Wonderful Tonight

It’s late in the evening; she’s wondering what clothes to wear.

 

She’ll put on her make-up and brushes her long black hair.

 

And then she asks me, “Do I look all right?”

 

And I say, “Yes, you look wonderful tonight.”
 

 

 

We go to a party and everyone turns to see

 

This beautiful lady that’s walking around with me.

 

And then she asks me, “Do you feel all right?”

 

And I say, “Yes, I feel wonderful tonight.”
 

 

 

I feel wonderful because I see

 

The love light in your eyes.
 

 

And the wonder of it all

 

Is that you just don’t realize how much I love you.

 

It’s time to go home now and I’ve got an aching head,

 

So I give her the car keys and she helps me to bed.
 

 

 

And then I tell her, as I turn out the light,

 

I say, “My darling, you were wonderful tonight.

 

Oh my darling, you were wonderful tonight.”
 
 
Advertisements
By wiblackaholic Posted in Poemz Tagged

Kangen Sangat


Kangen Sangat
Saat menunggu kereta sambil terkantuk-kantuk
Saat menunggu antrian sepincuk pecal
dan suasananya yang begitu nyaman


===========================================================



Kangen Sangat
Saat menunggu pukul 24.59
Sembari bersidekap menahan dingin yang menusuk tulang



Semoga bisa kembali kesana dalam tahun ini…….

Multiply : Masih Ada Hutang Yang Harus Diselesaikan

Banyak persoalan yang terjadi antara MIRO dengan User (blogger dan OS) mulai dari Sumitro Gate, Lovely Letters, hingga Secret of Thaliadelete :p.
Melihat kurun waktunya MIRO sudah berada di Indonesia kira-kira 10 bulan, paling tidak harus banyak belajar dari kasus yang pernah terjadi untuk peningkatan kinerja kedepannya.
Semenjak kasus surat cinta dan penghapusan salah satu komen di lapaknya Thalia, keadaan mereda walau tidak ada penyelesaian kongkrit dari pihak MIRO.
Tapi keadaan yang mulai kondusif itu ternodai kembali dengan munculnya kasus “minta password” bisa di cek di jurnal : Multiply : “sharing”?
Disitu akhirnya pihak MIRO dengan akun multiplyID memberikan penjelasan, yang jika dibaca dengan teliti dan dikompare oleh dekmaniezt dengan TOS dan dibandingan dengan pembicaraan sang admin di Gandaria City Lt 23, banyak sekali hal yang tidak konsisten.

Contoh kecil, untuk admin dari setiap bidang berbeda-beda, misalnya ada OS yang mengeluh tentang pembayaran yang belum diterima, maka akan ada balasan dari pihak multiply dan pada bagian bawah di akhir kalimat akan ada inisial yang menunjukan orang yang menjawab.
Misalnya NR atau NIR atau NRH, tapi saat menjawab di lapak mbak niez, tidak dicantumkan apakah itu memang sebuah unsur kesengajaan agar tidak ada yang bertanya? saya pun tidak tahu.

Sebenarnya para bloggernya Multiply itu banyak yang baik, walau ada juga sih yang jadi penipu kayak kolakpisang4500 brengsek itu, banyak yang cocok dan cinta dengan multiply tapi apa lacur pihak MIRO sepertinya enggan berhubungan dengan para blogger, yang mungkin dianggap merugikan dan bikin hati ga tenang diwaktu bersamaan harus mengejar target OS.
Kalau ini saya bilang aja terus terang salah, lha wong blogger itu banyak yang loyal yang bersedia menjadi evangelist, tapi kalo pendekatan yang dilakukan seperti ini, dapat dikatakan para blogger loyal tersebut akan berubah menjadi detractor bahkan ada juga yang menjelma sebagai evil advocate. Hal sekecil apapun akan sampai ke para detractor dan evil advocate, ini yang tidak disadari oleh MIRO.

Mereka lebih memilih menghindari para blogger, akibatnya sih sudah mulai ada banyak yang mulai tahu ketidakberesan kinerja MIRO, mungkin tinggal tunggu waktu hingga akan meledak semuanya.
Blogger juga customer yang harus dilayani oleh pihak Multiply, tanpa hubungan timbal balik akan sulit langkah MIRO kedepan hanya dengan mengandeng OS, ibaratnya jalannya akan pincang, kecuali memang pihak Multiply akan mematikan platform untuk para blogger dan memulai semuanya kembali dengan OS saja.

Selamat bekerja teman, ditulis disela-sela buka FB dan terdapat kalimat “people you may know” dan profic disitu adalah Almh. Nita salah seorang blogger yang mendapat surat cinta.

Loyalitas

Hubungan Relationship & Transactional bukan hanya antara produsen dengan pelanggan, tapi hubungan antar kontak atau non kontak dalam dunia maya juga bisa dilihat dari dua segi tersebut.
Kalau Transactional gampang aja, misal saya lagi kepengen Durian Ucok Jl Iskandar Muda dan Bolu Meranti dari Medan, kebetulan pula kontak saya ga ada yang tinggal di Medan, saya tinggal tulis QN, mita tolong siapa tau ada kontaknya kontak saya berdomosili disana, munculah nama yang direferensikan dari salah satu kontak, lalu saya minta tolong dan dikirimkan apa yang saya minta -setelah saya bayar tentunya- Ya sudah, hubungan selesai sampai di situ, contoh lain kalau membeli barang ke OS, setelah selesai ya sudah.

Tapi jika hubungan itu bersifat Relationship, ceritanya akan beda.
Misal setelah saya dikirimkan barang yang saya pesan, lalu saya add sebagai teman (walau ga pernah ketemu) saling bertegur sapa (walau OT) bahkan jika bisa mengirimkan sesuatu walau hanya sekedar ucapan selamat ulang tahun hubungannya meningkat dari yang awalnya transaksional menjadi Relationship.

Sudah jsampai disini habis perkara? eh habis cerita? belum…. Cerita ini akan berlanjut.
Lihat lagi dari poin pertama hubungan yang berdasarkan Transactional, setelah barang saya terima lalu saya dan pas dilihat Bolu Meranti ada yang rusak karena jasa pengiriman lalu saya mengucapkan terimakasih sekedar basa-basi dan bilang hal tersebut, tentu saja orang tersebut merasa kecewa, udah ditolong kok malah komplen, kan seharusnya dari awal memberitahu inginnya dipacking dengan apa, melalui jasa pengiriman apa, jadi tidak ada kekecewaan yang timbul.
Akibat hal tersebut, Temannya kontak saya di Medan bisa berubah menjadi Satria Baja Hitam… sorry, maksudnya berubah menjadi detractor, dia akan memberitahukan ke kontak saya yang mengenalkan pertama kali dan bahkan bisa aja orang tersebut juga akan menceritakan keresahannya dengan kontak-kontaknya, Saya dikenal orang yang bukan kontak tapi dengan cara ga bagus, sisi yang ga baik lebih banyak lagi salah satunya temannya kontak merekomendasiin agar saya tidak dijadikan teman, kalau di add, jangan diterima, abaikan saja dan bisa juga salah satu kontaknya yang sudah menjadi kontak saya akhirnya meremove pertemanan.

Kalau poin kedua hubungan yang bersifat relationship, setelah di add, terjalin komunikasi dan bahkan bisa saja saat Temannya kontak (yang sekarang sudah menjadi kontak) membutuhkan bantuan dan saya bisa menolong, hubungannya menjadi bagus dan akhirnya teman yang di Medan tersebut menjadi seorang Promoter bagi saya, sehingga bermunculan invitation untuk menjadi kontak atau bisa saja hubungan berlanjut kearah hubungan bisnis.

Kalau orang-orang yang nge-add tapi ga di kasih tahu (dipromosiin) oleh kontaknya kontak itu posisinya dimana
diantara Detractor atau Promoter?
kalo orang yang baru add itu masuk kedalam kategori passive, bisa aja mereka add karena merasa penasaran dengan berita Negatif dari Detractor sehingga ingin tahu lebih jauh, kedua karena memang sedang mencari sesuatu hal dan nyangkut dalam ID yang saya miliki.
Biasanya sih yang passive ini cuma sesekali say hello dan jarang atau bahkan ga pernah interaksi, tapi bertindak sebagai silent reader hanya sekedar ingin tahu.. setelah itu ya cukup saja.

Melihat dua hal diatas, bisa dikatakan disitulah hebatnya Word Of (Mouth) Keyboard, semuanya bisa meracau kemana-mana dengan tombol qwerty dan jaringan tentu saja.

Pertanyaannya dimanakah posisi saya atau anda sekarang ini?
Bagi sebagian orang saya bisa menjadi Detractor, sebagian yang lain saya adalah passive tapi bisa juga saya menjadi Promoter, itu tergantung bagaimana cara dan sikap kita berinteraksi dengan orang lain.
Yang perlu diingat biar ga sakit hati adalah -Link- sebagian orang suka dengan anda, dan sebagian orang benci dengan anda 🙂

Selamat menikmati hari minggu, selamat berisirahat untuk melanjutkan pekerjaan esok hari Senin
#Semoga hari Senin semuanya berjalan dengan lancar…. aamiin

Episode Tentang Nita

Pukul 23.03 ada misscall, tapi saya tidak mendengar karena sudah terlelap, saat bangun satu jam setelahnya saya baru memperhatikan yang telp ada lah mbak Niez, saya sms bertanya ada apa, dan mendapat balasan jika Nita telah tiada, tidak percaya saya langsung telepon mbak Niez, dan diberitahu kembali bahwa Nita kita telah tiada, saya terdiam mencoba konsentrasi atas apakah saya mimpi atau salah dengar, lantas dilanjutkan bahwa mbak Niez melihat dari FB nya Nita, kakaknya yang menuliskan berita tersebut.
Tidak banyak percakapan dengan mbak Niez, saya sempat terdiam dan mengambil beberapa kemungkinan apakah berita ini bohong atau tidak, bisa saja ada yang membuka FB Nita dan menuliskan hal tidak benar, sambil mencoba membuka multiply, muncul sebuah pikiran yang tidak masuk akal, saya sms ke hp Nita, tidak ada balasan

Saat Multiply terbuka, terdapat beberapa QN mengabarkan berita duka tersebut, belum sempat saya buka satu persatu telpon saya bergetar, rupanya Nita menelpon saya, saya angkat yang muncul adalah keheningan, lalu terdengar suara lelaki yang memperkenalkan diri sebagai adiknya Nita, dan menanyakan apakah saya mas Wibi temannya Nita, saya jawab iya dan dijelaskan oleh Edwin bahwa berita tersebut benar adanya.

Lemas saya mendengarnya tidak menduga hal tersebut terjadi, lalu saya baca QN satu demi satu yang mengabarkan berita tersebut hingga saya tertidur dengan hp masih tergenggam ditangan.

Pagi hari berbarengan dengan mbak Arni menuju kediaman orangtua Nita, kami waswas tidak sempat melihat Nita untuk yang terakhir kali, untungnya saat melewati mesjid terdengar pengumuman yang memberitahu untuk men-shalat-kan almarhumah, setengah berlari saya meninggalkan mbak Arni untuk ikut serta dalam barisan jamaah shalat jenazah.
Dipemakaman saya menyalami ayahanda Nita dan memperkenalkan diri, tanpa saya duga saya dipeluk dan ayahanda Nita berlinang airmata sambil berkata “maafkan Nita nak Wib… maafkan” hal tersebut berulang kali terucap. Saya hanya mampu memapah, ditemani oleh salah seorang tetangganya.
Terus terang saat tangan saya digenggam erat saya terbayang itu adalah bapak saya sendiri sedang menyalami teman-teman saya…

Saat akan dikebumikan, teringat kembali episode-episode bagaimana bertemu dengan Nita, dimulai kopdar bagi panci di danau UI, dilanjutkan dengan menemani cak Nono berkeliling Jakarta naik busway hingga terakhir bertemu saat di Gandaria City menanyakan perihal surat cinta.

31 May adalah pertama kali saya di sms Nita, rupanya berlanjut dengan kulSms, yang kadang saya tanggapi atau kalau sedang ga mood tidak saya balas.
4 Juli, saya di sms tentang kegalauannya, dan dia merasa ambruk, tapi tetap berusaha agar orang lain tidak tahu. Saya sempat sedikit berdebat dengannya tentang masalah ini.
30 Agustus, Nita sms minta izin untuk posting tentang saya, saya izinkan karena pasti ada hal lucu didalamnya
4 September, Nita mengucapkan terimakasih dan mulai beraktifitas melupakan kegalauannya, saya cuma berpesan agar dilancarkan dan mendapat hal-hal seru.
29 September, sms terakhir dari Nita memberitahu sudah membalas twit saya, disini adalah titik balik bagi saya untuk belajar, saya berkenalan dengan Angkie Yudistia dan banyak ngobrol tentang disabilitas dan dari sini saya kagum dengan Nita yang berusaha mengedukasi orang-orang tentang masalah disabilitas.

Hingga akhirnya saya mendapat kabar diawal postingan jurnal ini, saya teringat kembali dengan tulisan ini bahwa kita terlahir sebagai seorang pemenang tapi apakah akan berakhir sebagai pemenang?
Nita telah membuktikannya, begitu banyak yang telah dilakukannya, dibalik kekurangannya Nita menunjukan hal luar biasa yang belum tentu bisa dilakukan orang normal tanpa diasbilitas.

Selamat jalan Nita, semoga engkau mendapat kebahagian disana, kami semua juga telah mempunyai kartu antrian tapi nomornya hanya menjadi rahasia Allah
Oh iya, jika bertemu dengan bidadari di Surga, tolong bisikan padanya agar menjelma ke dunia untuk menemani saya ya.

Curhat tentang rekan kerja

Blog itu salah satu sarana yang sering digunakan untuk curhat, mengenai teman-teman,
keadaan sekitar bahkan mengenai keluarga.
Jika di multiply, salah satu fitur yang lumayan aman bisa di set untuk kontak, tapi tidak berlaku untuk blogspot. Jika curhat yang sudah pasti akan menyinggung orang lain yang kemungkinan besar terbuka untuk umum, cara paling aman disamarkan, tapi tetap saja ada sisi lemahnya, kalau ternyata dalam postingan lain yang bisa menjadi clue ke postingan tersebut, jika ketahuan oleh orang yang menjadi objek di cerita tersebut hubungan akan menjadi renggang, atau setidaknya -elo gue wassalam-

Terus terang saja, saya juga pernah kepentok masalah ini, tapi ya sudah anggap aja belajar, (termasuk belajar kehilangan teman).
Hal yang paling dihindari dalam masalah curhat ini setidaknya mengenai keadaan dimana saat ini bekerja, jika hal tersebut dilakukan seperti yang saya sebutkan diatas untuk menggunakan #no name.

Nah, kebetulan saat saya lagi kelebihan waktu n muter-muter nemu blog ini.

http://keepglowinginthedark.blogspot.com/



Isi jurnal paling atas bikin nyengir, berkonflik dengan salah seorang rekan kerja, bisa dibaca sendiri bagaimana emosi yang dikeluarkan disana. Hal ini membuat saya penasaran, dimana sih penulis ini bekerja dan apakah dia tidak mikir kalau rekan kerjanya tahu dia punya blogspot dan membacanya, apalagi jika pihak HRD mengetahuinya akhirnya saya membaca jurnalnya satu persatu dan mendapat jurnal yang ini bahwa orang tersebut bekerja di PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (Main Dealer Mitsubishi di Indonesia)


Dan yang lebih kacau lagi, setelah saya baca, ternyata wanita ini salah satu bekerja dibagian HRD.

Hadeuh mbak, jika saja para pimpinan HRD di perusahaan mbak bekerja tahu dan membaca kisah-kisah di jurnal ini… wassalam aja deh mbak…penilaiannya akan turun terhadap mbak.

Ada baiknya memang jika misuh-misuh tentang rekan kerja jangan sekali-kali mencantumkan anda bekerja dimana, jika ternyata dicantumkan dan anda udah ga betah, ya silakan maki-maki rekan kerja anda sih gpp.

Pelajaran moralnya sih ati-ati kalau mau nulis jurnal apalagi masih banyak manusia-manusia iseng yang kelebihan waktu n suka brwosing sana sini macam saya salah satunya.

#selamat bekerja temanz, selamat menulis jurnal sambil menikmati hari senin yang biru cerah

Pengendara Pecicilan

Hari minggu lalu, Setelah shalat Iedul Adha, saya berencana ke Sawangan lewat Margonda. Rupanya karena hari libur, jalan di Margonda begitu lenggang, buat setan jalanan ini adalah hal yang bikin hati kain sumringah.
Saya sendiri sadar diri, kecepetan maksimal 60kpj saja rasanya sudah tinggi apalagi dengan matic yang lingkar rodanya kecil, dibantu ban tapak lebih lebar tetap saja goyang dangdut.

Saat saya sedang berjalan di jalur tengah, tiba-tiba ada motor memotong saya dari arah kiri maksudnya hendak mendahului, tapi didepan ada mobil yang akan balik arah, sehingga dengan tiba-tiba motor tersebut memotong kembali jalur saya secara tiba menuju kekiri padahal jarak antara mobil dengan saya begitu dekat tapi dipaksa masuk, untung saja saya sempat menarik tuas rem.

Kaget sudah pasti, kalau mau nguber berarti saya sama aja konyolnya dengan orang tersebut, akhirnya saya hanya membatin “kalau tabrakan baru tahu rasa” (hal ini sudah diingatkan oleh teman saya agar saya tidak boleh mengucapkan kalimat negatif, karena saya dikatakan adalah si pahit lidah, tapi ya maaf saja saya ga percaya :D)
Belum lama saya mengucap, motor hijau menyenggol motor hitam, hal ini kalau dalam hitungan kecepatan dan sudut tentu masuk akal.
Dengan kecepatan yang tinggi, untuk membelokkan setang dibutuhkan sudut yang lebih besar, tapi mungkin hal ini kurang diperhitungkan sehingga terjadilah tabrakan.
Pengendara motor hitam yang “anteng” terjatuh, sedangkan pengendara motor hijau terlempar dari motornya dengan posisi tengkurap.



Saya dan beberapa pengendara lain berhenti, membentuk pagar melindungi agar pengendara motor hijau tidak tertabrak kendaraan lain.
Ajaibnya si pengendara motor hijau bangkit, lalu membangunkan sepeda motornya, tapi tanpa disadari pengendara motor hitam berlari dan langsung memukuli pengendara motor hijau. Reaksi yang wajar karena merasa tidak salah ya meluapkan emosinya dengan cara tersebut.
Kalau di jalan raya, kencang atau pelan dalam mengemudikan kendaraan resikonya adalah sama, disinilah dituntut kehati-hatian dalam berkendara.
ga salah memang kalau ada kalimat : “ngebut – benjut”, bahkan ada yang lebih ekstrim “Ngebut- Maut”

[FF] Hukuman

Jam sudah menunjukan pukul lima sore, awan hitam tidak kuat menahan beban sehingga menumpahkan isinya bagai membuang semua kekesalan yang memuncak.
Bolak-balik kulihat jam, ternyata sudah jam tujuh, lewat 10 menit dari waktu yang telah kita sepakati.
Biasanya dirimu tidak pernah telat, bahkan selalu hadir lebih awal, ku kirim pesan kepada dirimu :
#kamu dimana sayang? aku sudah sampai sejak jam lima tadi.
*Aku sudah dihalaman, sedang parkir mobil
Tapi, 10 menit berlalu kamu tidak juga muncul.. ku kirim pesan kembali
#kamu ga nyasar kan? kok lama banget
*aku udah sampai, aku ada dihalaman
Segera aku meluncur ke halaman, ternyata masih kosong, hanya mobilku dan mobil box milik rumah makan yang terparkir disitu, lalu kutanya pada pelayan
“mas, memang ada restoran lain lagi dekat sini?”
“Tidak ada ibu, tapi dibawah dekat simpang ada restauran kami yang lama, digunakan jika tamu penuh”
Langsung saja ku kirim pesan
#sayang, kamu ga salah tempat kan? ga ditenpat lama kan?
*enggak sayang, aku ada didepan menunggu kamu sejak tadi, aku masih hapal interiornya ada bangku bambu dimana waktu itu kamu duduk sambil bersidekap menahan dingin”

Buru-buru aku lari kedepan, tetap tidak ada siapapun, langsung kumasuk kedalam mobil, jangan-jangan dia mempermainku dan hendak memberi kejutan di restaurant lama.
Sampai dibawah kulihat mobilnya sedang terparkir, aku terkejut, pacarku dalam keadaan sekarat dengan pisau yang tertancap diperutnya, aku mengguncang-guncang tubuhnya namun tidak ada jawaban, lalu aku berlari ke mobilku dan disana terbaring tubuhku dengan muka yang pucat bersimbah darah dari luka bekas tusukan.. ya itu adalah tubuku sendiri, aku merasa pusing dan makin gelap, samar-samar kulihat suamiku sedang memandangi tubuhku sambil menyeringai dipegangi oleh para warga sekitar sambil berkata “mampus kau wanita jalang, itulah hukuman yang tepat untuk peselingkuh seperti kalian berdua”