Antara Integritas dan Kreatifitas

Perbincangan seminggu lalu dengan teman-teman lama mpers 2004-2005 yang sudah lama tidak berjumpa mengerucut menjadi satu titik, dimana pembicaraan awal tentang sebuah proses pertemanan yang berubah menjadi persahabatan yang awalnya hanya untuk saling bercerita atau berjalan-jalan membunuh waktu mulai dari nongkrong di Soto Ceker ceker pak Gendut di sabang, hingga mencari SGPC bu Wiryo ke Jogja.
dari sebuah proses itu ternyata banyak hal yang bisa didapat, selain silaturahim dan saling bercerita tentang kegiatan masing-masing hingga rembukan mencari solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi.

Semakin lama durasi bertemu semakin jarang karena memang selain jarak berjauhan saat saya ada Aceh, ada yang di Jakarta dan di Bandung, komunikasi tetap berjalan walau cuma sekedar untuk say hallo, bahkan kadang kalau sedang konyol dan merasa jenuh, foto-foto perjalanan bersama kadang di kirimkan kembali, semua itu tujuannya agar tidak terputus komunikasi yang telah terjalin.
Tapi paling tidak setahun sekali kami walaupun tidak lengkap selalu berkumpul.

Kembali ke pertemuan minggu lalu, disana kami sepakat bahwa silaturahim akan tetap terjaga dengan komunikasi yang baik tanpa ego dari masing-masing orang dan kami tidak ada yang menjadi pemimpin bagi yang lain, yang ada setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, selain itu poin yang kami sepakati adalah walau pertemuan hampir setahun sekali, paling tidak ada progress yang didapatkan, ide-ide kreatif yang muncul sebisa mungkin dijalankan, seperti para wanita yang membuat ide-ide untuk memasak dan terkadang mencoba resep-resep baru mulai dari bolu bantet hingga bolu gosong, bagi para pria walau matanya menatap MU yang sedang berlaga, tapi pembicaraanya kearah otomotif hingga investasi.

Dan satu hal yang paling penting rasa nyaman harus tetap dijaga tanpa ada ke-aku-an yang timbul dan harus bisa memberi manfaat untuk orang lain jikapun tidak semoga bisa untuk diri kami.
Satu pesan mereka kepada saya jika mengikuti kegiatan dimanapun lantas tidak merasa nyaman dan panggilan hati dilakukan dengan terpaksa serta tidak ada manfaat positif yang didapat maka lebih baik mencari kegiatan positif lain yang bisa diikuti dengan nyaman dan tanpa rasa was-was.

Salam, saatnya undur diri 🙂

Advertisements

56 comments on “Antara Integritas dan Kreatifitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s