Udah Lemot, sering Hang pula

Penyakit yang diderita sebagian besar pemilik BB adalah lemot dan kadangkala “hang” salah satu solusi yang sering diberikan adalah dengan mencabut baterai.

Dari hasil tanya kiri kanan dan baca di forum, cara yang paling sering disarankan adalah dengan :
1. Menghapus Log (ctrl LGLG)
2. Menghapus cahche dari browser (cookies)
3. Menghapus isi chatroom secara reguler. Atau mengirimkan kedalam email jika topik tersebut menarik.
4. Menghapus foto yang sering berseliweran atau dipindahkan segera kedalam microSD jika dibutuhkan.
5. Delete prior secara periodik.
6. Hapus aplikasi yang ga perlu.
Semua itu sudah sering dilakukan para pemilik BB, tapi berdasarkan usia BB, pasti hasilnya ga terlalu maksimal.

Satu cara yang paling mumpuni adalah mengganti PIN BB yang digunakan dengan PIN BB Dakota 9900.
Caranya cukup mudah,
1. Datang langsung ke pusat penjualan BB,
2. Bilang akan tuker PIN BB dengan pin Dakota 9900
3. Jika PIN tersedia, bisa langsung ditukar
4. Menyerahkan biaya penggantian PIN, sekitar 5,9jt – 6,4jt

Selamat mencoba, semoga berhasil dan BB anda tidak lemot lagi.
Sent from my BlackAngel® Androidphone

Udah bukan Masanya


Sabtu sore dua minggu lalu, saat bersepeda diseputaran bekasi, saya melihat anak-anak dilingkungan rumah sedang bermain futsal, dari situ saya dan beberapa teman gowes di sekitaran rumah mempunya ide untuk main futsal dengan mereka, karena kami hanya berlima, maka saya ajak tandinglah anak-anak tersebut, mereka menyambut antusias dengan syarat kami yang membayari sewa lapangan dan minuman untuk mereka.

nah, sabtu kemarin jadilah kami bertanding dengan mereka, team pertama yang mereka turunkan adalah angkatan terakhir yang saya ajarkan bermain sepakbola tahun 2000, sekarang mereka dibangku kuliah tingkat akhir 1 orang dan 2 orang baru lulus STM dan baru bekerja, dua orang lainnya baru kelas 3 SMP.

Ternyata kami para goweser ini kalah, baru 5 menit permainan sudah bobol 3-0, dan mereka menganti teamnya dengan yang tingkat smp semua, dan lagi-lagi kami kebobolan 4-0,
dan akhirnya mereka menurukan anak-anak kelas 5-6 SD, lumayan lah hasil imbang 2-2.
Mereka sangat happy mentertawakan kami para goweser yang kepayahan lari menguber bola dan bertepuk tangan keras saat salah satu diantara kami sudah sampai depan gawang tapi tidak berhasil membobolkan gawang mereka.

Setelah selesai, angkatan yang terakhir saya ajar bermain bola bilang, sekarang masanya udah lewat kak, dulu kakak yang ngajarin kami main bola dilapangan besar, tapi sekarang kan zamannya futsal, jadi sedikit berbeda walau dasarnya sama. Energi yang dikeluarkan lebih besar saat bermain futsal dibanding sepakbola.

Ya, betul juga, saya dan teman goweser adalah produk lama yang biasa bermain dilapangan besar dengan 11 pemain, jadi ada saat untuk bersantai, tapi tidak dengan futsal, karena dituntut untuk aktif bergerak.
Akhir pertandingan, saya mendapat hadiah dengan dengkul bengkak dan susah ditekuk gara-gara bergaya tendangan pisang tapi ga seimbang, tapi setidaknya ada pelajaran yang didapat, bahwa kalau mau terus survive harus mengikuti perubahan yang terjadi dengan cara belajar tanpa melupakan dasar-dasar yang telah ada baik itu dalam segi kehidupan maupun pekerjaan dan paling tidak untuk berkreatifitas bagi diri sendiri.

Selamat hari senin dan selamat bekerja.

#foto tanpa seragam adalah team goweser

Asumsi dan Praduga


Disuatu jejaring sosial pada saat berbalas komen dengan berbagai macam kontak :


Wanita 1 : Si abang kemana ya, tumben belum nongol, biasanya kalau ada postingan heboh pasti muncul ikut rusuh.
Wanita 2 : iya nih, kemana ya
Wanita 3 : baru jalan tuh, kan hari ini masuknya rada siangan.

#Wanita 2 : *dalam hati* kok wanita 3 tahu banget jadwalnya ya, jangan-jangan ada hubungan khusus diantara mereka.

Sebelumnya melalui pesan di hp :
Wanita 3 : abang, nanti berangkat lewat MT Haryono kan?
Laki-laki : iya, ada apa kakak?
Wanita 3 : Saya minta tolong nanti mampir ke kantor suamiku di Gedung Pearl Jam ya, ada titipan buat abang dari suamiku.
laki-laki : ok kakak, nanti saya kontak mas’e

=======================================================================

Wanita A : “Lagi sama Mas X di sate Klatak” #Status di group online nya jejaring sosial
Wanita B : *Membaca status tersebut dan bergumam dalam hati”
“ya ampun, dia kan udah punya suami kok malah makan sate berdua ama cowok lain, pasti ada apa-apanya tuh, jangan2 selingkuh”

Sebelumnya :
Dalam sebuah forum terbatas
Wanita C : Ibu-ibu, bapak-bapak, untuk mengucapkan rasa syukur saya dan suami, kami mau ngajak ibu-ibu dan bapak-bapak disini makan sate klatak di Sarinah
Wanita A, D, E, F, Pria X, G, H : setujuuuu
Wanita A : duh, kalau diliat waktunya saya pasti sampai duluan, maklum saya kan rumahnya deket, ada yang datang duluan?
Pria X : saya kakak, kebetulan saya ada acara deket sarinah, ntar kita ngobrol dulu aja sambil nunggu yang lain
Wanita D : aku bisa beda 10 menit, tunggu aku ya, sekalian dijemput misua dikantor.

==============================================================================

Disuatu jejaring sosial, seorang Perempuan Q posting foto saat makan bersama dengan teman-teman lainnya, di akhir postingan terucap “makasih banyak ya buat abang Z… pokoknya ga ada duanya deh…”

Perempuan Y sms ke Perempuan S : buka postingan ini deh :link gilaaaa… ucapin terimakasih sampai segitunya, foto di set buat kontak, jangan-jangan biar suaminya ga baca tuh.. emang ada aja kalo mau selingkuh pake alasan makan malam rame-rame


Sebelumnya dalam email terbatas
Perempuan Q : Temanz, aku mau minta tolong, Suamiku kan baru pulang dari papua n suka banget makan mie aceh, nah aku mau ngajak dia makan makan mie aceh, sekaligus mau ngenalin kita-kita semua di group konyol ini, jadi kita kan bisa saling kenal secara langsung, ada yang bisa mesenin tempat ga ya, kan tewmpatnya ga ada no telp nya, dan sekarang ini kan bulan puasa, jadi pasti kalo ga pesan takut ga kedapetan tempat.

laki-laki Z : “awak kebetulan punya no telp salah satu pelayannya, biasalah, kan sering makan disana, nanti awak pesankan tempat.”

Perempuan Y : makasih ya abang… ditunggu kabarnya

Kalau kita hanya melihat kulitnya saja, tentu bisa saja berasumsi seperti itu…
Jadi,.. Selamat selingkuh… eh selamat ber asumsi.. upss.. Selamat hari Jumat, have a nice weekend, asumsi tanpa disertai fakta adalah hoax :p :p :p

Anak Laki-laki Kemayu & Wanita Tomboy

Laki-laki bermain dengan boneka, masak memasak dan anak wanita bermain mobil-mobilan, perang-perangan serta sepakbola.
Pastilah ada kekhawatiran terhadap tingkah laku tersebut, karena dianggap menyalahi norma dan kekhawatiran kalau nanti besarnya akan berorientasi gender yang menyalahi aturan.

Sebenarnya yang bikin norma kan itu orang dewasa, kasihan juga ya anak-anak kalau dari kecil udah dilarang main yang menjadi kesukannya.
kalau masih dalam tahap balita sih tidak apa, tapi mungkin lain hal nya jika sudah sekolah hal tersebut patut diwaspadai.

jadi, biarkanlah anak bermain tanpa dibatasi dengan alat bermainnya, tugas orang tuanya untuk mengontrol dan memberi arahan.
Siapa tahu anak laki-laki yang dulu bermain masak memasak pada akhirnya menjadi Chef terkenal, atau anak wanita yang suka main mobil-mobilan jadi pembalap ngetop.

tapi kalau liat klip disini bagaimana tanggapan anda? 😀