya

  1. hihihi…iya, dulu ber-gue2 itu kalau sama temen yg udah akrab bgt dan mereka membahasakan dirinya dengan gue.skrg untuk mp, aku lebih nyaman ber-aku atau ber-saya πŸ™‚

  2. wib711 said: nah.. itu mbak, sama kan berarti saya itu tingkat kesantunanya lebih tinggi.. :)untuk masalah akrab iya, saya juga menulis demikian, tapi kalau saya pribadi aku itu ada sebagian rasa ke-aku-an, makanya jika tidak terlalu akrab dengan orangnya, saya ga akan pakai aku.. πŸ˜€

    iya juga, saya tingkat santunnya lebih tinggi. kalau beda umurnya gak jauh (20 tahun gak jauh buatku) kalau dah akrab ya pake kata aku. kalau seumuran bapak ibuku, sungkan juga pake aku, meskipun sudah akrab buanget.

  3. rengganiez said: tadi dari tempat bu Guruh Sari ngomongin soal komunikasi, mampir sini juga bahas Komunikasi…ada apa dengan Komunikasi akhir-akhir ini??? πŸ™‚

    eeehhh, saya dibawa2….ada apa ini ada apa ini?

  4. sukmakutersenyum said: nek ngoten kulo ndamel “kulo” mawon*)jowo’e keluar hahaha

    monggo mbak April… panjenengan bebas kok arep nganggo boso jowo ning omah ku iki πŸ™‚

  5. myshant said: hihihi…iya, dulu ber-gue2 itu kalau sama temen yg udah akrab bgt dan mereka membahasakan dirinya dengan gue.skrg untuk mp, aku lebih nyaman ber-aku atau ber-saya πŸ™‚

    hahaha…. iya jaman dulu masih enak ber-elu gue….makin luas pergaulan.. harus diimbangi juga dengan panggilan yang sesuai

  6. ayanapunya said: Klo nulis jurnal biasa pake kata ganti saya.klo komen fleksibel aja sih.mampir baca ya mas πŸ™‚

    silakan mbak…. disini juga banyak yang seperti mbak kok, penggunaan saya untuk jurnal dan kata ganti bebas untuk reply

  7. enkoos said: iya juga, saya tingkat santunnya lebih tinggi. kalau beda umurnya gak jauh (20 tahun gak jauh buatku) kalau dah akrab ya pake kata aku. kalau seumuran bapak ibuku, sungkan juga pake aku, meskipun sudah akrab buanget.

    wah… kalau sepantaran orang tua, saya tetap menggunakan saya… πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s